Ini 6 Contoh Bisnis SaaS, Salah Satunya SIRCLO

Share this Post

bisnis SaaS

Table of Contents

SaaS merupakan singkatan dari Software as a Service. Adapun Bisnis SaaS adalah sebuah model bisnis yang menawarkan layanan melalui software.

Cara penjualan software secara tradisional yang kita tahu, yaitu membelinya dari perusahaan pengembangnya.

Kemudian kamu akan mendapat license key yang menunjukkan kepemilikan software.

Software kemudian diinstal di komputer atau laptop yang system requirement-nya sesuai dengan prasyarat software agar dapat beroperasi dengan lancar.

Seiring perkembangan, kemunculan teknologi cloud memungkinkan munculnya SaaS. Perusahaan yang menawarkan SaaS, tidak memintamu untuk menginstal software, tetapi kamu bisa langsung menggunakannya melalui browser.

Bisnis ini dengan cepat tumbuh dan penggunanya pun tidak bisa dibilang sedikit. Bagaimana perkembangan Bisnis SaaS secara global saat ini? Mari simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Bikin Aplikasi Online Shop

Definisi SaaS

bisnis saas
(Ilustrasi bisnis SaaS. Sumber: Freepik.com)

Menurut Techradar, bisnis SaaS adalah layanan berbasis cloud di mana kamu tidak perlu mengunduh perangkat lunak di komputer atau jaringan bisnis untuk dijalankan dan diperbarui, tetapi bisa mengakses aplikasinya melalui browser internet. 

Aplikasi perangkat lunak dapat berupa apa saja, mulai dari perangkat lunak perkantoran, membantu menjalankan bisnis e-commerce, hingga komunikasi terpadu di antara tim kerja.

Bisnis SaaS menawarkan berbagai keuntungan dan kerugian. Keuntungan utama SaaS, yaitu mencakup aksesibilitas, kompatibilitas, dan manajemen operasional. 

Selain itu, model SaaS menawarkan biaya awal yang lebih rendah daripada pengunduhan dan pemasangan perangkat lunak tradisional. Ini membuatnya lebih mudah diakses oleh bisnis yang lebih luas. 

Jadi, perusahaan kecil sekalipun bisa memanfaatkan SaaS untuk operasional bisnis mereka, sebelum membuat infrastruktur bisnisnya sendiri.

Kerugian utama dari aplikasi SaaS, yaitu mereka biasanya memerlukan koneksi internet untuk berfungsi. 

Namun, meningkatnya ketersediaan luas dari penawaran broadband dan jaringan telepon berkecepatan tinggi seperti 5G, membuat hal ini jadi tidak menjadi masalah. 

Selain itu, beberapa aplikasi SaaS memiliki mode offline yang memungkinkan fungsionalitas dasar.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Integrasi Marketplace Gratis

Perkembangan Bisnis SaaS

bisnis saas
(Ilustrasi bisnis SaaS. Sumber: Freepik.com)

Banyak model SaaS yang bisa digunakan oleh bisnis, baik untuk bisnis besar maupun kecil. 

Namun jika kamu ingin membuat startup yang berkecimpung di bisnis SaaS dengan membuat platform baru, tentu kamu harus tahu perkembangannya.

Ketika berencana membentuk bisnis SaaS, berpikirlah untuk mulai dari lokal dengan tujuan menjadi perusahaan global.

Sebagai platform yang berbasis cloud, SaaS bisa digunakan di mana saja oleh penggunanya. Oleh karena itu, jangan hanya berpikir menjadi pemain lokal saja.

Kamu harus punya perencanaan matang ke depan agar menjadi perusahaan penyedia SaaS untuk pasar global. 

Apalagi, melansir dari Startup Bonsai, pasar global menunjukkan sentimen positif terhadap Bisnis SaaS. Berikut ini perinciannya.

1. Sudah Banyak yang Beralih ke Layanan Cloud

Dalam sebuah survei terhadap 1.283 responden sesaat sebelum pandemi COVID-19 melanda, 88% responden mengatakan bahwa mereka menggunakan layanan cloud

Sebagian besar dari mereka berpikir bahwa organisasi mereka akan meningkatkan penggunaan layanan cloud selama 12 bulan ke depan.

Dari jumlah tersebut, 25% responden mengatakan, mereka mengharapkan perusahaan mereka memulai persiapan untuk memindahkan semua aplikasi mereka ke cloud.

2. Software Engineer Merupakan Pengguna Terbesar SaaS Cloud

Profesi software engineer merupakan pengguna terbesar SaaS cloud. Diikuti kemudian profesi kepala bagian teknis.

Profesi lain yang terbanyak menggunakan SaaS, yakni arsitek sistem, direktur teknis, system engineer, administrator sistem, praktisi DevOps, dan manajer proyek.

Berbagai profesi ini berpotensi menjadi pasar bisnis SaaS yang bisa kamu garap jika ingin mendirikan startup SaaS.

Baca Juga: Apa Itu Cloud Kitchen? Ini Keuntungan dan Cara Mendirikannya

3. Berbagai Perusahaan Mulai Beralih Menggunakan SaaS

Dalam survei lain yang dirangkum oleh Startup Bonsai, perusahaan memperkirakan penggunaan aplikasi SaaS mencapai 70% pada operasional internalnya.

Ada kemungkinan persentase ini akan meningkat menjadi 85% pada 2025. Secara global, bisnis saat ini rata-rata menggunakan 80 aplikasi SaaS yang didukung teknologi informasi.

Tren positif ini menunjukkan bisnis SaaS masih punya peluang perkembangan untuk ke depannya.

4. Valuasi Perusahaan SaaS Meningkat

Pada 2010, valuasi median perusahaan SaaS hanya 3 kali lipat dari pendapatan. Saat ini, valuasi median mencapai 15 kali lipat pendapatan. 

Banyak perusahaan SaaS melakukan perdagangan di atas 30 kali pendapatan untuk 12 bulan berikutnya.

Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi, yaitu karena ada pemahaman yang lebih baik tentang model bisnis SaaS. 

Lebih dari 40 perusahaan SaaS publik menghasilkan pendapatan lebih dari US$500 juta setiap tahun. Ini merupakan sinyal positif bagi potensi pertumbuhan bisnis SaaS.

5. SaaS Menjadi Segmen Pasar Cloud Publik Terbesar

Pada akhir 2020, pasar SaaS diperkirakan tumbuh menjadi US$104,7 miliar. Hal ini disebabkan oleh pergeseran berkelanjutan dari software lisensi lokal ke model SaaS berbasis langganan. 

Ini terutama meningkat sejak pandemi melanda, karena ada kebutuhan akan alat kolaborasi jarak jauh untuk mengakomodasi work from home.

Pasar terbesar kedua di segmen cloud, yakni Infrastructure-as-a-Service (IaaS) yang diperkirakan tumbuh menjadi 13,4% pada 2020.

Baca Juga: Cara Menggunakan Trello untuk Mempermudah Pekerjaan

Contoh Bisnis SaaS

bisnis saas
(Ilustrasi bisnis SaaS. Sumber: Freepik.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, terlihat perkembangan bisnis SaaS cukup pesat. Apalagi dengan terbuktinya penggunaan SaaS mampu membantu bisnis berjalan lancar.

Baik kamu akan memulai startup bisnis SaaS atau ingin menggunakan SaaS untuk memajukan bisnismu saat ini, kamu perlu tahu berbagai contoh SaaS.

Berikut ini sejumlah contoh bisnis SaaS, terutama yang berbasis cloud. Mungkin ada yang cocok digunakan untuk bisnismu saat ini.

1. Canva

Bagi orang yang senang membuat desain, platform yang satu ini sudah tidak asing lagi. Bisnis SaaS ini memudahkan orang awam yang “buta” desain untuk membuat berbagai desain grafis.

Hal ini dimungkinkan karena Canva menerapkan UI/UX sederhana yang mudah dipahami. Tidak serumit software desain untuk para profesional, seperti Adobe atau CorelDraw.

Canva pun menyediakan berbagai aset dan template yang dapat digunakan dalam desain. Ada yang gratis maupun berbayar, artinya kamu harus jadi anggota premium terlebih dahulu agar dapat menggunakannya. 

2. HubSpot

Bisnis SaaS selanjutnya, yaitu HubSpot. HubSpot adalah perusahaan perangkat lunak pemasaran dengan tools yang berfokus pada CRM, pemasaran media sosial, manajemen konten, analisis web, dan SEO.

SaaS ini banyak digunakan oleh praktisi digital marketing maupun situs web bisnis online dan e-commerce.

3. Slack

Bisnis SaaS yang satu ini, banyak pula digunakan perusahaan untuk membantu operasional di internal. Produk utamanya, Slack, merupakan alat kolaborasi dan obrolan yang memungkinkan koordinasi internal perusahaan.

Kamu bisa melakukan pengiriman pesan internal, konferensi video, hingga menggunakan bot produktivitas pada Slack.

Baca Juga: 7 Manfaat Pemasaran Online Beserta Contohnya

4. Jojonomic

Indonesia bukannya tidak punya bisnis SaaS. Ada banyak yang berhasil, salah satunya Jojonomic.

Menurut laman resmi Jojonomic, Bisnis SaaS yang satu ini merupakan platform officeles Operating System (OOS) yang memudahkan pengoperasian bisnis dari jarak jauh.

Fitur yang ditawarkan lengkap. Mulai dari tools untuk komunikasi dan kolaborasi, sales, marketing, HR, keuangan, operasi bisnis, hingga alat analitik.

5. Mekari

Bisnis SaaS lainnya di Indonesia, ada Mekari. Serupa dengan Jojonomic, Mekari menawarkan sejumlah platform yang dapat membantu operasional internal bisnis.

Mulai dari platform pengaturan payroll, HR, akuntansi, perpajakan, benefit karyawan, CRM, hingga pengesahan dokumen elektronik.

6. SIRCLO

Satu lagi bisnis SaaS besar yang berbasis di Indonesia, yaitu SIRCLO. Perusahaan ini memfokuskan diri sebagai solusi e-commerce. 

Produk utamanya, yakni SIRCLO Store yang memungkinkan pengguna membuat sendiri toko online berbasis template siap pakai. 

Layanan lain, ada omichannel dan e-commerce enabler. SIRCLO memfasilitasi perusahaan FMCG, retail fashion, kecantikan, dan berbagai industri lainnya untuk berjualan online.

Baca Juga: Apa Itu ERP dan Arti Pentingnya untuk Kemajuan Bisnis?

Itulah penjelasan mengenai perkembangan bisnis SaaS dan sejumlah contohnya di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !