website toko online

Apa Saja yang Termasuk Aset Tetap? Ini Penjelasan Lengkapnya

aset tetap adalah

Table of Contents

Aset tetap atau aktiva tetap merupakan aset fisik jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan. Apa saja yang termasuk dalam aset tetap?

Setiap bisnis, baik bisnis besar maupun bisnis kecil tentunya membutuhkan modal dan aset untuk beroperasi. Dalam hal modal, tentunya berkaitan dengan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku, membeli alat, hingga biaya sewa.

Sebagai contoh, bisnis ayam geprek tentu membutuhkan sejumlah modal dan aset. Aset yang dibutuhkan dapat berupa lahan, alat masak, bangunan atau fasilitas, kendaraan, meja dan kursi, hingga perlengkapan makan.

Baca Juga: Contoh Ayat Jurnal Penyesuaian dan Cara Membuatnya

Semua item tersebut pada dasarnya merupakan aset tetap yang dimiliki oleh usaha ayam geprek. Dikatakan sebagai aset tetap atau aktiva tetap karena keberadaannya digunakan dalam jangka panjang.

Namun, aktiva tetap di satu bisnis belum tentu sama dengan aktiva tetap bisnis lain. Hal tersebut tergantung pada fungsi aset dan pemakaiannya. Lantas, apa saja yang termasuk aktiva tetap?

SIRCLO Store Mobile App

Memahami Pentingnya Aset Tetap

aset tetap
(Foto aset kantor. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Corporate Finance Institute, aset tetap mengacu pada aset berwujud jangka panjang yang digunakan dalam operasi bisnis. 

Aset ini memberikan manfaat finansial jangka panjang, memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, dan diklasifikasikan sebagai properti, pabrik, dan peralatan (Property, Plant & Equipment) di neraca.

Seperti dijelaskan sebelumnya, aset jenis ini digunakan dalam operasi bisnis. Artinya, bisnis mungkin tidak dapat berjalan dengan semestinya jika ada salah satu aset yang tidak terpenuhi.

Kembali ke contoh sebelumnya, usaha ayam geprek membutuhkan kios, alat masak, meja-kursi, dan alat makan. Semua aset tersebut harus dipenuhi oleh bisnis. Jika ada satu saja aset yang kurang, maka bisnis ayam geprek ini mungkin akan terganggu.

Coba bayangkan, jika usaha ayam geprek tidak menyediakan alat makan seperti sendok dan piring. Lantas, bagaimana dengan pelanggan yang ingin makan di tempat?

Meskipun begitu, tidak semua aset di satu bisnis sama dengan bisnis lainnya. Sebagai contoh, jasa ekspedisi memiliki kendaraan sebagai asetnya, kendaraan ini digunakan untuk mobilisasi paket kiriman pelanggan.

Namun, bagi industri otomotif tentu kendaraan bukanlah aset perusahaan, namun merupakan bagian dari inventaris atau stok.

Bisnis yang dapat memanfaatkan asetnya dengan lebih efisien dapat mengungguli pesaingnya. Sebab, penggunaan aset sendiri membutuhkan sejumlah biaya.

Aset tetap dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aset berwujud dan tak berwujud. Aset berwujud tentunya adalah aset yang memiliki bentuk fisik, misalnya gedung kantor dan komputer.

Sementara itu, aset tak berwujud dapat berupa kekayaan intelektual, hak cipta, dan merek dagang.

Baca Juga: Contoh Neraca Saldo Sederhana yang Mudah Dibuat

Karakteristik Aset Tetap

Apa Saja yang Termasuk Aset Tetap? Ini Penjelasan Lengkapnya
(Foto kendaraan forklift. Sumber: Freepik.com)

Aktiva tetap memiliki beberapa karakteristik yang cukup mudah dikenali. Berikut penjelasannya, yaitu:

1. Memiliki Masa Pakai Lebih dari Setahun

Sesuai dengan definisinya, aktiva tetap adalah aset jangka panjang. Oleh sebab itu, masa pakainya bisa lebih dari satu tahun, misalnya properti, bangunan, dan peralatan.

2. Dapat Menyusut

Aktiva tetap selain tanah atau lahan dapat menyusut seiring waktu dan penggunaan. Contohnya, aset berupa kendaraan setiap tahun tentu harganya akan semakin turun.

3. Memberikan Dampak Finansial

Aktiva tetap dapat digunakan untuk operasional bisnis dan bisa menghasilkan pendatapan untuk jangka panjang. Aset ini tidak akan dijual kepada pelanggan, sebab digunakan seutuhnya untuk kegiatan bisnis.

4. Tidak Memiliki Likuiditas

Artinya, aktiva tetap tidak dapat dikonversi menjadi uang. Sebab, keberadaan aktiva tetap memang bukan bagian dari produk atau komoditas yang dapat menghasilkan uang. Namun, digunakan untuk menunjang produk utama yang dapat dijual.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Jurnal Khusus dan Fungsinya Dalam Bisnis

website toko online

Apa Saja yang Termasuk Aset Tetap?

Apa Saja yang Termasuk Aset Tetap? Ini Penjelasan Lengkapnya
(Foto aset tetap. Sumber: Freepik.com)

Setelah memahami karakteristiknya, sekarang tentu kamu sudah dapat membedakan apa saja aktiva tetap yang perlu dimiliki oleh bisnismu.

Secara umum, aktiva tetap dapat berupa gedung kantor, pabrik, kendaraan, komputer, alat produksi, furnitur, lahan, dan fasilitas kantor.

Contohnya, jika kamu memiliki usaha bakso malang maka aset tetap yang kamu miliki adalah kios atau gerobak bakso, alat masak, alat makan, lahan, dan mesin kasir (jika menggunakan kios).

Kemudian, bahan baku pembuatan bakso, mie, bihun, saus, dan kecap merupakan aset tidak tetap. Sebab, penggunaannya yang singkat dan jumlahnya yang dapat berubah-ubah atau habis.

Mengapa menggunakan aktiva tetap secara efisien bisa membuatmu lebih unggul dibanding kompetitor? Sederhananya, menggunakan aset dengan maksimal dan tepat guna bisa meningkatkan mutu dan kapasitas produksi.

Sebagai contoh, jika kamu berjualan bakso menggunakan gerobak, kemudian memilih untuk berjualan keliling ketimbang mangkal di satu tempat, tentu penjualan baksomu bisa jadi lebih banyak.

Baca Juga: Bahasa Marketing: Istilah-Istilah dalam Dunia Marketing

Bagaimana Cara Memperoleh Aset Tetap?

Apa Saja yang Termasuk Aset Tetap? Ini Penjelasan Lengkapnya
(Foto mesih jahit. Sumber: Freepik.com)

Aset atau aktiva tetap adalah hak atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Hak ini bisa didapat dengan berbagai cara, seperti berikut ini:

1. Produksi Sendiri

Sebagian bisnis memperoleh aset dengan produksi sendiri. Misalnya, perusahaan yang membangun kantor dan gudang sendiri. Contoh lain adalah penjual bakso yang membuat gerobaknya sendiri.

2. Pembelian Tunai

Aset bisa diperoleh dengan pembelian tunai, dan akan dicatat sebagai pengeluaran kas. Dengan kata lain, transaksi ini akan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.

3. Pembelian Kredit

Aset bisa diperoleh dengan pembelian kredit, dan akan dicatat sebagai pengeluaran. Dengan kata lain, transaksi ini akan dicatat dalam jurnal pembelian.

4. Hibah atau Donasi

Aset juga dapat diperoleh melalui hibah atau donasi. Artinya, sebuah bisnis bisa saja mendapatkan hibah aset dari entitas lain. Misalnya, pelaku UMKM konveksi yang mendapat bantuan mesin jahit dari pemerintah setempat.

5. Penukaran Aset Serupa

Aset adalah barang yang dapat ditukar tambah. Transaksi ini akan dicatat dalam jurnal keuangan dengan mencatumkan selisih biayanya.

Baca Juga: FMCG adalah Fast Moving Consumer Goods, Ini 4 Peluang Bisnisnya

Akuntansi Aset Tetap

Apa Saja yang Termasuk Aset Tetap? Ini Penjelasan Lengkapnya
(Foto catatan akuntansi. Sumber: Freepik.com)

Aktiva tetap adalah salah satu akun yang dicatat dalam akuntansi. Dalam penulisannya, ada beberapa ketentuan yang mengikat, yaitu:

  1. Pencatatan aset : Jika aset dibeli secara kredit, maka entri akan ditulis di kolom kredit sebagai utang akun.
  2. Penyusutan: Aset tetap mengalami penyusutan seiring waktu dalam periode akuntansi. Beberapa metode digunakan untuk menentukan penyusutan. Dari metode tersebut, straight line method adalah metode yang paling populer.
  3. Aset yang memiliki masa manfaat akan berfungsi dalam bisnis: Setelah periode tertentu, aset harus dihapus atau dijual. Ini dilakukan dengan mendebit akun akumulasi penyusutan dari semua biaya penyusutan dan mengkredit akun aset tetap masing-masing.

Itulah penjelasan tentang aset tetap yang perlu kamu ketahui. Yuk, gunakan asetmu seefisien mungkin!

website toko online

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !