Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil

pembukuan sederhana

Table of Contents

Pembukuan sederhana sangat penting untuk bisnis kecil. Catatan keuangan ini bisa mengetahui apakah bisnismu untung atau merugi.

Dalam menjalankan bisnis, ada banyak hal yang perlu kamu perhatikan. Secara eksternal, kamu perlu memperhatikan strategi promosi, teknik pemasaran, hingga cara penjualan.

Secara internal, kamu perlu menjaga kualitas bahan baku, kualitas pelayanan, SOP bisnis, hingga menjaga kelancaran arus keuangan. Berkaitan dengan keuangan bisnis, ini merupakan hal yang amat penting.

Pasalnya, semua operasional bisnis ditentukan oleh kesehatan finansial. Memperkuat finansial tidak melulu tentang mendapatkan banyak keuntungan atau tambahan modal.

Menjaga kekuatan finansial bisnis juga diimbangi dengan pembukuan yang matang dan sistematis. Semua arus kas harus direkam dengan jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

Begitu pun dalam bisnis kecil, kamu tetap perlu memiliki pembukuan sederhana untuk memantau keuangan bisnismu. Pembukuan sederhana ini adalah bagian dari akuntansi.

Apa saja contoh pembukuan sederhana yang harus ada dalam bisnis? Berikut penjelasannya!

Pentingnya Pembukuan Sederhana

pembukuan sederhana
Foto catatan keuangan bisnis. Sumber: Freepik.com

Kesalahan kecil yang bisa cukup fatal dalam bisnis adalah mencampur keuangan pribadi dengan modal usaha. Permasalahan seperti ini biasanya muncul karena pebisnis cukup kebingungan dalam memisahkan uang dan mengaturnya dengan rapi.

Imbasnya, muncul kerancuan atau uang yang mereka miliki. Alhasil, ada sebagian uang pribadi yang terpakai untuk bisnis dan ada sebagian modal usaha yang digunakan untuk pribadi.

Kejadian seperti itu tentu berdampak buruk, sebab baik keuangan pribadi atau modal usaha akan sama-sama dirugikan. Itulah sebabnya, pembukuan sederhana sebaiknya sudah dimulai sejak pertama kali bisnis dijalankan.

Ada beberapa manfaat dari pembukuan sederhana, yaitu:

  • Memisahkan dana pribadi dan dana milik bisnis.
  • Mengetahui arus keluar masuk kas dan modal lainnya.
  • Mengetahui kewajiban atas utang, piutang, pajak, dan pengeluaran rutin lain.
  • Mengurangi risiko hilangnya aset bisnis karena data yang rancu.
  • Mengontol biaya operasional bisnis dengan rapi.
  • Mengetahui progres bisnis dan menilai keuntungan atau kerugian.

Selain itu, tentu masih banyak lagi manfaat pembukuan sederhana yang akan kamu dapatkan. Kamu akan merasakan bedanya setelah mencoba membuat pembukuan ini.

Baca Juga: Ingin Buka Usaha? Ini Cara Menghitung Modal Awal yang Tepat

Pembukuan Sederhana dan Perannya dalam Akuntansi

Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil
Foto catatan keuangan perusahaan. Sumber: Freepik.com

Pembukuan sederhana adalah salah satu fungsi dasar akuntansi. Menurut Investopedia, akuntansi adalah proses pencatatan transaksi keuangan yang berkaitan dengan bisnis. 

Proses akuntansi termasuk meringkas, menganalisis, dan melaporkan transaksi kepada lembaga pengawas, regulator, dan entitas pemungut pajak.

Laporan keuangan yang digunakan dalam akuntansi adalah ringkasan singkat dari transaksi keuangan selama periode akuntansi, meringkas operasional perusahaan, posisi keuangan, dan arus kas.

Baik bisnis besar maupun kecil, akuntansi adalah fungsi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan, perencanaan biaya, dan pengukuran kinerja ekonomi perusahaan. Dalam hal ini, pembukuan sederhana adalah bentuk akuntansi awal untuk bisnis kecil.

Ada beberapa fungsi dasar pembukuan sebagai bagian dari akuntansi. Berikut penjelasannya!

1. Menganalisis Keuangan

Fungsi pembukuan dalam kegiatan usaha adalah menyajikan bahan analisis keuangan. Kamu tentu perlu menganalisis pergerakan keuangan bisnis.

Maka dari itu, kamu perlu membaca dan menyimpulkan bagaimana tren keuangan bisnismu di akhir periode.

Untuk bisnis yang lebih besar, analisis keuangan ini akan dikerjakan oleh divisi tertentu. Kemudian, hasilnya akan dilaporkan sebagai bahan pengambilan keputusan.

2. Menyajikan Informasi Keuangan

Fungsi pembukuan dasar dalam bisnis adalah sebagai sumber informasi keuangan. Catatan keuangan ini bisa mengetahui segala informasi keuangan.

Mulai dari pemasukan, pengeluaran, utang, piutang, neraca kas, hingga profit bisnis. Informasi keuangan sangat penting untuk dicatat dan dilaporkan dengan benar, sebab banyak bisnis sulit berkembang karena pengaturan keuangan yang belum optimal.

Baca Juga: Cara Menghitung Upah Lembur yang Sesuai Ketentuan

3. Perencanaan Bisnis

Fungsi catatan pembukuan dalam kegiatan usaha juga dilibatkan dalam perencanaan bisnis. Khususnya perencanaan bisnis yang berkaitan dengan keuangan.

Menyambung fungsi sebelumnya. Setelah menganalisis keuangan perusahaan, data tersebut bisa jadi bahan untuk membuat rencana pada periode akuntansi selanjutnya.

Misalnya, kamu jadi bisa menyusun rencana keuangan yang lebih rapi dan efisien untuk periode waktu berikutnya. Dengan begitu, keuangan bisnis bisa lebih terstruktur dan mengurangi biaya yang tidak perlu.

Contoh Pembukuan Sederhana

Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil
Foto analisis keuangan bisnis. Sumber: Freepik.com

Setelah mengetahui fungsi dasar pembukuan, kamu sudah siap membuat pembukuan pertamamu! Ada beberapa contoh pembukuan sederhana yang bisa kamu buat, berikut penjelasannya:

1. Catatan Pengeluaran dan Pemasukan

Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil

Catatan paling sederhana tentunya memisahkan pemasukan dan pengeluaran. Hal ini adalah catatan paling awal yang harus kamu miliki.

Kamu perlu membagi catatan yang berisi pengeluaran seperti modal usaha dan catatan berisi laba bisnis.

Dengan dibaginya kedua catatan tersebut, kamu jadi bisa mengetahui dengan cepat apakah bisnismu mendapatkan keuntungan atau justru merugi. Catatan ini tentu perlu kamu buat setiap ada transaksi, ya!

2. Buku Kas

Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil

Jika catatan sebelumnya dibuat terpisah, buku kas adalah gabungan dari transaksi pemasukan dan pengeluaran. Mengapa catatan tersebut perlu digabungkan dalam buku kas?

Sederhananya, buku kas bisa mengetahui selisih antara pengeluaran dan pemasukan. Kamu jadi bisa mengetahui apalah saldo bisnismu di akhir periode menunjukkan nilai positif, atau justru defisit.

Baca Juga: 3 Pengertian Leverage dalam Berbagai Konteks Bisnis dan Keuangan 

3. Catatan Inventaris Barang

Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil

Selain mencatat nilai uang yang keluar masuk, kamu juga perlu mencatat perpindahan nilai barang.

Catatan ini akan memudahkanmu dalam mencari dan mengawasi semua aset bisnis. Kamu juga bisa mengetahui aset apa saja yang kamu miliki dan berapa perubahan nilai atas aset tersebut.

4. Laporan Laba Rugi

Selanjutnya adalah laporan lama rugi. Catatan ini berisi pendapatan dan beban bisnis. Dari catatan ini, kamu bisa langsung mengetahui apakah bisnismu mengalami kerugian atau untung.

Laporan ini juga berfungsi sebagai bahan evaluasi atas strategi bisnis yang sudah kamu jalankan.

5. Neraca Keuangan

Neraca keuangan berfungsi sebagai catatan untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis dalam periode tertentu.

Neraca keuangan berisi beberapa unsur, yaitu harga, kewajiban, dan modal. Dengan adanya neraca keuangan, kamu bisa mengantisipasi kondisi terburuk dengan sedini mungkin.

Baca Juga: Contoh Financial Plan untuk Bisnis, Rencana Keuangan Jadi Terarah

Nah, itulah penjelasan tentang pembukuan sederhana yang penting untuk bisnis kecil. Mudah bukan?

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !