Kenali 8 Cookies Web Ini dan Fungsinya Bagi Bisnismu

website pemasaran

Table of Contents

Apa itu cookies web? Jika kamu sering browsing internet, pasti sudah tidak asing dengan istilah ini.

Jika kamu mengunjungi situs web pertama kali, biasanya ada pop-up yang meminta izin kepadamu untuk penggunaan cookies.

Alasan yang diberikan situs web tersebut, biasanya terkait kenyamanan dan kecepatan ketika sedang menjelajahi situs tersebut.

Kamu bisa menekan tombol “terima” atau menolaknya. Namun, sebenarnya apa sih fungsi cookies?

Mengapa banyak situs web dan e-commerce yang menginginkan penggunanya untuk menerapkan cookies?

Apakah cookies benar-benar dapat menguntungkan situs web dan e-commerce tersebut?

Bagi kamu yang baru ingin membangun situs web untuk bisnismu, ketahui terlebih dahulu apa itu cookies web dan fungsinya untuk bisnismu.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Website Mobile Friendly untuk Tingkatkan SEO

Pengertian Cookies Web

cookies web
Foto coding di laptop. Sumber: Unsplash.com

Mengutip dari Tech Target, cookies web adalah informasi yang ditempatkan situs web di komputer pengguna. 

Cookies menyimpan informasi terbatas dari sesi browser di situs web tertentu yang kemudian dapat diambil pada masa mendatang. Istilah ini juga kadang-kadang disebut sebagai cookies browser, cookies web, atau cookies internet.

Cookies web dapat diakses oleh pengguna browser, situs tempat pengguna berada, atau oleh pihak ketiga yang mungkin menggunakan informasi untuk tujuan berbeda. 

Kasus penggunaan umum untuk cookies web, yaitu mencakup manajemen sesi, personalisasi, dan pelacakan.

Merunut dari sejarahnya, cookies pertama kali muncul pada tahun 1994 sebagai bagian dari browser Netscape Navigator. Cookies membantu browser memahami bahwa pengguna telah mengunjungi situs web tertentu. 

Pengembang Netscape, Lou Montulli, menjadi penemu implementasi awal cookies. Ia diberikan Paten A.S. No. 5.774.670A.

Baca Juga: 7 Cara Membuat Website Ecommerce Tanpa Coding

Tipe-tipe Cookies Web

cookies web
Foto ilustrasi programming. Sumber: Unsplash.com

Setelah mengetahui pengertiannya, kamu perlu tahu tipe-tipe apa saja yang ada pada cookies web.

Penyimpanan informasi di browser ini ada berbagai jenisnya, tidak hanya satu. Masing-masing punya karakteristik dan fungsi yang berbeda.

Mengutip dari Cookieyes, jika diklasifikasikan berdasarkan sumbernya, terdapat cookies pihak pertama dan pihak ketiga.

Adapun klasifikasi berdasarkan periode kedaluwarsa, terdapat session cookies dan persistent cookies

Kemudian berdasarkan tujuannya, ada essential cookies, performance cookies, functional cookies, dan cookies iklan. Berikut ini penjelasan masing-masing tipe cookies web.

1. Cookies Pihak Pertama

First-party cookies atau cookies pihak pertama disetel oleh situs web tempatmu berada. Domain cookies pihak pertama akan sama dengan domain di bar alamat browser kamu. 

Situs web biasanya menggunakan cookies ini untuk melacak perilaku penjelajahan pengunjung dan mengingat aktivitas mereka di situs web selama beberapa kunjungan. 

Misalnya, kamu mungkin sudah melihat tautan ke halaman yang baru-baru ini kamu kunjungi di situs web yang sama. Ini diaktifkan oleh cookies pihak pertama.

2. Cookies Pihak Ketiga

Tipe cookies ini ditetapkan oleh pihak mana pun selain dari situs web atau domain yang dikunjungi pengguna secara langsung. 

Pihak ketiga yang dimaksud, yakni pengiklan, publisher iklan, dan perusahaan teknologi iklan yang menyediakan iklan bertarget. 

Layanan yang membantu situs web menambahkan elemen pihak ketiga, seperti live chat, tombol media sosial, Google Maps, dan sebagainya, juga merupakan pihak ketiga.

Cookies pihak ketiga sering disebut sebagai tracking cookies karena digunakan untuk melacak aktivitas pengguna di internet untuk tujuan pemasaran iklan. 

Tipe cookies ini dapat disetel meskipun pengguna tidak mengunjungi situs asalnya. Tak jarang cookies ini sering diperdebatkan karena kekhawatiran tentang privasi pengguna.

3. Session Cookies

Tipe cookies web ini adalah file cookies sementara yang kedaluwarsa setelah pengguna mengakhiri sesi. 

Sesi dimulai saat pengguna membuka situs web atau aplikasi web. Kemudian berakhir saat pengguna meninggalkan situs web atau menutup jendela browser.

Session cookies digunakan untuk mengenali perilaku online pengguna dan mengingat tindakan atau preferensi mereka selama sesi penelusuran. 

Cookies ini memungkinkan situs web untuk mengingat pengguna di dalam situs web saat mereka berpindah halaman web. 

Ini cocok digunakan di situs e-commerce, karena dapat menyimpan pilihan item pengguna di daftar keranjang belanja.

4. Persistent Cookies

Ini juga bisa disebut sebagai cookies permanen. Cookies web ini tetap berada di browser pengguna untuk waktu yang jauh lebih lama, tidak seperti session cookies

Persistent cookies biasanya memiliki periode kedaluwarsa hingga beberapa tahun. Setelah cookies ini mencapai tanggal kedaluwarsa, cookies akan dihapus secara otomatis dari browser pengguna.

Jenis cookies ini disimpan di perangkat pengguna untuk mengenali pengguna dan mengingat informasi, pengaturan, preferensi, atau data log in pada kunjungan berikutnya. 

Beginilah cara cookies ini membantu situs web memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan lebih cepat.

Baca Juga: Mau Buat Toko Online? Ketahui Dulu Perbedaan Domain dan Subdomain!

5. Essential Cookies

Seperti namanya, cookies web ini diperlukan agar situs web berfungsi secara efektif. Cookies web ini membantu pengguna menavigasi situs web dan menyediakan fitur dasar.

Mulai dari fitur sign in, menambahkan produk ke keranjang belanja, melakukan pembayaran, dan sebagainya. 

Essential cookies adalah cookies web yang dikecualikan dari persetujuan penggunaan cookies.

6. Performance Cookies

Istilah performance cookies juga sering disebut sebagai cookies statistik. Cookies web ini memungkinkan situs web untuk mengingat pengguna, sehingga dapat memberikan user experience yang lebih baik. 

Cookies web ini memungkinkan situs web mengumpulkan informasi anonim tentang bagaimana pengunjung menggunakan situs web. 

Mulai dari jenis halaman yang dikunjungi hingga masalah yang dialami pengguna di situs. Tujuannya untuk mengevaluasi kinerja situs web. 

Informasi ini kemudian digunakan untuk melakukan perbaikan pada cara kerja situs web.

7. Functional Cookies

Cookies web ini diklasifikasikan sebagai cookies yang memastikan situs web berfungsi dengan baik. Seperti namanya, cookies ini membantu meningkatkan kinerja dan fungsionalitas situs web. 

Cookies ini membantu situs web untuk mengingat data penting pengguna. Misalnya, untuk mengingat nama pengguna dan kata sandi untuk login otomatis, preferensi situs pengguna seperti bahasa, wilayah, dan sebagainya. 

Adapun functional cookies tidak digunakan untuk melacak aktivitas penjelajahan di situs web lain.

8. Cookies Iklan

Jenis cookies web ini digunakan oleh situs web untuk melacak aktivitas dan perilaku pengguna online untuk membuat profil minat pengguna.

Dengan demikian, cookies web ini dapat menunjukkan iklan yang relevan di situs web lain kepada pengguna. 

Cookies ini biasanya dimiliki pihak ketiga yang ditetapkan oleh jaringan periklanan, seperti Google Ads, Amazon Publisher Services, Media.net, dan sebagainya.

Jenis cookies web ini sering kali persisten dan biasanya dipasang di browser pengguna oleh pihak ketiga. 

Cookies ini tidak menyimpan informasi pribadi, tetapi dapat secara unik mengidentifikasi browser pengguna, perangkat, lokasi, kebiasaan browsing, preferensi browser, dan sebagainya. 

Baca Juga: Apa Itu Domain dan Tips Memilih Namanya yang Tepat

Fungsi Cookies Web

cookies web
Foto coding di layar. Sumber: Unsplash.com

Situs web menggunakan cookies HTTP untuk merampingkan pengalaman pengguna ketika mengunjungi situs web. 

Tanpa cookies, kamu harus log in lagi setelah menghapus tab browser. Kamu juga harus mengisi kembali keranjang belanja jika kamu tidak sengaja menutup halaman.

Ini merupakan sebagian kecil dari fungsi cookies web. Berikut ini ada beberapa poin yang bisa menjelaskan mengapa situs web kamu perlu menerapkan cookies:

1. Manajemen Sesi

Cookies memungkinkan situs web mengenali pengguna dan mengingat informasi log in dan preferensi individu mereka.

Misalnya, seorang pengguna log in ke sebuah situs web. Setelah menelusuri situs web tersebut, ia tidak melakukan log out.

Pada lain hari, ketika pengguna tersebut memasuki situs web itu kembali, ia masih berstatus log in di situs tersebut.

2. Personalisasi

Iklan bertarget adalah cara utama cookies web digunakan untuk mempersonalisasi sesi pengguna. 

Pengguna melihat produk atau bagian tertentu dari situs. Cookies lalu menggunakan data ini untuk membantu membuat iklan bertarget yang mungkin disukai pengguna.

Marketplace dan e-commerce biasanya mengandalkan cookies web ini. Misalnya seorang pengunjung sudah mencari sepatu di sebuah e-commerce.

Ketika masuk ke situs web lain, ia akan menemukan iklan dari e-commerce tersebut yang merekomendasikan berbagai jenis sepatu.

3. Pelacakan

cookies web
Foto ilustrasi melakukan pelacakan. Sumber: Unsplash.com

Situs e-commerce menggunakan cookies web untuk melacak item yang dilihat pengguna sebelumnya. 

Hal ini memungkinkan e-commerce tersebut untuk menyarankan barang lain yang mungkin mereka sukai.

Selain itu, cookies bisa mengingat produk yang disimpan di keranjang belanja saat pengunjung melanjutkan belanja.

Baca Juga: 10+ Pertanyaan Tentang E-Commerce yang Sering Diajukan

Demikian penjelasan mengenai cookies web, mulai dari pengertian, tipe, hingga fungsi pentingnya bagi situs web. Bagi kamu yang menjalankan e-commerce, penting untuk mempelajari cookies yang berguna bagi bisnismu.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !