4 Jenis Pending Order Dalam Trading Forex

Share this Post

pending order adalah

Table of Contents

Ada banyak sekali jalan yang bisa kamu tempuh untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya dengan trading forex. Nah, salah satu istilah yang cukup populer dalam aktivitas jual beli mata uang asing ini, yaitu pending order. Apa itu?

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang pending order. Kamu yang masih awam perlu memahami dahulu tentang trading forex.

Dilansir dari laman Forextime, forex adalah kependekan dari foreign exchange, yaitu transaksi mengubah satu mata uang menjadi mata uang lain. Proses ini dilakukan untuk berbagai alasan mulai dari keperluan komersial, pariwisata, dan untuk memungkinkan perdagangan internasional.

Forex atau yang disebut juga sebagai valuta asing ini diperdagangkan dalam forex market yang tersedia selama 24 jam. Siapa pun dapat mengaksesnya kapan saja, baik oleh bank, bisnis, perusahaan investasi, hedge fund, hingga pedagang eceran.

Dalam perdagangan forex ini, kamu sebagai pembeli bisa melakukan pending order. Berikut penjelasan lengkapnya yang bisa kamu simak dalam artikel di bawah ini.

Baca Juga: Lebih Untung Mana, Bisnis Trading atau Investasi?

Pengertian Pending Order

pending order
(Foto trading. Sumber: Unsplash.com)

Mengutip laman Capital, pending order adalah intruksi untuk membuka dan menutup perdagangan jika harga telah mencapai atau melewati level yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Cara ini sangat berguna ketika kamu tidak punya waktu untuk mengawasi pasar forex secara terus-menerus.

Jadi, cukup putuskan harga yang ingin kamu perdagangkan, dan sistem akan melakukan sisanya.

Jenis perdagangan valuta asing ini berbeda dengan market order, yang menginstruksikan broker kamu untuk segera membeli atau menjual pada harga saat ini.

Sebuah pending order baru akan membawa kamu ke dalam perdagangan forex ketika kondisinya tepat dengan strategi yang telah ditetapkan sehingga membantu kamu tetap untung meskipun sedang tidak mengawasi kondisi pasar.

Apabila harga di pasar telah mencapai level yang ditentukan, order akan bekerja secara otomatis. Bahkan saat komputer kamu mati.

Ketika harga berubah atau berbalik, kamu tidak akan mengalami kerugian karena transaksi bisa dibatalkan dengan mudah.

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Bitcoin, Berani Coba?

Jenis-Jenis Pending Order

jenis pending order
(Foto jenis pending order. Sumber: academy.shrimpy.io)

Bagi kamu yang termasuk trader pemula, proses trading forex dengan pending order mungkin terasa membingungkan.

Untuk memudahkanmu, pahami dahulu jenis-jenis pending order berikut ini, yuk:

1. Buy Stops

Melansir Earnforex, buy stop adalah pending order untuk membeli pasangan mata uang (membuka posisi long) pada level di atas harga saat ini.

Jenis order ini berarti transaksi akan dilakukan pada harga yang ada pada saat pesanan dieksekusi, yang mungkin saja berbeda dari harga yang ditentukan dalam pesanan.

Buy stop biasanya ditempatkan untuk mengantisipasi bahwa harga instrumen setelah mencapai level tertentu, akan terus meningkat.

Trader akan menempatkan buy stop, ketika memiliki asumsi bahwa harga akan melampaui level tertentu dan mulai tumbuh.

2. Sell Stops

Sell stops adalah jenis pending order yang digunakan untuk menjual pasangan mata uang (membuka posisi short) pada level di bawah harga saat ini.

Jenis order ini berarti bahwa transaksi akan dilakukan pada harga yang ada pada saat pesanan dieksekusi, yang mungkin berbeda dari harga yang telah ditentukan dalam pesanan.

Order jenis ini biasanya ditempatkan untuk mengantisipasi bahwa harga sekuritas yang telah mencapai tingkat tertentu, akan terus turun.

3. Buy Limit

Buy limit digunakan jika kamu ingin membeli pasangan mata uang (membuka posisi long) pada level yang berada di bawah harga saat ini.

Order jenis ini biasanya ditempatkan untuk mengantisipasi bahwa harga sekuritas yang telah jatuh ke tingkat tertentu, akan meningkat.

Trader akan menempatkan buy limit ketika dia mengandalkan asumsi kenaikan harga setelah harga turun menuju level tertentu.

4. Sell Limit

Sell limit digunakan ketika kamu ingin menjual pasangan mata uang (membuka posisi short) pada level yang berada di atas harga saat ini.

Sama seperti jenis pesanan buy limit, order sell limit ini memungkinkan kamu memasuki perdagangan pada tingkat yang lebih menguntungkan daripada penawaran pasar saat ini.

Trader akan menentukan sell limit ketika memprediksi bahwa harga akan naik ke level tertentu, dan kemudian mulai turun.

Baca Juga: Sukuk Adalah Investasi Syariah yang Patut untuk Dicoba

Tips Melakukan Pending Order dalam Trading Forex

tips pending order
(Foto grafik analisis pasar mata uang digital. Sumber: Unsplash.com)

Saat melakukan trading forex dengan pending order, pasti kamu berharap untuk selalu mendapatkan keuntungan.

Namun sayangnya, tidak semua strategi yang kamu susun bisa berhasil untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

Dalam hal ini, kamu perlu memahami tips dalam trading forex menggunakan prinsip stop loss dan take profit.

Mengutip laman Liquid, stop loss (SL) adalah batas harga yang dimasukkan oleh trader. Ketika batas harga tercapai, posisi terbuka akan ditutup untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Itu artinya, stop loss bisa mencegah kamu dari kerugian.

Take profit (TP) juga bekerja dengan cara yang sama. Hal ini akan bekerja secara otomatis untuk menutup posisi setelah target keuntungan tercapai sehingga keuntungan dapat dikunci.

Sedangkan take profit berguna untuk memaksimalkan keuntungan dengan keluar dari perdagangan segera setelah pasar berada pada harga yang menguntungkan.

Kamu bisa menggunakan strategi stop loss dan take profit ini untuk jenis order apapun saat melakukan trading forex.

1. Atur Tingkat Stop Loss di Tingkat yang Wajar

Untuk menghindari kerugian, kamu bisa mengatur stop loss dengan perkiraan harga tertentu. Namun, pastikan masih berada pada tingkat yang wajar.

Jangan menempatkan stop loss di level yang tidak masuk akal. Jadi, pertimbangkanlah sebaik mungkin untuk menentukan level stop loss saat melakukan trading.

Caranya, kamu dapat membiarkan pasar mencapai stop loss yang telah ditentukan saat kamu memasuki perdagangan. Jadi, posisi trading akan tertutup secara otomatis ketika mencapai level tersebut.

Bisa juga dengan cara keluar secara manual, ketika harga di pasar telah memberikan sinyal yang jelas kepada kamu mengenai kapan harus berhenti sebelum mengalami kerugian.

Tetaplah berpikiran logis saat menyusun perencanaan level stop loss tersebut. Hindari bersifat emosional sesaat karena hal tersebut bisa saja membuat kamu kehilangan peluang untuk mendapat keuntungan.

2. Buat Strategi Terbaik dalam Menetapkan Take Profit

Dalam menentukan take profit saat trading forex, kamu perlu membuat pertimbangan dengan penyusunan strategi dan mengenali risiko.

Strategi yang dibuat sebaiknya didasarkan pada perkiraan logis dan tidak terburu-buru sehingga kamu bisa memeroleh keuntungan maksimal.

Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menentukan take profit ialah dengan menentukan level stop loss terlebih dahulu. Barulah menentukan take profit yang diperoleh dari hasil analisis risiko dan keuntungan.

Baik dalam menentukan stop loss atau pun take profit, harus didasarkan pada logika. Hindari pengaruh psikologi, seperti kondisi emosional dalam membuat keputusan selama trading.

Baca Juga: 5 Prinsip Wealth Management yang Penting Bagi Pebisnis Muda

Dengan strategi yang tepat, keuntungan kamu bisa lebih maksimal dan risiko kerugian pun dapat ditekan seminimal mungkin.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !