event panen omset sirclo smesco

Cara Menghitung Average Cost dan Manfaatnya bagi Bisnis

cara menghitung average cost

Table of Contents

Apakah kamu sudah tahu, bagaimana cara menghitung average cost? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Dalam sebuah bisnis, terutama industri manufaktur, kamu perlu menghitung biaya rata-rata yang dibutuhkan untuk produksi atau disebut juga dengan average cost.

Mengutip laman Business Jargons, average cost (biaya rata-rata) adalah biaya produksi per unit yang diperoleh dengan membagi biaya total (total cost) dengan total output (quantity).

Perhitungan average cost ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghasilkan setiap unit produk mereka.

Perhitungan biaya rata-rata produksi tersebut sangat dibutuhkan bagi perusahaan.

Hal ini karena average cost dapat membentuk komponen permintaan dan penawaran karena memengaruhi kurva penawaran.

Selain itu, average cost juga dapat membantu perusahaan kamu dalam menetapkan harga jual produk. Jadi, bisnis tetap untung dan terhindar dari potensi kerugian.

Baca Juga: 7 Cara Menentukan Harga Jual Produk

event panen omset sirclo smesco

Cara Menghitung Average Cost

cara menghitung average cost
Foto: Unsplash.com

Nah, untuk menghitung biaya rata-rata produksi per unitnya, ada rumus tertentu yang perlu kamu gunakan, yaitu:

Average Fixed Cost = Total Fixed Cost : Quantity atau

Biaya Rata-rata Produksi = Total Biaya Tetap : Jumlah Unit Produksi

Sebagai panduan, mari simak cara menghitung average cost secara rinci yang dikutip dari Indeed berikut ini:

Halo, Enterpreneur!

Kami sedang melakukan survey mengenai website toko online. Kami sangat senang apabila Anda bisa membantu survey Kami. Terima kasih.

1. Hitung Biaya Produksi Tetap

Langkah pertama dalam cara menghitung average cost, yakni menghitung biaya produksi tetap.

Setiap perusahaan pasti akan memiliki biaya produksi tetap. Kamu bisa menemukannya pada laporan keuangan usaha.

Tepatnya, di dalam laporan keuangan usaha periode tahunan. Kamu dapat melihat biaya produksi tetap secara rinci.

Mulai dari biaya penjualan, biaya pinjaman, biaya sewa, set up, dan sebagainya.

Baca Juga: 5 Peran Akuntansi Dalam Kegiatan Usaha, Apa Saja?

2. Hitung Biaya Variabel Produksi

Cara menghitung average cost selanjutnya, yakni menghitung biaya variabel produksi. Kamu pun bisa menemukan jumlah biaya variabel produksi dalam laporan keuangan usaha.

Untuk menemukannya, kamu perlu melihat kembali akun laba rugi yang ada dalam catatan keuangan.

Biaya variabel umumnya mencakup bahan baku, tenaga kerja manufaktur yang berhubungan langsung dengan produksi, pengemasan dan lainnya.

3. Menambah Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Hal berikutnya yang perlu kamu terapkan sebagai cara menghitung average cost adalah menambahkan biaya tetap dengan biaya variabel yang sudah ditemukan sebelumnya.

Berikut rumus yang bisa kamu gunakan:

Biaya Total Rata-rata = Biaya Tetap Rata-Rata + Biaya Variabel Rata-rata

Hitunglah dengan cermat agar tidak ada kesalahan dalam tahap penghitungan selanjutnya.

Baca Juga: Mengenal Metode Inventory Control dan Manfaatnya untuk Bisnis

4. Menentukan Jumlah Unit yang Diproduksi

Setelah itu, kamu bisa menentukan jumlah unit yang akan diproduksi.

Dalam menentukannya, kamu bisa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada faktur, pihak akuntan perusahaan, atau menghubungi produsen yang akan memproduksi unit.

5. Hitung Biaya Rata-rata Produksi

Kini, saatnya kamu mengetahui cara menghitung average cost setelah mengikuti langkah-langkah di atas.

Cara menghitung average cost, yakni dengan menghitung jumlah biaya tetap ditambah biaya variabel. Lalu, dibagi dengan jumlah atau kuantitas unit yang diproduksi.

Perlu kamu ketahui bahwa cara menghitung average cost ini bersifat mutlak. Jadi, perhitungannya harus tetap mengikuti keseluruhan langkah dan rumus yang telah disebutkan.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia 5 Manajemen Rantai Pasokan bagi Bisnis

Manfaat Average Cost

fungsi average cost
Foto: Unsplash.com

Tidak hanya membantu kamu untuk memperkiraan jumlah uang yang dibutuhkan untuk memproduksi barang, ada berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan dari perhitungan average cost ini, lho.

Apa saja ya, manfaat dari penggunaan metode average cost bagi sebuah bisnis? Berikut penjelasannya:

1. Mempermudah Pelacakan Inventaris

Metode penghitungan biaya rata-rata dapat mempermudah perusahaan kamu dalam melacak inventaris atau ketersediaan barang di gudang.

Melansir laman Chron, kamu tidak perlu lagi melacak biaya asli sebuah produk ketika mengambil sebuah unit dari inventaris untuk menentukan harganya.

Kamu hanya perlu melihat harga rata-rata unit sehingga membuat proses pengambilan stok barang dan penetapan harga inventaris menjadi lebih mudah.

Biaya rata-rata juga dapat membantu produk inventaris kamu tetap konsisten.

Jadi, setelah biaya produk dihitung, biaya tersebut dapat digunakan untuk semua item persediaan.

Ini termasuk biaya yang digunakan untuk nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi, agar Bisnismu Efisien!

2. Metode yang Mudah Digunakan

Average cost methods juga termasuk dalam cara perhitungan biaya rata-rata produksi yang paling sederhana sehingga mudah untuk digunakan oleh perusahaan barang.

Dengan rumus yang sederhana, kamu bisa mengetahui jumlah biaya rata-rata yang diperlukan untuk produksi secara lebih cepat.

Biaya rata-rata produksi ini pun bahkan dapat dihitung tanpa sistem manajemen inventaris yang rumit.

Cara kerja average cost yang efisien tersebut pun banyak disukai oleh perusahaan.

Namun, metode penghitungan biaya rata-rata ini hanya akan bekerja paling baik pada unit inventaris yang identik atau hampir tidak dapat dibedakan.

Jadi, ketika kamu memiliki unit dalam batch yang tidak identik, metode ini tidak bisa digunakan.

Sebaliknya, kamu perlu melacak biaya per unitnya, bukan biaya rata-ratanya karena akan lebih akurat.

3. Biaya yang Lebih Hemat

Tidak hanya menghemat waktu dan tenaga kerja, metode penghitungan biaya rata-rata produksi ini juga dinilai tak membutuhkan banyak biaya.

Jadi, perusahaan bisa menghemat pengeluaran mereka saat menyusun rencana produksi setiap unit.

Dengan average cost, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk melacak inventaris atau persediaan barang yang memerlukan tenaga kerja tambahan.

Penghematan biaya tenaga kerja ini dapat membantu perusahaan dalam mengimbangi kerugian yang dialami saat kamu menjual barang yang lebih mahal dengan harga yang sama dengan barang yang lebih murah.

Selain itu, metode penghitungan biaya rata-rata juga membutuhkan lebih sedikit waktu dalam pemeliharaannya.

Baca Juga: Pentingnya Perencanaan Budget atau Anggaran untuk Bisnismu!

4. Membantu Penetapan HPP

Average cost juga dapat membantu perusahaan dalam menentukan harga pokok penjualan (HPP).

HPP tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan biaya rata-rata dari semua persediaan yang dibeli perusahaan selama periode waktu tertentu.

Periode yang dimaksud bisa dalam jangka waktu sebulan, triwulan, atau tahunan, asalkan tetap konsisten.

Ini merupakan metode yang paling mudah untuk menentukan HPP selama periode tertentu.

HPP sendiri berguna untuk menyimpan catatan keuangan yang akurat. HPP biasanya dicantumkan dalam laporan laba rugi sebuah perusahaan.

Berdasarkan informasi dari laman Gocardless, HPP ini kemudian dikurangkan dari pendapatan penjualan untuk menentukan margin kotor perusahaan.

Angka tersebut sangat penting untuk bisnis itu sendiri, serta setiap investor atau analis keuangan sehingga harus dicatat secara akurat.

Baca Juga: Contoh Rekap Data Penjualan dan Manfaatnya Bagi Bisnis

5. Meratakan Fluktuasi Harga

Manfaat average cost lainnya, yaitu dapat membantu sebuah perusahaan untuk meratakan fluktuasi harga.

Ketika harga produk berfluktuasi di sekitar rata-rata, metode penetapan biaya rata-rata ini akan membantu kamu lebih yakin bahwa perusahaanmu tidak perlu menurunkan harga untuk memenuhi permintaan.

Jadi, kamu akan tetap diuntungkan karena pendapatannya tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Itu dia cara menghitung average cost dan kegunaannya bagi bisni. Kini, kamu sudah memahami cara menghitung average cost, bukan?

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !