Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup

growth tracking

Table of Contents

Growth hacking adalah teknik marketing yang sudah sangat familiar dalam bisnis rintisan atau startup. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Sean Ellis, founder sekaligus CEO dari Growth Hackers.

Growth hacking biasanya digunakan dalam startup yang bergerak dalam bidang teknologi. Bisa dibilang, growth hacking adalah strategi marketing yang sangat modern.

Biasanya, strategi ini diterapkan untuk startup yang sedang dalam fase pertumbuhan bisnis namun memiliki modal yang terbatas.

Konsep marketing ini dilakukan untuk menemukan pelanggan sebanyak mungkin dengan biaya seminimal mungkin.

Pada dasarnya, strategi seperti ini dibutuhkan oleh semua model bisnis, baik startup maupun perusahaan yang sudah lama berdiri. Sebab, tak bisa dimungkiri bahwa dunia bisnis selalu berubah.

Perubahan yang cepat ini menuntut para pelaku usaha untuk selalu berpikir kreatif, mampu memecahkan masalah, dan menemukan cara terbaik untuk memajukan bisnisnya.

Namun, di sisi lain perusahaan tetap harus menggunakan anggaran seefisien mungkin. Sebab, biaya untuk promosi dan iklan biasanya cukup besar.

Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, bisa menimbulkan masalah bagi keuangan perusahaan.

Maka dari itu, strategi growth hacking ini cocok untuk diterapkan dalam startup atau bisnis yang sedang berkembang. Lantas, apa itu growth hacking? Simak penjelasan berikut, ya!

Baca Juga: 8 Jenis Marketing Objective Dan Perbedaannya Dalam Bisnis

Definisi Growth Hacking

growth hacking
(Foto pengertian growth hacking. Sumber: Freepik.com)

Menurut Optimizely, growth hacking adalah penggunaan strategi pemasaran digital yang ringan dan hemat biaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis, mempertahankan pelanggan atau pengguna aktif, menjual produk, dan mendapatkan eksposur.

Growth hacking sering dikaitkan dengan startup dan bisnis kecil, yaitu usaha-usaha yang memiliki modal terbatas namun menginginkan hasil yang besar dalam waktu singkat.

Pada dasarnya, konsep growth hacking ini bisa diterapkan oleh bisnis apa pun yang ingin mempertahankan pertumbuhan bisnis dan menjaga retensi pelanggan.

Strategi marketing yang satu ini bisa diterapkan oleh siapa pun dan untuk bisnis apa pun. Sebab pada dasarnya dalam menjalankan bisnis, kamu harus memegang prinsip efisiensi anggaran.

Artinya, modal yang kamu miliki harus dioptimalkan sebaik mungkin untuk meningkatkan penjualan dan menambah pemasukan. Ingat, modal usaha tidak hanya digunakan untuk kepentingan pemasaran.

Modal usaha juga dibutuhkan untuk menunjang operasional bisnis seperti membeli bahan baku, biaya sewa, biaya listrik, hingga gaji pegawai.

Jadi, penting bagi setiap pebisnis untuk menggunakan modal sebaik mungkin.

Baca Juga: Apa Itu Mass Marketing? Ini 5 Manfaatnya Bagi Bisnis

Growth Hacking VS Traditional Marketing

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto perbedaan growth hacking dan traditional marketing. Sumber: Freepik.com)

Meskipun sama-sama bagian dari taktik pemasaran, ternyata growth hacking dan pemasaran tradisional memiliki perbedaan.

Growth hacking memang memiliki tujuan yang sama seperti teknik pemasaran pada umumnya, yaitu mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin dan mendorong peningkatan penjualan.

Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang perlu kamu ketahui.

Pemasaran tradisional dilakukan dengan menghabiskan anggaran untuk memasang iklan di media cetak dan media elektronik seperti TV, billboard, brosur, dan sejenisnya.

Iklan yang dibuat dilakukan untuk menarik perhatian konsumen. Namun, perusahaan tidak bisa mengukur efektivitas iklan yang dipasang.

Sementara itu, growth hacking dilakukan dengan mengembangkan produk dan melakukan beberapa eksperimen untuk mengetahui iklan dan promosi mana yang paling efektif.

Jadi, kegiatan promosi dalam growth hacking telah diukur dan diperhitungkan agar memiliki pengaruh yang signifikan.

Perbedaan lain terdapat pada dampak yang dihasilkan dari keduanya. Pada pemasaran tradisional, promosi dilakukan hanya untuk menarik perhatian pelanggan dan melakukan penjualan, tetapi tidak ada tindak lanjut setelahnya.

Berbeda dengan growth hacking. Dalam strategi ini, promosi dilakukan untuk menarik perhatian pelanggan, meningkatkan penjualan, mempertahankan pelanggan, dan mempengaruhi pelanggan yang sudah ada untuk merekomendasikan produkmu ke orang lain.

Selain itu, kegiatan promosi yang dilakukan dengan konsep growth hacking memiliki basis data yang akurat.

Promosi dilakukan berdasarkan riset yang berkelanjutan untuk memahami permintaan pelanggan sekaligus mengukur tingkat keberhasilannya. Jadi, promosi yang dilakukan tidak hanya didasari atau spekulasi.

Baca Juga: Apa Itu Viral Marketing? Berikut 7 Tips Penerapannya

Manfaat Growth Hacking

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto manfaat growth hacking. Sumber: Freepik.com)

Strategi growth hacking memiliki berbagai manfaat bagi bisnis. Apa saja manfaatnya? Simak penjelasan berikut:

1. Membangun Mindset Bisnis yang Kuat

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto mindset kuat. Sumber: Freepik.com)

Ketika menggunakan teknik pemasaran tradisional, kamu hanya akan berfokus pada cara meningkatkan penjualan dan meingkatkan keuntungan.

Jika teknik promosi yang kamu gunakan ditiru oleh orang lain, mungkin kamu akan buntu dan kehabisan ide. Kondisi tersebut harus dihindari dalam bisnis.

Menurut Engaiodigital, Strategi growth hacking memungkinkanmu untuk memahami makna pertumbuhan bisnis yang lebih visioner. Kamu akan terbiasa untuk berpikir kritis dan kreatif untuk memajukan bisnis.

Dengan begitu, kamu akan menjadi proaktif dan siap dalam menghadapi setiap perubahan. Kamu bisa menyesuaikan teknik pemasaranmu dengan cepat dan terus bertumbuh.

2. Mengembangkan Model Bisnis Baru

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto model bisnis baru. Sumber: Freepik.com)

Strategi growth hacking mendorongmu untuk melakukan beberapa eksperimen dalam bisnis. Tujuannya adalah mengukur strategi bisnis yang paling efektif dan memiliki dampak signifikan.

Ketika bereksperimen, sangat mungkin bagimu untuk menemukan peluang bisnis baru dan ide produk yang inovatif dan berbeda dari yang sudah ada.

Dari situ, kamu bisa mengembangkan model bisnis baru dan memodifikasi produk yang sudah ada.

Baca Juga: 5 Jenis Performance Marketing Dan Manfaatnya Untuk Bisnis

3. Meningkatkan Mutu Produk

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto mutu produk. Sumber: Freepik.com)

Ketika melakukan beberapa eksperimen, kamu akan menilai efektivitas produkmu bagi pelanggan. Apakah pelanggan merasa puas dengan produkmu? Apakah ada hal lain yang perlu kamu tingkatkan?

Kamu bisa menemukan umpan balik dari pelanggan dan menerapkannya untuk meningkatkan mutu produk. Dengan begitu, kualitas produkmu akan semakin baik dan makin disukai oleh pelanggan.

4. Hemat Biaya

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto hemat biaya. Sumber: Freepik.com)

Karakteristik utama dari growth hacking adalah mampu menghemat biaya untuk iklan yang tidak perlu. Ketika menggunakan strategi ini, kamu dapat mengukur jenis iklan dan promosi mana yang paling efektif bagi bisnismu.

Kamu bisa mengeliminasi iklan-iklan yang tidak penting dan kurang memberikan dampak bagi penjualan. Terkadang, mungkin kamu tidak membutuhkan iklan berbayar.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran Digital Marketing Dan 8 Jenisnya

Menerapkan Strategi Growth Hacking

Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup
(Foto strategi growth hacking. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui berbagai manfaat dari growth hacking, tentunya kamu semakin tertarik untuk mencobanya.

Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba dalam menerapkan strategi growth hacking:

  • Pastikan kamu menjual produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen, jadi jangan sekedar ikut-ikutan tren saja, ya!
  • Tidak perlu menargetkan semua orang, kamu bisa menentukan siapa segmen pasar yang paling potensial untuk bisnismu.
  • Gunakan media sosial yang tepat dan jarang digunakan oleh kompetitormu.
  • Cobalah membangun relasi dengan bisnis lain untuk memperluas pasar.
  • Sesekali, berikan produk gratis atau giveaway di media sosial.
  • Lakukan A/B testing atau split test untuk mengukur iklan yang paling efektif.
  • Bangun interaksi yang positif dengan pelanggan menggunakan media sosial.
  • Cobalah ikut serta dalam berbagai kegiatan, seperti webinar, pameran, atau workshop.
  • Tingkatkan kualitas produk dan layanan bisnismu.
  • Pertahankan tren positif dan teruslah berinovasi untuk mengembangkan ide produk baru.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu coba untuk menerapkan strategi growth hacking. Yuk, tingkatkan bisnismu dan manfaatkan modal sebaik mungkin. Tertarik untuk mencobanya?

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !