Ads

Apa Saja Klasifikasi Lapangan Usaha yang Ada di Indonesia?

klasifikasi lapangan usaha

Table of Contents

Pesatnya pertumbuhan bisnis dan usaha baru memunclkan variasi lapangan kerja yang beragam. Untuk memudahkan para pelaku usaha, dibuatlah klasifikasi lapangan usaha (KLU) yang terdiri atas 21 kategori.

Klasifikasi lapangan usaha sendiri adalah kode yang dibuat dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berguna untuk mengklasifikasikan wajib pajak ke dalam jenis badan usaha yang sesuai.

Klasifikasi lapangan usaha dibedakan menjadi beberapa kategori yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-321/PJ/2012.

Selain itu, KLU pada dasarnya mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLU) Badan Pusat Statistik yang diperbarui pada 2020.

Menurut Kementerian Investasi, KBLI adalah pengklasifikasian aktivitas atau kegiatan ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk, baik barang maupun jasa.

Klasifikasi ini dilakukan untuk memberikan keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.

Kenapa klasifikasi lapangan usaha dibutuhkan?

Baca Juga: 8 Keuntungan Venture Capital Bagi Startup, Sudah Tahu?

Fungsi Klasifikasi Lapangan Usaha

klasifikasi lapangan usaha
Foto: freepik.com

Pembuatan KLU dilakukan untuk mengelompokkan badan usaha wajib pajak. Selain itu, berdasarkan keputusan DJP Nomor KEP-321/PJ/2012, ada beberapa fungsi dari KLU, yaitu:

  • KLU digunakan untuk menata jenis badan usaha wajib pajak. Misalnya, data Kelompok Kegiatan Ekonomi Wajib Pajak dalam master file wajib pajak dan Kelompok Kegiatan Ekonomi pada Surat Pemberitahuan. 
  • KLU digunakan sebagai dasar penyusunan Norma Penghitungan Penghasilan Netto.

Secara umum, KLU berfungsi untuk memudahkan badan usaha wajib pajak dalam menjalankan bisnis dan memenuhi kewajiban pajaknya.

Baca Juga: Integrated Marketing Communication: Pengertian, Contoh, dan Strategi Penerapannya

Struktur Kode KLU Pajak

Apa Saja Klasifikasi Lapangan Usaha yang Ada di Indonesia?
Foto: freepik.com

Untuk memehami lebih lanjut tentang KLU, kamu perlu mengetahui struktur penulisannya. Penulisan kode KLU terdiri atas 5 digit kode. Kode-kode tersebut yaitu:

  1. Kategori, Kategori menunjukkan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Penentuan kategori dituliskan dengan pemberian satu digit kode dalam bentuk alfabet. Dalam KLU pajak, semua kegiatan ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 21 kategori dan diberikan kode huruf dari A sampai U.
  2. Golongan pokok, yaitu penjelasan lebih lanjut dari kategori. Setiap ketegori dijabarkan menjadi satu atau lebih golongan pokok menurut sifat masing-masing golongan pokok (maksimal 5 golongan pokok, kecuali industri pengolahan). Setiap golongan pokok dua digit angka sebagai kodenya. 
  3. Golongan, yaitu penjelasan lebih lanjut dari golongan pokok. Golongan terdiri dari tiga digit angka. Dua digit angka pertama menunjukkan golongan pokok yang berkaitan. Sedangkan satu digit terakhir menunjukkan kegiatan ekonomi dari tiap golongan yang bersangkutan. Masing-masing golongan pokok dapat diuraikan hingga 9 golongan.
  4. Sub golongan, yaitu turunan dari golongan pokok. Sub golongan ini merupakan uraian lanjutan dari golongan. Kode sub golongan terdiri dari 4 digit, yaitu 3 digit pertama merupakan golongan yang berkaitan, 1 digit angka terakhir merupakan kegiatan ekonomi dari sub golongan yang bersangkutan. Setiap sub golongan ini dapat diuraikan lebih lanjut maksimal menjadi 9 sub golongan.
  5. Kelonpok kegiatan ekonomi, yaitu kelompok yang dimaksudkan untuk memilih lebih lanjut kegiatan yang mencakup suatu sub golongan, menjadi beberapa kegiatan yang lebih homogen.

Setelah mengetahui struktur KLU pajak, selanjutnya kamu bisa mengatahui apa saja kategori KLU pajak.

Baca Juga: Copyright atau Hak Cipta dalam Hukum Indonesia

Apa Saja Kategori Klasifikasi Lapangan Usaha?

Apa Saja Klasifikasi Lapangan Usaha yang Ada di Indonesia?
Foto: freepik.com

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada 21 kategori klasifikasi lapangan usaha, yaitu:

  • Kode A Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
  • Kode B Kategori Pertambangan dan Penggalian.
  • Kode C Kategori Industri Pengolahan.
  • Kode D Kategori Pengadaan Listrik, Gas, Uap atau Air Panas dan Udara Dingin.
  • Kode E Kategori Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah, dan Aktivitas Remediasi.
  • Kode F Kategori Konstruksi.
  • Kode G Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor.
  • Kode H Kategori Transportasi dan Pergudangan.
  • Kode I Kategori Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum.
  • Kode J Kategori Informasi dan Komunikasi.
  • Kode K Kategori Aktivitas Keuangan dan Asuransi.
  • Kode L Kategori Real Estate.
  • Kode M Kategori Jasa Profesional, Ilmiah, dan Teknis.
  • Kode N Kategori Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya.
  • Kode O Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.
  • Kode P Kategori Jasa Pendidikan.
  • Kode Q Kategori Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial.
  • Kode R Kategori Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi.
  • Kode S Kategori Aktivitas Jasa Lainnya.
  • Kode T Kategori Jasa Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja, Aktivitas yang Menghasilkan Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri.
  • Kode U kategori Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya.

Nah, itulah macam-macam kategori klasifikasi lapangan usaha yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: Mengenal Private Label, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya!

Cara Mengetahui Kode KLU Perusahaan

Apa Saja Klasifikasi Lapangan Usaha yang Ada di Indonesia?
Foto: freepik.com

Setelah mengetahui macam-macam kategori KLU beserta bidang usahanya, selanjutnya tentu kamu ingin mengetahui perusahaan atau bisnismu masuk dalam kategori yang mana.

Untuk mengetahuinya, kamu bisa melihat daftar kodenya secara lengkap yang terlampir dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015.

Selain itu, kamu juga dapat melihat KLU secara lengkap melalui situs web Kementerian Investasi atau BKPM, yaitu oss.go.id/.

Penggunaan Kode Klasifikasi Lapangan Usaha

Apa Saja Klasifikasi Lapangan Usaha yang Ada di Indonesia?
Foto: freepik.com

Dalam aktivitas perpajakan, kode klasifikasi lapangan usaha harus diisikan atau dituliskan dalam form Surat Pemberitahuan (SPT) pajak ketika mengisi data wajib pajak.

Kode KLU digunakan sebagai acuan untuk menghitung besaran kewajiban pajak sebuah badan usaha atau perusahaan.

Klasifikasi lapangan usaha ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendapat insentif pajak. Insentif pajak ini biasanya akan diberikan pada sektor-sektor tertentu saja.

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang klasifikasi lapangan usaha yang perlu kamu ketahui. Sebagai pebisnis, tentu kamu perlu mengetahui kode KLU dari badan usahamu.

Sebab, kode KLU dapat digunakan untuk memudahkanmu dalam melakukan aktivitas perpajakan. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada beberapa sektor.

Sehingga kamu perlu mengetahui kode KLU untuk memeriksa apakah sektor usahamu medapatkan insentif atau tidak.

Baca Juga: 5 Cara Split Test Facebook Ads, Tentukan Iklan Terbaikmu!

Yuk, segera pastikan kode KLU usahamu agar operasional bisnismu semakin lancar dan mempermudah aktivitas perpajakan!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !