Apa Itu End User? Ini Jenis-Jenis dan Bedanya dengan Customer

Share this Post

end user adalah

Table of Contents

Dalam dunia bisnis, ada istilah yang disebut sebagai end user. Apa itu end user?

Dikutip dari laman Investopedia, end user adalah sekelompok orang yang mengkonsumsi atau menggunakan barang atau jasa yang dihasilkan oleh bisnis.

Perlu kamu ketahui, seorang end user atau pengguna akhir berbeda dengan customer. Sebab, customer mungkin hanya orang yang membeli tanpa benar-benar menggunakannya.

Sedangkan pengguna akhir merupakan orang yang mengetahui cara menggunakan suatu produk dan memang memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi product development, para pengguna akhir ini sangat bermanfaat untuk membantu penciptaan produk atau layanan yang sukses.

Oleh karenanya, orang yang membuat, mengembangkan, menguji, dan memasarkan sebuah produk atau jasa harus memikirkan kebutuhan dari pengguna akhir.

Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai apa itu end user dalam artikel berikut.

Baca Juga: 7 Manfaat User Experience Untuk Perkembangan Bisnismu

Perbedaan End User dengan Customer

beda end user dan customer
(Foto customer. Sumber: Pexels.com)

Banyak orang yang masih salah kaprah dengan menganggap end user dan customer sebagai istilah yang sama. Padahal, kedua istilah tersebut memang memiliki arti yang berbeda dalam dunia bisnis.

Berikut beberapa perbedaan pengguna akhir dengan pelanggan yang perlu kamu ketahui:

1. End User

Melansir laman Indeed, end user adalah seseorang yang menyelesaikan pembelian akhir suatu produk.

Individu yang disebut sebagai pengguna akhir ini tidak harus menjadi pembeli produk untuk mengkonsumsinya. Namun, bisa juga hanya memanfaatkan atau menggunakannya.

Misalnya jika kamu bekerja sebagai agen pemasaran dari suatu merek dan menggunakan laptop untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Kamu pun sudah dapat dikatakan sebagai pengguna akhir dari perangkat tersebut.

Biasanya, istilah pengguna akhir ini memang sering kali ditemui dalam industri yang terkait dengan teknologi informasi atau software engineering.

2. Customer

Sementara itu, dikutip dari SendPulse, pelanggan adalah orang atau perusahaan yang membeli produk atau layanan dari suatu individu atau sebuah merek.

Bedanya pelanggan dengan pengguna akhir, yaitu seorang pelanggan mungkin tidak benar-benar menggunakan produk atau layanan yang dibeli. Mereka bisa saja membeli produk dan kemudian menjualnya kembali.

Contohnya, ketika seseorang membeli perangkat komputer untuk menunjang operasional bisnis, dapat dikatakan bahwa ia merupakan seorang pelanggan. Meski pada akhirnya perangkat tersebut dapat digunakan oleh semua karyawan yang bekerja di perusahaan.

Baca Juga: 7 Perbedaan Customer dan Consumer, Sudah Tahu?

Jenis-Jenis End User

jenis end user
(Foto end user perangkat elektronik. Sumber: Pexels.com)

Sama seperti customer, pengguna akhir juga dapat dibagi dalam beberapa jenis.

Biasanya, pembagian jenis pengguna akhir ini didasarkan pada kemampuan dalam mengolah perangkat komputer.

Berikut penjelasan lengkapnya yang perlu kamu pahami:

1. Menu Level End User

Jenis pengguna akhir yang satu ini, tidak bisa membuat perangkat lunak sendiri. Namun, mampu mengoperasikan software melalui tampilan menu atau grid.

2. Command Level End User

Jenis pengguna akhir ini memiliki kemampuan untuk mengakses perangkat lunak melalui bahasa perintah. Dengan memprosesnya secara logika dari data atau aritmatika yang ada pada software.

3. End User Programmer

Jenis pengguna akhir ini telah menguasai berbagai bahasa pemrograman, seperti program C++, Visual Basic, Delphi, Java, dan lainnya sehingga dapat membuat perangkat lunak dengan keterampilannya.

4. End User Support

Jenis pengguna akhir ini merupakan sosok yang membantu pengembang dalam membuat perangkat lunak. End user support memiliki tugas untuk melaporkan segala hal yang terjadi selama pengembangan software kepada developer/programmer.

Baca Juga: Apa Itu User Interface? Ini 8 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Desainnya

Tips Membuat Produk atau Jasa Sesuai Kebutuhan End User

tips product development untuk end user
(Foto programmer. Sumber: Pexels.com)

Nah, untuk membuat produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir, kamu perlu menerapkan beberapa tips di bawah ini:

1. Miliki User Interface yang Baik

Salah satu langkah yang bisa kamu tempuh dalam meningkatkan pengalaman pengguna akhir, yaitu dengan membuat situs web yang user interface-friendly.

Dengan menyediakan website yang ramah pengguna dan navigasi yang mudah, kamu dapat mengurangi waktu pencarian. Pada akhirnya, hal ini meningkatkan kepuasan pengguna dengan produk atau layanan yang ada.

Kebutuhan pengguna akhir pun dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan efisien. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan lebih banyak penjualan, mampu mengembangkan loyalitas pelanggan, dan mengurangi biaya tambahan.

2. Bersikap Konsisten

Tips berikutnya yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna akhir, yaitu dengan bersikap konsisten.

Kamu perlu konsisten dalam menggunakan font, pemilihan warna, ukuran heading, tombol, spasi, style, gambar, dan elemen visual lainnya di semua saluran komunikasi yang digunakan untuk keperluan bisnis.

Dengan menyajikan konten yang konsisten, kamu dapat memberikan nilai dan pengetahuan kepada pengguna akhir secara lebih cepat.

Oleh karena itu, pastikan situs web, email marketing, dan jenis campaign lainnya memiliki tampilan yang selaras.

Sebelum menggunakan tampilan yang konsisten, buatlah elemen desain visual yang dapat merepresentasikan bisnismu secara keseluruhan. Jadi, pengguna bisa mengingatnya dengan lebih mudah.

Baca Juga: Ini Beda UI dan UX Serta Fungsinya dalam Bisnis

3. Buat Waktu Muat Halaman Lebih Cepat

Jika kamu ingin meningkatkan pengalaman pengguna akhir dengan lebih baik, buatlah waktu muat halaman (loading) menjadi lebih cepat.

Jadi, pengguna akhir bisa mengakses situs web bisnis kamu dengan lebih cepat dan mudah. Jangan sampai waktu muatnya terlalu lama karena hal ini dapat membuat mereka beralih ke website kompetitor.

Dikutip dari SendPulse, kecepatan waktu muat halaman dalam sebuah situs dalam memengaruhi banyak hal. Mulai dari penjualan hingga kinerja mesin telusur.

Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi pengguna apakah mereka akan tetap setiap menggunakan produk dan layanan kamu, atau mungkin beralih pada bisnis lain yang dinilai lebih baik.

Kamu bisa melakukan evaluasi kecepatan situs dengan memanfaatkan alat, seperti Google PageSpeed ​​Insights dan Pingdom.

Apabila waktu muat halaman belum memiliki hasil yang memuaskan, kamu bisa melakukan beberapa cara. Misalnya dengan mengoptimalkan ukuran gambar, pindah ke host yang lebih baik, mengurangi plug-in, mengurangi jumlah JavaScript dan CSS file, dan lainnya.

4. Pastikan Tingkat Keterbacaan Baik

Tingkat keterbacaan sebuah situs web juga menjadi hal penting yang perlu untuk kamu perhatikan jika ingin membuat pengguna akhir terkesan.

Sangat penting bagi kamu untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir. Sebab, sebagian besar orang tidak ingin membuang waktu dan tenaga untuk memelajari perusahaanmu lebih dalam.

Cukup berikan informasi yang relevan sehingga mekea dapat membaca dan memahaminya dengan lebih mudah.

Untuk meningkatkan keterbacaan, kamu bisa menggunakan copywriting yang mudah dibaca dan dicerna.

Bisa juga dengan menggunakan font besar, kontras warna, tinggi garis yang memadai, white space yang cukup, paragraf pendek, daftar, dan tombol besar sehingga pengguna dapat mengetuknya dengan mudah melalui smartphone mereka.

Baca Juga: Mengenal Pentingnya User Persona dalam Strategi Bisnis

5. Curi Perhatian dengan Visual

Kamu juga bisa meningkatkan pengalaman pengguna akhir dengan menyajikan tampilan visual yang menarik.

Hal ini karena menurut Parqa Marketing, 46% pelanggan membuat keputusan berdasarkan daya tarik visual dan estetika situs web.

Dengan membuat situs web yang menarik secara visual, kamu bisa menyampaikan pesan dengan cara yang benar sekaligus membangkitkan emosi seperti kepercayaan, minat, kepuasan, kegembiraan, kepercayaan diri, dan harapan pelanggan.

Jadi, website yang menarik akan lebih berpeluang untuk dikunjungi lagi oleh perusahaan, instansi, atau individu.

6. Buat Versi Seluler

Selain menyediakan situs web yang bisa diakses menggunakan desktop, kamu juga sebaiknya merancang website yang ramah seluler.

Mengingat saat ini jumlah pengguna telepon genggam terus meningkat, maka membuat situs web yang mobile-friendly sangatlah penting untuk dipertimbangkan oleh bisnis.

Menurut laporan yang dikutip dari Oberlo, sebanyak 51% pengguna internet memanfaatkan produk dan layanan melalui perangkat seluler mereka.

Jadi, penting bagi kamu untuk mempertimbangkan situs web yang responsif sehingga dapat diakses melalui perangkat apapun, termasuk smartphone.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Website Mobile Friendly untuk Tingkatkan SEO

7. Ciptakan User Persona

Tips lain yang bisa membantu kamu dalam meningkatkan pengalaman pengguna akhir, yaitu dengan menciptakan user persona.

Sebagai informasi, user persona merupakan karakter fiski yang dapat merepresentasikan user/pengguna dari produk atau layananmu sehingga bisa dijadikan sebagai referensi saat mengembangkannya.

Misalnya dengan memberikan informasi berupa nama, pekerjaan, kebutuhan, serta masalah yang sedang dihadapi. Jadi, kamu dapat mengembangkan produk/layanan yang lebih relevan.

Selain itu, menciptakan user persona juga berguna untuk membantumu dalam memilih siapa yang akan menjadi end user produk atau layanan kamu.

8. Dapatkan Kritik dan Saran dari Pengguna

Jika kamu ingin meningkatkan pengalaman sekaligus kepuasan end user, coba tanyakan juga pada mereka apa yang dibutuhkan serta diharapkan.

Dalam hal ini, kamu mungkin bisa mengadakan survei untuk memeroleh kritik dan saran dari pengguna sehingga produk atau layanan yang disajikan bisa memenuhi keinginan mereka.

Jangan ragu untuk mengumpulkan feedback dari berbagai cara. Entah itu survei, wawancara, atau percakapan langsung dengan pengguna akhir.

Melansir Indeed, feedback tidak hanya dapat bermanfaat bagi proses pengembangan produk.

Namun, hal ini juga bisa membantumu dalam mengidentifikasi masalah dan memecahkannya, mendapatkan ide untuk fitur produk yang sesuai kebutuhan pengguna, hingga memelajari apa yang disukai dan tidak disukai pengguna akhir.

Jadi, hindari rasa takut akan kritik dan saran yang ditujukkan pada produkmu. Cara tersebut justru merupakan hal terbaik agar produk yang kamu ciptakan dicintai oleh pengguna.

Baca Juga: Pentingnya Customer Feedback, Begini Cara Mendapatkannya

Itu dia penjelasan mengenai end user. Mulai dari perbedaannya dengan customer, jenis-jenis, hingga tips yang bisa diterapkan agar kepuasan end user meningkat. Semoga bermanfaat, ya.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !