website toko online

Ketahui 7 Jenis Pinjaman Modal Usaha dan Tips Memilihnya

jenis pinjaman modal usaha

Table of Contents

Tahukah kamu ternyata ada beberapa jenis pinjaman modal usaha untuk bisnismu?

Ketika hendak memulai usaha, baik skala kecil maupun besar, kamu tentunya memerlukan modal. Ada berbagai jenis pinjaman modal usaha yang ditawarkan oleh bank atau institusi keuangan terkait

Jika kamu sudah punya tabungan dan mencukupi untuk modal usaha, kamu sudah bisa memulainya. Namun jika tidak mencukupi, kamu bisa mengajukan pinjaman ke bank.

Hanya saja memang agak sulit bagi usaha rintisan mendapatkan pinjaman jika tidak memiliki proposal bisnis yang baik.

Ada pun pinjaman untuk usaha yang sudah berjalan dan memiliki potensi ke depan, cenderung untuk disetujui.

Baca Juga: Cari Ide Bisnis? Intip Peluang Usaha Cuci Sepatu Ini!

SIRCLO Store Mobile App

Jenis Pinjaman Modal Usaha

jenis pinjaman modal usaha
Foto: Freepik.com

Baik kamu baru memulai usaha maupun sedang ingin mengembangkan usaha yang sudah berjalan, kamu perlu tahu berbagai jenis pinjaman modal usaha.

Jadi, kamu bisa menentukan pinjaman apa yang cocok untuk usahamu. Usaha dengan skala tertentu, lebih cocok dengan jenis pinjaman modal usaha tertentu juga.

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan skema pembayaran dan bunga yang dibebankan bank kepadamu. Apakah kamu bisa menyanggupi jumlah angsuran yang perlu dibayarkan tiap bulannya atau tidak.

Berikut ini beberapa jenis pinjaman modal usaha yang diketahui secara umum.

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

KUR atau kredit usaha rakyat merupakan program pinjaman modal usaha dari pemerintah untuk diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena KUR merupakan program pemerintah, pinjaman ini diberikan oleh Himbara atau himpunan bank milik negara. KUR dapat memberikan plafon pinjaman hingga Rp100 juta. Suku bunganya pun cenderung rendah.

2. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Jenis pinjaman ini merupakan produk pinjaman yang memberikan fasilitas kredit tanpa nasabah perlu menjaminkan aset miliknya.

Bank mengambil keputusan untuk memberi pinjaman berdasarkan riwayat kredit yang sudah pernah kamu lakukan.

Misalnya, kamu menggunakan kartu kredit pada bank yang akan kamu ajukan KTA. Jika riwayat pembayaran tagihan kartu kreditmu lancar, bank cenderung akan menyetujui pengajuan pinjaman KTA.

KTA sebenarnya bisa digunakan dengan tujuan lain selain sebagai modal usaha. Pinjaman ini bisa digunakan juga untuk konsumsi.

Plafon KTA berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Suku bunganya bisa terbilang cukup tinggi, tetapi kembali lagi pada ketentuan masing-masing bank.

Baca Juga: Ini Macam-Macam Konten YouTube yang Cocok untuk Bisnismu

3. Kredit Investasi

Jenis pinjaman modal usaha ini merupakan fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai proyek baru atau ekspansi suatu perusahaan. Jangka waktu kredit ini tergolong menengah dan panjang.

Karena kredit investasi bisa diberikan dalam jangka panjang, maka plafon yang diberikan bisa dari ratusan juta hingga puluhan miliar. Jangka waktunya bisa mencapai 10 hingga 20 tahun.

4. Pinjaman Koperasi

Koperasi merupakan sebuah organisasi bidang ekonomi yang dijalankan oleh para anggota demi kepentingan bersama.

Selain menjalankan usaha untuk memperoleh keuntungan bersama, koperasi juga menjalankan kegiatan simpan pinjam.

Jika tergabung dalam sebuah koperasi, kamu dapat melakukan pinjaman. Pastikan pengajuan pinjaman sesuai dengan prosedur dan kamu menaati aturan sebagai anggota koperasi.

5. P2P Lending

Peer-to-peer lending atau P2P lending adalah sebuah metode pinjaman yang menghubungkan langsung individu pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana pinjaman.

P2P lending menghilangkan peran institusi keuangan semacam bank. Kamu pun bisa mendapatkan pinjaman modal melalui platform P2P lending.

Asalkan kamu dapat meyakinkan para pemilik modal bahwa bisnismu punya peluang besar ke depan. Alternatif lain dari P2P lending, kamu bisa memulai crowdfunding untuk bisnismu.

6. Modal Ventura

Kamu bisa mendapatkan modal jenis ini dari perusahaan modal ventura. Ini merupakan badan usaha yang melakukan pembiayaan atau penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Penyertaan tersebut, bisa berupa saham, obligasi, dan pembiayaan berdasarkan pembagian hasil usaha.

7. Kredit Modal Kerja

Jenis pinjaman modal usaha ini diberikan kepada bisnis yang membutuhkan bantuan untuk menutupi biaya operasi sehari-hari. Kredit Modal Kerja bersifat jangka pendek.

Pinjaman jenis ini cocok untuk bisnis musiman yang membutuhkan permodalan untuk bertahan, hingga nanti pendapatan meningkat lagi pada masa mendatang.

Baca Juga: 4 Tips Usaha Franchise untuk Kembangkan Bisnismu

Tips Memilih Jenis Pinjaman Modal Usaha

jenis pinjaman modal usaha

Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui berbagai jenis pinjaman modal usaha, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah memilih. Tidak semua jenis pinjaman cocok untuk model bisnismu.

Semisal usaha yang kamu jalankan masih tergolong UMKM, maka pinjaman yang cocok kamu ajukan adalah KUR atau pinjaman koperasi.

Jika hendak melakukan ekspansi bisnis menjadi lebih besar lagi, ada kredit investasi dan ventura yang bisa kamu ajukan.

Berikut ini sejumlah tips dari Business tentang memilih jenis pinjaman modal usaha yang cocok dengan model bisnismu. Jadi, kamu dapat mengajukan pinjaman yang tepat kepada bank.

1. Evaluasi Bisnis Terlebih Dahulu

Ketika kamu hendak mengajukan pinjaman untuk modal kerja atau untuk ekspansi bisnis, cobalah untuk evaluasi bisnis terlebih dahulu. Dari evaluasi, kamu bisa memperkirakan plafon yang akan kamu dapat.

Kamu pun perlu mengetahui rasio utang terhadap ekuitas. Prinsip dasar keuangan, yaitu makin tinggi rasio utang terhadap ekuitas, bisnismu makin tidak aman.

Bank tentunya akan berpikir dua kali memberikan pinjaman kepada perusahaan yang berisiko tinggi.

2. Pertimbangkan Tingkat Suku Bunga

Ini salah satu faktor yang perlu kamu pertimbangkan juga dalam mengajukan pinjaman modal usaha. Kamu bisa membandingkan penawaran bunga antara satu bank dengan bank lain.

Jika pinjamanmu kecil, membayar bunga bank mungkin tidak akan terasa. Bunga baru terasa sebagai beban jika pinjamanmu juga besar.

Baca Juga: Ingin Buat SIUP? Ini Cara Membuat Izin Usaha Online

3. Perhatikan Baik-Baik Syarat Pembayaran

Sebelum mengajukan pinjaman, banyak-banyaklah bertanya kepada bank atau institusi keuangan yang akan kamu ajukan pinjaman. Mulai dari syarat pengajuan, jangka waktu pembayaran, hingga tahapan prosesnya sampai pinjaman disetujui.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui apakah bank memungkinkanmu untuk melunai pinjaman lebih awal atau harus menunggu sampai jatuh tempo.

Jangan sampai kamu mengajukan pinjaman tanpa mengetahui konsekuensi dan risikonya pada kemudian hari.

4. Pertimbangkan Biaya Pengajuan

Sebelum mengajukan pinjaman, kamu juga perlu menanyakan mengenai biaya-biaya yang harus dikeluarkan saat membuat pengajuan pinjaman. Setiap bank memiliki kebijakannya tersendiri mengenai hal ini.

Namun tidak ada salahnya untuk menanyakannya sejak awal, sehingga kamu bisa memperkirakan berapa pengeluaranmu untuk mendapatkan pinjaman modal.

Kamu juga bisa membandingkan ketentuan antara satu bank dan bank lain, lalu pilih mana yang menguntungkanmu.

Demikian penjelasan mengenai berbagai jenis pinjaman modal usaha, berikut tips memilih jenis pinjaman. Semoga bermanfaat.

website toko online

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !