Apa Itu Pasif Income? Ini 6 Penerapannya dalam Bisnis

Share this Post

apa itu pasif income

Table of Contents

Apa itu pasif income?

Mendengar kata pasif, tentu mengacu kepada tidak melakukan tindakan apapun.

Jadi jika dikatakan ada istilah pasif income, maka kamu bisa mendapat penghasilan tanpa melakukan hal apapun. Memangnya bisa?

Tentu bisa! Namun, untuk bisa mencapai tahapan mendapat pasif income, tentu kamu harus memiliki modal yang cukup.

Semisal kamu ingin mendapat pasif income dari jasa sewa. Kamu tentu harus memiliki barang, ruang, tanah, atau bangunan yang bisa disewakan tersebut.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa itu pasif income dan bagaimana penerapannya pada bisnis.

Baca Juga: Strategi Diskon yang Tepat Tanpa Rugi, Ampuh Gaet Pembeli!

Apa Itu Pasif Income?

apa itu pasif income
Foto: Freepik.com

Jadi, apa itu pasif income? Menurut Investopedia, adalah pendapatan yang diperoleh dari sewa properti, kemitraan terbatas, atau perusahaan lain yang mana seseorang tidak terlibat secara aktif.

Seperti halnya pendapatan aktif, pendapatan pasif juga biasanya dikenakan pajak.

Selain pasif income, ada dua jenis pendapatan lain, yakni pendapatan aktif dan pendapatan portofolio.

Pasif income termasuk pendapatan dari sewa properti, kemitraan terbatas, atau bisnis lain yang tidak membuat seseorang terlibat secara aktif atau menjadi investor diam.

Dengan adanya pasif income yang memadai, seseorang bisa terdorong untuk menjadi profesional yang bekerja dari rumah dan menjadi bos bagi diri sendiri.

Namun, akhir-akhir ini definisi pasif income menjadi agak meluas.

Pasif income didefinisikan sebagai uang yang didapat secara teratur dengan sedikit atau tanpa usaha dari orang yang menerimanya.

Misalnya, kamu memiliki pekerjaan utama tetapi melakukan pekerjaan sampingan seperti menjadi freelancer atau berjualan secara online.

Contoh lain, kamu mendapatkan untung dari hasil investasi emas, saham, atau reksa dana.

Pendapatan itu juga sering dikatakan sebagai pasif income ketimbang pendapatan portofolio.

Baca Juga: Masih Bingung, Ini Cara Menghitung THR Karyawan yang Tepat!

Penerapan Pasif Income dalam Bisnis

Apa Itu Pasif Income? Ini 6 Penerapannya dalam Bisnis
Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui apa itu pasif income, kamu perlu tahu bagaimana penerapannya dalam bisnis.

Ada begitu banyak ide untuk mendapatkan pasif income di luar sana.

Kamu hanya perlu memilih salah satu yang tepat untukmu, tergantung dari keahlian, sumber daya, dan tujuanmu.

Berikut ini ada contoh pasif income yang berhasil diterapkan oleh beberapa bisnis, mengutip Wave Apps.

1. Produk Digital

Bisnismu bisa mendapatkan pasif income melalui penjualan berbagai produk digital di samping bisnis utamamu. Apa saja itu?

Mulai dari kursus online, templat untuk dicetak, unduhan, perangkat lunak, dan banyak lagi.

Pembuatan berbagai produk ini membutuhkan investasi minimal, jadi cocok untuk dijadikan pasif income.

Misalnya kamu punya bisnis sepatu. Untuk mendapatkan pendapatan tambahan selain dari menjual sepatu, kamu bisa membuat kursus online.

Kamu dan timmu bisa membuat rangkaian video tutorial cara mendirikan bisnis sepatu dari nol.

Mulai dari cara mencari modal, membahan bahan baku yang diperlukan, mendesain sepatu, hingga cara membuat sepatu.

Rangkaian video tutorial ini kemudian kamu jual sebagai produk digital. Yang menjadi audiensmu tentu calon-calon pebisnis yang sedang mencari ilmu dari pakar di bidangnya.

2. Investasi Properti

Investasi properti merupakan cara yang umum dan pasti untuk menghasilkan pasif income.

Kamu memang membutuhkan modal yang cukup besar di awal, tetapi jika kamu memilikinya, manfaat jangka panjangnya bisa sangat besar.

Investasi pada properti bahkan bisa menjadi bisnis tersendiri. Ada beberapa jenis penyewaan properti yang bisa kamu tawarkan.

Yang paling banyak adalah penyewaan rumah, apartemen, atau indekos yang sifatnya jangka panjang. Ada pula penyewaan tempat usaha, seperti ruko.

Bisa pula penyewaan jangka pendek untuk liburan. Hal ini bisa kamu lakukan jika memiliki properti di kawasan pariwisata, seperti vila, cottage, dan sebagainya.

Terakhir, penyewaan ruang ekstra. Jika kamu memiliki ruang tak terpakai yang bisa dipakai untuk tempat penyimpanan, kamu bisa menawarkannya sebagai gudang sewa atau ruang serbaguna.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Crowdfunding

3. Outsourcing

Tujuan utama dari melakukan outsourcing adalah mengubah pendapatan “aktif” yang tadinya didapatkan dengan cara aktif berusaha, menjadi pendapatan pasif.

Bagaimana caranya?

Setidaknya ada beberapa bentuk outsourcing, salah satunya outsourcing sumber daya manusia. Misalnya bisnismu memiliki situs web dan perlu diisi dengan artikel konten secara berkala.

Kamu bisa mempekerjakan penulis lepas untuk mengisi konten tersebut.

Cara lain, yaitu white label. Ada banyak produsen yang memproduksi barang tanpa menyematkan merek. Hal ini banyak terjadi pada industri pakaian.

Pakaian yang diproduksi tersebut, bisa dipasangi label oleh perusahaan lain. Hal ini bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pasif income.

Biarlah pihak lain yang memikirkan produksinya, sedangkan kamu hanya memasang label dan melakukan pemasarannya.

Melakukan dropship juga merupakan cara outsourcing lainnya untuk menghasilkan pendapatan pasif.

Ini adalah model retail, yang mana pihak ketiga mengelola inventaris dan melakukan pengiriman barang. Adapun kamu yang melakukan penjualan melalui e-commerce.

4. Bisnis Berbasis Langganan

Model bisnis ini membuat pelanggan mendaftar untuk membayar secara berkala, baik bulanan, per 3 bulan, per 6 bulan, per tahun, dan seterusnya.

Langganan majalan merupakan salah satu model bisnis berbasis langganan yang paling konvensional.

Pada bisnis digital, platform yang menawarkan jasa digital, misalnya pembukuan online, desain online, penyedia hosting, SEO tools, sistem ERP, sistem CRM, dan sebagainya, biasanya menawarkan skema berlangganan.

Kamu juga bisa membuat program membership terhadap pelanggan.

Misalnya dengan membayar sejumlah iuran per bulannya, pelangganmu akan mendapat benefit lebih dari produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Baca Juga: Perbedaan Shipping Address dengan Billing Address

5. Iklan

Penerapan pasif income pada bisnis selanjutnya, yakni memberikan ruang ditempat usahamu agar pihak lain bisa memasang iklan. Kamu bisa menyediakan ruang iklan di beberapa tempat.

Jika kamu memiliki situs web atau blog, kamu dapat memasang iklan CPC di sana.

Dari segi fisik, kamu juga bisa menyediakan ruang beriklan di toko fisik, kendaraan, atau media cetak seperti katalog, buletin, dan majalah.

6. Menyewakan Barang

Jika kamu memiliki sejumlah aset peralatan produksi yang jarang dipakai tetapi masih dapat berfungsi dengan baik, ini bisa menjadi sumber pasif income bagimu.

Yang perlu kamu lakukan adalah menyewakan peralatan tersebut kepada bisnis atau perorangan yang membutuhkan.

Kamu akan mendapat penghasilan tambahan ketimbang menyimpannya di gudang.

Tidak hanya peralatan produksi, jika bisnismu memiliki aset benda lainnya yang kira-kira berguna, kamu bisa menyewakannya juga.

Demikian penjelasan mengenai apa itu pasif income dan bagaimana penerapannya dalam bisnis. Semoga bermanfaat.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !