Jenis, Manfaat, dan Contoh Landing Page untuk Bisnismu!

Share this Post

landing-page

Table of Contents

Apa itu landing page? Yuk, simak manfaat, jenis, dan contoh landing page.

Bagi kamu yang memiliki bisnis online, sebaiknya menggunakan landing page untuk mendapatkan penghasilan lebih besar.

Landing page atau yang disebut juga dengan destination page adalah halaman web khusus yang dirancang khusus untuk pembuatan campaign atau iklan suatu bisnis.

Dikutip dari Unbounce, biasanya pengguna akan mengklik tautan di email, atau iklan dari Google, YouTube, Facebook, Instagram, Twitter, tempat serupa di web, atau dari hasil pencarian di internet.

Usai mengeklik tautan tersebut, halaman yang muncul itulah yang disebut sebagai destination page.

Dengan destination page, perusahaan dapat membagikan halaman yang berisi informasi spesifik dan lebih detail mengenai produk, layanan, penawaran, dan lainnya kepada pelanggan.

Baca Juga: Perbedaan Landing Page dan Website yang Perlu Diketahui

Manfaat Landing Page

manfaat landing page
(Foto tampilan laptop dari sisi samping. Sumber: Unsplash.com

Selain tau apa itu destination page, kamu juga haru tahu manfaatnya. Sederhananya, landing page berperan penting dalam sebuah marketing bisnis.

Karena selain bisa mendapatkan lebih banyak pengunjung ke situs web, destination page juga dapat meningkatkan penjualan produk.

Lebih lanjut, berikut manfaat landing page bagi bisnis:

1. Menjadi Tempat Promosi

Apa itu manfaat landing page?

Manfaat yang pertama adalah bisa menjadi sarana promosi yang efektif bagi bisnis.

Hal ini karena kamu bisa memasukkan informasi singkat menggunakan tulisan dengan font yang cukup besar, sehingga pesannya mudah ditangkap oleh audiens.

Dengan begitu, target audiens yang mengunjungi halaman tersebut fokus pada promosi bisnismu. Melalui destination page ini, kamu juga bisa membuat promosi yang bebas karena halaman tersebut memang milik perusahaan.

Jadi, tidak akan khawatir dengan pesaing karena suatu halaman destination page hanya berisi promosi bisnis kamu.

2. Menghimpun Data Pelanggan

Dengan landing page, kamu juga bisa mengumpulkan data pelanggan secara lebih mudah.

Misalnya, dengan meminta audiens untuk mencantumkan nama atau alamat email untuk mendapatkan penawaran menarik.

Tergantung pada jenis destination page yang digunakan, kamu juga bisa mendapatkan informasi pelanggan lainnya, seperti usia hingga jenis kelamin.

Nantinya, data pelanggan tersebut bisa digunakan untuk membuat keputusan dalam bisnis. Jadi, data tersebut dapat dianalisis dan ditindaklanjuti untuk keperluan perusahaan.

Namun, pastikan bahwa kamu hanya meminta informasi yang memang dibutuhkan.

Jangan meminta terlalu banyak data pribadi karena ini dapat meninggalkan kesan negatif pada calon pelanggan dan menjauhkan mereka dari landing page.

Baca Juga: 6 Fungsi Landing Page bagi Bisnis, Bisa Tingkatkan Brand Awareness!

3. Mempeluas Prospek Bisnis

Penggunaan landing page yang optimal dapat meningkatkan pengenalan merek, sehingga mendorong prospek dan lalu lintas yang memenuhi syarat ke situs web sekaligus meningkatkan SEO.

Hal ini pun didukung oleh studi MarketingSherpa, di mana sekitar 68 persen perusahaan business-to-business (B2B) menggunakan destination page untuk memperoleh aliran prospek yang stabil untuk konversi di masa mendatang.

Sebuah survei dari HubSpot juga menyebutkan bahwa, sebanyak 7.000 bisnis memiliki 10 hingga 15 landing page yang dapat meningkatkan prospek mereka hingga 55 persen.

Dengan demikian, landing page sangat penting untuk memperoleh lebih banyak prospek dan meningkatkan peluang konversi bisnis.

Tentu saja, kamu perlu mengetahui cara membuat destination page yang efektif bagi bisnis sehingga hasilnya maksimal.

Bisa juga memanfaatkan keahlian desainer web dan penyedia layanan penulisan konten.

4. Meningkatkan Penjualan

Dengan destination page, kamu juga bisa meningkatkan penjualan.

Hal ini pun didukung oleh penelitian dari Omniture yang menyebutkan bahwa penggunaan landing page bisa meningkatkan konversi penjualan hingga 25%.

Pasalnya, destination page dapat membuat transaksi jual beli menjadi lebih mudah, sehingga disukai pelanggan dan dianggap lebih nyaman.

Jadi, pelanggan bisa mengakses produk atau layanan yang ingin dibeli secara cepat dan efisien.

Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Keamanan Website Toko Online

5. Mengumpulkan List Email

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, landing page bisa membantu sebuah perusahaan untuk mendapatkan data-data para pelanggannya.

Salah satu data yang sering kali diminta adalah alamat email. Dengan destination page ini, kamu pun bisa mengumpulkan list email lebih banyak.

Jadi, data tersebut bisa digunakan untuk mengoptimalkan email marketing sehingga menciptakan hubungan antara perusahaan dan pelanggan yang lebih baik.

Dengan begitu, kamu bisa menawarkan produk atau layanan melalui email pelanggan secara lebih mudah.

Bahkan, menurut studi yang dilakukan McKinsey & Company, email marketing 40% lebih efektif untuk menjangkau konsumen dibandingkan Twitter dan Facebook.

6. Menciptakan Kredibilitas dan Brand Awareness

Dengan memberikan informasi terkait produk atau layanan, serta perusahaan, dan menampilkan testimoni di landing page, hal ini bisa meningkatkan kredibilitas dan brand awareness.

Maka, pelanggan yang membacanya pun menjadi lebih percaya dengan bisnis milik kamu dan ketertarikan mereka untuk melakukan pembelian bisa lebih besar.

Peningkatan pengunjung pada destination page pun akan membuat pelanggan lebih familiar dalam mengenali bisnis kamu.

Baca Juga: Awas! Ini Ancaman 5 Jenis Malware dalam Website Toko Online

7. Meminimalkan Pelanggan Beralih ke Pesaing

Destination page merupakan halaman khusus yang dibuat oleh perusahaan sehingga meminimalkan adanya pesaing.

Dibandingkan menggunakan platform e-commerce, atau yang lainnya, destination page pun bisa mencegah pelanggan kamu beralih ke pesaing.

Pasalnya, informasi yang disediakan lebih bersifat pribadi karena hanya menyasar orang-orang yang menjadi segmentasi pasar kamu.

Jadi, minimalnya navigasi pada landing page dapat membuat audiens lebih fokus kepada informasi produk dan layanan yang kamu tawarkan.

Kemungkinan pelanggan untuk membeli pun menjadi lebih tinggi dengan destination page ini.

Jenis-jenis Landing Page

jenis-jenis landing page
(Foto tampilan website di laptop. Sumber: Unsplash.com)

Landing page dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Lead-generation Landing Page

Jenis landing page ini digunakan untuk mengumpulkan data para pelanggan.

Biasanya, dalam bentuk nama pelanggan, alamat email, atau terkadang nomor telepon mereka yang dapat digunakan untuk menghubungi calon pelanggan.

Data yang diperoleh kemudian digunakan perusahaan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan.

Jadi, perusahaan dapat mengirimkan berbagai informasi, seperti berita, promo, artikel, atau konten lainnya kepada pelanggan.

2. Click-through Page

Jenis landing page berikutnya, yakni click-through page yang merupakan sebuah tombol untuk pelanggan pilih.

Misalnya, tombol dengan perintah “Pilih Sekarang”, “Beli Sekarang”, “Shop Now” dan sebagainya.

Jenis landing page yang satu ini sering digunakan oleh e-commerce atau model marketing B2C.

Jadi, halaman ini berisi informasi yang bertujuan untuk memberi tahu pengunjung tentang penawaran dan mendorong mereka untuk mengklik lebih jauh sehingga mencapai produk atau layanan tertentu melalui tombol ajakan bertindak (CTA).

Click-through page biasanya memiliki gambar dan salinan yang berfokus pada manfaat produk atau layanan.

Dengan tujuan meyakinkan pengunjung untuk membeli begitu mereka mencapai halaman berikutnya (yang umumnya merupakan halaman penjualan).

3. Lead Capture Landing Page

Landing page ini biasanya meminta pengunjung untuk memasukkan alamat email pada form yang telah disediakan.

Informasi yang dimasukkan pada halaman ini haruslah jelas dalam menjelaskan apa yang ditawarkan sekaligus membujuk pengunjung untuk mengisi informasi mereka secara detail.

Selain memberikan penawaran, halaman ini juga berfungsi untuk mengumpulkan daftar email pelanggan.

Jadi, destination page jenis ini sering kali menawarkan barang promosi gratis (seperti kode diskon, buletin, dan lain-lain.) sebagai imbalan untuk melengkapi kontak.

Ini paling sering digunakan untuk mengidentifikasi pengunjung yang sudah tertarik dengan produk, dengan tujuan agar kontak promosi di masa mendatang mengubah pengunjung halaman menjadi penjualan.

Baca Juga: 5 Cara Melakukan Link Building dan Manfaatnya bagi Website

4. Advetorial Landing Page

Landing page ini merupakan halaman yang berupa iklan, tetapi bergaya jurnalistik objektif.

Misalnya, artikel yang berisi manfaat produk tertentu berdasarkan hasil penelitian.

Dengan begitu, audiens akan lebih percaya sehingga kemungkinan untuk membeli menjadi lebih besar.

5. Product Detail Landing Page

Jenis destination page ini berisi deskripsi produk dengan jelas. Mulai dari spesifikasi, jenis, harga, dan informasi lain terkait produk.

Contoh Landing Page

contoh landing page
(Foto contoh landing page. Sumber: Pexels.com)

Tak lengkap rasanya setelah membahas pengertian, manfaat, hingga jenisnya tanpa mengetahui contoh landing page.

Berikut ini beberapa contoh landing page yang bisa menjadi inspirasi kamu dalam membuat halaman arahan untuk keperluan bisnis online:

1. AirBnB

Contoh landing page milik AirBnB ini bisa menjadi referensi bagi kamu yang ingin membuat halaman arahan menarik.

Sebagai informasi, AirBnB merupakan penyedia layanan untuk pelanggan menyewa penginapan dalam jangka pendek.

Jadi, kamu sebagai pemilik properti bisa menggunakan layanan ini untuk mendapatkan tamu.

Landing page dari AirBnB memiliki tampilan berupa kumpulan testimoni pelanggan, artikel yang berisi saran, hingga kalkulator untuk memperkirakan penghasilan rata-rata yang akan didapatkan orang yang memasang iklan berdasarkan lokasinya.

2. Row House

Contoh landing page selanjutnya yang dapat dijadikan inspirasi membuat halaman arahan, yakni milik Row House.

Bagi kamu yang belum tahu, Row House merupakan tempat latihan kebugaran atau fitness yang dapat dimanfaatkan banyak orang sehingga kesehatannya terjaga.

Dalam contoh landing page Row House, bagian yang paling menariknya adalah tampilan video yang terletak sebagai background.

Dikutip dari HubSpot, contoh landing page Row House ini merupakan strategi yang bagus untuk mengenalkan audiens kepada merek kamu.

Kamu pun bisa mencoba cara tersebut untuk meningkatkan keterlibatan audiens yang berkunjung ke halaman arahan.

3. Startup Institute

Contoh landing page lainnya, yaitu dari Startup Institute. Ini bisa menjadi contoh landing page yang bagus untuk menunjang situs web bisnismu.

Pada contoh landing page Startup Institute, kamu bisa melihat adanya kolom QnA yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar secara jelas.

Jadi, setiap audiens yang berkunjung dapat teredukasi sekaligus lebih yakin dalam mengisi formulir.

Nah, jika kamu ingin menggunakan landing page untuk situsmu, tidak perlu belajar coding terlebih dahulu, lho. Kamu bisa request pembuatan landing page dengan fitur Cekatan dari SIRCLO Store.

Tidak hanya gratis, proses pembuatannya juga mudah dan cukup login menggunakan akun SIRCLO Store.

Kamu cukup menyiapkan informasi penting seperti judul, deskripsi, harga, cara membeli hingga navigasi untuk pembelian produknya.

Untuk informasi lebih lanjut, langsung klik link berikut ini, ya.

Baca Juga: Manfaatkan Marketing Tools sebagai Alat Krusial untuk Campaign

Itu dia penjelasan mengenai apa itu landing page beserta manfaat dan jenis-jenisnya.

Semoga informasinya bermanfaat dan contoh landing page di atas bisa menginspirasimu, ya!

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !