5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia

Share this Post

daerah penghasil minyak bumi

Table of Contents

Indonesia memiliki beberapa daerah penghasil minyak bumi yang menjadi komoditas utama perdagangan global, dimana saja daerahnya?

Minyak mentah merupakan sumber daya alam yang menjadi komoditas utama perdagangan antar-negara. Minyak bumi merupakan bahan mentah yang selanjutnya dapat diolah menjadi produk lain.

Minyak bumi dapat diolah menjadi bensin, solar, LPG, campuran aspal, minyak tanah, parafin, avgas, avtur, hingga produk kecantikan seperti parfum, perwarna rambut, dan masih banyak lagi.

Tingginya ketergantungan akan minyak bumi membuatnya menjadi buruan banyak negara. Minyak bumi terbentuk secara alami yang terdiri atas endapan hidrokarbon dan bahan organik lainnya.

Banyak negara penghasil minyak bumi kini menjadi negara maju dan mampu mengendalikan perekonomian global. Lantas, dimana saja daerah penghasil minyak bumi di Indonesia?

Baca Juga: 10 Kota Terkaya di Indonesia, Nomor 1 Bikin Tercengang!

Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia

daerah penghasil minyak bumi
(Foto barel minyak bumi. Sumber: Freepik.com)

Dilansir dari publikasi ilmiah Universitas Islam Indonesia, minyak bumi, gas alam, dan batu bara berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk hidup, sehingga disebut bahan bakar fosil.

Proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama sehingga termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Minyak bumi sering disebut dengan emas cair karena nilai jualnya yang sangat tinggi.

Bidang pertanian, industri, transportasi, dan sistem-sistem komunikasi sangat bergantung pada bahan bakar ini, sehingga berpengaruh pada seluruh kegiatan kehidupan suatu bangsa.

Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber utama energi dunia, yaitu mencapai 65,5%, selanjutnya batubara 23,5%, tenaga air 6%, serta sumber energi lainnya seperti panas bumi, kayu bakar, cahaya matahari, dan energi nuklir.

Negara yang mempunyai banyak cadangan minyak mentah (crude oil), memiliki posisi yang menguntungkan, karena memiliki banyak persediaan energi untuk keperluan industri dan transportasi, disamping mendapat pemasukan devisa negara melalui ekspor minyak.

Minyak bumi disebut juga petroleum yang merupakan zat cair licin, mudah terbakar, dan sebagian besar terdiri atas hidrokarbon.

Kandungan hidrokarbon dalam minyak bumi berkisar antara 50% sampai 98%. Sisanya terdiri atas senyawa organik yang mengandung oksigen, nitrogen, dan belerang.

Berdasarkan publikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Minyak bumi yang dieksplorasi dan dikonsumsi setiap hari lambat laun akan habis, sedangkan proses terbentuknya memakan waktu jutaan tahun.

Ketersedian minyak bumi saat ini diperkirakan hanya mencukupi untuk beberapa tahun saja seiring makin meningkatnya konsumsi. Hal ini juga menjadi penyebab mengapa harga minyak dunia dapat meroket.

Lantas, dimana saja daerah penghasil minyak bumi tersebut?

Baca Juga: Produk Domestik Bruto (PDB), Indikator Perekonomian Negara

1. Riau

Masyrakat Riau patut berbangga. Pasalnya, selain memiliki alam yang indah, Riau juga menjadi daerah penghasil minyak bumi nomor satu di Indonesia.

Riau mampu menghasilkan sebanyak 365.827 barel minyak bumi per hari. Minyak mentah tersebut berasal dari Kepulauan Natuna yang mempunyai 6 blok pertambangan, yakni Rokan, Mountain Front Kuantan, Siak, Coastal Plains & Pekanbaru, Selat Malacca, dan Selat Panjang.

Sepanjang tahun 2021, SKK Migas Wilayah Riau sukses melakukan pengeboran sumur minyak baru sebanyak 263 sumur.

“Ada 263 sumur yang dibor selama 2021. Jumlah tersebut berasal dari pengeboran yang dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia, PT Pertamina Hulu Rokan, EMP Bentu Ltd, BOB PT BSP – Pertamina Hulu, EMP Malacca Strait SA dan Texcal Mahato,” ucap Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat, dikutip dari riau.go.id, Senin (5/9/22).

2. Papua Barat

5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia
(Foto daerah penghasil minyak bumi. Sumber: Freepik.com)

Bumi Papua Barat juga dikenal kaya akan sumber daya alam, termasuk sebagai daerah penghasil minyak bumi di Indonesia.

Wilayah tersebut mampu menghasilkan sebanyak 14.811 barel minyak per hari. Minyak mentah itu berasal dari Kota Sorong yakni di Klamono, Linda, Salawati, atau sekitar Bintuni.

Besarnya potensi minyak di wilayah tersebut menarik perusahaan Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij untuk melakukan aktivitas pengeboran minyak pada tahun 1935.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Terbesar di Dunia Dalam Berbagai Bidang

3. Sumatera Selatan

Daerah penghasil minyak bumi selanjutnya adalah Sumatera Selatan. Beberapa daerah penghasil minyak di Sumatera Selatan adalah Plaju, Sungai Gering, dan Muara Enim.

Sumatera Selatan mampu menghasilkan minyak bumi sebanyak 30.718 barel per hari dengan kondensat mencapai 10.339 barel.

Semua blok minyak yang ada di Sumatera Selatan dikelola oleh Pertamina, yakni Medco, Talisman, dan Golden Spike. Selain minyak bumi, wilayah ini juga kaya akan batu bara dan gas alam.

4. Jawa Timur

5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia
(Foto kilang minyak. Sumber: Freepik.com)

Jawa Timur merupakan daerah penghasil minyak bumi di Indonesia yang mampu memproduksi hingga 305 ribu barel minyak per hari.

Beberapa blok tambang minyak bumi di Jawa Timur yakni Kangean, Tuban, Cepu, Brantas, Gresik, Madura Barat, dan Bawean.

Wilayah pertambangan tersebut dikelola oleh perusahaan besar, seperti Pertamina, Hess, Petrochina, Kodeco Energy, Kangean Energy, dan Total.

Bahkan, blok Cepu yang dikelola ExxonMobil mampu menghasilkan sebanyak 219 ribu barel per hari. Total minyak bumi yang dapat dihasilkan mencapai 52.290 barel dan kondensat 326 barel per hari.

5. Kalimantan Timur

Daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia berikutnya adalah Kalimantan Timur. Wilayah ini menyumbang gas dan minyak bumi sebagai komoditas ekspor terbesar dari Kaltim.

Pertamina sudah melakukan pengeboran minyak di Balikpapan dengan kapasitas mencapai 260 ribu barel per hari dan memasok sebanyak 26% BBM di Indonesia, terutama wilayah timur.

Baca Juga: Mengenal Usaha Ekstraktif, Bisnis Pengelolaan Sumber Daya Alam

Potensi Minyak Bumi di Indonesia

5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia
(Foto pertambangan minyak bumi. Sumber: Freepik.com)

Melansir dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan minyak bumi untuk 9,5 tahun ke depan dan cadangan gas 19,9 tahun.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia akan tersedia hingga 9,5 tahun mendatang, sementara umur cadangan gas bumi Indonesia mencapai 19,9 tahun.

“Ini dengan asumsi tidak ada penemuan baru dan tingkat produksi saat ini sebanyak 700 ribu barel oil per day (bopd) dan gas 6 billion standard cubic feet per day (bscfd),” kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Perhitungan cadangan minyak tersebut berdasarkan data tahun 2020 dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan migas baru.

Indonesia memiliki cadangan minyak bumi nasional sebesar 4,17 miliar barel dengan cadangan terbukti (proven) sebanyak 2,44 miliar barel. Sementara data cadangan yang belum terbukti sebesar 2,44 miliar barel.

Sementara itu, menurut Katadata, cadangan minyak bumi Indonesia terus menipis dalam 10 tahun terakhir.

5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia
(Cadangan minyak bumi Indonesia dalam 10 tahun terakhir)

Indonesia memiliki 7,73 miliar barel minyak pada tahun 2011. Pada tahun 2021, cadangan minyak Indonesia hanya tersisa 3,95 barel saja.

Melansir dari laman ugm.ac.id, menurut Dosen Teknik Geologi FT UGM, Salahudin Husein, Ph.D, sumber-sumber minyak baru hingga saat ini masih terus dilakukan. Namun demikian, upaya tersebut belum mampu menutup kebutuhan minyak dalam negeri. 

Pasalnya, Indonesia telah menjadi net-importir minyak bumi selama 20 tahun terakhir. Kondisi tersebut disebabkan karena tingginya konsumsi minyak nasional yang tidak disertai dengan peningkatan produksi minyak nasional.

Ungkap Salahudin, Secara umum eksplorasi migas di Indonesia dikelompokkan menjadi kawasan Indonesia Barat (Kalimantan, Jawa, Sumatera) dan kawasan Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara). 

Di kawasan Indonesia Barat, eksplorasi minyak sudah banyak dilakukan namun hasilnya belum bisa menemukan cadangan raksasa kembali. Sedangkan di kawasan Indonesia Timur, potensi eksplorasi minyak masih sangat besar.

Baca Juga: 15 Perusahaan dengan Gaji Terbesar di Indonesia, Penasaran?

Pentingnya Minyak Bumi Bagi Industri

5 Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia
(Foto daerah penghasil minyak bumi. Sumber: Freepik.com)

Minyak bumi ibarat ibu dari komoditas perdagangan dunia. Pasalnya, keberadaan minyak bumi kini menjadi bahan baku industri dan energi berbagai sektor bisnis.

Fluktuasi harga minyak bumi juga dapat mempengaruhi perekonomian secara global. Dilansir dari Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, ada beberapa dampak yang diakibatkan dari perubahan harga minyak dunia, yaitu:

  1. Kenaikan harga minyak menyebabkan penurunan output produksi karena   kenaikan   harga   merupakan tanda berkurangnya ketersediaan input (bahan baku produksi dasar). Alhasil, jumlah produksi barang akan mengalami penurunan dan berpotensi menyebabkan kelangkaan.
  2. Efek transfer kekayaan (wealth transfer effect), yang menyebabkan pergeseran daya beli dari negara importir minyak   ke   negara   eksportir   minyak.   Pergeseran   daya beli menyebabkan berkurangnya permintaan    konsumen    terhadap minyak di negara pengimpor dan bertambahnya permintaan konsumen di negara   pengekspor. Konsekuensinya, permintaan konsumen dunia terhadap barang-barang yang dihasilkan negara pengimpor minyak menjadi menurun.
  3. Kenaikan harga minyak akan mendorong kenaikan permintaan uang. Apabila negara gagal meningkatkan jumlah uang beredar untuk memenuhi peningkatan    permintaan uang, maka saldo riil akan turun, suku unga akan naik dan laju pertumbuhan ekonomi melambat. 
  4. Kenaikan harga minyak juga menyebabkan meningkatnya inflasi. Harga minyak mentah yang lebih tinggi akan diikuti dengan naiknya harga produk olahan minyak.
  5. Kenaikan harga minyak memberikan efek negatif terhadap konsumsi, investasi dan harga saham. 
  6. Perubahan harga minyak akan mempengaruhi kondisi tenaga kerja akibat perubahan biaya produksi industri. Alhasil, perusahaan bisa saja melakukan pengurangan pegawai.

Itulah penjelasan tentang daerah penghasil minyak bumi di Indonesia dan potensi yang dimilikinya.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !