10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

Share this Post

daerah penghasil karet

Table of Contents

Karet termasuk komoditas penting dalam perdagangan global. Berikut daerah penghasil karet terbesar di Indonesia yang perlu kamu ketahui.

Karet dikenal sebagai komoditi perdagangan internasional yang sangat penting. Karet dikenal karena elastisitasnya yang bisa diolah menjadi berbagai produk, mulai dari industri sampai produk rumah tangga.

Ada dua tipe karet yang dikenal luas, yakni karet alam dan karet sintetis yang dibuat dari minyak mentah. Keduanya dapat saling menggantikan. Uniknya, ketika harga minyak mentah naik, permintaan akan karet alam juga meningkat.

Ketika gangguan suplai karet alam membuat harganya naik, pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia.

Pohon karet membutuhkan suhu yang hangat dan konstan agar dapat tumbuh dengan baik (26-32 derajat celcius) dan lingkungan yang lembab. Iklim negara-negara Asia Tenggara sangat cocok sebagai tempat tumbuh pohon karet.

Kerennya, sekitar 70% produksi karet dunia berasal dari Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Baca Juga: 5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia

website ecommerce sirclo

Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

daerah penghasil karet
(Foto daerah penghasil karet. Sumber: Freepik.com)

Badan Pusat Statistik mengurutkan daerah penghasil karet terbesar di Indonesia pada tahun 2021. Secara umum, produksi karet di Indonesia masuk dalam daftar lima besar negara penghasil karet di dunia.

Indonesia bersanding dengan empat negara lain, yakni Filipina, India, Thailand, hingga Vietnam. Menurut data, Indonesia berkontribusi terhadap 29,8% kebutuhan karet dunia.

Pada tahun 2021, produksi karet Indonesia mencapai 3,12 juta ton. Angka tersebut naik 8,21% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,88 juta ton.

Kendati demikian, data daerah penghasil karet di Indonesia cukup sulit ditemukan. Pasalnya, Kementerian Pertanian hanya melaporkan data produksi karet pada tahun 2019.

Sementara itu, data tahun 2020 hanya sebatas angka sementara dan data tahun 2021 hanya berupa estimasi dari pemerintah. Beberapa provinsi mendominasi produksi karet di Indonesia pada tahun 2021.

Sumatera Selatan menempati urutan teratas sebagai daerah penghasil karet dengan estimasi hingga 870.966 ton. Menurut data Kementerian Pertanian, luas perkebunan karet di provinsi tersebut mencapai 872,5 ribu hektare.

Daerah penghasil karet terbesar di Indonesia pada posisi kedua ditempati oleh Provinsi Sumatera Utara dengan estimasi produksi mencapai 346.003 ton. Pada posisi ketiga, ada Provinsi Riau yang memproduksi karet hingga 305.967 ton.

Area perkebunan karet terbesar di Indonesia secara umum berpusat di Sumatera dan Kalimantan. Luas perkebunan karet di Sumatera mencapai 2,57 juta hektar, sementara di Kalimantan mencapai 963,3 ribu hektar.

Berikut data 10 daerah penghasil karet terbesar di Indonesia.

10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia
*angka di atas merupakan estimasi Kementerian Pertanian

Baca Juga: Naik Turun Harga Minyak Dunia, Apa Penyebabnya?

Tren Pasar, Tantangan, dan Harga Karet Alam

10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia
(Foto pohon karet. Sumber: Freepik.com)

Penggerak utama pasar karet dunia berasal dari kawasan Asia-Pasifik, dimana permintaan akan karet alam tumbuh dengan pesat, dipimpin oleh Tiongkok. Diperkirakan, Tiongkok mengonsumsi 40% karet dunia pada tahun 2021 untuk industri manufaktur ban.

Sama seperti komoditi perdagangan internasional lainnya, harga karet juga mengalami fluktuasi sejak tahun 2011 ketika ekonomi dunia tengah melemah. Rendahnya harga minyak mentah juga turut mempengaruhi harga karet.

Kemajuan industri ban ramah lingkungan juga mengancam industri karet dunia. Padahal, karet menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan Indonesia. Karet Indonesia diperdagangkan secara luas di dunia dan berpengaruh terhadap penciptaan lapangan kerja.

Potensi karet sangat signifikan, dimana terdapat lahan perkebunan karet seluas 3.671.302 ha, dengan produksi sebanyak 3.630.268 ton. Selain itu, tingkat produktivitas karet mencapai 1.161kg/ha.

Area lahan tersebut didominasi oleh perkebunan rakyat (85%) yang menciptakan lapangan kerja bagi 2,5 juta orang dengan rata-rata luas kepemilikan lahan 1,25 ha, sedangkan volume ekspor sebesar 2,99 juta ton dengan nilai mencapai US$ 5,10 miliar. 

Pemerintah juga terus berupaya untuk memaksimalkan produk karet, menstabilkan harga karet, dan mengambil berbagai langkah strategis.

Dalam sebuah pernyataan, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melaksanakan Program Strategis Nasional untuk Peningkatan Pembelian dan Harga Karet Rakyat, serta Peremajaan Kebun Karet Rakyat.

“Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan harga karet antara lain Meningkatkan kerjasama International Tripartite Rubber Council (ITRC) dan/atau negara-negera pengekspor karet untuk mendorong peningkatan harga ekspor karet yang adil dan remuneratif melalui penerapan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS), Demand Promotion Scheme (DPS), Supply Management Scheme (SMS) serta pembentukan Regional Rubber Market (RRM) dan ASEAN Rubber Council (ARC), maupun kerjasama lainnya. Menyusun dan menetapkan rencana aksi peningkatan pembelian dan harga karet rakyat, serta peremajaan kebun karet rakyat untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang; Menyusun skema pendanaan untuk program peningkatan dan stabilisasi harga pembelian karet rakyat; Menyusun kebijakan, kelembagaan, dan pembiayaan peremajaan kebun karet rakyat; Menetapkan kebijakan lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan peningkatan pembelian dan harga karet rakyat, serta peremajaan kebun karet rakyat,” kata Kasdi Subagyono, (dilansir dari pertanian.go.id).

Kasdi Subagyono menambahkan, sebagai solusi harga karet jangka pendek, pemerintah mengupayakan pemberian bantuan pupuk, bantuan asam semut atau sarana pembuatan asam semut, pestisida, pembentukan dan penguatan UPPB, bantuan alasintan, dan serapan bokar.

Sementara itu, solusi harga karet jangka menengah dilakukan melalui replanting dengan diversifikasi tanaman pangan dan tanaman perkebunan lain.

Baca Juga: 10 Kota Terkaya di Indonesia, Nomor 1 Bikin Tercengang!

Contoh Produk Olahan Karet

10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia
(Foto ban mobil. Sumber: Freepik.com)

Daerah penghasil karet di Indonesia akan memasok hasil karetnya ke berbagai industri. Berikut beberapa jenis industri karet:

  • Industrial Rubber Product: merupakan industri karet yang beragam dan digunakan untuk kebutuhan otomotif, konstruksi, pembuatan alat rumah tangga, dan alat telekomunikasi.
  • Rubber Compound: merupakan karet setengah jadi yang bisa diolah menjadi produk lain seperti karet seal pintu, karet fender, karet lining, silikon, selang, mesin conveyor, karet ebonit, atau karet daur ulang.

Sebagai informasi, ada dua jenis karet yang digunakan untuk industri. Pertama, karet alam yang berasal dari getah pohon karet yang kemudian dibekukan. Kedua, karet sintetis yang dibuat dari minyak bumi, batu bara, dan gas alam.

Dalam berbagai industri, karet alam dan karet sintetis seringkali dikombinasikan untuk menghasilkan produk olahan baru.

Pasalnya, baik karet alam maupun karet sintetis memiliki keunggulan yang bisa saling melengkapi.

Itulah informasi daerah penghasil karet di Indonesia yang masuk dalam lima besar dunia.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !