SIRCLO Store Mobile App

6 Jenis Native Advertising, Iklan Berbayar Paling Fleksibel!

native advertising

Table of Contents

Dalam pemasaran bisnis, kita mengenal banyak sekali fitur iklan dan konten berbayar. Satu di antaranya adalah native advertising.

Jenis iklan ini termasuk iklan digital, karena dipasang dan ditampilkan di platform digital.

Nampaknya, saat ini iklan digital memang menawarkan lebih banyak keunggulan. Iklan digital lebih efektif ketimbang iklan tradisional di tv adalah majalah.

Dengan biaya yang relatif lebih murah dan bisa diatur untuk kelompok audiens tertentu.

Terlebih lagi, saat ini semua jenis bisnis sudah memasuki era digital. Segala produk dapat kita beli secara online.

Keberadaan toko offline pun kalah ramai dibanding toko online. Hal ini juga mendorong perubahan metode promosi dan pemasaran.

Bahkan, platform media sosial yang dulu hanya sebatas untuk berbagi cerita, kini disulap menjadi ladang bagi bisnis.

Ada banyak sekali fitur konten berbayar untuk iklan.

Salah satu model iklan yang perlu kamu coba adalah native advertising atau native ads. Model iklan ini super fleksibel, karena bisa menyesuaikan dengan platform yang digunakan.

Baca Juga: 5 Cara Berjualan di Tokopedia, Dijamin Laris!

website toko online

Apa Itu Native Advertising?

native advertising
Foto: Freepik.com

Menurut Outbrain, native advertising adalah penggunaan iklan berbayar yang sesuai dengan tampilan, nuansa dan fungsi format media di mana iklan itu ditampilkan.

Native ads sering ditemukan di feed media sosial, atau sebagai konten yang direkomendasikan pada halaman web. 

Tidak seperti iklan display atau iklan banner, Native ads tidak terlihat seperti iklan. Iklan ini terlihat seperti bagian konten platform.

Sebagai contoh, ketika kamu sedang menggunakan Instagram, pernahkan kamu menemukan postingan feed dari akun bisnis yang tidak kamu follow?

Postingan ini terlihat seperti feed pada umumnya, dengan foto dan caption. Namun, terdapat tag “iklan” atau “ads” dalam feed ini.

Atau, ketika kamu sedang membuka situs berita online. Ketika melihat daftar artikel, seringkali ada satu judul artikel dengan tanda “iklan” atau “ads”.

Ini merupakan contoh dari native ads.

Kunci utama dari native ads adalah iklan ini tidak mengganggu, sebab iklan ini terlihat seperti menjadi bagian dari platform yang kamu gunakan.

Jadi, dapat dikatakan bahwa native advertising adalah model iklan yang dibuat dengan tampilan, tata letak, dan format yang sama dengan konten dalam platform yang digunakan.

Baca Juga: 5 Cara Split Test Facebook Ads, Tentukan Iklan Terbaikmu!

Cara Membedakan Native Advertising dengan Iklan Biasa

6 Jenis Native Advertising, Iklan Berbayar Paling Fleksibel!
Foto: Freepik.com

Seperti dijelaskan sebelumnya, native ads memiliki tampilan yang sama dengan konten asli platform.

Berbeda dengan iklan berbayar lain yang memiliki bentuk terpisah dan seringkali muncul di sisi layar gadget kamu, atau tampil dalam bentuk banner.

­Ada beberapa bentuk native ads yang sering kamu temui, yaitu iklan di feed, daftar pencarian, dan rekomendasi konten. Iklan di feed bisa muncul di media sosial Instagram, Facebook, atau Twitter.

Tampilan iklan ini sama seperti bentuk feed media sosial tersebut. Seringkali berada di antara feed lain.

Native ads dalam bentuk daftar pencarian, biasanya muncul ketika kamu sedang mencari topik tertentu di Google.

Misalnya, kamu mencari topik tentang “bakso terenak di Malang”, maka akan muncul banyak hasil pencarian dengan judul artikel yang beragam.

Di antara hasil pencarian itu, seringkali ada beberapa judul artikel dengan tanda “iklan” atau “ads”. Inilah contoh dari native ads dalam bentuk hasil pencarian.

Sementara itu, dalam bentuk rekomendasi konten biasanya muncul di bagian bawah artikel yang baru kamu baca dalam sebuah blog.

Biasanya akan muncul rekomendasi artikel lain dengan tanda “iklan” atau “ads”.

Baca Juga: Kenali Konsep Retargeting Ads, Iklan Penargetan Berulang

SIRCLO Store Mobile App

Jenis-jenis Native Advertising

6 Jenis Native Advertising, Iklan Berbayar Paling Fleksibel!
Foto: Freepik.com

Setidaknya, ada enam jenis native advertising yang perlu kamu ketahui. Untuk membedakannya, berikut jenis-jenis native ads beserta penjelasan lengkapnya. Simak ya!

1. Widget Rekomendasi Konten

Ketika kamu membaca artikel, biasanya di bagian bawah atau akhir artikel ada rekomendasi bacaan untukmu.

Seringkali, rekomendasi ini dituliskan dengan kalimat “Direkomendasikan untuk Anda..”, atau “Anda mungkin juga suka..”.

Nah, inilah yang disebut dengan widget rekomendasi konten.

Widget ini memungkinkan pemasang iklan untuk mengarahkan audiens agar melihat iklan yang mereka pasang.

Biasanya, materi iklan ini akan disesuaikan dengan judul artikel sebelumnya. Tujuannya adalah agar memiliki minat yang sama denga audiens.

2. Daftar yang Dipromosikan

Jenis native advertising ini biasanya digunakan oleh e-commerce untuk menampilkan produk yang disponsori di urutan teratas.

Ketika sedang membuka e-commerce seperti Shopee, pastinya kamu akan menemui produk di urutan teratas dengan tag ”iklan” atau “ads”, inilah yang dimaksud sebagai native advertising.

3. Iklan Penelusuran Berbayar

Sama seperti daftar yang dipromosikan, iklan penelusuran berbayar juga akan muncul di urutan teratas.

Bedanya, native advertising ini biasanya ditemukan di mesin pencari seperti Google.

Ketika kamu mencari tentang “Siomay terenak di Bandung”, maka akan muncul hasil pencarian. Jenis iklan ini akan berada di urutan atas dengan tag “iklan”.

Baca Juga: Apa Itu Hukum Pareto Marketing? Ini 6 Penggunaannya dalam Pemasaran

4. Iklan dalam Postingan

Jenis native advertising ini lebih halus dan “kalem” disbanding jenis iklan lainnya. Sebab, iklan ini akan menjadi bagian dari postingan utama.

Pada dasarnya, iklan ini memang barawal dari postingan biasanya yang didaftarkan sebagai iklan. Salah satu ciri-cirinya adalah terdapat tag “disponsori”atau sejenisnya.

5. Dalam Iklan dengan Elemen Bawaan

Jenis native advertising ini terlihat seperti iklan biasa pada umumnya, tetapi isi iklan relevan dengan konten asli di platform yang digunakan. Iklan ini akan muncul di samping konten utama.

Sebagai contoh, iklan restoran cepat saji mungkin akan muncul di situs review makanan. atau, iklan kendaraan yang akan muncul di situs otomotif.

6. Iklan Kustom

Jenis native ads ini biasanya muncul di tempat-tempat yang unik.

Misalnya, saat kamu sedang mendengarkan lagu tentang petualangan secara online, bisa jadi kamu akan mendengar iklan tentang liburan atau aplikasi booking tiket pesawat.

Atau, ketika mendengarkan podcast tentang makanan, kamu akan menemukan iklan sebuah restoran.

Baca Juga: Google Ads Vs Facebook Ads, Ini Perbedaan dan Keunggulannya

Kelebihan Native Advertising

6 Jenis Native Advertising, Iklan Berbayar Paling Fleksibel!
Foto: Freepik.com

Ada beberapa kelebihan dari native advertising jika dibandingkan dengan iklan biasa, yaitu:

  • Bentuk iklan yang fleksibel, sebab bisa mengikuti tata letak dan konten asli dari platform yang digunakan.
  • Lebih menarik audiens, sebab iklan ini terlihat layaknya bagian dari konten yang unik untuk dibaca.
  • Kinerja yang lebih baik, karena iklan ini menjadi bagian dari platform, maka akan lebih banyak audiens yang kemudian berinteraksi dengan iklan.
  • Tidak mengganggu audiens, sebab iklan ini tidak muncul secara terpisah yang bisa menghalangi layar audiens. Iklan ini juga tidak perlu ditutup, sebab menjadi bagian utama dari platform.

Nah, itulah penjelasan tentang native advertising yang perlu kamu ketahui. Iklan super fleksibel ini bisa kamu coba untuk bisnismu!

website toko online

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !