Apa Itu Niche Marketing? Selami Strategi Ceruk Pasar Ini

Share this Post

niche marketing

Table of Contents

Niche marketing adalah strategi menyalurkan semua upaya pemasaran ke satu segmen populasi yang terdefinisi dengan baik.

Dapat dikatakan bahwa “niche” itu sendiri sebenarnya tidak ada.

Niche” atau ceruk diciptakan oleh teknik pemasaran cerdas yang mampu mengidentifikasi apa yang diinginkan pelanggan. Strategi pemasaran ini melihat kebutuhan unik dari konsumen.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai seluk-beluk niche marketing. Mulai dari definisinya, contoh-contoh bisnis jenis ini yang bisa didalami, hingga manfaat niche marketing bagi bisnis.

Baca Juga: 5 Jenis Performance Marketing dan Manfaatnya untuk Bisnis

Definisi Niche Marketing

niche marketing
(Foto definisi niche marketing. Sumber: Freepik.com)

Niche marketing merupakan taktik pemasaran yang digunakan untuk menargetkan segmen pasar tertentu yang unik. Pasar ceruk sering kali dibuat dengan mengidentifikasi apa yang diinginkan pelanggan.

Hal ini dapat dilakukan jika perusahaan mengetahui apa yang dibutuhkan pelanggan dan mencoba memberikan solusi lebih baik untuk masalah yang tidak disajikan oleh perusahaan lain.

Sebuah ceruk atau niche, tidak mengindikasikan bahwa pasar yang dituju lebih kecil. Niche marketing lebih kepada melibatkan target audiens yang spesifik dengan penawaran khusus.

Dengan demikian, perusahaan menjadi pemimpin pasar dan memungkinkan perusahaan lain memasuki segmen tertentu.

Misalnya, ketika banyak bioskop hanya menawarkan tempat duduk, ada bioskop yang menawarkan tempat tidur.

Tidak semua orang mau menonton film dengan membayar harga ratusan ribu dan berkali lipat lebih mahal dari kursi biasa.

Oleh karena itu, target audiensnya sangat berbeda dan tipe bioskop ini hanya terdapat di beberapa tempat saja, misalnya di area mewah.

Ada berbagai keuntungan dari niche marketing. Salah satunya, yaitu tidak ada atau sedikit persaingan di segmen ceruk yang sedang dikejar.

Ketika melakukan niche marketing, perusahaanmu berpotensi menjadi pemimpin pasar di ceruk tersebut dan menikmati monopoli harga. Manfaat lain, yaitu hubungan yang kuat dengan pelanggan.

Hal ini karena fakta bahwa perusahaan beroperasi di segmen yang lebih kecil. Hubungan antara perusahaan dan pelanggan pun menjadi lebih kuat dan hal ini merupakan kunci menumbuhkan loyalitas pelanggan.

Bisnis niche sering kali merupakan bisnis dengan margin tinggi. Pelanggan tidak keberatan membayar lebih mahal, karena sulit mendapatkan pelayanan tersebut di tempat lain.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran Digital Marketing dan 8 Jenisnya

Contoh Bisnis Niche

bisnis niche marketing
(Foto contoh bisnis niche. Sumber: SIRCLO Photo Stock)

Kamu tidak bisa menguasai sebuah ceruk pasar jika memiliki pemahaman dasar mengenai demografi pelanggan. Mendalami pasar dan perilaku konsumen merupakan kunci untuk menjalankan niche marketing.

Berikut ini ada sejumlah contoh bisnis niche yang dapat kamu pelajari untuk memaksimalkan pemasaran ceruk atau niche marketing. Berikut ini perinciannya.

1. Hewan Peliharaan

Sektor ini merupakan salah satu ceruk pasar. Pencinta hewan peliharaan akan melakukan apa pun dan mengeluarkan berapa pun untuk peliharaaan mereka.

Mulai dari makanan, mainan, grooming, biaya dokter hewan, hingga pakaian. Kebutuhan audiens di ceruk ini pun bisa meluas.

Tidak sekadar berkutat pada kebutuhan hewan peliharaan, tetapi juga pada kebutuhan sang pemilik. Misalnya fotografi atau pembuatan merchandise dengan wajah hewan peliharaan, seperti kaus, topi, bantal, selimut, dan sebagainya.

2. Kebugaran

Industri kebugaran merupakan pasar yang sedang booming. Banyak orang percaya bahwa selalu ada potensi untuk berada dalam kondisi lebih baik.

Dalam masa pandemi saat ini, ada pertumbuhan yang cukup besar dalam melakukan latihan di rumah dan latihan secara pribadi. Ini merupakan ceruk bagi munculnya jasa professional trainer.

3. Conscious Consumer

Conscious consumer atau konsumen sadar merupakan salah satu ceruk pasar yang bisa digarap. “Sadar” di sini maksudnya konsumen mulai menyadari pentingnya keberlanjutan dan menyesuaikan gaya hidup yang menjaga lingkungan hidup.

Dengan tumbuhnya kesadaran mengenai lingkungan, muncullah berbagai variasi produk vegan, ramah lingkungan, dan bebas dari kekejaman terhadap binatang.

Konsumen juga lebih memperhatikan bagaimana produk dibuat, disimpan, dikemas, dan digunakan. Kemasan yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang juga menjadi perhatian.

Baca Juga: Apa Itu Viral Marketing? Berikut 7 Tips Penerapannya

4. Pekerja Remote

Pandemi secara tidak langsung menumbuhkan bisnis niche ini. New normal membuat orang harus bisa bekerja secara remote di rumah, tidak selalu langsung di kantor.

Untuk membuat rumah menjadi workspace yang nyaman, para pekerja tidak keberatan berinvestasi membeli barang-barang tertentu agar nyaman bekerja melalui rumah.

Dengan melihat gaya hidup para pekerja remote, kamu dapat mengidentifikasi ide produk untuk membantu mereka.

5. Gamers

Bagi pemain gim akut, konsumsinya tidak hanya terhadap gim itu sendiri. Ada hal-hal lain yang diperlukan untuk menunjang kenyamanan ketika bermain gim.

Mulai dari perangkat komputer yang spesifikasinya sesuai dengan permainan, keyboard, mouse, headphone, kursi untuk gaming, dan berbagai kelengkapan lainnya. Bisnis niche bisa dikembangkan pada kategori ini.

Baca Juga: 4 Cara Kerja Hypnotic Marketing yang Memengaruhi Pembeli

Manfaat Niche Marketing untuk Bisnis

personalized marketing
(Foto manfaat niche marketing. Sumber: Freepik.com)

Niche marketing memungkinkan perusahaan untuk memahami kebutuhan spesifik audiens dan berbicara dengan mereka secara langsung. Pemasaran khusus harus dapat membuat koneksi yang tepat.

Banyak saluran media sosial yang sudah meningkatkan opsi penargetan khusus untuk pasar khusus. Berikut ini manfaat niche marketing untuk bisnis.

1. Menumbuhkan Loyalitas Merek yang Lebih Besar

Lebih sedikit orang dalam audiens khusus, berarti lebih banyak peluang untuk mengembangkan hubungan yang lebih dekat dan berharga dengan klien.

Banyak pelanggan dalam bisnis niche akan melakukan pembelian kembali.

2. Persaingan Minim

Bisnis niche tidak banyak digeluti perusahaan lain. Makin terspesialisasi bisnismu, makin sedikit kompetitor yang akan melakukan hal sama denganmu.

Niche marketing merupakan cara untuk membedakan merek dan produkmu di pasaran.

Baca Juga: Ketahui Personalized Marketing dan 4 Keuntungannya

3. Biaya Pemasaran Optimal

Saat melakukan niche marketing, kamu sudah mengetahui audiens seperti apa yang menjadi targetmu.

Dibantu dengan platform iklan online yang dapat mempersempit target audiens, kamu dapat mengoptimalkan biaya pemasaranmu dan menempatkan anggaran dengan baik.

Demikian penjelasan mengenai niche marketing. Semoga informasi ini bermanfaat.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !