Simak 7 Langkah Memulai Bisnis Ayam Potong, Peluangnya Besar!

bisnis ayam potong

Table of Contents

Jika kamu berencana merintis turunan usaha peternakan, bisnis ayam potong bisa jadi salah satu peluang bagus.

Ada banyak restoran atau warung makan yang menjadikan ayam sebagai menu utama. Ini peluangmu untuk mendirikan bisnis ayam potong.

Ada banyak jenis ayam. Sejumlah ras ayam cocok menjadi ayam petelur, sebagian lain cocok untuk dijadikan ayam potong.

Melansir dari The Spruce, ayam yang dipelihara untuk diambil dagingnya, disebut sebagai broiler atau ayam pedaging. Jenis ayam ini siap untuk disembelih setelah berumur sekitar delapan minggu.

Ayam pedaging memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat. Namun ia membutuhkan lebih banyak makanan kaya protein dengan lemak yang cukup, sehingga harga pakannya bisa sangat mahal.

Namun modal yang dikeluarkan untuk bisnis ayam potong sepadan dengan hasilnya. Ketimbang memelihara ayam petelur, menjual ayam potong bisa memberikan pengembalian yang signifikan.

Baca Juga: 10 Ide Usaha yang Cocok untuk Pemula di Pedesaan

Langkah Memulai Bisnis Ayam Potong

bisnis ayam potong
(Foto dua ayam potong. Sumber: Pexels.com)

Bagi kamu yang hendak memulai bisnis ayam potong, ada sejumlah hal yang perlu kamu persiapkan. Kamu juga perlu mengetahu langkah-langkah memulai bisnis ini.

Sama seperti bisnis lainnya, bisnis ayam potong juga perlu dimulai dengan perencanaan yang baik. Kamu harus mengukur seberapa layak bisnismu dan bagaimana perihal keberlanjutannya.

Pertimbangkan pula kekuatan modalmu. Hitung pula ukuran pasar yang menjadi targetmu, sehingga bisa menentukan berapa banyak ayam pedaging yang akan kamu pelihara.

Setelah ayam pedagingmu tumbuh dengan baik dan sudah siap dipotong, masih ada pekerjaan tambahan.

Kamu perlu memikirkan soal strategi pemasaran dan penyaluran ayam potong ke bisnis-bisnis yang memerlukannya.

Berikut ini sejumlah langkah yang perlu kamu lakukan untuk memulai bisnis ayam potong.

1. Buat Perhitungan

Ini harus masuk dalam perencanaan bisnis ayam potong milikmu. Hitung berapa modalmu.

Dari situ, kamu bisa menentukan berapa ayam pedaging yang akan kamu pelihara. Kemudian berapa luasan kandang yang dibutuhkan.

Ingat, usia hingga ayam pedaging siap untuk dipotong, yaitu delapan minggu. Perhitungkan berapa banyak pakan yang dibutuhkan untuk delapan minggu dan biaya operasional lainnya.

2. Siapkan Kandang Ayam

Setelah membuat perhitungan bisnis yang akurat, kamu sudah bisa lanjut ke tahap pembangunan kandang ayam. Membangun kandang ayam juga tidak bisa sembarangan.

Kamu perlu memperhatikan kelengkapan kandang juga, seperti alat penyedia pakan, air, ventilasi, kandang isolasi, pencahayaan, sistem pembuangan limbah dan lain-lain.

3. Beli Anak Ayam

Langkah memulai bisnis ayam potong selanjutnya, yaitu mendapatkan anak ayam untuk pembesaran selama delapan minggu.

Kamu bisa mendapatkan anak ayam dari pusat pembibitan ayam pedaging. Untuk mendapatkannya, kamu perlu survei apakah ada bisnis tersebut di dekat wilayahmu.

4. Besarkan Anak Ayam

Saat sudah mendapatkan anak ayam, tantanganmu dimulai dari sini. Tidak semua anak ayam yang kamu beli akan bertahan sampai dewasa.

Akan ada beberapa yang tidak bertahan dan kamu harus mencatat semua penyusutan. Penyusutan minim wajar terjadi, tetapi jika jumlahnya cukup besar, berarti ada yang salah.

Bisa jadi ayammu terkena penyakit atau desain kandangmu kurang bagus, sehingga ayam-ayammu ada yang mati karena kekurangan oksigen.

Belum lagi kamu harus menjaga kualitas pakan dan air yang dikonsumsi ayam-ayammu.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Petelur, Banyak Untungnya!

5. Lakukan Pemotongan Ayam

Jika ayam-ayammu waktunya sudah ideal untuk disembelih, kamu bisa memprosesnya. Tentunya lokasinya harus cukup jauh dari kandang.

Penyembelihan ayam juga ada caranya tersendiri. Jika kamu mempertimbangkan aspek kehalalan, kamu perlu mengikuti tata cara penyembelihan yang diatur sesuai syariat Islam.

Kamu perlu menyediakan ruang dan alat-alat yang dibutuhkan untuk penyembelihan ayam. Keberadaan alat pendingin juga penting untuk menjaga ayam potong tetap segar.

Jika kamu tidak ingin melakukan penyembelihan sendiri, kamu bisa bekerja sama dengan rumah jagal atau rumah potong ayam.

6. Pasarkan Bisnismu

Sambil menunggu semua anak ayammu besar dan siap dipotong, kamu bisa lakukan pemasaran bisnismu. Bahkan kamu perlu mulai melakukan prospek sejak jauh-jauh hari.

Hal ini agar kamu sudah memiliki calon pembeli potensial saat ayam-ayammu sudah siap dipotong.

Kamu bisa menawarkannya kepada bisnis, pedagang pasar, atau menjualnya langsung ke tangan konsumen.

Bisnis-bisnis yang dimaksud, yaitu restoran atau warung makan yang membutuhkan pasokan ayam potong dalam jumlah banyak.

7. Kembangkan Bisnismu

Ketika kamu sudah berhasil membesarkan ayam kemudian menjualnya, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengulangnya. Beli anak ayam lagi, besarkan, jual.

Pada tahap ini, kamu sudah harus memiliki sejumlah pelanggan tetap yang akan menampung ayammu secara berkala.

Namun, kamu tentunya tidak ingin mendapat penghasilan setiap delapan minggu sekali saja.

Putarlah profit yang kamu dapat dari penjualan pertamamu sebagai modal pengembangan bisnis. Kamu bisa membuat kandang baru dan tentunya pegawai untuk membantumu mengurus ayam.

Buatlah jarak pembelian anak ayam untuk masing-masing kandang, sehingga kamu bisa melakukan penjualan secara berkala dengan jarak waktu yang tidak terlalu jauh.

Baca Juga: Ingin Mulai Bisnis Rice Bowl Rumahan? Begini Caranya

Peluang Usaha Bisnis Ayam Potong

bisnis ayam potong
(Foto ayam panggang satu ekor. Sumber: Pexels.com)

Bisnis ayam potong merupakan yang paling top di ranah peternakan unggas. Meski banyak yang masuk di bidang usaha ini, pasar untuk bisnis ayam potong tidak akan ada habisnya.

Ada banyak pilihan ceruk yang tersedia, itulah sebabnya permintaan pasar selalu ada. Selain itu, bisnis ayam potong merupakan bisnis yang paling sukses di Asia.

Bisnis ayam potong dapat dimulai dari skala kecil hingga menengah. Jadi, jangan takut kamu harus memulai dengan modal yang sangat besar.

Pasar cenderung terjamin untuk bisnis ayam potong dengan permintaan yang selalu tinggi. Artinya, jika terjadi kegagalan, kemungkinan besar karena perencanaan dan pemasaran yang butuk.

Pada bisnis ayam potong, kamu juga bisa memilih untuk tidak memiliki peternakan ayam pedaging.

Kamu bisa fokus pada pemotongannya saja untuk kemudian didistribusikan kepada bisnis-bisnis yang membutuhkan pasokan ayam potong.

Kamu bisa saja hanya mendirikan rumah potong ayam, kemudian mengurus distribusinya. Untuk pasokan ayam, kamu bisa membelinya dari peternakan ayam pedaging.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Geprek, Dijamin Laris!

Tips Bisnis Ayam Potong

bisnis ayam potong
(Foto fillet dada ayam. Sumber: Pexels.com)

Kini kamu sudah tahu langkah memulai dan peluang bisnis ayam potong. Selanjutnya, kamu perlu tahu tips berbisnisnya agar dapat menjalankan bisnismu dengan baik.

Berikut ini sejumlah tips bisnis ayam potong dari Livestocking yang dapat kamu ikuti.

1. Perkenalkan Diri kepada Prospek

Sebelum mulai membesarkan ayam, kamu perlu survei pasar dan mengetahui seberapa besar permintaannya. Perkenalkan diri kepada pembeli potensial, terutama kepada pemilik bisnis dan pedagang terkait.

Dapatkan detail kontak mereka dan pastikan pula kamu memberi tahu mereka bahwa kamu akan segera menjualnya kepada mereka. Tanyakan pula jumlah yang dapat mereka beli darimu sebagai catatan.

2. Targetkan Hari Perayaan

Menjelang hari raya tertentu, permintaan akan ayam potong turut meningkat. Misalnya pada Hari Raya Idulfitri, Natal, Tahun Baru, dan event-event lainnya.

Kamu harus menjadwalkan produksi dengan baik, sehingga bisa memenuhi permintaan yang meningkat di bulan-bulan tertentu.

3. Manfaatkan Kekuatan Jaringan

Buatlah atau bergabung dengan komunitas bisnis peternakan ayam. Manfaatkan kesempatan ini untuk membangun koneksi dengan pebisnis lainnya.

Pada saat-saat tertentu, ketika rekan pebisnismu tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, mereka bisa meminta pertolonganmu. Begitu juga sebaliknya.

Keuntungan lain dari komunitas jejaring ini, yaitu kamu dapat menyepakati harga pasar dan terlibat dalam penjualan kolektif.

Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Ternak yang Perlu Kamu Ketahui

4. Pasarkan Bisnismu Melalui Media Sosial

Media sosial selalu bisa menjadi platform yang bagus bagi bisnis apa pun untuk berpromosi. Maka, pasarkan bisnis ayam potong milikmu melalui media sosial.

Manfaatkan platform semacam Facebook, Twitter, dan Instagram. Situs-situ ini merupakan platform yang bagus untuk mengiklankan bisnismu dan membawa lebih banyak pelanggan.

5. Hindari Produksi Berlebih

Hal yang paling penting dari bisnis ayam potong, yaitu kamu tidak boleh memproduksi lebih dari yang diminta pasar. Inilah pentingnya melakukan survei pasar.

Menjual ayam potong harus tepat waktu. Setelah delapan minggu, ayam siap dipotong dan harus siap dijual juga.

Jika tidak ada yang membelinya, biaya produksimu akan terus meningkat. Hal ini karena kamu tetap harus memberi makan ayam selama mereka belum dipotong.

Demikian seluk-beluk mengenai bisnis ayam potong. Semoga bisa menambah referensimu dalam merintis bisnis ayam potong.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !