Contoh Transaksi Digital dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Share this Post

transaksi digital

Table of Contents

Semakin majunya teknologi saat ini, mendorong transaksi digital berkembang pesat. Jadi, ada banyak proses jual-beli yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi secara digital.

Dikutip dari laman GoCardless, transaksi digital merupakan mengacu pada setiap transaksi yang terjadi dari awal hingga akhir tanpa memerlukan uang tunai atau kertas.

Dengan adanya sistem pembayaran digital ini, bisnis pun bisa memproses pesanan pelanggannya secara lebih praktis. Sebab, ada banyak sekali kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan dengan bantuan teknologi.

Salah satunya, kamu tak perlu repot lagi untuk mengelola uang tunai. Pelanggan yang datang membeli pun bisa membayar sesuai nominal yang tertera sehingga kamu tidak harus menyiapkan kembalian.

Pada akhirnya, hal ini menciptakan peluang yang bagus untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke arah yang lebih baik. Terlebih, sebagian besar masyarakat lebih suka berbelanja online dan melakukan jual-beli cashless.

Maka dari itu, sangat penting bagi pebisnis sepertimu untuk memahami cara kerja transaksi digital dan contoh-contohnya. Ketahui juga manfaatnya melalui artikel berikut ini, yuk.

Baca Juga: Karakteristik Ekonomi Digital, Ini Dia Kelebihannya

Cara Kerja Transaksi Digital

cara kerja transaksi digital
(Foto pembayaran dengan QR code. Sumber: Pexels.com)

Tidak seperti transaksi tradisional yang masih mengandalkan uang koin dan kertas, transaksi yang dilakukan secara digital ini bersifat cashless.

Biasanya, pelanggan langsung dapat memproses pembayaran melalui smartphone atau kartu saat berbelanja.

Dalam hal ini, pelanggan bisa langsung menggunakan QR code melalui ponsel pintar mereka atau menggesek kartu debit/kredit pada mesin EDC yang disediakan oleh kasir.

Bisa juga dilakukan dengan menuliskan nomor rekening untuk dapat mentransfer sejumlah uang yang ditentukan sebagai pembayaran.

Cara kerja pembayaran seperti ini lebih banyak disukai oleh penjual maupun pembeli. Sebab, dinilai sangat praktis dan cepat.

Maka tak heran, transaksi elektronik ini menciptakan peluang pertumbuhan bisnis dan ekonomi menjanjikan.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) yang dikutip dari Katadata, nilai transaksi e-money atau uang elektronik tumbuh 35,25% (year-on-year/yoy) ke Rp32 triliun pada Mei 2022 dibanding setahun sebelumnya.

Hal serupa terjadi pada transaksi perbankan digital yang nilainya tumbuh 20,82% (yoy) ke Rp3,76 kuadriliun pada periode sama.

Ke depannya, tren digitalisasi selama transaksi ini bisa saja kian pesat. Oleh karenanya, bisnis harus menyediakan fasilitas digital untuk transaksi agar dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pendapatan usaha.

Baca Juga: 10 Jenis Transaksi Online untuk Bisnismu

Contoh Transaksi Digital

contoh transaksi digital
(Foto QRIS. Sumber: qris.id)

Bagi kamu yang belum tahu, berikut beberapa contoh digitalisasi dalam transaksi yang saat ini sedang tumbuh pesat karena lebih disukai pelanggan berkat segala kemudahannya:

1. E-money

Salah satu contoh transaksi digital yang populer adalah e-money atau uang elektronik yang dikeluarkan oleh institusi perbankan tertentu.

Mengutip laman Investopedia, uang elektronik merupakan uang yang ada di sistem komputer perbankan sehingga dapat digunakan untuk memfasilitasi transaksi elektronik.

Oleh karena itu, uang elektronik biasanya memiliki chip yang tertanam di dalamnya sebagai dukungan untuk melakukan transaksi perbankan.

Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis e-money berdasarkan institusi bank yang mengeluarkannya. Misalanya produk JakCard milik bank DKI, Flazz milik bank BCA, e-Money milik bank Mandiri, TapCash milik bank BNI, Brizzi milik bank BRI, dan masih banyak lagi.

2. E-wallet

Jenis transaksi elektronik selanjutnya yang juga banyak digunakan saat ini, yaitu e-wallet atau dompet digital.

Ini merupakan layanan elektronik yang dapat menyimpan data serta intrumen pembayaran. Jadi, pengguna bisa menyimpan sejumlah uang sekaligus menggunakan sebagai alat pembayaran.

Fungsinya hampir sama seperti dompet fisik biasa yang ditemui secara tradisional, tetapi dengan sistem elektronik yang lebih canggih. Dengan begitu, pengguna bisa melakukan pembayaran cashless.

Beberapa jenis dompet digital yang cukup populer di Tanah Air, yaitu DANA, OVO, LinkAja, ShopeePay, Gopay, iSaku, Jenius, dan lainnya.

3. Online Banking

Online banking juga termasuk dalam jenis transaksi elektronik yang banyak digunakan oleh penjual dan pembeli dalam transaksi jual-beli.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), online banking terdiri atas dua jenis layanan, yaitu internet banking dan mobile banking.

Internet banking adalah fasilitas yang dapat dinikmati nasabah bank untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet kapan saja dan dimana pun.

Sementara mobile banking atau yang juga disebut dengan m-banking merupakan transaksi perbankan melalui media smartphone baik dalam bentuk aplikasi m-Banking atau aplikasi bawaan operator seluler.

Dengan kedua layanan perbankan tersebut, setiap transaksi bisa dilakukan lebih mudah dan cepat.

4. QR Code

QR code atau Quick Response Code merupakan barcode dua dimensi yang dapat memberikan berbagai informasi sekaligus.

QR code ini dapat dibuka melalui smartphone dengan cara dipindai.

Dalam sebuah QR code biasanya terdiri dari 2089 digit atau 4289 karakter, berupa tanda baca dan karakter spesial. Dengan titik-titik hitam dan spasi putih yang disusun berbentuk kotak dan setiap elemen memiliki maknanya tersendiri.

QR code banyak digunakan sebagai metode pembayaran digital dengan berkolaborasi bersama perusahaan dompet digital. Jadi, pengguna hanya perlu memindai barcode melalui smartphone untuk menyelesaikan transaksi.

5. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)

Contoh transaksi digital lainnya yaitu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bank Indonesia, QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjag​a keamanannya. 

Di Indonesia, semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.

Jadi, dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Baca Juga: Jenis-Jenis Sistem Bisnis untuk Bantu Kamu Kelola Usaha

Manfaat Transaksi Digital

manfaat transaksi digital
(Foto penggunaan kartu untuk transaksi digital. Sumber: Pexels.com)

Lalu, apa saja manfaat adanya transaksi digital ini? Berikut yang perlu kamu ketahui:

1. Lebih Praktis

Dengan transaksi digital, proses jual beli bisa dilakukan secara lebih efisien dan praktis sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

Baik penjual maupun pembeli, bisa menyelesaikan pesanan mereka jauh lebih cepat. Hanya dengan aplikasi pembayaran elektronik yang dapat diakses melalui smartphone.

Pada akhirnya, produktivitas usaha pun bisa meningkat karena dapat melayani lebih banyak pelanggan. Jumlah keuntungan yang didapatkan juga akan lebih besar dengan bantuan sistem yang memudahkan.

2. Memudahkan Pembukuan Transaksi

Pada transaksi konvensional yang masih menggunakan uang tunai, mungkin akan lebih merepotkan penjual karena harus membuat pembukuan satu per satu.

Namun dengan transaksi digital, cara tersebut bisa dialihkan karena adanya bantuan dari sistem secara otomatis dan real-time.

Sebagai pebisnis, kamu pun dapat membukukan setiap transaksi secara lebih cepat dan akurat karena seluruh buktinya tersusun kronologis pada sistem digital.

Proses pembuatan laporan keuangan bisnis pun jauh lebih mudah dan minim kesalahan.

3. Keamanannya Terjamin

Manfaat lain dari diberlakukannya transaksi digital, yakni keamanan yang lebih terjamin.

Sebab, semua informasi yang terdapat dalam metode pembayaran pengguna bisa dilacak apabila terjadi indikasi penipuan.

Selain melindungi penjual dari risiko kerugian, keamanan ini juga dapat menjamin pihak pelanggan sehingga keduanya akan sama-sama diuntungkan.

Baca Juga: Apa Perbedaan Uang Elektronik dan Dompet Digital dalam Transaksi?

Itu dia penjelasan mengenai transaksi digital beserta contoh dan juga manfaatnya. Apakah bisnis kamu telah mendukung jenis transaksi elektronik di atas?

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !