SIRCLO Store Mobile App

Bagaimana Cara Menentukan Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil?

cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil

Table of Contents

Ketika baru memulai usaha, kamu mungkin bingung untuk menentukan seberapa besar jumlah upah karyawan. Coba cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil dalam ulasan ini, yuk!

Meski usaha kamu masih termasuk dalam skala kecil, tetapi memperhatikan upah yang layak untuk setiap tenaga kerja penting untuk dilakukan.

Dengan tenaga kerja yang sejahtera, mereka pun akan senang bekerja dengan kamu. Hasilnya, tenaga kerja akan lebih termotivasi dalam melakukan tanggung jawabnya.

Selain dilihat dari performa tenaga kerja, kamu juga harus memerhatikan kemampuan bisnis dalam memberikan upah karyawan.

Baca Juga: 6 Manfaat Manajemen Manpower bagi Perusahaan

website toko online

Cara Menentukan Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil

Bagi kamu yang bingung dalam memberikan upah, berikut cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil.
Foto: Pexels.com

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil tak boleh sembarangan. Jadi, kamu perlu melakukan berbagai pertimbangan.

Jika dilihat dari segi hukum, ada peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah sebagai cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil.

Dalam PP Pengupahan No 36 Tahun 2021 Pasal 36 disebutkan bahwa, upah yang ditetapkan harus berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.

Adapun besaran upah yang ditetapkan bagi pekerja usaha kecil, yaitu:

  • Paling sedikit 50% dari rata-rata konsumsi masyarakat tingkat provinsi.
  • Paling sedikit 25% di atas garis kemiskinan tingkat provinsi.

Untuk mengetahui jumlah rata-rata konsumsi dan garis kemiskinan tersebut, dapat dilihat menggunakan data yang bersumber dari lembaga berwenang di bidang statistik.

Jadi kesimpulannya, dalam cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil tidak ada besaran upah yang spesifik.

Kamu bisa menyesuaikan dengan kesepakatan yang telah dibuat sebagai pengusaha dengan pekerja.

Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga mengungkapkan cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil tidak terikat pada jumlah upah minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kembali lagi kepada kesepakatan yang telah dibuat oleh pengusaha dan pekerjanya.

Selain itu, unit usaha mikro dan kecil yang mendapat pengecualian upah minimum, yakni jenis usaha yang masih mengandalkan sumber daya tradisional dan tidak bergerak di bidang teknologi.

Baca Juga: 15 Perusahaan dengan Gaji Terbesar di Indonesia, Penasaran?

Jenis-Jenis Upah Karyawan

jenis-jenis upah
Foto: Pexels.com

Setelah mengetahui cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil, kamu juga perlu memahami jenis-jenis upah yang diberikan kepada tenaga kerja.

Ini dia jenis-jenis upah yang diberikan untuk karyawan berdasarkan ilmu ekenomi yang perlu kamu ketahui:

  • Upah Menurut Waktu

Jenis upah karyawan yang satu ini merupakan sistem penggajian berdasarkan waktu. Jadi, ditentukan berdasarkan seberapa lama karyawan telah bekerja pada suatu perusahaan.

Dalam hal ini, kamu bisa memberikan upah secara harian, mingguan, atau bulanan. Tergantung pada kesepakatan yang telah dibuat dengan pekerja.

  • Upah Menurut Kesatuan Hasil

Upah menurut kesatuan hasil biasanya digunakan oleh perusahaan industri. Jadi, jumlah gaji yang diterima oleh karyawan ditentukan berdasarkan hasil yang mereka produksi.

Oleh karena itu, semakin besar jumlah produksinya, akan semakin tinggi juga kisaran upah yang akan didapatkan.

Namun, sistem upah jenis ini harus dilakukan secara hati-hati. Perusahaan harus mengontrol mutu seketat mungkin agar produk yang dihasilkan tetap berkualitas.

  • Upah Borongan

Jenis upah borongan maksudnya adalah perusahaan atau pengusaha memberikan gaji kepada karyawan pada awal pengerjaan hingga selesai.

Jika ada pekerjaan tambahan, karyawan pun tidak memperoleh upah lebih karena sudah menerima gaji di awal.

Dengan sistem upah seperti ini, perusahaan tidak menanggung risiko dari para pekerja. Untuk besaran upahnya akan ditentukan berdasarkan jumlah produksi dari setiap karyawan atau sekelompok karyawan.

  • Upah Premi

Upah premi merupakan jenis gaji di luar gaji pokok. Bisa juga disebut sebagai bonus karena karyawan melakukan pekerjaan di luar sistem yang ditetapkan.

Misalnya, ketika karyawan bekerja di hari libur, melakukan pekerjaan berisiko tinggi, atau memiliki keterampilan khusus.

  • Upah Berkala

Upah berkala merupakan sistem penggajian karyawan yang ditentukan berdasarkan tingkat kemajuan atau kemunduran hasil penjualan.

Ketika penjualan meningkat, maka karyawan akan mengalami kenaikan upah, begitu juga sebaliknya.

  • Upah Indeks

Jenis upah lainnya, yaitu upah indeks yang menggunakan indeks biaya hidup suatu wilayah. Jadi, besaran upah yang diberikan sesuai indeks diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja.

  • Upah Mitra Usaha

Dalam upah mitra usaha berarti gaji yang diberikan oleh perusahaan kepada rekanan bisnisnya. Misalnya, dalam bentuk pembagian saham.

Baca Juga: Pentingnya Perencanaan Budget atau Anggaran untuk Bisnismu!

SIRCLO Store Mobile App

Tips Menentukan Besaran Gaji Karyawan

tips menentukan gaji
Foto: Pexels.com

Nah, untuk menentukan jumlah gaji karyawan yang tepat, sebagai pengusaha kamu harus memperhatikan hal-hal berikut:

1. Lakukan Riset Upah

Melansir laman Indeed, tips menentukan besaran upah karyawan adalah dengan melakukan riset gaji. Coba bandingkan gaji untuk peran serupa.

Dengan meneliti gaji, kamu pun dapat memahami keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi mana yang harus diharapkan dari pekerja bagi perusahaan.

Melakukan riset upah dari berbagai sumber juga dapat membantu kamu dalam memberikan gaji yang sesuai, yakni tidak terlalu tinggi ataupun rendah.

2. Sesuaikan dengan Kemampuan

Setelah mengetahui kisaran gaji yang telah didapatkan dari riset, kamu juga perlu menyesuaikannya dengan kemampuan usaha atau perusahaanmu.

Dikutip dari Business News Daily, setiap perusahaan perlu memperhatikan jumlah gaji yang akan dibayarkan secara realitis.

Gaji yang ditetapkan memang harus berada dalam kisaran gaji rata-rata industri, tetapi seharusnya tidak membebani perusahaan lebih dari yang kamu mampu.

Oleh sebab itu, nilai dahulu apakah perusahaan kamu mampu untuk membayar tenaga kerja dengan jumlah sekian.

Jangan sampai, bisnis kamu terancam gulung tikar karena pengeluaran yang tak seimbang dengan pemasukan.

Baca Juga: Senang Menyendiri? Ini 7 Pekerjaan yang Cocok untuk Introvert dan Bergaji Tinggi

3. Berikan Bonus dan Tunjangan Lainnya

Selain gaji pokok, kamu juga perlu mempertimbangkan bonus dan tunjangan lainnya bagi karyawan. Misalnya, jaminan ketenagakerjaan dan asuransi kesehatan, sehingga kesejahteraan karyawan terpenuhi.

Kamu bisa menyediakan bonus dan tunjangan sesuai dengan kebutuhan karyawan serta kemampuan perusahaan. Jadi, keduanya sama-sama diuntungkan.

4. Lihat Performa Karyawan

Dalam menentukan besaran upah, kamu juga bisa mempertimbangkan kualitas kerja dari karyawan tersebut.

Apabila performa karyawan telah sesuai deskripsi pekerjaan atau bahkan melampaui ekspetasimu, bisa dipertimbangkan untuk mendapat gaji yang lebih besar.

Selain itu, jika karyawan membutuhkan pelatihan untuk melakukan pekerjaannya, coba hitung juga berapa besar biayanya.

Jangan sampai kamu terbebani dengan biaya tambahan di luar gaji. Jadi, pertimbangkan dengan cermat.

Baca Juga: Mudah, Ini 5 Cara Cek BPJS Kesehatan Perusahaan

5. Pertimbangkan Kenaikan Gaji

Dunia selalu mengalami perubahan, tak terkecuali dalam hal ekonomi. Suatu negara bisa mengalami kenaikan maupun penurunan pendapatan.

Oleh sebab itu, kamu sebagai pengusaha perlu bersikap fleksibel dan selalu bersiap untuk mengalokasikan gaji lebih besar dari waktu ke waktu.

Bagi karyawan yang memiliki kinerja bagus dan loyalitas tinggi, kamu sebaiknya meningkatkan jumlah upah mereka karena sudah memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan.

Dengan begitu, karyawan pun merasa dihargai atas kerja kerasnya. Hal ini juga dapat meningkatkan motivasi kerja mereka sehingga melakukan pekerjaan dengan lebih baik lagi.

Itu dia cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil yang bisa kamu terapkan beserta tips dalam memberikan upah tenaga kerja.

website toko online

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !