event panen omset sirclo smesco

Analisis Harga Pesaing untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan

harga pesaing

Table of Contents

Dalam menghadapi persaingan pasar, ada beberapa cara yang perlu kamu coba. Salah satunya dengan menganalisis harga pesaing.

Dalam era modern ini, persaingan bisnis jadi semakin ketat. Memang betul bahwa saat ini peluang bisnis semakin terbuka lebar. Namun, di saat yang sama ada banyak juga pebisnis baru setiap harinya.

Sebagian besar bergerak pada industri yang sama, seperti fashion, kuliner, kosmetik, jasa, dan lainnya. Kondisi ini tentu diikuti dengan makin ketatnya persaingan pasar. Sebagai pebisnis, promosi dan pemasaran saja tidak cukup.

Baca Juga: Cara Daftar Shopee Sebagai Pembeli dan Penjual

Ada cara-cara lain yang perlu dilakukan untuk memenangkan persaingan. Satu diantaranya adalah memasang harga yang kompetitif. Caranya, tentu dengan menganalisis harga pesaing dalam industri yang sama.

Analisis harga pesaing bisa memberikan gambaran rata-rata harga jual dan daya beli konsumen. Dengan begitu, kamu juga bisa mematok harga yang ideal dengan tetap menghasilkan keuntungan.

Selain analisis harga pesaing, ada beberapa cara lain yang bisa dicoba untuk memenangkan persaingan pasar. Bagaimana penjelasannya?

event panen omset sirclo smesco

Analisis Harga Pesaing dan Cara Memenangkan Persaingan

harga pesaing
(Foto menghitung harga produk. Sumber: Freepik.com)

Dalam rangka memenangkan persaingan dalam bisnis, ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Berikut penjelasannya untukmu!

Halo, Enterpreneur!

Kami sedang melakukan survey mengenai website toko online. Kami sangat senang apabila Anda bisa membantu survey Kami. Terima kasih.

1. Analisis Harga Pesaing

Seperti disinggung sebelumnya, analisis harga pesaing bisa jadi salah satu cara dalam menentukan harga jual produk.

Analisis harga pesaing tentu butuh riset pasar. Mengutip dari Hubspot, harga pesaing atau competition-based pricing adalah strategi penetapan harga dengan melihat pesaing sebagai patokan.

Harga jual pesaing bisa jadi acuan dalam menentuka harga jual produkmu sendiri. Misalnya, kamu bisa menjual produk serupa dengan harga lebih murah, sama dengan, atau di atas harga pesaing.

Strategi ini dilakukan hanya dengan melihat harga pesaing, artinya modal produksi dan permintaan pasar tidak dilibatkan dalam penentuan harga. Jika menetapkan harga di atas pesaing, pastikan produkmu memang punya kelebihan yang spesifik.

Keuntungan dari penetapan harga ini adalah harga jual akan selalu dinamis. Kamu jadi bisa terus bersaing di pasar dan memenangkan persaingan.

Baca Juga: 9 Taktik Meningkatkan Pengunjung Website Toko Online

2. Positioning

Analisis Harga Pesaing untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan
(Foto positioning produk. Sumber: Freepik.com)

Dalam bisnis, kamu harus bisa membedakan produk atau layananmu dari pesaing atau dikenal juga dengan diferensiasi produk. Kemudian, kamu perlu menentukan segmen pasar yang tepat untuk kamu isi.

Sebelum menentukan posisi produk, kamu bisa mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut.

  • Apa yang benar-benar dicari oleh konsumen dari produkmu?

Beberapa merek terkenal, tidak hanya sekedar menjual barang. Namun, mereka juga menjual nilai, status sosial, dan kemewahan. Itulah sebabnya beberapa brand terkemuka selalu menjadi buruan banyak orang tak peduli berapa pun harganya.

  • Apa perbedaan produkmu dengan pesaing?

Saat ini ada banyak sekali restoran cepat saji yang menyajikan menu yang serupa, yaitu burger. Lantas, hal apa yang membedakan burger di restoran A dengan restoran lain? Apakah variasi menu, ukuran, atau cara memasaknya?

  • Apa yang membuat produk atau layananmu menjadi unik?

Misalnya, di antara banyak restoran cepat saji yang menjual burger, hanya ada satu restoran yang menjual burger khusus vegetarian.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu bisa mulai mengembangkan strategi penentuan posisi untuk bisnismu.

Positioning yang baik bisa membuat produkmu terlihat unik dan membuat konsumen tertarik untuk menggunakannya.

Contoh positioning juga bisa dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

  • Manfaat produk: menunukkan manfaat dan kegunaan produkmu yang berbeda dengan kompetitor.
  • Harga produk: menjual produk berkualitas dengan harga yang kompetitif atau bahkan lebih terjangkau dari pesaing.
  • Kualitas produk: menjual produk berkualitas tinggi yang disesuaikan berdasarkan segmentasi pasar.
  • Penggunaan produk: mengaitkan produkmu dengan fitur khusus yang tidak dimiliki kompetitor.
  • Pesaing: membuat pelanggan berpikir bahwa bisnismu baik dari pesaing.

Baca Juga: Yuk, Tingkatkan Penjualan Toko Online dengan 3 Cara Partnership Ini!

3. Berikan Pelayanan Prima

Menurut Freshdesk, pelayanan prima adalah tindakan melampaui harapan pelanggan dan memberikan pengalaman terbaik dalam kegiatan bisnis.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa semakin baik kamu melayani pelanggan, maka semakin baik dampaknya bagi bisnis.

Contohnya, ketika kamu menginap di hotel, kamu juga akan mendapat sambutan yang sangat hangat. Petugas hotel akan selalu memberikan senyuman dan menjawab setiap pertanyaanmu dengan baik.

Pelayanan yang baik akan membuatmu merasa nyaman dalam menggunakan suatu jasa atau produk. Tak jarang, kamu berkunjung lagi ke hotel yang sama karena merasa nyaman dengan pelayanannya.

Sebaik-baiknya kualitas produk yang kamu miliki, pada akhirnya keputusan pelanggan untuk membeli akan ditentukan dari sikapmu kepada pelanggan.

Bahkan, pelayanan yang buruk juga bisa membuat pelanggan tidak mau menggunakan produk yang kamu tawarkan.

4. Tentukan Niche Market

Analisis Harga Pesaing untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan
(Foto penentuan target pasar. Sumber: Freepik.com)

Menurut Oberlo, niche adalah bagian kecil dari pasar yang lebih besar dan memiliki kebutuhan spesifiknya sendiri yang berbeda dari pasar pada umumnya. Misalnya, pasar produk susu bayi sangat luas, tetapi ada niche untuk susu bayi anti alergi.

Contoh lainnya adalah sepatu. Target pasar sepatu adalah semua orang, sebab sebagai alas kaki tentunya semua membutuhkan sepatu.

Namun, ketika kamu mulai menyebutkan beberapa jenis sepatu seperti sepatu gunung, sepatu ski, atau sepatu roda, maka akan muncul kelompok-kelompok pasar yang lebih kecil.

Dengan menentukan target pasar yang lebih spesifik, tentu semakin mudah memenangkan persaingan. Bahkan, sangat mungkin kamu menjadi pemimpin pasar untuk market-mu sendiri.

Baca Juga: 4 Cara Kerja Hypnotic Marketing yang Dapat Memengaruhi Pembeli

5. Brand Activation

Ketika sedang berkunjung ke mall, kemudian sedang ada pameran perabot rumah tangga seperti sofa, pernahkah kamu mencoba menduduki sofa tersebut dan merasakan langsung kenyamannya?

Atau, ketika sedang ada launching mobil keluaran terbaru, pernahkah kamu mencoba fitur-fiturnya hingga mencoba test drive? Ilustrasi tersebut adalah contoh dari strategi brand activation.

Menurut Send Pulse, brand activation adalah acara, kampanye, atau interaksi dimana perusahaan mendorong pelanggan untuk melakukan tindakan terhadap produknya.

Dengan kata lain, brand activation adalah sebuah kegiatan promosi yang dilakukan dengan mengajak pelanggan untuk mencoba atau merasakan langsung produk dari suatu merk.

Cara ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran merek, membangun hubungan yang langgeng dengan audiens, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Cara ini memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan tertentu secara langsung. Alhasil, pelanggan lebih tertarik melakukan pembelian dan kamu bisa lebih cepat menarik minat pelanggan.

Nah, itulah beberapa cara memenangkan persaingan pasar yang bisa kamu coba. Menarik bukan?

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !