Cerita Sukses Geprek Bensu, Sudah Punya Ratusan Cabang!

Share this Post

geprek bensu

Table of Contents

Geprek Bensu merupakan usaha kuliner rintisan Ruben Onsu yang tengah viral baru-baru ini. Bagaimana perjalanan bisnisnya?

Pada pertengahan tahun 2020, jagat dunia maya sempat dihebohkan dengan perselisihan bisnis antara Ayam Geprek Bensu dengan I Am Geprek Bensu.

Sekilas, keduanya memang memiliki nama dan logo yang mirip. Setelah melalui polemik panjang, kiprah Geprek Bensu sebagai usaha kuliner terlaris di Indonesia memang tak bisa diragukan.

Sampai hari ini saja, brand restoran ini sudah memiliki ratusan cabang di seluruh Indonesia. Terlepas dari segala polemik yang tengah terjadi saat ini, kisah Ruben Onsu dalam merintis usaha ini tentu menarik untuk dibahas.

Pasalnya, usaha kuliner kini menjadi salah satu pioneer bisnis ayam geprek di Indonesia dengan rasa pedas andalannya. Penasaran seperti apa kiprah Geprek Bensu dalam industri kuliner nusantara? Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Simak 7 Langkah Memulai Bisnis Ayam Potong, Peluangnya Besar!

Geprek Bensu Berawal Dari Bisnis Ternak Telur Ayam

geprek bensu
(Foto ayam geprek dan nasi. Sumber: Freepik.com)

Sebelum terjun dalam bisnis kuliner, Ruben Onsu mengawali pondasi bisnisnya dengan merintis usaha telur ayam. Ruben Onsu menjadi supplier telur ayam untuk sejumlah hotel dan restoran yang berada di Jawa dan Bali.

Ruben membeli telur ayam dari sejumlah peternak, kemudian menjualnya kembali ke bisnis lain. Perjalanan bisnisnya sebagai supplier telur ayam sebenarnya cukup berhasil.

Akan tetapi, usahanya sempat menemui kendala. Pasalnya, para mitra peternak ayam meminta Ruben untuk membeli ayamnya juga, bukan hanya telur. Cerita ini disampaikan oleh Ruben Onsu dalam kanal YouTube Helmi Yahya.

Berawal dari permintaan itulah, Ruben kemudian mulai berpikir cara mengolah daging ayam untuk membantu peternak langganannya. Ia juga berpikiran bahwa ayam petelur tidak akan bertelur sepanjang waktu.

Akhirnya, Ia terpikir untuk membuka usaha kuliner yang sedang ramai saat itu, yakni ayam geprek.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Petelur, Banyak Untungnya!

Pernah Bermitra Dengan I Am Geprek Bensu

Cerita Sukses Geprek Bensu, Sudah Punya Ratusan Cabang!
(Foto ayam geprek pedas. Sumber: Freepik.com)

Sebelum Geprek Bensu lahir, Ruben Onsu pernah menjadi brand ambassador atau duta promosi bisnis I Am Geprek Bensu yang sudah berdiri sejak 2017. Bisnis ini didirikan oleh Benny Sujono dan sudah terdaftar HAKI.

Bensu sendiri merupakan kependekan dari nama Benny Sujono. Namun, banyak orang yang beranggapan bahwa kata “Bensu” diambil dari sapaan akrab Ruben Onsu yang menjadi duta promosinya.

Hal itulah yang pada akhirnya memunculkan polemik pada tahun 2020 lalu. Keduanya saling sengketa dan memperebutkan hak milik atas merek tersebut.

Hasilnya, Ruben harus menerima kekalahan dan melepaskan nama Bensu dari semua produk makanannya. Merek Bensu yang sah hanya milik I Am Geprek Bensu yang sudah berdiri lebih dulu.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Geprek, Dijamin Laris!

Perkembangan Bisnis Geprek Bensu

Cerita Sukses Geprek Bensu, Sudah Punya Ratusan Cabang!
(Foto ayam geprek tanpa nasi. Sumber: Freepik.com)

Setelah sekitar 4 bulan menjalin kerjasama sebagai duta promosi, Ruben memutuskan untuk keluar dan mendirikan bisnisnya sendiri.

Pada tanggal 17 April 2017, Ia mendirikan Geprek Bensu di Jakarta. Bisnis ayam geprek ini terus mengalami pertumbuhan dengan konsep bisnis franchise-nya. Jumlah cabang restoran ini terus bertambah.

Awalnya, bisnis geprek itu dijalankan dengan model gerobakan. Barulah pada tahun 2018 Ruben memutuskan untuk menetap di satu ruko agar pelanggan dapat melakukan pemesanan dengan mudah.

Setahun berikutnya, Ia memutuskan untuk memperbarui konsep bisnisnya dengan standar restoran ternama. Ia bahkan menggunakan alat masak dan alat makan serba stainless sesuai standar yang dianjurkan.

Setahun setelah menetapkan standar pelayanan yang lebih baik, brand kuliner sudah memiliki setidaknya 139 cabang di Indonesia dan satu cabang di Hongkong.

Akan tetapi, seiring populernya Geprek Bensu, semakin banyak konsumen yang kebingungan dengan nama dan logonya. Pasalnya, pada saat itu nama dan logo Geprek Bensu dan I Am Geprek Bensu memiliki kemiripan.

Kisah tak biasa dari kompetisi kedua merek bisnis kuliner tersebut juga dirasa mampu mendongkrak popularitasnya masing-masing.

Tak sedikit influencer dan pecinta kuliner yang mulai membandingkan cita rasa serta perbedaan dari kedua produk makanan ayam geprek di dua merek berbeda itu.

Nah, itulah cerita sukses dan kiprah Geprek Bensu dalam industri kuliner Indonesia. Apakah kamu juga pecinta ayam geprek?

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !