4 Cara Menghitung Diskon yang Tepat agar Tak Merugi

cara menghitung diskon

Table of Contents

Cara menghitung diskon dari segi nominalnya sebenarnya cukup sederhana. Kamu dapat mengandalkan rumus matematika dasar untuk melakukannya.

Namun bagi para pebisnis, menentukan diskon untuk sebuah produk bisa jadi pekerjaan rumit. Banyak yang harus diperhitungkan.

Jika tidak merencanakan diskon dengan baik, persentase diskon yang kamu berikan bisa jadi akan merusak citra merek. Mungkin malah memangkas profitmu dan merugi.

Untuk menjamin bahwa harga diskon akan menguntungkan bisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, kamu perlu menetapkan tujuan yang jelas. Kamu juga harus mengetahui berbagai pendekatan yang dapat kamu ambil untuk mencapai tujuan.

Kedua, kamu perlu menghitung nilai yang tepat untuk memastikan kamu mencapai tujuan tersebut. Di sinilah, pentingnya cara menghitung diskon.

Baca Juga: Cara Menghitung Harga Awal Sebelum Diskon yang Tepat

Cara Menghitung Diskon: Tentukan Tujuan

cara hitung diskon
(Ilustrasi diskon. Sumber: Pexels.com)

Sebelum menetapkan strategi dan mempelajari cara menghitung diskon, kamu perlu memiliki tujuan. Apa yang hendak kamu capai dengan memberikan diskon?

Bagaimana kamu akan memasarkannya? Jenis konsumen apa yang kamu harapkan datang dengan memberikan diskon? Berikut ini sejumlah tujuanyang dapat kamu sasar:

1. Mendapatkan Pelanggan Baru

Penawaran diskon bisa digunakan untuk menarik pelanggan baru. Dengan diskon, mereka bisa mencoba produk yang kamu tawarkan dengan risiko rendah.

Jadi, nilai plus kalau kamu menawarkan diskon dalam rentang waktu tertentu. Cara ini membuat mereka mau tak mau membeli produkmu sekarang juga.

2. Meningkatkan Penjualan

Harga yang lebih murah berpotensi menggaet lebih banyak pembeli. Menawarkan diskon bisa menjadi solusi ketika tujuanmu adalah untuk meningkatkan penjualan.

3. Mendapatkan Repeat Order

Untuk mendapatkan pelanggan loyal yang melakukan repeat order, membutuhkan pola pikir yang berbeda. Kamu dapat menggunakan diskon untuk mendorong loyalitas pelanggan.

Berbeda dengan tujuan mendapat pelanggan baru, di mana diskon diberikan agar mereka dapat mencoba produk kamu.

Dalam tujuan ini, diskon kamu berikan melalui sebuah program loyalitas. Misalnya, diskon khusus bagi pelanggan yang sudah melakukan check out kesekian kali.

4. Mengosongkan Gudang

Kamu memiliki stok berlebih dan memenuhi gudang atau tempat penyimpanan. Ini sangat mengganggu.

Untuk mengosongkannya secara cepat, kamu bisa menerapkan diskon terhadapa stok-stok lama. Hal ini agar tersedia ruang bagi produk-produk yang baru masuk.

Berbeda dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan, margin tidak begitu penting di sini. Hal terpenting adalah seberapa cepat kamu menyingkirkan stok yang tidak akan laku.

Baca Juga: Strategi Diskon yang Tepat Tanpa Rugi, Ampuh Gaet Pembeli!

Cara Menghitung Diskon

cara menghitung diskon
(Foto menghitung diskon jualan. Sumber: Pexels.com)

Kini, setelah tahu apa tujuanmu menerapkan diskon pada produk, saatnya kamu mengetahui cara menghitung diskon.

Pastikan persentase diskon yang kamu tetapkan masih bisa memberikan margin profit. Berikut tahapan cara menghitung diskon:

1. Hitung Semua Biaya Produksi

Jika kamu adalah seorang produsen yang memproduksi produk sendiri, kamu harus menghitung semua biayanya. Mulai dari bahan baku, biaya listrik, transportasi, dan sebagainya.

Bila bisnismu adalah retail, hitung semua biaya transportasi atau jasa pengiriman, penanganan gudang, dan pengeluaran lainnya.

Ini untuk mengetahui berapa modal yang sudah kamu keluarkan untuk melakukan penjualan. Jangan lupa, biaya pemasaran juga perlu dihitung.

2. Hitung Harga Dasar Produk

Setelah menghitung semua biaya produksi, selanjutkan kamu perlu menghitung harga dasar produk. Misalnya dalam sekali produksi kamu bisa menghasilkan 100 produk.

Bagikan total biaya produksi dengan jumlah produk, yakni angka 100 itu. Dari situ, kamu bisa melihat harga dasar tiap produk tanpa ditambahi margin profit.

3. Tentukan Margin Profit

Selanjutnya, kamu pun perlu menentukan berapa margin profit yang kamu harapkan pada produkmu. Bagaimana menentukannya? Kamu perlu riset.

Lihat produk serupa milik pesaing di pasaran. Apakah hargamu kompetitif atau tidak. Kamu bisa menentukan harga lebih murah, atau bahkan lebih mahal jika yang kamu tekankan adalah kualitas dalam pemasaranmu.

Perhatikan juga permintaan dan penawaran di pasar. Kamu bisa menetapkan harga sedikit lebih tinggi jika permintaan juga tinggi.

Namun bagi pebisnis retail, kamu perlu hati-hati. Pada produk-produk yang kamu pasok, biasanya ada harga eceran tertinggi (HET). Jangan sampai melebihi angka yang sudah ditetapkan.

4. Menentukan Diskon

Dengan mengetahui harga dasar dan menentukan margin profit, otomatis kamu sudah menentukan harga jual produknya.

Dari harga jual inilah, kamu bisa menentukan berapa besaran diskon yang akan diberikan.

Pastikan diskon yang kamu tetapkan hanya memotong margin profit saja, tidak sampai memotong harga dasar. Jika iya, itu artinya kamu merugi karena penjualanmu tidak akan bisa menutupi biaya produksi.

Baca Juga: 8 Tips Membuat Kalimat Promosi untuk Jualan Online

Contoh Cara Menghitung Diskon

contoh cara menghitung diskon
(Foto diskon barang. Sumber: Pexels.com)

Mari kita lakukan simulasi sederhana cara menghitung diskon untuk produkmu.

Ambil contoh, kamu memiliki bisnis clothing. Untuk membuat 100 buah kaus, kamu mengeluarkan modal sebesar Rp5.000.000,-

Biaya produksi Rp5.000.000,- tersebut terdiri dari biaya kain, benang, biaya listrik, konveksi, dan sebagainya.

Ditambah lagi kamu mengeluarkan biaya Rp1.000.000,- untuk memasang iklan online di media sosial.

Total biaya yang kamu keluarkan Rp6.000.000,-. Otomatis, harga dasar tiap kaus sebesar Rp60.000,-.

Kamu lalu riset pasar dan menemukan bisnis clothing rata-rata menjual kaus dengan harga Rp120.000,-. Berniat kompetitif, kamu menjual t-shit dengan harga Rp110.000,-. Artinya, margin profitmu sebesar Rp50.000,-.

Untuk meningkatkan penjualan, kamu pun memutuskan untuk memasang diskon. Cobalah untuk menghitungnya dengan kelipatan 10%.

Potongan 10% dari Rp110.000,- sebesar Rp11.000,-. Mengingat margin profitmu hanya Rp50.000,- maksimal kamu hanya bisa memberi 4 kali lipat potongan.

Diskon 40%, artinya Rp44.000,- dan kamu tetap mendapat margin sebesar Rp6.000,-.

Cara lain, kalikan margin profit (Rp50.000,-) dengan 100, kemudian bagikan dengan harga jual (Rp110.000,-). Alhasil, kamu akan mendapat nilai 45,45%.

Itulah persentase diskon terbesar yang bisa kamu berikan, dengan catatan kamu tidak mendapatkan margin profit.

Upayakan diskon yang kamu berikan lebih rendah dari 45,45% agar tetapi mendapat profit meski tipis.

Baca Juga: Catat, Ini Dia Cara Mencari Harga Penjualan yang Tepat

Demikian cara menghitung diskon untuk produk beserta contohnya. Semoga bermanfaat!

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !