Mengenal Afiliasi Bisnis, 5 Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Share this Post

afiliasi

Table of Contents

Afiliasi merupakan istilah bisnis yang mungkin sudah sering kamu dengar. Namun, apa pengertiannya?

Dikutip dari laman Investopedia, afiliasi adalah istilah rekanan dalam bisnis yang menggambarkan perusahaan dengan perusahaan induk yang hanya memiliki saham antara 20 dan 50% kepemilikan perusahaan.

Afiliasi juga dapat menggambarkan jenis hubungan di mana setidaknya terdapat 2 perusahaan yang berbeda menjadi anak perusahaan dari perusahaan induk yang lebih besar di industri sama.

Selain menjadi istilah dalam hubungan sebuah bisnis atau perusahaan, afiliasi dapat ditemui dalam pemasaran.

Pemasaran afiliasi adalah ketika satu perusahaan menjadi berafiliasi dengan yang lain untuk menjual produk atau layanan sehingga mendapatkan komisi.

Tak hanya dilakukan oleh antar perusahaan, pemasaran afiliasi bisa saja melibatkan orang-orang yang berpengaruh di media sosial, seperti influencer.

Mereka tergabung dalam pemasaran afiliasi untuk meningkatkan traffic toko online sekaligus menjual produk atau layanan secara online.

Saat ini, banyak e-commerce yang menggunakan affiliate marketing.

Baca Juga: Ketahui Personalized Marketing, Pemasaran yang Bersifat “Customer-centric”

Pengertian Perusahaan Afiliasi

perusahaan afiliasi adalah
(Foto kerja sama bisnis. Sumber: Pexels.com)

Menurut Corporate Finance Institute, perusahaan afiliasi adalah perusahaan yang terkait melalui kepemilikan, baik dengan satu memiliki yang lain sebagai pemegang saham minoritas atau dengan beberapa perusahaan yang dimiliki oleh pihak ketiga.

Dalam hal ini, saham minoritas adalah kepemilikan atau kepentingan kurang dari 50% dari sebuah perusahaan.

Sebuah perusahaan dapat menjadi perusahaan terafiliasi dari perusahaan lain ketika dibeli atau diambil alih oleh perusahaan yang sekarang memegang kepemilikan minoritas.

Perusahaan juga dapat memisahkan sebagian bisnisnya menjadi afiliasi baru.

Afiliasi yang menggambarkan hubungan antara dua perusahaan dapat mencakup:

  • Kepemilikan
  • Kepentingan serupa di antara perusahaan terafiliasi
  • Berbagi fasilitas, peralatan, dan karyawan

Perusahaan induk tidak memiliki kekuasaan untuk mengendalikan manajemen, keputusan bisnis, dan juga tidak dapat mengendalikan pemilihan dewan direksi dari perusahaan afiliasinya.

Namun, perusahaan induk dapat pengaruhnya untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan afiliasinya.

Baca Juga: Subsidi: Definisi, Jenis, Contoh, dan Kelebihan serta Kekurangannya

Jenis-Jenis Afiliasi

jenis afiliasi
(Foto diskusi karyawan. Sumber: Unsplash.com)

Dalam penerapannya, perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Afiliasi Ritel

Afiliasi ritel banyak ditemukan dalam bisnis e-commerce.

Dalam hal ini, afiliasi ritel merupakan istilah yang menggambarkan perusahaan yang menjual produk merchant lain dengan komisi.

Jadi, barang dagangan dipesan dari perusahaan utama, tetapi penjualan dilakukan di situs afiliasi. Contoh afiliasi ritel, yaitu Amazon dan eBay.

2. Afiliasi Internasional

Jenis afiliasi selanjutnya, yaitu afiliasi internasional. Afiliasi internasional ditandai dengan sebuah perusahaan multinasional yang melakukan afiliasi dengan perusahaan dari negara lain.

Biasanya, perusahaan asal luar negeri tersebut berafiliasi dengan perusahaan lokal untuk melindungi reputasinya.

Jadi, perusahaan internasional tersebut terhindar dari pandangan buruk sehingga dapat menjalani operasional bisnisnya dengan lebih nyaman sehingga menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Sebuah perusahaan dapat berafiliasi melalui merger, pengambilalihan, atau spin-off.

3. Afiliasi Lainnya

Selain afiliasi ritel dan afiliasi internasional, ada banyak lagi jenis-jenis afiliasi lainnya. Hal ini karena afiliasi dapat ditemukan di seluruh dunia bisnis.

Dua entitas dapat menjadi afiliasi jika salah satu dari mereka memiliki kurang dari mayoritas saham di entitas lain.

Sementara dalam perdagangan, dua pihak dapat berafiliasi jika salah satu dapat mengendalikan yang lain, atau jika pihak ketiga mengendalikan keduanya.

Baca Juga: 7 Manfaat Linktree Bagi Bisnis dan Cara Membuatnya

Perjanjian Afiliasi

perjanjian afiliasi
(Foto tanda tangan MoU. Sumber: Unsplash.com)

Untuk melakukan afiliasi antar perusahaan, terdapat perjanjian atau kontrak yang mengatur hubungan afiliasi.

Perjanjian afiliasi dapat dilakukan oleh semua jenis bisnis, dari pemilik tunggal hingga korporasi.

Karena dinilai menguntungkan, maka banyak perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan lain. Namun, harus ada perjanjian afiliasi yang jelas antar keduanya.

Seperti jenis kontrak atau perjanjian lainnya, penting untuk membuat perjanjian afiliasi ini secara tertulis.

Dengan begitu, setiap perusahan yang berafiliasi bisa tetap mengoperasikan bisnisnya tanpa masalah dan legal secara hukum.

Baca Juga: Mengenal Private Label, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya!

Manfaat Perusahan Afiliasi

manfaat afiliasi
(Foto kesepakatan bisnis. Sumber: Unsplash.com)

Bagi perusahaan yang memutuskan untuk berafiliasi, hubungan antara perusahaan akan saling menguntungkan. Berikut manfaat perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan lain:

1. Menjangkau Pelanggan Baru

Salah satu keuntungan bagi perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi adalah dapat menjangkau lebih banyak pelanggan baru.

Dengan berafiliasi bersama perusahaan yang telah berpengalaman pada pasar tertentu, bisnis kamu pun akan lebih mudah untuk memasuki pasar tersebut.

Afiliasi yang terjadi antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya juga dapat menjadi strategi memasuki pasar baru yang hemat biaya.

Hal ini karena afiliasi bisa memangkas biaya penelitian, pengembangan, dan pemasaran yang biasanya dilakukan oleh setiap perusahaan sebelum memasuki pasar baru untuk menarik calon pelanggan.

2. Memperluas Pasar ke Wilayah Baru

Manfaat perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi adalah bisa saling memperluas pasar ke wilayah baru.

Jadi, perusahaan induk dan perusahaan afiliasi dapat saling memberikan akses ke wilayah geografis baru yang tidak dapat mereka jangkau sendiri.

Memasuki wilayah berbeda untuk menawarkan produk atau layanan akan menjadi suatu hal yang sangat menantang bagi sebuah perusahaan.

Hal ini karena wilayah atau pasar tersebut mungkin sudah dikuasai oleh perusahaan lain. Maka, akan lebih sulit bagi perusahaan serupa untuk mendapatkan pelanggan.

Namun melalui afiliasi, induk perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kamu dapat membantumu dalam berekspansi ke pasar tersebut. Dengan begitu, risiko kegagalan usaha juga bisa diminimalisir.

Baca Juga: 3 Manfaat Peer to Peer Lending (P2P) bagi Bisnis

3. Menciptakan Sinergi Antar Bisnis

Keuntungan selanjutnya yang bisa perusahaan dapatkan dengan afiliasi adalah bisa menciptakan sinergia antar bisnis yang saling terhubung.

Ketika beberapa perusahaan saling bersinergi, mereka bisa meningkatkan nilai bisnis sehingga semakin kuat dalam menawarkan produk atau layanan.

Jika masing-masing perusahaan yang terafiliasi memiliki bisnis dan sumber daya yang saling melengkapi, keduanya dapat saling menguntungkan.

4. Menghemat Pajak Perusahaan

Perusahaan yang berafiliasi juga bisa menghemat besaran pajak yang harus dibayarkan kepada negara.

Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan oleh Universitas Islam Bandung, transaksi penjualan afiliasi adalah suatu perusahaan yang melakukan pengalihan penghasilan dengan perusahaan lain yang memiliki hubungan afiliasi atau hubungan istimewa dengan harga jual yang ditetapkan sesuai kesepakatan, tanpa
menghiraukan apakah harga tersebut sesuai dengan harga pasar atau tidak.

Adanya hubungan afiliasi dan perbedaan tarif setiap negara terutama negara dengan tarif pajak yang lebih rendah itu bisa membuat perusahaan memanfaatkan transaksi untuk tujuan tax avoidance, dengan cara memperkecil penjualan atau pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Mengenal Metode Inventory Control dan Manfaatnya untuk Bisnis

5. Meningkatkan Peluang Investasi

Karena afiliasi perusahaan dapat meningkatkan nilai masing-masing bisnis yang terlibat, maka hal ini pun dapat meningkatkan peluang investasi.

Jadi, sebuah perusahaan dapat menarik perusahaan lain untuk mengambil saham mereka sehingga menghasilkan investor usaha.

Hubungan afiliasi yang menghasilkan investasi ini dinilai lebih menguntungkan.

Pasalnya, potensi pengembalian yang dapat diperoleh perusahaan induk dengan berinvestasi di perusahaan afiliasi bisa lebih tinggi daripada pengembalian investasi lain yang dapat mereka alokasikan modalnya.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !