Mengenal Carbon Trading, Cara Unik Kurangi Emisi Karbon!

carbon trading adalah

Table of Contents

Carbon trading atau perdagangan karbon bisa jadi cara mengurangi emisi.

Istilah carbon trading mungkin masih cukup asing di telinga kamu. Namun, perdagangan karbon sebenarnya sudah ada sejak lama. Perdagangan karbon juga sudah sering jadi perbincangan dan bahan penelitian.

Indonesia sendiri sudah memiliki dasar hukum tentang perdagangan karbon. Banyaknya perbincangan dan perdebatan tentang carbon trading tentu menarik untuk diketahui oleh banyak orang.

Baca Juga: 9 Ide Kemasan yang Ramah Lingkungan untuk Produkmu

Secara sederhana, perdagangan karbon menjadi cara untuk mengurangi emisi karbon sekaligus menjadi sumber pemasukan negara. Perdagangan karbon juga turut menyumbang perlindungan hutan dan pohon.

Mengapa perdangan karbon dapat mengurangi emisi? Apa kaitannya dengan hutan dan mengapa bisa mendatangkan keuntungan bagi negara?

Untuk memahami lebih lanjut tentang carbon trading, simak penjelasan berikut ini ya!

Apa Itu Carbon Trading?

carbon trading adalah
Foto: Freepik.com

Menurut Investopedia, perdagangan karbon adalah pembelian dan penjualan izin yang memungkinkan pemegang izin untuk melepaskan karbon dioksida atau gas rumah kaca lainnya.

Perdagangan karbon dilakukan dengan tujuan mengurangi emisi karbon secara bertahap dan mencegah perubahan iklim global.

Perdagangan karbon terjadi antar negara dengan maksud mengurangi emisi karbon dan menjadi perdagangan emisi yang paling besar.

Bentuk izin dari perdagangan karbon dilakukan dalam rangka memenuhi kewajiban setiap negara sesuai yang tercantum dalam protokol Kyoto. Protokol tersebut berisi tentang pengurangan emisi karbon sebagai upaya mencegah perubahan iklim yang ekstrem.

Perdagangan karbon dapat membuat sebuah negara yang memproduksi emisi karbon bisa membeli hak atau izin mengeluarkan emisi. Sementara itu, negara yang menghasilkan emisi lebih sedikit bisa menjual haknya kepada negara lain.

Setiap negara memiliki hak mengeluarkan emisi karbon, namun hak tersebut dibatasi untuk mencegah kerusakan lingkungan. Negara yang memproduksi banyak emisi tentu membutuhkan lebih banyak hak atau izin menghasilkan karbon.

Maka dari itu, negara tersebut dapat membeli hak atau izin mengeluarkan emisi karbon dari negara lain. Dengan begitu, jumlah emisi karbon yang dihasilkan tiap negara tidak akan melebihi ambang batas.

Baca Juga: Lingkungan Bisnis: Definisi, Komponen, Dan Manfaatnya

Bagaimana Cara Kerja Izin Carbon Trading?

carbon trading adalah
Foto: Freepik.com

Model yang digunakan dalam carbon trading saat ini disebut cap and trade. Skema ini memungkinkan pemerintah antar negara menetapkan batas hukum keseluruhan emisi selama periode waktu tertentu, dan memberikan izin kepada pihak yang menghasilkan emisi.

Pihak yang menghasilkan emisi harus memiliki izin atau hak yang cukup untuk menutupi emisi yang dilepaskan. Setiap satu izin atau hak dalam perdagangan karbon setara dengan satu ton karbon dioksida.

Pihak yang melepaskan emisi harus membeli izin atau hak melepaskan emisi karbon dengan harga tertentu dari pihak yang menjual hak emisi karbon.

Sebagai contoh, sebuah negara yang melepaskan banyak emisi karbon tentu harus membeli izin melepaskan emisi karbon dari negara lain.

Nilai pembelian izin emisi karbon ini yang akan jadi sumber pemasukan bagi negara yang menjualnya. Sementara itu, negara penghasil emisi jadi bisa melepaskan lebih banyak emisi jika memiliki lebih banyak izin.

Baca Juga: Green Marketing Adalah? Simak Penjelasan Lengkapnya Di Sini!

Dasar Hukum Perdagangan Karbon di Indonesia

carbon trading adalah
Foto: Freepik.com

Di Indonesia, perdagangan karbon didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Mencapai Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.

Dasar hukum tersebut adalah wujud penerapan dari Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change.

Dalam perdagangan karbon, dikenal istilah Nilai Ekonomi Karbon yang merupakan nilai dari setiap unit emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan manusia dan kegiatan ekonomi.

Pungutan atas karbon nantinya menjadi pungutan negara baik di pusat maupun di daerah. Pungutan karbon didasari atas kandungan karbon, potensi emisi karbon, jumlah emisi karbon, dan/atau kinerja aksi mitigasi.

Pungutan karbon ini dapat berupa pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar, PPnBM, maupun pajak karbon itu sendiri.

Baca Juga: Cara Membuat Paper Bag untuk Kemasan Ramah Lingkungan!

Mengapa Carbon Trading Bisa Terjadi?

carbon trading adalah
Foto: Freepik.com

Ketika ada beberapa negara yang menggunakan bahan bakar fossil, tentu negara tersebut hanya perlu membayar biaya bahan bakar yang digunakan.

Namun, dampak buruk dari penggunaan bahan bakar fossil tersebut tidak akan ditanggungkan kepada negara yang bersangkutan.

Padahal, penggunaan bahan bakar fossil yang menghasilkan emisi karbon ini medatangkan malapetaka bagi lingkungan. Segala bentuk pencemaran hingga perubahan iklim dapat diakibatkan dari emisi karbon.

Sayangnya, tidak ada ukuran yang dapat menakar denda atau sanksi bagi negara-negara yang berkontribusi menghasilkan polusi, merusak lingkungan, hingga pemanasan global.

Oleh karena itu, jika suatu negara menggunakan bahan bakar fossil dan melepaskan emisi karbon, negara tersebut harus membayarnya. Nah, carbon trading adalah solusi atas permasalahan tersebut, dan disetujui dalam Protokol Kyoto.

Dengan kata lain, perdagangan karbon jadi cara untuk mengenakan denda atau tuntutan kepada suatu negara yang menghasilkan emisi karbon. Sebab, negara tersebut berkontribusi atas pencemaran lingkungan.

Tujuannya adalah mengurangi emisi karbon dan mencegah perubahan iklim global di masa depan. Upaya ini dijalankan dengan membatasi pembuangan gas karbon sehingga pencemaran lingkungan dapat ditekan.

Baca Juga: 8 Tips Menjadi Sociopreneur, Bisa Berdampak Bagi Masyarakat

Kelebihan dan Kekurangan Carbon Trading

carbon trading adalah
Foto: Freepik.com

Perdagangan karbon dinilai efektif mengatasi masalah lingkungan, terutama pencemaran yang disebabkan emisi karbon.

Perdagangan karbon ini membuat negara-negara harus mengurangi jumlah emisi yang dilepaskan sesuai dengan ambang batas yang ditetapkan.

Alhasil, seluruh efek berantai dari emisi karbon juga dapat dicegah. Misalnya, pencemaran lingkungan, perubahan iklim ekstrem, hingga pemanasan global dan efek rumah kaca.

Selain itu, perdagangan karbon juga dapat menambah pemasukan suatu negara. Khususnya bagi negara yang menjual hak atau izin emisi karbon kepada negara lain.

Sayangnya, pemberian haka tau izin melepaskan karbin juga tak lepas dari campur tangan politik. Artinya, urusan perdagangan karbon ini bisa jadi dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Nah, itulah penjelasan tentang carbon trading dan pengaruhnya dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Sudah siapkan kita menghadapi perdangan karbon?

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !