website toko online

Pitch Deck: Pengertian, Tujuan, dan Cara Membuatnya

pitch adalah

Table of Contents

Pitch deck atau pitch adalah sebuah presentasi singkat mengenai rencana bisnis.

Bagi kamu yang saat ini terjun di dunia bisnis atau baru akan memulainya, tentu sangat membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Tak bisa dimungkiri memang semakin besar modalnya, operasional bisnis bisa semakin baik. Kamu bisa mengembangkan bisnis dengan menambah SDM, memodernisasi peralatan, hingga meningkatkan iklan penjualan.

Sayangnya, bagi pebisnis muda modal menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi. Keterbatasan modal membuat bisnis menjadi lambat berkembang. Ada beberapa sumber modal bisnis yang bisa kamu coba, salah satunya dengan mengajak investor.

Untuk dapat membujuk para investor, tentu kamu harus mampu membangun image bisnis yang positif. Tak hanya itu, kamu juga perlu menyiapkan media informasi yang baik mengenai bisnismu.

Umumnya, kamu perlu melakukan presentasi dengan menjelaskan rencana dan prospek bisnismu di hadapan para pemilik modal. Tujuannya adalah agar kamu bisa mendapat suntikan modal yang lebih besar.

Untuk memahami lebih lanjut tentang pitch deck, yuk simak penjelasannya berikut!

Baca Juga: 7 Tips Presentasi yang Baik, Buat Audiens Terpukau!

SIRCLO Store Mobile App

Apa Itu Pitch Deck?

Pitch Deck: Pengertian, Tujuan, dan Cara Membuatnya
Foto: Freepik.com

Menurut Cooley Go, pitch deck adalah presentasi yang digunakan untuk mengajukan ide bisnis kepada sejumlah audiens, biasanya terdiri atas para investor.

Salah satu aspek terpenting dari pitch deck adalah mengatur elemen dalam presentasi agar dapat dipahami dan menarik perhatian audiens.

Beberapa elemen kunci pitch deck terdiri atas ringkasan bisnis, permasalahan yang dihadapi, produk, pasar, keuangan, dan prospek di masa depan.

Pitch deck yang tepat digunakan untuk berbagi informasi tentang perusahaan atau produk untuk membantu audiens dalam menilai perusahaan tersebut.

Cara presentasi ini terdiri atas beberapa slide yang memungkinkan kamu untuk menyampaikan ide-ide kepada audiens. Pitch deck harus terlihat profesional, kreatif, dan dapat dipahami dengan baik.

Baca Juga: Ketahui 3 Tujuan Presentasi Bisnis serta Tips Suksesnya

Manfaat Pitch Deck

Pitch Deck: Pengertian, Tujuan, dan Cara Membuatnya
Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui lebih jauh tentang pengertian pitch deck. Selanjutnya kamu perlu mengetahui manfaat pitch deck bagi bisnis. Berikut beberapa manfaat pitch deck yang dirangkum dari Indeed.

1. Memperkuat Branding Perusahaan

Pitch deck mampu membantu memperkuat branding perusahaan. Sesi presentasi ini bisa menjadi kesempatan bagi kamu dan tim untuk menyebarluaskan merk produk maupun profil perusahaan di hadapan audiens.

Bahan presentasi yang kamu buat bisa menjadi alat pemasaran yang mampu memengaruhi persepsi audiens.

Audiens bisa jadi semakin meminati bisnis yang kamu miliki. Oleh sebab itu, kamu harus mampu memaksimalkan kesempatan tersebut dengan baik.

2. Membangun Kesadaran

Pitch deck yang baik mampu membangun awareness atau kesadaran audiens terhadap bisnismu. Jika presentasimu mampu menarik minat audiens, bukan tidak mungkin setelahnya audiens akan berusaha mencari tau lebih lanjut tentang bisnismu.

Tidak menutup kemungkinan, audiens akan mencarinya melalui Youtube, media sosial, atau bahkan mengajakmu untuk mengatur agenda pertemuan selanjutnya. Hal tersebut bisa membantu bisnismu dalam memikat lebih banyak konsumen dan investor.

3. Membantu Meningkatkan Modal

Pitch deck pada dasarnya memang ditujukan untuk mengundang keterlibatan investor dalam bisnis. Presentasi yang baik dapat menjadi alat untuk mendatangkan modal yang lebih banyak.

Apabila kamu berhasil menyajikan informasi yang jelas, menarik, dan menjelaskan prospek jangka panjang yang menjanjikan, tentu para investor akan tertarik.

Oleh sebab itu, kamu juga perlu melatih kemampuan presentasimu di depan audiens.

Baca Juga: 7 Tahapan Sales untuk Tingkatkan Bisnismu, Sudah Tahu?

4. Memunculkan Minat Audiens

Presentasi yang bagus dan berfokus pada nilai perusahaan serta potensi pasar dapat memunculkan minat audiens terhadap bisnismu. Minat tersebut bisa datang dari para investor, mitra bisnis, atau konsumen.

Kamu juga bisa meminta umpan balik dari presentasimu untuk mengetahui pandangan audiens. Dengan begitu, kamu bisa terus meningkatkan produk yang kamu jual agar dapat memenuhi keinginan konsumen.

5. Mengirim Pesan Kepada Audiens

Pitch deck memiliki manfaat untuk mengirim pesan kepada audiens. Ketika presentasi, kamu bisa menyampaikan hal-hal yang menjadi nilai penting dari produk atau bisnismu.

Nilai penting tersebut yang selanjutnya akan tersampaikan kepada audiens melalui pitch deck yang baik. Lantas, bagaimana struktur pitch deck yang baik agar dapat dimanfaatkan dengan optimal?

Baca Juga: 4 Tips Membuat Strategi Content Marketing untuk Toko Online

website toko online

Tips dan Struktur Pitch deck

Pitch Deck: Pengertian, Tujuan, dan Cara Membuatnya
Foto: Freepik.com

Struktur pitch deck yang baik umumnya terdiri atas 10-12 slide. Selain itu, ada beberapa poin penting yang perlu kamu sampaikan di setiap slidenya. Berikut penjelasannya yang dirangkum dari Visme.

1. Perkenalan

Slide pertama dalam pitch deck menjadi slide yang paling penting. Sebab slide ini sangat menentukan minat audiens untuk menyimak slide-slide berikutnya, sehingga kamu perlu memberikan kesan pertama yang baik.

Slide pertama ini bisa diisi dengan perkenalan singkat mengenai tim presentasi dan profil singkat dari bisnismu. Kamu bisa menggunakan satu kalimat pendek yang menggambarkan bisnismu. Contohnya, “kami mengantarkan paketmu secepat kilat”.

2. Masalah

Slide berikutnya berisi tentang permasalahan atau kendala yang bisa diselesaikan dengan produkmu. Oleh sebab itu, kamu perlu mengetahui apa masalah atau kendala yang sebenarnya dihadapi audiens.

Misalnya, jika bisnismu bergerak dalam bidang pengiriman, kamu bisa mencoba menggunakan beberapa pertanyaan sederhana.

Contohnya “barangmu sampai sebelum kamu membayangkannya”. Kamu harus menjadikan produkmu sebagai solusi atas permasalahan saat ini.

3. Solusi

Bagian ini merupakan jawaban dari bagian sebelumnya tentang masalah yang dihadapi audiens. Pada bagian ini, kamu bisa menjelaskan cara kerja produkmu dan bagaimana produkmu bisa menjadi solusi atas permasalah yang sebelumnya kamu sampaikan.

Kamu juga bisa menunjukan keunggulan dan fitur dari produk yang kamu milik pada bagian ini. Gunakan kalimat yang sederhana namun mampu mencakup seluruh pesan yang ingin disampaikan.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Crowdfunding

4. Peluang Pasar

Selanjutnya, kamu perlu menjelaskan peluang pasar dari produk yang kamu jual. Maka dari itu, pastikan kamu sudah melakukan riset pasar sebelumnya. Kamu perlu mencari tau siapa, di mana, dan bagaimana produkmu dibutuhkan.

Semakin luas peluang pasar, maka kemungkinan bisnismu diminati investor akan semakin besar.

5. Produk

Bagian terakhir ini berfokus pada wujud produk atau layanan yang kamu berikan. Pada bagian ini, kamu bisa menampilkan foto dan video produk sejelas dan semenarik mungkin.

Jika perlu, kamu bisa memamerkan produkmu secara langsung serta menunjukan keunggulan dan cara kerjanya di hadapan audiens.

Selain itu, jika kamu menjual jasa, maka kamu bisa mendemonstrasikan bagaimana kualitas layanan yang kamu miliki. Dengan begitu, audiens dapat melihat langsung mutu produk yang kamu miliki.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai pitch deck yang perlu kamu ketahui. Sebagai bagian penting dari bisnis, kamu perlu menyiapkan pitch deck-mu sebaik mungkin.

Kamu bisa mendapat lebih banyak modal dan keuntungan berkali lipat melalui pitch deck yang efektif. Yuk, tingkatkan bisnismu dengan memanfaatkan peluang mendapatkan modal yang lebih besar!

website toko online

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !