Garansi: Definisi, Jenis dan Fungsinya

Share this Post

garansi

Table of Contents

Garansi merupakan bagian penting dari sebuah produk. Lantas apa saja jenis dan fungsinya bagi bisnis? Yuk, mari kita pelajari bersama!

Ketika kamu membeli sebuah produk, kamu akan diberi tahu tentang garansi produk tersebut. Sebuah jaminan yang didapatkan oleh konsumen dari produsen.

Saat membeli produk, garansi tersebut yang akan menjamin pelanggan atas setiap kemungkinan yang dialami oleh produk tersebut.

Tentu bagi pembeli, jaminan merupakan hal yang sangat penting. Tidak ada pembeli yang tidak ingin mendapatkan jaminan.

Bagi penjual sendiri, garansi merupakan bukti yang dapat ditunjukan kepada pembeli bahwa mereka serius dalam memberikan pelayanan.

Oleh karena itu, di setiap perusahaan yang memiliki produk, mereka pasti menentukan standar dan aturan cara membuat garansi sebagai penjual.

Semakin baik garansi yang diberikan oleh perusahaan, semakin tinggi kepercayaan konsumen itu sendiri. Nilai dan fungsinya dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen secara langsung.

Lantas, memang seperti apa pengertian lengkap dari garansi itu sendiri?

Baca Juga: Ingin Memulai Bisnis Asuransi? Inilah 6 Tantangannya

Definisi dan Fungsi Garansi

Garansi: Definisi, Jenis dan Fungsinya
(Contoh produk bergaransi. Sumber: iStockphoto.com)

Dilansir dari Investopedia, garansi merupakan sebuah layanan yang berupa jaminan bagi konsumen atau produk yang telah dibeli konsumen.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, garansi merupakan sebuah jaminan atau tanggungan dari produsen yang diterima oleh konsumen, atas sebuah produk barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen.

Bagi konsumen atau pelanggan, jaminan atau tanggungan tersebut sangat memiliki nilai.

Jaminan yang diberikan tersebut tujuan utamanya yaitu untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

Perusahaan atau produsen akan memberikan jaminan kepada palanggan dan menyampaikan bahwa setiap pelanggan akan mendapatkan produk dan pelayanan yang baik.

Maka, ketika konsumen membeli sebuah produk, ternyata produk tersebut memilki kecacatan atau mengalami kerusakan, dengan garansi yang diberikan, pelanggan kemungkinan besar bisa mendapatkan produk baru sebagai gantinya.

Perusahaan sebagai produsen akan memberikan jaminan yang beragam, mulai dari harga atau produk itu sendiri.

Namun adanya beberapa produk yang tidak memiliki garansi. Biasanya untuk produk yang tidak bisa memberikan jaminan kepada konsumen, merupakan produk yang tidak resmi.

Artinya penjual tersebut bukan merupakan agen resmi yang menjual produk, hanya sebatas dealer yang mendapatkan barang secara impor.

Perbedaan produk yang memiliki jaminan atau tidak terlihat dari perbandingan harganya yang berbeda sekitar 5-10%.

Garansi sebuah produk berkaitan dengan KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Perdata), yang merupakan bagian dari hukum jaminan.

Aturannya sangat ketat dan jelas, serta tertuang dalam Pasal 7 huruf e Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam UU atau peraturan pemerintah di atas, disampaikan bahwa salah satu kewajiban produsen yaitu memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menguji/mencoba produk baik barang/jasa tertentu.

Produsen juga wajib memberikan jaminan atas produk yang diberikan dan diperjualbelikan kepada konsumen.

Umumnya, garansi dibatasi oleh periode waktu tertentu. Tujuannya agar aturan cara membuat garansi sebagai penjual tidak begitu kompleks.

Dengan begitu, terdapat masa garansi atau masa jaminan yang merupakan sebuah kebijakan periodik yang dapat memberikan jaminan produk jika produk mengalam kegagalan dan kesalahan di dalam masa jaminan tersebut berlaku.

Di dalam UU Tentang Perlindungan Konsumen yang telah dijelaskan di atas juga disebutkan bahwa masa jaminan yang diberikan sekitar 1 tahun.

Artinya, ketika produk digunakan secara berkelanjutan selama 1 tahun sejak barang dibeli. Jika terjadi kerusakan atau cacat, maka perusahaan sebagai produsen wajib memberikan jaminan.

Dari penjelasan diatas, jaminan merupakan hak yang wajib diperoleh konsumen dari setiap produk yang dibeli konsumen. Hal tersebut juga telah diatur jelas oleh UU.

Produsen sebagai penjual akan menanggung setiap hal yang ditimbulkan oleh produk yang dibeli oleh konsumen.

Bahwa pada dasarnya, garansi merupakan jaminan yang didapatkan oleh konsumen dari produsen itu sendiri.

Secara garis besar, jaminan tersebut memiliki fungsi melindungi konsumen itu sendiri.

Namun jika dibahas lebih detail lagi, bahwa fungsi dari garansi tidak sekedar menjamin dan memberikan perlindungan bagi konsumen.

Dalam tujuannya yang lebih luas lagi, jaminan bagi konsumen tersebut dapat memberikan beberapa fungsi. Hal tersebut juga bisa meningkatkan kualitas dan kepercayaan dari pelanggan kepada perusahaan itu sendiri.

Berikut ini terdapat beberapa fungsi dari garansi yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen itu sendiri, yaitu:

1. Membuat Konsumen Lebih Percaya

Fungsi pertama yaitu untuk membuat pelanggan lebih percaya. Dengan adanya jaminan, kualitas produk yang dibeli oleh konsumen dapat terjaga serta akan mempengaruhi harga jual serta minat terhadap produk tersebut.

Faktor penting untuk memperkuat loyalitas terletak pada garansi. Garansi bisa dibuat berbeda, baik dari segi harga atau dari periode itu sendiri.

Tujuan utamanya tetap untuk mendapatkan kepercayaan konsumen.

Masyarakat yang dalam hal ini adalah konsumen, akan memiliki pandangan yang berbeda jika sebuah produk memiliki jaminan. Konsumen tentu ingin jaminan sehingga membeli produk yang bergaransi.

2. Memberikan Perlindungan Pada Konsumen

Jaminan memberikan sebuah perlindungan kepada konsumen. Konsumen mendapatkan hak untuk mendapatkan pergantian atau perbaikan jika produk memiliki sebuah masalah.

Jika produk terdapat keluhan, jaminan tersebut bisa memberikan konsumen sebuah perlindungan terhadap keluhan dari produk tersebut.

Dengan penanganan seperti ini, maka pelanggan bisa mendapatkan jaminan perlindungan dari produsen dan tidak akan khawatir saat membeli sebuah produk apapun itu.

Hal tersebut disebabkan adanya jaminan yang diberikan.

Ini juga berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, bahwa konsumen akan berubah pandangan terhadap sebuah produk yang memiliki jaminan.

Nilai kepercayaan akan semakin meningkat dan ikatan akan semakin kuat antara konsumen dan produsen.  

3. Sebagai Bahan Evaluasi Perusahaan

Jaminan sebuah produk yang didapatkan oleh konsumen juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan.

Karena saat memberikan jaminan, maka artinya, perusahaan sedang berusaha memberikan produk yang berkualitas.

Maka jika ada produk yang kurang dari kualitas yang ditetapkan oleh perusahaan karena ada keluhan dari konsumen, keluhan tersebut bisa dijadikan sebagia bahan evaluasi bagi perusahaan.

Perusahaan akan menerima keluhan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk evaluasi produk dan membuat produk menjadi lebih baik lagi.

Perusahaan juga akan dituntut untuk membuat beberapa alternatif sebagai antisipasi dari keluhan konsumen dan memberikan penanganan yang sesuai.

Evaluasi yang direncanakan oleh perusahaan dapat memperbaiki dan meminimalisir kesalahan yang mungkin ditimbulkan ke depannya.

Maka perusahaan akan lebih baik lagi dan lebih termotivasi untuk memberikan produk yang konsisten.

4. Menetapkan Standar Produk

Jaminan yang diberikan kepada konsumen juga bisa dijadikan sebagai landasan untuk menetapkan standar produk.

Dengan adanya jaminan, produsen bisa menetapkan standar yang jelas yang akan menunjukan apa saja yang konsumen dapatkan.

Ketika konsumen mencari produk, konsumen akan mencari apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut harus memiliki standar yang jelas.

Dari standar yang jelas tersebut, dapat membantu konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli produk.

Di era digital yang serba online saat ini, garansi menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk memberi produk.

Semakin baik kualitas jaminan yang diberikan, maka akan membuat konsumen semakin yakin untuk membeli produk tersebut.

Maka dari itu, bukan hanya kualitas produk yang diperhatikan, juga kualitas garansi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen itu sendiri.

Hal ini tentu saja dapat membantu produsen untuk lebih dekat dengan konsumen dan mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

Ikatan kuat yang terbentuk antara konsumen dan produsen tersebut dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi produsen dan perusahaan itu sendiri.

Baca Juga: Fitur Custom Audience, Layanan Iklan Penting dari Facebook

Jenis-Jenis Garansi

Garansi: Definisi, Jenis dan Fungsinya
(Membeli produk yang bergaransi. Sumber: iStockphoto.com)

Jaminan dalam sebuah produk terdiri dari banyak jenis. Setiap jenisnya memuat lebih spesifik terkait jaminan dan tanggungan yang diberikan.

Setidaknya terdapat empat jenis jaminan yang melekat pada produk dan diberikan oleh perusahaan. Secara lengkap agar lebih memahaminya lagi, berikut penjelasannya:

1. Garansi Global

Jenis pertama adalah jaminan secara global atau internasional, sekaligus merupakan jaminan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Jaminan ini merupakan yang paling baik, karena konsumen dapat melakukan klaim di negara mana pun selama negara tersebut ada di dalam wilayah cakupan perusahaan itu sendiri.

Maka dari itu, untuk klaim jaminan tidak harus dilakukan di negara tempat membeli produk.

Selama kamu tinggal di negara yang menjadi cakupan dari wilayah perusahaan tersebut, kamu bisa melakukan klaim jaminan selalu sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.

2. Garansi Resmi

Kedua adalan jaminan resmi yang sudah umum diketahui. Jaminan ini merupakan jaminan langsung yang diberikan oleh perusahaan dan melekat dalam produk itu sendiri.

Jaminan ini biasanya memiliki masa atau periode yang cukup panjang, bisa 1 tahun bahkan ada yang memberikan jaminan lebih lama hingga 3 tahun atau 5 tahun.

Perusahaan yang memberikan jaminan resmi biasanya merupakan perusahaanyang memiliki infrastruktur bisnia yang baik sehingga dapat menunjang layanan jaminan.

Layanan yang dimaksud seperti service center atau official store.

Perusahaan juga akan menunjuk atau menenpatkan service center mana yang dapat dikunjungi oleh konsumen ketika mengalami keluhan atas produk.

Biasanya, jaminan resmi juga akan menggunakan nama distributor, terutama untuk produk yang impor dan masuk melalui distributor resmi yang legal.

3. Garansi Distributor (Tidak Resmi)

Selanjutnya ada juga garansi tidak resmi yaitu, jaminan dari distributor.

Maksudnya, produk yang dibeli didapatkan oleh distributor tidak secara langsung didapatkan atas kerja sama dengan perusahaan.

Namun bukan berarti distributor tersebut mendapatkan produk secara ilegal.

Hanya saja, distributor kendati tidak diberikan jaminan dari perusahaan, namun distributor tetap bertanggung jawab memberikan jaminan.

Namun biasanya jaminan yang diberikan pun tidak lama dan sebaik perusahaan. Juga proses untuk klaim garansi terbatas, seperti misal hanya dapat dilakukan di beberapa jariangan distributor saja.

4. Garansi Toko

Jenis terakhir yaitu garansi toko, yaitu jaminan dari penjual. Jaminan ini merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh toko saat membeli produk.

Biasanya jaminan toko diberikan tanpa menghilangkan jaminan resmi dari perusahaan.

Ini justru memberikan keuntungan bagi konsumen, karena secara tidak langsung, konsumen mendapatkan dua garansi sekaligus dalam satu produk.

Namun untuk waktu, jaminan dari toko tidak selama dari perusahaan dan juga proses klaim hanya bisa dilakukan di toko tempat kamu membeli produk tidak bisa dilakukan di tempat lain.

Baca Juga: Cara Retur Barang di Tokopedia yang Bisa Pelanggan Lakukan

Nah, dari penjelasan di atas, kamu tahu bahwa garansi memaikan peran penting dalam bisnis.

Semoga penjelasan di atas bisa membuat kamu lebih paham lagi tentang garansi dan membuat kamu menentukan memberikan garansi yang tepat bagi setiap konsumenmu!