Jenis Imbal Hasil atas Investasi, Apa Saja?

Share this Post

Table of Contents

Istilah yield atau imbal hasil mungkin sering kali kamu dengar saat membahas tentang investasi.

Namun, apakah kamu sudah paham dengan istilah tersebut?

Dikutip dari laman Investopedia, imbal hasil adalah pendapatan hasil investasi dari waktu ke waktu, yang biasanya dinyatakan sebagai persentase berdasarkan jumlah yang diinvestasikan, nilai pasar saat ini, atau nilai nominal sekuritas.

Jadi jika melakukan investasi, kamu akan mendapatkan keuntungan atas aktivitas investasi yang dilakukan selama periode waktu tertentu.

Lebih lanjut, berikut penjelasan tentang imbalan atau hasil atas investasi yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: Menggunakan Robot Trading Untuk Investasi, Amankah?

Jenis-jenis Imbal Hasil

jenis imbal hasil
(Foto jam pasir dan uang tunai. Sumber: Pixabay.com)

Dalam penggunaanya, yield atau imbalan atau hasil atas investasi terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

1. Yields on Stocks

Yields on stocks atau yang disebut juga sebagai dividend-paying yields adalah imbal hasil yang diterima pemegang saham pada tingkat individu adalah dalam bentuk dividen.

Melansir Corporate Finance Institute (CFI), frekuensi pembagian dividen dapat bervariasi tetapi biasanya triwulanan (kadang-kadang bulanan, setengah tahunan, atau tahunan).

2. Yields on Bonds

Jenis imbal hasil lainnya disebut sebagai yields on bonds. Ini merupakan imbal hasil atau pendapatan obligasi berbentuk kupon, yang sering dibayarkan kepada investor obligasi setiap setengah tahun atau setiap tahunnya.

Investor juga dapat melihat imbalan atau hasil atas investasi obligasi hingga jatuh tempo, yang merupakan pengembalian yang diharapkan jika obligasi tersebut dimiliki hingga jatuh tempo.

3. Yields on Mutual Funds

Ada juga yields on mutual funds. Mengutip laman Indeed, yields on mutual funds adalah imbal hasil reksa dana termasuk pendapatan dari dividen dan bunga yang diterima selama waktu tertentu.

Karena valuasi reksa dana berfluktuasi, imbal hasilnya bisa kamu antisipasi.

4. Yields on Real Estate

Yields on real estate merupakan imbalan atau hasil atas investasi dari properti sewaan.

Jumlah yields on real estate ini menunjukkan kepada investor berapa banyak pendapatan yang akan mereka hasilkan dari kepemilikan suatu property setelah memperhitungkan biaya operasional.

Baca Juga: 5 Jenis Investasi yang Aman Saat Resesi, Bisa Dicoba Nih!

Cara Menghitung Imbal Hasil

cara menghitung imbal hasil
(Foto pulpen dan kalkulator. Sumber: Pixabay.com)

Lantas, bagaimana cara menghitung imbal hasil agar kamu mengetahui seberapa bagus potensi keuntungan yang didapatkan dari investasi tertentu?

Tentunya, perhitungan imbalan atau hasil atas investasi dilakukan secara berbeda berdasarkan jenis investasinya. Ini dia beberapa cara perhitungan yield yang perlu kamu ketahui:

  • Rumus imbah hasil saham = (dividen per saham / harga saham) x 100
  • Rumus imbal hasil obligasi = (kupon / harga obligasi) x 100
  • Rumus hasil real estate = (pendapatan sewa bersih / nilai real estat) x 100

Rata-rata Imbal Hasil Investasi

rata-rata imbal hasil investasi
(Foto celengan dan uang kertas. Sumber: Pixabay.com)

Berdasarkan jenis investasinya, imbal hasil yang didapatkan bisa berbeda-beda. Jadi, cukup bervariasi dan juga bergantung pada kondisi pasar perdagangan aset yang bersangkutan.

Oleh karena itu, cukup sulit bagi kamu untuk menentukan imbalan atau hasil atas investasi rata-rata atas berbagai investasi yang ada.

Meski demikian, berikut perkiraan rata-rata tertinggi yield obligasi Indonesia 2022 (per 28 April 2022): 

  • Imbal hasil Surat Utang Negara, rata-rata tertinggi sebesar 7,87%.
  • Imbal hasil  obligasi dengan indikator AAA memiliki rata-rata tertinggi sebesar 12%.
  • Imbal hasil obligasi dengan indikator AA memiliki rata-rata tertinggi sebesar 11,5%.
  • Imbal hasil obligasi dengan indikator A memiliki rata-rata tertinggi sebesar 12,25%.
  • Imbal hasil obligasi dengan indikator BBB memiliki rata-rata tertinggi senilai 13,13%.

Sementara itu, yield investasi reksa dana juga bervariasi tergantung pada jenisnya. Adapun rata-rata tertinggi imbal hasil reksa dana per 4 April 2022, yaitu:

  • Imbal hasil reksa dana saham sebesar 17,91%.
  • Imbal hasil reksa dana campuran senilai 10,89%
  • Imbal hasil reksa dana pasar uang senilai 1,3%.
  • Imbal hasil reksa dana pendapatan tetap senilai 3,48%.

Baca Juga: Lebih Untung Mana, Bisnis Trading atau Investasi?

Tips Investasi dengan Imbal Hasil Tinggi

tips investasi
(Foto ilustrasi pertumbuhan kekayaan. Sumber: Pixabay.com)

Setelah memahami tentang yield, tentunya kamu ingin memerolah hasil investasi yang besar sehingga menguntungkan, bukan?

Adakah cara yang bisa dilakukan agar hasil atas investasi perolehanmu tinggi? Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba terapkan:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Langkah pertama yang perlu kamu perhatikan saat melakukan investasi yaitu usahakan untuk menentukan tujuan terlebih dahulu.

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi kamu harus bisa menentukan apa kebutuhan yang ingin dicapai melalui investasi ini.

Misalnya untuk tabungan di hari tua atau pension, tabungan untuk membeli mobil atau kendaraan pribadi, tabungan pendidikan anak, dan lainnya.

Dengan menentukan tujuan investasi, kamu bisa lebih bijak dalam memilih instrumen investasi. Jadi, potensi yield yang diperoleh juga dapat lebih tinggi.

2. Cari Tahu Seberapa Besar Toleransi Risiko

Selanjutnya, pastikan kamu telah mencari tahu seberapa besar toleransi risiko yang mampu dihadapi.

Biasanya, toleransi risiko dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu usia, pendapatan, dan berapa lama kamu akan pensiun.

Umumnya, para investor muda memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kerugian yang mereka hadapi sehingga sering kali direkomendasikan pada jenis investasi berisiko tinggi.

Baca Juga: Apa Itu IPO? Ini Penjelasan Lengkap dan Tips Investasinya!

3. Pelajari Dasar-dasar Investasi

Jangan lupa juga untuk memelajari dasar-dasar investasi sebelum kamu memutuskan terjun ke dunia investasi.

Meskipun termasuk pemula, janganlah takut untuk memulai. Namun, pastikan kamu juga memiliki persiapan yang cukup sebelum berinvestasi.

Dalam hal ini, kamu bisa coba memelajari cara membaca grafik saham.

Kemudian, mulailah dengan memilih beberapa perusahaan favorit kamu dan menganalisis laporan keuangannya.

Usahakan tetap terhubung dengan berita terbaru tentang industri yang kamu minati untuk berinvestasi.

Hal ini penting untuk membekali diri sehingga kamu mengetahui apa yang sedang dihadapi. Jadi, kamu tidak berinvestasi secara emosional.

Sebab, investasi akan memengaruhi kondisi finansial kamu. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, bukan tidak mungkin bagi kamu untuk mengalami kerugian atau penyesalan.

4. Tetap Tenang saat Kondisi Pasar Berubah

Selain memahami dasar-dasar investasi, penting juga bagi kamu untuk belajar mengelola emosi saat melakukan investasi.

Sebaiknya, tetaplah tenang dan jangan panik saat kondisi pasar mengalami perubahan.

Perlu kamu ingat selalu bahwa dunia investasi memang memiliki waktu pasang dan surutnya masing-masing. Jadi, terkadang investor mendapatkan keuntungan atau bahkan kerugian.

Oleh karena itu, penting bagi kamu sebagai investor untuk selalu menganalisis potensi keuntungan maupun risiko sebelum memilih instrumen investasi.

Jangan sampai kamu salah menginvestasikan uang yang dimiliki dan berujung penyesalan. Inilah pentingnya mengelola emosi saat melakukan investasi.

Biasanya, jenis investasi yang disarankan untuk investor dengan pilihan risiko rendah adalah reksa dana pasar uang.

Sedangkan investor dengan tingkat risiko menangah, mungkin bisa pilih obligasi. Sementara bagi investor risiko tinggi atau agresif, dapat coba berinvestasi saham.

Baca Juga: Begini 3 Cara Cek Perusahaan yang Terdaftar di OJK, Investor Catat!

Itu dia penjelasan seputar yield dalam dunia investasi yang perlu kamu pahami. Semoga informasinya bisa menambah wawasan bagi kamu yang ingin terjun ke dunia investasi, ya.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !