Ini 5 Contoh Company Profile yang Bisa Kamu Terapkan pada Bisnismu

Share this Post

contoh company profile

Table of Contents

Bisnis atau perusahaanmu belum memiliki profil? Kamu perlu tahu contoh company profile atau profil perusahaan untuk membuatnya.

Jika kamu memiliki sebuah bisnis, kamu memerlukan company profile untuk memperkenalkan perusahaanmu kepada publik atau pemegang kepentingan tertentu.

Menurut Indeed, company profile adalah pengantar tertulis sebuah perusahaan. Isinya berupa informasi tentang kegiatan, misi, tujuan, dan kekuatan perusahaan.

Tak jarang sebuah profile mencakup kisah awal mula berdirinya suatu perusahaan. Selain itu, mendeskripsikan pula produk dan layanan yang diberikan.

Tujuan dibuatnya untuk menggaet calon investor. Profil perusahaan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan calon investor untuk mengambil keputusan apakah akan menyuntik modal bagi perusahaan atau tidak.

Tujuan lain, yaitu untuk menginformasikan perusahaan kepada publik. Biasanya profil perusahaan dicantumkan pada situs web atau media sosial dengan menginformasikan misi, nilai, dan asal perusahaanmu.

Setelah tahu tujuan dan fungsi profil perusahaan, hal selanjutnya yang perlu kamu cari adalah contoh company profile agar bisa membuatnya juga.

Baca juga: 5 Fungsi Company Profile Bisnis untuk Menarik Investor

Tips Menulis Company Profile

Contoh company profile
Foto: Freepik.com

Sebelum kita membahas apa saja contoh company profile, kamu harus tahu terlebih dahulu cara menulisnya. Mulai dari aspek bahasan hingga membuat tulisan yang menarik.

Mengenai panjang tulisan, tidak ada standar baku yang ditetapkan untuk menulisnya. Kamu bisa menulisnya dengan sangat singkat, misalnya 1-2 halaman. 

Namun, tidak masalah juga jika kamu menulisnya hingga 10 halaman atau lebih. Panjang atau pendeknya isi company profile tergantung dari sejumlah faktor, seperti karakteristik audiens, usia perusahaan, dan ukuran perusahaan.

Berikut ini sejumlah tips menulis profil perusahaan yang dapat kamu terapkan pada profil perusahaanmu.

1. Sertakan Logo Perusahaan

Contoh company profile yang baik adalah yang menyertakan logo, sebisa mungkin sejak halaman pertama.

Logo merupakan identitas sebuah perusahaan yang membedakannya dengan perusahaan lain. Kombinasi logo yang menarik dengan nama yang singkat, bisa membuat perusahaanmu lebih mudah diingat.

Menurut Connect Americas, klien akan merasa lebih nyaman dengan merek yang disajikan dengan baik. Mereka pun akan merespons informasi di profilmu dengan lebih baik.

2. Berikan Informasi Kontak

Bagaimana klien atau investor yang tertarik bisa menghubungimu, jika mereka tidak tahu informasi kontak perusahaanmu?

Informasi kontak mungkin terlihat sederhana dan sepele, tetapi banyak juga pebisnis yang lupa mencantumkan informasi ini.

Oleh karena itu, janganlah lupa untuk mencantumkan semua saluran komunikasi. Mulai dari alamat perusahaan, email, situs web, nomor telepon, hingga media sosial.

3. Sertakan Tautan ke Situs Web dan Media Sosial

Jika kamu membuat profil perusahaan dalam bentuk cetak, jangan lupa sertakan tautan ke situs web dan media sosial.

Namun menyertakan alamat web saja tidak cukup. Klien atau investor yang melihatnya, harus mengetik ulang nama situsmu untuk bisa melihatnya melalui gawai.

Kamu bisa membuat kode QR (quick response) yang berisi tautan menuju situs web dan media sosial.

Baca juga: Mengenal Social Advertising, Periklanan yang Andalkan Media Sosial!

4. Buat Daftar Produk dan Jasa

Contoh company profile yang baik, yaitu terdapat daftar produk atau jasa dengan deskripsi jelas. Tujuan utama membuat profil, yaitu memperkenalkan perusahaan untuk menggaet pembeli, klien, atau investor.

Oleh karena itu, kamu perlu membuat daftar lengkap produk atau jasa yang kamu tawarkan. Pastikan pula daftar tersebut disertai deskripsi lengkap. Tentunya deskripsi yang menonjolkan fungsi dan manfaat yang bisa didapatkan dari menggunakan produk atau jasa tersebut.

5. Lengkapi Informasi Bisnis Lainnya

Selain daftar produk atau jasa, kamu juga perlu menyertakan informasi bisnis lainnya yang berguna untuk klien dan investor.

Misalnya, informasi partner bisnis, sertifikasi yang sudah dimiliki, penghargaan yang pernah didapat, hingga daftar klien yang sudah bekerja sama dengan perusahaanmu.

Bagian ini sangat penting bagi calon klien untuk mengetahui lebih banyak tentang perusahaan, produk, dan referensi perusahaanmu.

6. Sertakan Testimoni

Testimoni merupakan unsur penting bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Pengalaman orang lain yang sudah menggunakan jasamu, menjadi tolok ukur bagi calon klien menggunakan jasamu atau tidak.

Jika kamu sudah pernah bekerja sama dengan sejumlah klien sebelumnya, cobalah untuk meminta testimoni mereka.

Sebisa mungkin pilih klien yang puas dengan hasil pekerjaan perusahaanmu untuk memberikan testimoni. Profil yang menyertakan testimoni, merupakan salah satu contoh company profile yang baik.

Baca juga: Ketahui Kekuatan Testimoni Pelanggan untuk Majukan Bisnismu

7. Tampilkan Portofolio

Portofolio juga merupakan unsur penting dalam company profile bisnis yang bergerak di bidang jasa. Klien dan investor tentu sudah punya ekspektasi tertentu mengenai hasil pekerjaan perusahaanmu. Selain itu, portofolio juga dapat mencerminkan pengalaman dan kualitas layanan.

Sertakan hasil kerja terbaik dalam portofolio perusahaanmu. Jangan lupa berikan deskripsi mengenai inovasi apa saja yang sudah kamu lakukan.

8. Gunakan Subjudul

Susun profil perusahaanmu dalam beberapa babak. Mulai dari introduksi, daftar produk dan jasa, testimoni, hingga ke bagian akhir.

Dengan membaginya dalam beberapa subjudul, pembaca bisa mencerna informasi lebih baik. Mereka bahkan bisa mudah menemukan informasi yang memang dibutuhkan.

9. Pertimbangkan Elemen Desain

Tidak hanya kontennya, tetapi kamu juga perlu memperhatikan elemen desain company profile kamu. Dengan desain yang menarik, tentu akan membuat orang penasaran dan betah membaca profil perusahaanmu.

Perhatikan semua elemen desain, mulai dari font, warna, hingga grafik dapat menentukan desain profil perusahaan. 

Jika perusahaanmu sudah membuat brand guidelines, kamu bisa mengikuti panduan tersebut dalam mendesain company profile.

Baca juga: Manfaat Design Thinking sebagai Solusi Kreatif bagi Bisnis

Template Company Profile

Contoh company profile
Foto: Freepik.com

Berdasarkan tips di atas, kamu tentu sudah paham apa saja yang harus dibahas di dalam company profile. Namun kamu juga perlu tahu bagaimana urutan bahasannya.

Berikut ini ada template atau contoh company profile yang bisa kamu gunakan sebagai acuan.

(Nama perusahaan)

(Tagline perusahaan jika ada)

(Alamat situs perusahaan)

Kontak:

(Nomor telepon)

(Alamat email)

Visi dan Misi:

(Visi perusahaan)

(Misi perusahaan)

Tentang Kami:

(Deskripsikan mengenai profil perusahaan secara keseluruhan dalam beberapa paragraf. Bahasan mencakup awal mula berdiri, nama-nama pendiri, sektor usaha, dan fakta lain tentang perusahaan.)

Produk/Layanan Kami:

(Daftar produk atau layanan yang ditawarkan perusahaanmu. Berikan deskripsi singkat untuk masing-masing produk atau layanan.)

Tim Kami:

(Susunan sumber daya manusia di perusahaanmu. Mulai dari jabatan tertinggi hingga terendah. Beri deskripsi singkat pekerjaan pada setiap karyawan jika perlu.)

Penghargaan dan pengakuan:

(Buat daftar penghargaan dan sertifikasi yang didapat perusahaanmu. Jangan lupa sebutkan nama institusi yang menganugerahkan penghargaan dan sertifikat tersebut.)

Testimoni:

(Buat daftar kutipan pernyataan dari klien atau pelanggan. Sertakan nama pemberi testimoni, dilengkapi umur dan jabatannya jika ia mewakili institusi.)

Baca juga: Kenali “Product Life Cycle” Mulai dari Pengertian, Tahapan, dan Contohnya

Contoh Company Profile

Contoh company profile
Foto: Freepik.com

Bentuk company profile bisa beragam, mulai dari booklet, brosur, dan sebagainya. Template di atas bisa kamu gunakan sebagai acuan membuat konten profil perusahaan.

Kamu bisa menambah portofolio sebagai lampiran. Jika profil perusahaan yang kamu buat ditujukan untuk investor, kamu bisa menambahkan informasi laporan keuangan.

Ini dia sejumlah contoh company profile yang bisa kamu buat.

1. Booklet

Contoh company profile yang pertama, yaitu booklet. Jika kamu membuat profil perusahaan dalam bentuk ini, kamu perlu membuat desain sampul yang menarik.

Company profile dalam bentuk booklet cocok untuk diberikan ketika melakukan penawaran awal kepada klien.

2. Presentasi Power Point

Contoh company profile selanjutnya, yakni power point. Bentuk ini cocok digunakan untuk mempresentasikan perusahaan kepada calon investor atau klien institusi.

Bumbui materi presentasimu dengan infografik, diagram, hingga animasi transisi antar-slide, agar menarik perhatian klien atau investor.

Baca juga: Pitch Deck: Pengertian, Tujuan, dan Cara Membuatnya

3. Situs Web

Company profile juga bisa ditampilkan di situs web. Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan membuat situs company profile.

Yang paling utama, yaitu meningkatkan visibilitas perusahaanmu di dunia maya. Kamu bisa pula menambah blog di situs web dan mengunggah artikel secara berkala. 

Makin banyak konten yang kamu buat, dapat meningkatkan peluang situs webmu ditemui audiens. Company profile-mu juga jadi punya kans untuk dilihat.

4. Brosur

Contoh company profile lainnya, yakni berupa brosur. Dengan bentuk brosur, kamu tentunya harus membuat kontennya sesingkat mungkin karena keterbatasan halaman.

Profil perusahaan bentuk brosur cocok untuk disebarkan ke khalayak umum, karena bisa dicetak dalam jumlah banyak.

5. Video

Video juga merupakan contoh company profile yang mengandalkan audio visual. Kamu bisa mengunggah video company profile di akun YouTube.

Kontennya tidak berbeda jauh dengan proful perusahaan bentuk lain. Namun, kamu bisa membuatnya lebih dinamis dengan menyertakan wawancara terhadap klien untuk memberikan testimoni.

Itulah berbagai contoh company profile. Jadi, profil perusahaan seperti apa yang akan kamu buat?