Catat, Ini Dia Cara Mencari Harga Penjualan yang Tepat

Share this Post

cara mencari harga penjualan

Table of Contents

Apakah kamu sudah tahu cara mencari harga penjualan yang tepat? Jika belum, simak penjelasannya dalam ulasan ini, yuk!

Ketika menjual suatu produk atau jasa, penting bagi kamu untuk menetapkan harga jual yang sepadan. Tak hanya menyesuaikan dengan kondisi pasar, tetapi perhatikan juga keuntungan yang akan didapatkan.

Tentu saja, menentukan harga jual barang yang ditawarkan pada pelanggan sangat berpengaruh penting pada jumlahnya pendapatan usaha kamu.

Jadi, harga jual tidak boleh ditetapkan tanpa pertimbangan karena bisa berisiko menyebabkan kerugian.

Kamu harus berusaha untuk menutupi biaya operasional sehingga dapat menjual produk atau jasa dengan laba yang layak.

Baca Juga: Syarat Iklan yang Baik Adalah Tidak Ambigu, Bagaimana Membuatnya?

Cara Mencari Harga Penjualan

 cara mencari harga penjualan
Foto: Pexels.com

Lantas, bagaimana cara mencari harga penjualan yang tepat? Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, dikutip dari laman Shopify:

1. Hitung Semua Biaya yang Dikeluarkan

Dalam cara mencari harga penjualan, yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produk atau jasa tersebut.

Jadi, hitunglah semua biaya yang sudah dihabiskan. Jika kamu membeli produk untuk dijual kembali, kamu pasti akan lebih mudah mengetahui harga setiap unit sehingga bisa langsung menentukan harga jual.

Sementara itu, apabila kamu membuat produk itu secara mandiri, maka harus menghitung biaya bahan baku serta proses pembuatan, seperti tenaga kerja dan waktu yang dibutuhkan.

Kamu juga mungkin perlu memperhatikan biaya lain, seperti harga kemasan, biaya pemasaran, dan ongkos pengiriman dalam menentukan harga jual agar tak merugi.

2. Cari Tahu Siapa Target Pasar Kamu

Cara mencari harga penjualan selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah memahami siapa yang menjadi target pasar usahamu.

Jadi, cari tahu dahulu target pasar yang bisa menjadi pelanggan potensialmu. Lalu, sesuaikan harga jual produk atau jasa kamu dengan mereka agar tertarik untuk melakukan pembelian.

Dengan melihat target pasar, kamu mungkin akan menjadi lebih mudah dalam menetapkan harga jual. Misalnya, harga jual yang murah atau bisa juga berharga mahal karena barang yang ditawarkan bersifat premium.

Kembali lagi dengan target pasar usahamu. Jangan sampai menentukan harga jual di atas kemampuan para pelanggan potensial kamu, karena justru bisa memperkecil peluang mereka untuk membeli.

Baca Juga: Niche Adalah Segmentasi Pasar, Bagaimana Cara Menentukannya?

3. Identifikasi Keunggulan Produk atau Jasa

Hal lainnya yang tidak kalah penting dalam cara mencari harga penjualan adalah mencari keunggulan atas produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Coba identifikasi kembali, apa saja hal yang menonjol dan menjadi keunggulan dari produk atau jasa kamu.

Jika kamu memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pesaing, harga murah atau mahal pun biasanya tidak akan menjadi masalah karena pelanggan akan tetap memilih produk dan jasamu.

Namun, biasanya pelanggan akan lebih memilih untuk membeli produk atau jasa dengan harga murah, tetapi memiliki kualitas bagus.

Jadi, mungkin kamu bisa mempertimbangkan hal tersebut sehingga bisa menarik pelanggan sebanyak-banyaknya.

Cara Menghitung Harga Penjualan

cara menghitung harga jual
Foto: Pexels.com

Setelah memahami cara mencari harga penjualan, kini saatnya bagi kamu untuk mencari tahu cara menghitung harga penjualan suatu produk.

Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk menghitung harga penjualan, di antaranya:

1. Markup Pricing

Dalam menghitung harga jual, kamu dapat menggunakan markup pricing.

Harga markup memiliki cara kerja yang cukup sederhana karena kamu hanya perlu menambahkan keuntungan langsung dari harga beli produk.

Jadi, kamu tak perlu menambahkan biaya lain untuk menetapkan harga. Cukup menambahkan keuntungan dari harga beli produk sebagai harga jual.

Berikut rumus perhitungan harga jual dengan metode markup pricing:

Harga jual = Modal + (Modal x Persentase Margin)

Baca Juga: 5 Penyebab Jualan Tidak Laku, Bagaimana Cara Mengatasinya?

2. Profit Margin

Cara menghitung harga jual berikutnya yang bisa kamu lakukan, yakni menggunakan strategi profit margin.

Ketika kamu sudah mengetahui biaya variabel, kamu bisa menambahkan margin profit atau selisih keuntungan yang diharapkan dari setiap produk.

Selain bisa digunakan untuk menentukan harga jual, kamu juga dapat menggunakan margin profit ini sebagai metode menghitung total keuntungan yang akan didapatkan.

Berikut cara menghitung harga jual menggunakan metode profit margin:

Harga jual = Biaya Variabel / (1-Desimal Margin Profit yang Diinginkan)

3. Keystone Pricing

Keystone pricing merupakan cara menghitung harga jual produk yang digunakan jika kamu ingin menjual barang dua kali lipat dari harga grosir atau biaya perolehan produk.

Jika dilihat seksama, keystone pricing ini mirip dengan harga markup. Namun, dengan nilai markup yang cenderung lebih besar sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal.

Strategi penetapan harga keystone umumnya ditemukan pada department store, di mana harga produknya cenderung lebih mahal dibanding toko lainnya.

Meski menguntungkan, keystone pricing sebenarnya tidak hanya digunakan untuk meningkatkan laba saja.

Keystone pricing juga dapat digunakan karena alasan adanya beberapa barang yang tidak laku untuk diretur, sehingga menghasilkan stok barang berlebihan atau tidak bisa dijual.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Performa Bisnis Agar Makin Untung

4. Manufacturing Suggested Retail Price

Manufacturing Suggested Retail Price (MSRP) merupakan cara menentukan harga jual yang telah ditetapkan oleh pemilik merek dari produk tertentu.

Di Indonesia, MSRP dikenal juga dengan sebutan Harga Eceran Tertinggi (HET). Jadi, siapa pun yang menjual produk tersebut harus menggunakan HET.

Kamu tidak boleh menaikkan harga jual produk di atas HET yang telah ditentukan. Dengan metode penetapan harga yang satu ini, harga jual produk di pasaran akan menjadi lebih stabil.

Beberapa produk yang biasa dijual menggunakan HET sesuai anjuran pemilik merek, yakni obat-obatan, kendaraan bermotor, atau mobil.

5. Value Based Pricing

Value based pricing merupakan cara menentukan harga jual yang berbeda dari metode lainnya.

Jika biasanya penjual atau pemilik mereklah yang menetapkan harga, tetapi value based pricing ditentukan berdasarkan pelanggannya.

Jadi, sebelum kamu menentukan harga jual produk, kamu perlu melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui harga rata-rata produk yang diinginkan oleh pelanggan.

Meski cenderung tidak umum, value based pricing banyak digunakan oleh pengusaha dalam menentukan harga jual produknya.

Namun biasanya, value based pricing ini dipakai untuk menentukan harga jual barang koleksi yang sifatnya langka, antik, atau barang lelang.

Baca Juga: 5 Cara Jual Barang Antik, Bisa Untung Besar!

6. Break Even Pricing

Break even pricing merupakan strategi penetapan harga jual yang dilakukan dengan mempertimbangkan biaya produksi dan permintaan pasar terhadap produk tersebut.

Jadi, ketika permintaan akan suatu barang mengalami peningkatan, maka harga jualnya bisa semakin mahal. Sebaliknya, kurangnya permintaan dapat membuat harga jual barang menjadi semakin murah.

Dalam menggunakan metode penetapan harga yang satu ini, kamu perlu berhati-hati.

Jika jumlah penjualan usahamu masih berada di bawah ambang batas break even, artinya bisnis kamu mengalami kerugian.

Sedangkan jika jumlah penjualan kamu lebih tinggi dari titik break even, maka dapat dikatakan bahwa kamu berhasil memeroleh keuntungan.

Itu dia cara mencari harga penjualan yang bisa kamu coba dalam menetapkan harga jual produk. Manakah cara mencari harga penjualan yang akan kamu terapkan?

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !