Ads

Etika Bisnis: Pengertian dan Perannya dalam Berwirausaha

etika-bisnis

Table of Contents

Dalam berbisnis, kamu pasti tahu bahwa adanya kompetitor yang bisa memicu timbulnya persaingan tidak sehat. Oleh sebab itu, penting bagi setiap pengusaha untuk memahami etika bisnis.

Menurut jurnal Universitas Darma Persada, etika bisnis dipercaya sebagai cara untuk mempertahankan bisnis dan harus diterapkan oleh seluruh pihak.

Jika semua pihak melaksanakannya, maka konsumen pun akan merasa disejahterakan sehingga kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan pun lahir.

Etika bisnis merupakan pedoman dalam melakukan kegiatan berbisnis dan meliputi seluruh aspek mulai dari individu, perusahaan, sampai masyarakat.

Baca Juga: 6 Manfaat Analisis SWOT bagi Evaluasi Bisnis

Apa Itu Etika Bisnis?

etika bisnis
Foto: Pixabay.com

Lalu, apa yang dimaksud dengan etika bisnis? Menurut definisi, etika bisnis mengacu pada standar perilaku yang benar dan salah secara moral dalam bisnis.

Mengutip The Street, etika bisnis dapat mencakup sejumlah situasi yang berbeda, termasuk bagaimana bisnis diatur, bagaimana saham diperdagangkan, peran bisnis dalam masalah sosial, dan masih banyak lagi.

Etika bisnis adalah bidang yang sangat luas karena ada begitu banyak topik berbeda, kamu dapat dapat memelajarinya dari berbagai sudut pandang yang berbeda, baik secara filosofis, ilmiah, maupun hukum. Namun, hukum memainkan peran terbesar dalam mempengaruhi etika bisnis sejauh ini.

Banyak bisnis memanfaatkan etika bisnis tidak hanya untuk tetap bersih dari perspektif hukum, tetapi juga untuk meningkatkan citra publik mereka dalam masyarakat.

Baca Juga: Syarat Bikin SKU yang Kamu Perlu Tahu agar Dapat Izin Usaha

Mengapa Etika Bisnis Penting?

pentingnya etika bisnis
Foto: Pixabay.com

Etika bisnis penting karena berbagai alasan.

Pertama dan terpenting, hal ini membuat bisnis tetap berjalan dalam batas-batas hukum, memastikan bahwa mereka tidak melakukan kejahatan terhadap karyawan, pelanggan, konsumen pada umumnya, atau pihak lain.

Menerapkan etika dalam berbisnis juga dapat membangun kepercayaan antara bisnis dan konsumen.

Jika konsumen merasa bahwa suatu bisnis dapat dipercaya, mereka akan lebih cenderung memilih bisnis tersebut daripada para pesaingnya.

Selain itu, menjalankan bisnis sesuai etika bisa menarik investor dan pemegang saham. Menerapkan etika bisnis juga dapat bermanfaat bagi karyawan dan operasi bisnis.

Baca Juga: Ingin Buat SIUP? Ini Cara Membuat Izin Usaha Online

Prinsip dalam Etika Bisnis

prinsip dalam bisnis
Foto: Pixabay.com

Adapun prinsip-prinsip dalam menerapkan etika bisnis menurut Sonny Keraf, meliputi:

  • Prinsip Otonomi

Otonomi merupakan perilaku mandiri saat manusia dapat mengambil keputusan dan bertindak atas kemauannya sendiri dan ia dapat mempertanggungjawabkannya.

Namun, semua keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam bisnis harus mengikuti nilai dan norma yang berlaku.

Jadi, pelaku bisnis otonom adalah pelaku bisnis yang sadar akan tindakannya dan siap mempertanggungjawabkan tindakannya.

Jika sikap otonom ini dilakukan dengan mengikuti norma yang berlaku, maka bisnis yang dijalankan pun akan bertahan dan membantu para pelaku bisnis dalam mengembangkan bisnisnya.

  • Prinsip Kejujuran

Kejujuran sangat dituntut bagi setiap pihak dalam memutuskan hubungan kerjasama serta dalam menyepakati suatu perjanjian.

Jika tidak ada kejujuran dan kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak, tentu pihak lain tidak akan mau lagi untuk melakukan kerja sama dengan pihak yang melakukan kecurangan.

Oleh karena itu, prinsip kejujuran sangat penting untuk diterapkan dalam berbisnis.

Kejujuran juga harus ditegakkan dalam bisnis, terutama dalam hal tawar-menawar barang atau jasa. Para pelaku bisnis pun harus bisa menentukan harga yang tepat untung kualitas barang atau jasa yang dijualnya.

Tak hanya itu, kejujuran sangat diperlukan dalam hubungan kerja internal dalam suatu perusahaan demi terciptanya kondisi kerja yang kondusif

  •  Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menanamkan sikap bagi semua pihak untuk berlaku secara adil, yaitu tidak ada sikap membeda-bedakan dari semua aspek seperti aspek ekonomi, hukum, dan aspek lainnya.

Dengan kata lain, prinsip ini menekankan untuk selalu menghargai hak dan kewajiban setiap individu.

Jadi, dalam kegiatan bisnis tidak boleh ada satu pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya mulai dari karyawan, pemasok, investor sampai ke konsumen.

  • Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip ini menekankan bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan prinsip saling menguntungkan (win-win solution), yang artinya dalam semua keputusan yang diambil dalam kegiatan bisnis semua pihak harus mengusahakan agar masing-masing merasa diuntungkan.

Perusahaan ingin banyak orang membeli atau menggunakan produknya, dan konsumen juga ingin menggunakan produk-produk tersebut dengan kualitas bagus dan harga yang setimpal.

Maka dari itu, penting bagi semua pelaku bisnis untuk terus menjalankan bisnisnya sebaik mungkin sehingga menguntungkan semua pihak.

  •  Prinsip Integritas Moral

Prinsip integritas moral menekankan kesadaran para pelaku bisnis bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya.

Jadi, pelaku bisnis harus dapat menjalankan bisnisnya secara maksimal agar dapat membawa perusahaannya menjadi yang terbaik dan dapat dibanggakan.

Baca Juga: Hukum Bisnis di Indonesia, Ini Ruang Lingkup dan Sumbernya

Penerapan Etika dalam Berbisnis

penerapan etika bisnis
Foto: Pixabay.com

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, etika bisnis bisa menguntungkan berbagai pihak. Mulai dari perusahaan, karyawan, konsumen, hingga investor.

Lalu, bagaimana penerapan etika dalam berbisnis yang baik? Berikut contohnya:

1.  Integritas

Etika dalam berbisnis harus selalu ditegakkan oleh perusahaan. Tidak peduli apa pun masalah yang dihadapi, pemimpin dan karyawan wajib menunjukkan integritas pribadi sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

2. Loyalitas

Loyalitas tercipta dari kepercayaan antara perusahaan dengan karyawan dan konsumen.

Untuk menerapkannya, perusahaan pun harus menjalin hubungan yang baik dengan para karyawan sekaligus konsumennya.

Dengan begitu, bisnis yang dijalankan dapat bertahan lama.

3. Kejujuran

Kejujuran merupakan prinsip dalam hidup yang sebaiknya dimiliki oleh setiap manusia. Baik dalam bergaul dengan orang lain, maupun ketika bekerja dan berbisnis.

Dalam mencapai kepercayaan, biasanya perusahaan harus melibatkan bersikap transparan dan jujur ​​dalam semua tindakan dan komunikasi.

Jika perusahaan menjalankan bisnisnya dengan jujur, konsumen akan lebih mudah percaya dengan produk/jasa yang ditawarkan.

Konsumen juga sangat menghargai keterbukaan karena memberikan mereka wawasan tentang bagaimana bisnis beroperasi dan mengonsep pekerjaan yang mereka lakukan.

Oleh karena itu, jangan sampai perusahaan menyebarkan informasi yang menyesatkan dan merugikan konsumen.

Selain kepada konsumen, perusahaan juga perlu berlaku jujur kepada karyawan yang bertanggungjawab atas produksi barang/penyedia jasa yang ditawarkan.

4. Saling Menghormati

Penerapan etika dalam berbisnis berikutnya adalah pentingnya untuk saling menghormati. Jadi, perusahaan tidak boleh membeda-bedakan karyawan, investor, atau konsumennya.

Mereka harus selalu menghargai setiap orang yang terlibat dalam bisnis. Karena perusahaan yang arogan akan lebih cepat ditinggalkan.

Ada berbagai cara yang bisa perusahaan lakukan dalam menunjukkan rasa hormat. Misalnya, menepati semua janji kepada konsumen, serta memberikan permintaan maaf yang tulus dan kompensasi yang sesuai jika ada kendala pada konsumen.

5. Adil

Keadilan juga sangat penting untuk diterapkan dalam etika berbisnis. Jadi, perusahaan harus memandang karyawan, investor, atau konsumennya secara setara.

Salah satu bagian dari bersikap adil adalah memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk dipekerjakan di perusahaan.

Baca Juga: 6 Bentuk Kepemilikan Bisnis di Indonesia

Itulah pengertian etika dalam berbisnis, prinsip, dan cara menerapkannya. Semoga kamu sebagai pengusaha bisa menjalankannya sebaik mungkin, ya.

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !