5 Cara Jual Barang Antik, Bisa Untung Besar!

Share this Post

cara jual barang antik

Table of Contents

Cara jual barang antik ternyata cukup mudah dan bisa mendatangkan banyak keuntungan.

Saat ini banyak bermunculan bisnis-bisnis modern dengan produk yang juga semakin kekinian. Model bisnis ini kebanyakan merupakan bisnis digital atau startup.

Hal ini disebabkan oleh besarnya pangsa pasar bisnis digital.

Perkembangan teknologi turut memengaruhi pergeseran tren yang begitu cepat. Hal ini menyebabkan banyak barang-barang baru yang muncul dan menggantikan barang lama.

Namun, siapa sangka bahwa saat ini masih banyak orang yang suka dengan barang-barang antik. Barang-barang antik memang terlihat kuno, namun jutsru itulah daya tariknya.

Tak hanya disukai oleh orang tua, banyak anak muda yang hobi mengoleksi barang antik.

Alasannya sederhana, barang antik terlihat begitu estetis dan mempunyai tampilan yang unik.

Apalagi saat ini nampaknya tren back to 90’s atau tren retro juga banyak disukai oleh anak muda. Tak sedikit yang gemar menggunakan OOTD bergaya vintage.

Hal ini juga mendorong lahirnya banyak café atau restoran yang menerapkan konsep retro untuk interiornya.

Tak ketinggalan, beberapa barang antik juga dijadikan hiasan. Uniknya, banyak orang yang tertarik dengan konsep tersebut.

Mencoba bisnis barang antik rupanya masih menjanjikan. Bagaimana cara jual barang antik?

Baca Juga: Modal Buka Cafe Bisa Mulai dari Rp25 Juta, Simak Detailnya!

Cara Jual Barang Antik

cara jual barang antik
Foto barang antik. Sumber: Freepik.com)

Sebelum mengetahui cara jual barang antik, terlebih dahulu kamu perlu membedakan apa itu barang antik.

Menurut Farmantiques, barang antik adalah barang yang harus berusia minimal 100 tahun. Artinya, pada tanggal postingan ini, barang antik dibuat pada atau sebelum Maret 1922.

Aturan 100 tahun atau lebih tua berlaku untuk semua jenis barang, tak peduli barang tersebut terbuat dari apa. Itulah sebabnya barang antik membutuhkan perawatan khusus.

Lantas bagaimana cara jual barang antik ini?

1. Lakukan Riset Mandiri

Cara pertama untuk menjual barang antik adalah dengan melakukan riset mandiri.

Jika kamu merasa memiliki barang-barang tua di rumahmu, kamu perlu memastikannya apakah itu termasuk barang antik atau tidak.

Kamu perlu mencari tahu tentang barang tua yang kamu miliki. Kamu bisa menanyakan sejarahnya kepada orang tua atau kakek nenekmu.

Tanyakan berapa usianya dan dimana barang itu dibeli. Jika memungkinkan, tanyakan dari siapa barang itu dibeli.

Kamu juga bisa melakukan riset melalui internet. Kamu bisa mencari barang yang serupa dengan punyamu dan membandingkan usia serta harga jualnya.

Mengetahui informasi dasar tersebut amat penting agar kamu terhindar dari tawaran yang bisa merugikanmu.

Baca Juga: Usaha Mikro Adalah Usaha Ekonomi Produktif, Apa Contohnya?

2. Perawatan

Setelah mengetahui sejarah dan harga barang antikmu, cara jual barang antik selanjutnya adalah melakukan perawatan.

Usahakan kamu merawat barang tersebut dengan sebaik mungkin.

Jika barangnya kotor, bersihkan dengan hati-hati. Sebab, barang antik memang mudah kotor karena termakan waktu.

Bila barang antikmu mengalami kerusakan, sebaiknya jangan kamu perbaiki sendiri jika tidak mengerti caranya.

Sebab, hal itu bisa membuat nilai keunikan barang antikmu turun dan justru bisa merusak nilai sejarahnya.

Bersihkan dan rawat barang antikmu dengan benar, kemudian simpan di tempat yang aman dan bersih.

3. Penjualan

Setelah merawat barang antik dengan baik, sekarang waktunya masuk ke cara jual barang antik. Setidaknya, ada dua cara jual barang antik, yaitu penjualan langsung atau sistem titip-jual.

Penjualan langsung artinya kamu menjual barang antik secara langsung kepada toko, kolektor, maupun masyarakat luas baik secara offline maupun online.

Kamu bisa menawarkan barang antikmu ke toko barang antik.

Jika ingin harga yang lebih tinggi, kamu bisa menjualnya kepada kolektor. Kamu bisa menggunakan media sosial Facebook, kemudian mencari komunitas penggemar barang antik dan menjual barangmu.

Bila memungkinkan, cobalah menggunakan sistem lelang.

Jika menggunakan sistem titip-jual, kamu perlu mencari toko barang antik yang menyediakan jasa ini. sistem titip-jual artinya kamu akan mendapat komisi dari penjualan barang antikmu.

Kamu bisa mengajukan berapa persen komisi yang kamu inginkan.

Baca Juga: Ingin Mulai Bisnis Snack Kekinian? Ini 6 Ide yang Bisa Kamu “Curi”

4. Pengiriman

Barang antik adalah barang tua yang mudah rusak, bagaimana cara mengirimnya? Jika kamu menjual barang antik secara online tentunya ini menjadi tantangan tersendiri.

Cara mengemas dan mengirim barang antik bisa kamu sesuaikan dengan jenis dan material barangnya.

Misalnya, jika menjual gelas kaca, kamu perlu membungkusnya dengan bubble wrap serta dilapisi dus tebal atau boks. Namun, jangan membungkusnya terlalu kuat karena bisa membuatnya pecah.

Untuk pengiriman, sebaiknya gunakan jasa kirim instan agar barang antik tersebut tidak terlalu lama tertumpuk dengan paket lain.

5. Jangan Menyesal

Bagian terpenting dari cara jual barang antik adalah jangan menyesal. Sebelum kamu memutuskan untuk menjual barang antik, pastikan kamu sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu.

Sebab, barang antik yang usianya sudah ratusan tahun dan menjadi barang turun temurun di keluargamu pastinya memiliki nilai tersendiri.

Barang-barang antik ini menyimpan memori dan kenangan dari masa lalu.

Kamu harus memahami bahwa nantinya barang antikmu akan dimiliki oleh orang lain, dan mungkin kamu tidak akan bisa mendapatkannya lagi.

Baca Juga: Ketahui Kekuatan Testimoni Pelanggan untuk Majukan Bisnismu

Jenis Barang Antik Paling Dicari

5 Cara Jual Barang Antik, Bisa Untung Besar!
(Foto jenis barang antik. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui cara jual barang antik, kamu perlu tahu apa saja barang antik yang paling dicari. Berikut daftarnya, yaitu:

  • Uang kuno. Uang kuno adalah barang antik yang banyak diburu oleh kolektor. Mengapa begitu? Sebab uang kuno memiliki sejarah yang bisa mewakili suatu peradaban. Setiap uang juga memiiki keunikan tersendiri dari gambar dan bahannya.
  • Pemutar piringan hitam. Pemutar piringan hitam ini menjadi barang antik yang secara spesifik disukai pecinta musik. Piringan hitam menjadi barang koleksi yang sangat unik, apalagi jika pemutar piringan hitam ini masih berfungsi.
  • Perabot antik. Perabot menjadi barang antik yang paling banyak dicari, sebab bisa dijadikan interior rumah. Contoh perabot antik adalah lemari, meja, kursi, dan jam dinding.
  • Guci antik. menjadi barang selanjutnya yang banyak dicari. Sama seperti perabot, guci biasanya dijadikan koleksi dan pajangan rumah. Guci antik memiliki bentuk yang unik dengan warna dan motif yang bernilai seni tinggi.
  • Kamera antik. Bagi kamu pecinta fotografi, maka kamera antik bisa menjadi barang yang sangat bernilai. Kamera antik memiliki bentuk klasik yang sangat khas. bahkan, beberapa kamera antik juga masih bisa digunakan loh!

Baca Juga: Ketahui 10 Simbol pada Kardus, agar Tak Salah Saat Terima Barang

Nah, itulah beberapa penjelasan dan cara jual barang antik yang bisa kamu coba.

Dibalik kunonya barang-barang ini, nyatanya barang antik memiliki prospek yang sangat menguntungkan!

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !