Ads

Memahami Katalog dan 4 Manfaatnya bagi Bisnis

katalog

Table of Contents

Apa itu catalog atau katalog? Secara umum, ini merupakan sebuah daftar, baik dalam bentuk kartu atau buku yang berisi deskripsi produk.

Daftar ini memuat nama benda atau informasi tertentu yang ingin disampaikan. Informasi tersebut disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis.

Catalog digunakan untuk berbagai macam tujuan. Mulai dari memudahkan orang dalam mencari buku di perpustakaan, memuat daftar produk, hingga digunakan sebagai istilah direktori informasi database dalam dunia komputer.

Dalam dunia bisnis, katalog berfungsi untuk memuat daftar produk. Terutama bagi perusahaan yang menawarkan lebih dari satu produk ataupun jasa.

Katalog sering kali juga menjadi alat promosi. Kamu pasti sering menemukan lembaran seperti tabloid di toserba yang menawarkan sejumlah produk sedang diskon. Itulah contoh catalog paling sederhana.

Apa itu catalog dan bagaimana fungsi serta contohnya, semuanya akan dibahas dalam artikel ini. Simak baik-baik, ya!

Baca Juga: 7 Cara Membuat Katalog Online, Mudahkan Pelanggan Cari Produk

Apa Itu Katalog?

apa itu katalog
Foto: Pexels.com

Apa itu katalog, terutama catalog produk dalam dunia usaha? Ini merupakan jenis pemasaran yang mencantumkan detail produk penting untuk membantu calon pembeli membuat keputusan pembelian.

Detail produk yang ditampilkan, seputar fitur produk, deskripsi, dimensi, berat, warna, harga, stok, ulasan pelanggan, dan lain-lain.

Catalog cukup umum digunakan oleh bisnis B2C (business to consumer) ataupun B2B (business to business).

Baik industri B2C maupun B2C sama-sama memanfaatkan catalog produk. Penggunaannya pun tidak terbatas pada bisnis berbasis layanan dan toko offline, tetapi juga e-commerce.

Displai etalase toko di situs e-commerce dan marketplace sudah dapat dikatakan sebagai catalog. Produk dimasukkan berdasarkan kategori, kemudian terdapat informasi produk yang lengkap, seperti deskripsi produk, harga, dimensi, dan sebagainya.

Lalu, apa tujuan dengan adanya katalog produk? Siapa yang akan menggunakannya? Setidaknya ada beberapa pihak yang membutuhkan catalog dalam aktivitas berbisnis.

Tenaga sales merupakan salah satu pihak yang membutuhkan adanya katalog. Mereka menggunakannya untuk menyampaikan informasi penting tentang suatu produk atau layanan kepada pelanggan.

Dalam hal ini, catalog menjadi rujukan saat memprospek pelanggan.

Ada pun pelanggan itu sendiri menggunakan katalog sebagai referensi untuk mengambil keputusan pembelian.

Terutama pelanggan atau klien dalam B2B, mereka membandingkan produk atau layanan berbagai vendor melalui catalog yang diberikan.

Ada juga katalog khusus yang digunakan oleh manajer toko dan gudang. Catalog berfungsi sebagai informasi detail barang persediaan di gudang.

Pihak eksternal seperti mitra reseller, retail, dan agen penjual lainnya, juga membutuhkan catalog untuk mendapatkan informasi tentang produk dan layanan. Informasi tersebut mereka sampaikan kepada pelanggan akhir.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Deskripsi Produk Makanan yang Menarik

Manfaat Katalog

manfaat katalog
Foto: Pexels.com

Setelah mengetahui apa itu katalog, kita sudah mendapat gambaran mengenai fungsinya bagi sejumlah pihak terkait dalam bisnis.

Hal ini menunjukkan pula bahwa catalog produk memiliki sejumlah manfaat dalam bisnis.

Apa saja manfaat tersebut? Berikut daftarnya:

1. Untuk Mendapatkan Informasi

Ini merupakan manfaat utama dari sebuah catalog. Informasi teknis seputar fitur produk, dimensi, warna, hingga harga, tidak mungkin untuk diingat, apalagi jika varian produknya banyak.

Merekam semua informasi ini ke dalam format yang mudah dibaca, baik secara fisik maupun online, dapat membantu pengguna mengetahui semua produk secara terperinci.

2. Meminimalisasi Pertanyaan Pelanggan

Jika pelanggan diberikan katalog produk dengan informasi yang sangat lengkap, tentunya akan meminimalkan diskusi mengenai produk.

Tidak hanya deskripsi dan harga, tetapi catalog juga dapat menjelaskan cara pakai produk dan informasi mendetail lainnya.

Bayangkan jika tanpa catalog, kamu harus bolak-balik menjawab pertanyaan pelanggan yang itu-itu saja. Hal ini tentu akan menghabiskan waktu dan tidak bisa fokus pada proses bisnis lainnya.

Baca Juga: 11 Tips Foto Aesthetic Produk agar Lebih Menarik

3. Meningkatkan Branding

Catalog produk merupakan instrumen yang berguna untuk mempromosikan merek perusahaan. Kamu dapat memainkan desain katalog, sehingga eye-catching dan menarik minat calon pelanggan.

Selain membuat daftar produk, kamu bisa mencantumkan pula sejarah bisnis untuk menjalin ikatan emosional dengan pelanggan.

Para pelanggan pun bisa dengan mudah mengingat merek setelah menelusuri catalog produk.

4. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

Hal ini jika kamu menyediakan katalog produk dalam berbagai bentuk. Mulai dari yang paling konvensional, yakni bentuk cetak, hingga PDF atau laman web.

Jika semua informasi konsisten di berbagai kategori produk yang berbeda, hal itu dapat berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian.

Dalam membuat catalog, kamu perlu mengantisipasi kebutuhan pembeli dan membuat yang sesuai dengan pelanggan ketimbang menyajikan informasi umum.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 8 Cara Membangun Produk Branding

Contoh Katalog

contoh katalog
Foto: Unsplash.com

Katalog memiliki ragam bentuk. Selebaran yang kamu terima di toserba, seperti yang dijelaskan sebelumnya, merupakan contoh sederhana bentuk catalog produk.

Ada pula catalog yang hanya digunakan untuk internal bisnis. Bahkan untuk keperluan nonbisnis pula, seperti yang ada di perpustakaan, museum, dan sebagainya.

Formatnya pun bisa berbeda, ada yang cetak dan digital. Kamu perlu tahu sejumlah contoh catalog yang digunakan dalam bisnis.

1. Katalog Produk Ritel

Katalog produk ritel tentunya digunakan untuk memasarkan produk. Mungkin jenis catalog seperti ini yang paling dikenal secara umum.

Catalog produk ritel mencakup semua informasi yang dibutuhkan untuk mendorong terjadinya pembelian.

Maka, tak jarang setiap aspek catalog ini dirancang untuk mencerminkan citra dan mempromosikan pesan perusahaan.

Misalnya, catalog furnitur akan menonjolkan gambar-gambar desain interior yang menarik dengan berbagai padu padan furniturnya.

Contoh lain, catalog produk kecantikan yang menampilkan wajah-wajah model yang mulus dan bersih sebagai representasi hasil produk kecantikan tersebut.

Baca Juga: 9 Copywriting Tips untuk Optimalkan Pemasaran Bisnismu!

2. Katalog Barang Persediaan

Catalog tidak hanya digunakan untuk promosi produk. Ia dapat berfungsi untuk membantu proses internal bisnis juga.

Katalog barang persediaan diperlukan ketika perusahaan perlu melacak stok untuk dijual. Pembuatan catalog internal ini, dapat dilakukan secara digital pula.

Hal ini agar catalog dapat terus diperbarui dan memberikan informasi terkini. Mulai dari menghitung jumlah yang ada untuk setiap barang dalam stok, mengurangi hitungan setiap kali produk terjual, hingga memberi notifikasi untuk stok ulang jika produk hampir habis.

Catalog produk internal memastikan bahwa perusahaan akan memiliki stok yang cukup. Hal ini dapat membantu proses bisnis dan alur keluar masuk barang di gudang.

3. Katalog Material

Jenis catalog ini diperlukan untuk melacak suku cadang yang diperlukan untuk memelihara peralatan manufaktur.

Catalog material juga digunakan untuk keperluan internal bisnis, terutama untuk perusahaan manufaktur.

Perusahaan manufaktur menyimpan katalog suku cadang yang diperlukan untuk memperbaiki peralatan dan mesin.

Daftar tersebut, biasanya mencakup suku cadang yang diperlukan untuk memperbaik komponen tertentu, nomor suku cadang, hingga lokasinya.

Waktu henti alat atau mesin ketika terjadi kerusakan, dapat diminimalkan jika komponen yang tepat untuk memperbaikinya mudah ditemukan.

Di sinilah, fungsi catalog material, yaitu untuk membantu teknisi menemukan suku cadang yang tepat.

Baca Juga: 5 Manfaat Iklan Online bagi Pemasaran Produk

Demikian penjelasan mengenai apa itu katalog beserta manfaat dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !