Ads

Apa Itu Impression? Simak Fungsinya untuk Pemasaran Online

apa itu impression

Table of Contents

Apa itu impression?

Dalam bahasa Indonesia, impression diterjemahkan sebagai kesan. Namun, dalam konteks lain ia memiliki makna berbeda.

Dalam konteks digital marketing atau pemasaran secara digital dan online, impression bukanlah kesan.

Istilah ini adalah cara untuk menghitung berapa kali sebuah laman dimuat dan dibaca oleh pengunjung.

Dengan kata lain, impression merupakan tayangan. Lalu bagaimana hubungan impression dengan marketing?

Ketika suatu laman dipasangi iklan online, baik yang berbentuk displai atau tulisan, iklan itu sudah terhitung dilihat juga oleh pengunjung situs web.

Pengiklan pun membayarkan sejumlah tarif kepada pemilik situs web berdasarkan jumlah impression yang didapat.

Pembahasan lebih lanjut mengenai apa itu impression akan dibahas dalam artikel ini. Simak baik-baik, ya!

Baca Juga: Cara Melihat Insight Instagram Itu Mudah, Ikuti Panduan Ini!

Apa Itu Impression?

apa itu impression
Foto: Pexels.com

Apa itu impression?

Impression adalah metrik yang digunakan untuk mengukur jumlah tampilan digital atau keterlibatan pengunjung dalam sebuah konten.

Biasanya, impression digunakan dalam mengukur jumlah tampilan pada iklan, postingan, atau laman situs web.

Dalam konteks iklan online, impression berarti jumlah berapa kali iklan tayang. Jumlah impression ini yang kadang menentukan tarif sebuah iklan online, seperti dalam model CPM (cost per mile).

Menghitung jumlah impression sangat penting untuk mengukur bagaimana iklan online diperhitungkan.

Mulai dari menghitung seberapa sering iklan muncul di mesin pencari, hingga mengukur kinerja campaign di media sosial.

Perlu dicatat bahwa impression bukanlah ukuran apakah sebuah iklan sudah diklik. Impression lebih ke berapa kali iklan ditampilkan pada laman konten dan menunjukkan potensi iklan dilihat atau tidak.

Bisa saja, iklan tampil, tetapi tidak dilihat oleh pengunjung. Namun ia tetap dihitung sebagai impression.

Seringnya, hal ini yang menyebabkan sejumlah perdebatan tentang seberapa akurat metrik impression dalam mengukur keberhasilan campaign.

Terdapat dua bentuk impression. Keduanya yakni served impression dan viewable impression.

1. Served Impression

Standar untuk menghitung impression adalah ketika iklan atau tautan di-loading dan dimuat pada laman web.

Metrik terkait served impression (impression yang ditayangkan) mudah dihitung, karena data dapat dilacak oleh server, apakah iklan itu dimuat atau tidak.

Bagian tersulit dari menghitung nilai served impression yaitu metode ini tidak menyertakan displai iklan yang sebenarnya.

Served impression tidak memperhitungkan apakah iklan online berada pada posisi yang terlihat.

Kita tidak tahu apakah iklan benar-benar dilihat oleh pengunjung situs web, tetapi hanya bisa menghitung bahwa iklan sudah terpasang di laman.

Served impression juga mencakup laman yang ditutup pengunjung sebelum iklan termuat sepenuhnya.

Impression tetap dihitung sekalipun pengunjung situs web menggunakan perangkat ad-blocker pada browser mereka.

Kasus lain, laman dibaca di gawai yang tidak kompatibel dengan bentuk iklan online, impression tetap dihitung.

2. Viewable Impression

Adapun viewable impression atau tayangan terlihat, merupakan metrik yang menunjukkan impression yang dilihat oleh pengunjung.

Metrik ini jauh lebih berharga bagi pengiklan.

Dengan viewable impression, data pengukuran yang dikumpulkan terkait campaign iklan online, kemungkinan besar sudah disaksikan oleh manusia.

Dengan data yang terukur, kamu bisa mengevaluasi campaign-mu lalu memperbaikinya untuk campaign selanjutnya.

Baca Juga: Apa Itu Engagement? Ini 7 Cara Meningkatkan Engagement Media Sosial

Cara Kerja Impression

apa itu impression
Foto: Freepik.com

Satu impression nilainya sama dengan satu kemunculan laman web, iklan, atau konten yang dimuat di browser pengunjung.

Karena mudah diakses untuk mengukur, impression menjadi cara paling ekonomis untuk menentukan apakah iklan dilihat atau tidak.

Secara umum, sebagian besar pengiklan dan publisher (pihak yang memasang displai iklan online) memutuskan terlebih dahulu bagaimana impression dihitung. Termasuk perhitungan biayanya.

Pengiklan dapat memutuskan apakah campaign iklan online-nya berhasil atau tidak berdasarkan bentuk data laporan lain.

Misalnya pengukuran keterlibatan, yakni bagaimana pengunjung berinteraksi dengan iklan.

Seringnya, impression digunakan oleh model CPM, yaitu tarif iklan online ditentukan berdasarkan per 1.000 tayangan.

Jika sebuah iklan banner memiliki CPM 5 dolar, berarti pemilik situs web menerima 5 dolar setiap kali iklan di situs webnya ditampilkan 1.000 kali.

Lalu, bagaimana impression iklan diukur? Caranya dengan mengukur berapa kali server memuat iklan di halamannya. Setidaknya ada dua cara, di antaranya:

1. CPI

CPI adalah cost per impression, yang mengharuskan pengiklan membayar per tayangan. Tarif impression dapat dibayarkan langsung ke pemilik situs web dengan CPI.

Jika kamu ingin menjual produk ke segmentasi pasar yang sangat spesifik, kamu bisa memasang iklan langsung di situs web yang sesuai segmentasi tersebut.

Cara menghitung tarif CPI, yakni dengan membagi biaya iklan dengan jumlah impression.

2. CPM

CPM merupakan model penayangan iklan yang paling umum digunakan.

Model ini terutama digunakan pada pemasangan iklan di mesin pencari dan media sosial.

Server mencatat jumlah total berapa kali iklan dimuat. Pengiklan pun membayar per 1.000 tayangan.

Cara menghitung CPM, yaitu total biaya pengiklanan dibagi jumlah total impression. Dari angka yang didapat dikalikan 1.000, lalu muncullah nilai CPM.

Baca Juga: 5 Tips Menambah Viewer YouTube Untuk Tambah Uang!

Fungsi Impression

Apa Itu Impression? Simak Fungsinya untuk Pemasaran Online
Foto: Freepik.com

Impression laman memainkan peran penting dalam perencanaan pemasaran online. Dalam hal ini, CPM digunakan sebagai dasar perhitungan biaya pemasaran.

Berbicara tentang impression laman, secara tak langsung juga berbicara soal impression iklan online.

Hal ini karena asumsi bahwa pengunjung juga akan melihat displai iklan saat laman dimuat oleh browser.

Istilah impression laman dan impression iklan dapat digunakan secara bergantian. Namun secara teknis, bisa saja ada banyak impression iklan dalam satu laman.

Saat memasang iklan banner, pengiklan dapat memilih kualitas dan jenis jaringan iklan. Akan tetapu, metrik pengukuran CPM tetap menjadi kriteria kuantitatif untuk mencapai jangkauan.

Informasi mengenai impression berguna ketika kamu hendak melakukan campaign dengan tujuan brand awareness dan branding.

Kedua jenis campaign ini hendak meraih tujuan yang sama, yaitu eksposur yang maksimal, dengan kata lain menjangkau banyak orang.

Jumlah impression yang dihitung pada seluruh campaign dan marketing channel, dapat membantumu dalam menganalisis.

Kamu dapat mengetahui marketing channel mana yang menghasilkan keterpaparan tinggi dan memungkinkanmu melakukan pengoptimalan campaign.

Baca Juga: Manfaatkan Marketing Tools sebagai Alat Krusial untuk Campaign

Demikian penjelasan mengenai apa itu impression, bagaimana cara kerjanya, serta fungsinya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !