SIRCLO Store Mobile App

Apa yang Dimaksud dengan Distributor? Ini Fungsi dan Jenisnya

apa yang dimaksud dengan distributor

Table of Contents

Apakah kamu sudah tahu apa yang dimaksud dengan distributor?

Dalam dunia bisnis, kamu mungkin sering mendengar kata distributor.

Pada dasarnya, distributor berfungsi sebagai kekuatan penghubung antara produsen suatu produk dan konsumen akhir.

Cara ini bisa menjadi usaha yang sangat menguntungkan, terutama di pasar khusus di mana distributor dapat memberikan hak eksklusif kepada distributor untuk menjual produk tertentu di wilayah tertentu.

Jika kamu ingin tahu apa yang dimaksud dengan distributor, bisa menyimak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Supplier dan Distributor, Jangan Tertukar ya!

website toko online

Apa yang Dimaksud dengan Distributor?

apa yang dimaksud dengan distributor
Foto: Unsplash.com

Lalu, apa yang dimaksud dengan distributor, ya?

Secara umum, distributor adalah pihak yang membeli produk dalam jumlah besar dari produsen dan mendistribusikannya, baik secara langsung ke konsumen atau ke pengecer yang kemudian menjualnya ke konsumen.

Dilansir dari Finance Strategies, model bisnis distributor adalah membeli produk dari produsen dengan harga rendah dan menjualnya ke pengecer atau pengguna akhir dengan harga lebih tinggi.

Untuk memaksimalkan keuntungan, distributor harus mengadakan perjanjian pasokan yang menawarkan harga pembelian rendah untuk markup tinggi sambil berfokus pada efisiensi operasional untuk menjaga biaya jual produk tetap rendah.

Biasanya, distributor akan melakukan kerja sama dengan satu atau lebih perusahaan sekaligus untuk memasarkan, mengangkut, dan menjual barang dengan berbagai cara.

Distributor dapat meningkatkan pasar perusahaan dan mengeksposnya pada konsumen yang lebih besar, dan terkadang menawarkan layanan, dukungan teknis, atau garansi atas nama barang atau perusahaan.

Baca Juga: 9 Perbedaan Distributor dan Agen, Sudah Tahu?

Fungsi Distributor untuk Bisnis

fungsi distributor
Foto: Pexels.com

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan distributor, kamu juga perlu tahu fungsi atau preran distributor dalam bisnis.

Berikut penjelasannya, dikutip dari laman IREAP.

Bagi produsen, distributor berperan untuk membantu mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan produsen kepada pelanggan, baik pengecer, maupun konsumen.

Jadi, produsen dapat lebih fokus dalam memantau kelangsungan produksi dan kualitas barang.

Bagi produsen, distributor juga berperan dalam mendapatkan pelanggan yang sesuai dengan wilayahnya.

Distributor juga dapat melayani pelanggan atau konsumen dengan lebih baik, karena lokasi yang dekat antara distributor dengan konsumen atau pelanggan.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan promosi yang sesuai dengan kondisi wilayah di masing-masing distributor.

Kehadiran distributor juga bisa menjaga kestabilan harga, karena suatu barang yang menumpuk di satu tempat dapat menurunkan harga. Sedangkan di daerah yang kekurangan stoknya, harga barangnya cenderung naik.

Sementara bagi pelanggan, peran distributor dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan atau membeli barang atau jasa yang dibutuhkan.

Pasalnya, distributor dapat membantu produsen dalam menglasifikasikan/memilah produk sesuai jenis, ukuran, dan jumlahnya.

Distributor dapat memberikan perkiraan harga dan ketersediaan produk tersebut sebelum sampai ke konsumen.

Distributor pun dapat membantu pelanggan dengan membangun pusat distribusi yang tersebar di setiap provinsi.

Dengan demikian, produsen yang berada di satu wilayah saja, dapat mendistribusikan barangnya ke seluruh Indonesia dengan bantuan distributor yang memiliki jaringan gudang di seluruh daerah.

Baca Juga: Outlet Adalah Toko Offline, Apa Bedanya Dengan Retail dan Grosir?

website toko online

Jenis-jenis Distributor dalam Bisnis

jenis distributor
Foto: Pexels.com

Tak hanya mengetahui apa yang dimaksud dengan distributor, ada jenis-jenis distributor dalam bisnis, antara lain:

  • Distributor Barang

Sesuai dengan namanya, distributor barang merupakan jenis distributor yang mendistribusikan produk dalam bentuk barang.

Dalam proses distribusi, distributor barang akan menyalurkan produk pada pengecer yang kemudian disalurkan pada konsumen.

Namun, ada juga distributor yang langsung menyalurkan barangnya ke konsumen akhir.

Ada banyak contoh dari distributor barang, seperti penjual toko kelontong atau pedagang sayur di pasar.

  • Distributor Jasa

Produk yang disalurkan oleh jenis distributor ini bukanlah barang, melainkan jasa atau layanan tertentu.

Berbeda dengan proses distribusi barang, distributor jasa dapat menyalurkan jasa atau layanannya secara langsung pada konsumen.

Contoh proses distributor jasa dapat dilihat dari penyaluran jasa keuangan dari perusahaan multifinance kepada nasabahnya.

  • Distributor Perorangan

Terakhir, ada jenis distributor perorangan.

Disebut demikian karena distributor bisa melakukan penyaluran produk dari produsen kepada distributor perorangan atau pribadi, kemudian baru disalurkan kepada konsumen akhir.

Contoh dari distributor jenis perorangan adalah model bisnis MLM.

Baca Juga: Ini 11 Grosir Barang yang Cepat Laku, Apa Saja?

Tips Menjadi Distributor Sukses

cara menjadi distributor
Foto: Pexels.com

Usai mengetahui apa yang dimaksud dengan distributor, peran, dan jenisnya, kamu mungkin tertarik untuk terjun ke dalam dunia bisnis sebagai distributor.

Adakah kiat sukses menjadi seorang distributor? Tentu saja ada, ini dia tipsnya!

1. Ketahui Target Pasar

Sebelum menjadi distributor, kamu harus mengetahui dahulu siapa target pasar produk/jasa yang ditawarkan.

Hal ini karena distributor biasanya berspesialisasi dalam industri tertentu atau menjual produk ke basis konsumen tertentu.

Ada berbagai industri distributor yang bisa kamu pilih. Mulai dari produk teknologi hingga makanan.

Untuk membuatnya menjadi lebih mudah, kamu bisa coba meneliti industri yang berbeda dan produk yang dijual di dalamnya.

Dengan demikian, kamu bisa menemukan informasi tentang lowongan untuk distributor, potensi margin keuntungan, dan proyeksi pertumbuhan industri.

2. Mendaftarkan Bisnis

Nah, jika kamu sudah menentukan jenis distributor apa yang dipilih, saatnya bagi kamu untuk mendaftarkan bisnis secara sah di mata hukum.

Cara ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari.

Dengan mendaftarkan bisnis, pelanggan juga dapat menilai bahwa toko milikmu terpercaya. Jadi, mereka pun tidak akan ragu lagi saat membeli produk/jasa yang kamu tawarkan.

3. Cari Produsen

Sebelum benar-benar menjadi distributor barang/jasa, kamu harus mencari produsen yang menjadi pemasoknya.

Kamu harus mulai meneliti pemasok dan produsen potensial yang menangani produk yang kamu minati untuk didistribusikan.

Misalnya, dengan mencari informasi tentang menjadi distributor produk di situs web produsen atau dengan menghubungi mereka secara langsung.

Beberapa produsen lebih memilih untuk menjual produk mereka melalui perjanjian distribusi eksklusif, sementara yang lain bekerja dengan distributor independen yang menjual produk dari berbagai produsen.

Mengutip Indeed, ada baiknya untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum kamu memutuskan berkomitmen untuk bekerja dengan pemasok dan produsen.

Hal ini karena ada banyak sekali produsen di luar sana untuk dipilih dan berbagai jenis perjanjian distribusi.

Baca Juga: 5 Tips Membangun Usaha Grosir Sembako, Omzetnya Bisa Jutaan!

4. Membuat Rencana Bisnis

Dalam menjadi distributor, kamu juga perlu membuat rencana bisnis yang matang. Kamu perlu mengidentifikasi kapasitas anggaran melalui perhitungan keuangan.

Jadi, kamu bisa mengira-ngira berapa banyak karyawan yang harus dipekerjakan, jumlah barang yang akan dijual, dan menentukan lokasi untuk menempatkan stok barang.

Selain itu, kamu perlu memilih jenis logistik yang sesuai. Dengan begitu, kamu akan lebih terarah dalam menjalankan bisnis distributor.

Itulah pengertian dari apa yang dimaksud dengan distributor, peran, jenis, beserta tips menjadi distributor yang sukses.

Semoga informasi tentang apa yang dimaksud dengan distributor ini bisa bermanfaat bagi kamu yang ingin berbisnis, ya!

website toko online

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !