Anak Kos Menangis, Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Share this Post

harga mie instan

Table of Contents

Mie instan adalah makanan sejuta umat. Kabar buruknya, harga mie instan terancam naik sampai tiga kali lipat, Cek faktanya yuk!

Mie instan, sesuai dengan namanya, adalah makanan paling praktis, terjangkau, dan mengenyangkan. Itulah mengapa mie instan sering jadi pilihan utama di kala lapar dan dalam keadaan mendesak.

Bagi anak kos, mie instan bak menu makanan wajib yang harus selalu ada. Uniknya, mie instan ibarat candu bagi banyak orang. Sebab, sekali memakannya, rasanya satu bungkus saja tak akan cukup.

Namun, baru-baru ini kabar buruk menerpa para penggemar mie instan. Kata pemerintah, harga mie instan akan naik hingga tiga kali lipat. Kenaikan harga tersebut tentu bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Update Harga Telur Hari Ini di Berbagai Wilayah Indonesia

Tak hanya mie, beberapa harga bahan pangan sampai tarif ojol juga kini mengalami kenaikan. Apakah kenaikan harga mie instan ini merupakan dampak dari resesi dan konflik di beberapa negara? Akankah mie instan tetap menjadi makanan sejuta umat?

Untuk mengetahui faktanya lebih lanjut, simak artikel ini sampai akhir ya!

Harga Mie Instan Bakal Naik, Apa Sebabnya?

harga mie instan
(Foto mie instan. Sumber: Unsplash.com)

Kenaikan harga bahan pangan seperti cabai, bawang, daging, dan minyak, merupakan fenomena yang sering terjadi di pasaran. Biasanya, kenaikan harga bahan pangan ini terjadi menjelang Ramadan hingga lebaran.

Namun, bagaimana dengan kenaikan harga mie instan? Berita yang satu ini cukup menghebohkan warganet. Pasalnya, harga mie instan umumnya cenderung stabil. Naiknya harga makanan sejuta umat ini tentu mengundang perhatian dari masyarakat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memperingatkan potensi kenaikan harga mie akibat efek domino dari perang Rusia-Ukraina. Pasalnya, Indonesia mengandalkan pasokan gandum impor dari beberapa negara, termasuk Rusia dan Ukraina.

Produk turunan gandum yang berupa tepung terigu merupakan bahan utama pembuatan mie instan. Hal tersebut berpotensi mempengaruhi harga mie di pasaran.

“Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan Perang Ukraina-Rusia. Dimana ada 180 juta ton gandum nggak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3x lipat,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam webinar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (8/8).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto menyebutkan bahwa pada tahun 2022 ini, ada sembilan negara yang melarang ekspor gandum.

Negara yang dimaksud adalah Serbia, Aljazair, Kazakhstan, Kosovo, India, Afghanistan, dan Ukraina.

Gandum sendiri adalah bahan pangan kaya protein yang bisa menjadi sumber karbohidrat alternatif. Gandum biasanya diolah menjadi roti dan biskuit.

Berkurangnya pasokan gandum nampaknya menjadi alasan mengapa pemerintah sampai ingin meningkatkan produksi sorgum sebagai bahan pangan alternatif.

Presiden Joko Widodo ingin meningkatkan produksi sorgum sebagai sumber karbohidrat pengganti beras. Upaya meningkatkan produksi sorgum ini dilakukan dengan memperluas lahan tanaman sorgum dan membuat roadmap hingga tahun 2024.

Baca Juga: Harga BBM Hari Ini Naik Lagi Per 3 Agustus 2022, Ini Daftar Harganya!

Mengapa Harga Gandum Mengalami Kenaikan?

Anak Kos Menangis, Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat
(Foto ladang gandum. Sumber: Unsplash.com)

Naiknya harga mie instan dipengaruhi oleh kelangkaan gandum sebagai bahan pangan dunia. Kelangkaan ini mendorong melonjaknya harga gandum.

Dilansir dari The Hindu Business Line, perang Rusia-Ukraina bukan satu-satunya penyebab naiknya harga gandum global. Krisis pangan global kini semakin mengkhawatirkan dan mengancam banyak negara di dunia.

Kenaikan harga gandum disebabkan oleh ketidakpastian pasar imbas konflik Ukraina, perubahan iklim, dan melonjaknya biaya pertanian. Perang kedua negara tersebut menyebabkan harga pupuk dan sumber daya pertanian ikut melonjak.

Rusia dan Ukraina sendiri menyumbang 30-40% dari pasokan gandum dunia. Inflasi dan krisis ekonomi juga menjadi ancaman di beberapa negara di dunia.

India adalah salah satu negara yang melarang ekspor gandum. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk melindungi kebutuhan gandum dalam negeri di negara tersebut.

Meski begitu, menurut data, Australia merupakan negara pemasok gandum terbesar bagi Indonesia. Selama 2020-2021, gandum asal Australia diekspor ke Indonesia sebesar AU$ 1,2 miliar.

Baca Juga: Harga Sawit Hari Ini Turun, Diprediksi Naik dalam Satu Pekan

Harga Mie Instan Mulai Naik di Warung dan Minimarket

Anak Kos Menangis, Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat
(Foto warmindo. Sumber: Unsplash.com)

Kenaikan harga mie rupanya tak main-main. Kelangkaan pasokan gandum dunia berdampak langsung pada harga jual berbagai merek mie instan di pasaran.

Mengutip dari Detik, berdasarkan penelusurannya ke sebuah minimarket di Jakarta Selatan, harga mie sementara belum mengalami kenaikan, namun sudah dipastikan akan naik.

Harga mie saat ini masih harga normal untuk menghabiskan stok. Kenaikan harga Indomie nantinya sekitar Rp300,- sampai Rp500,- per bungkus, sehingga tak ada lagi Indomie dengan harga Rp 2 ribuan.

Masih di daerah Jakarta Selatan, harga mie di sebuah warung kelontong sudah mengalami kenaikan. Harga Indomie Goreng yang semula Rp3.000,- naik menjadi Rp3.500,- per bungkus.

Rata-rata kenaikan harga aneka Indomie Goreng kini berada di atas Rp3.000,- sementara itu, harga Mie Sedaap masih lebih murah, yaitu kisaran Rp2.300,- sampai Rp3000-an per bungkusnya.

Baca Juga: Tarif Tiket Pesawat Naik 15%, Ini Faktor Penentunya!

Akankah Terjadi Penimbunan Mie Instan?

Anak Kos Menangis, Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat
(Foto sajian mie instan. Sumber: Unsplash.com)

Kenaikan harga minyak goreng beberapa waktu lalu disebabkan oleh adanya kelangkaan. Kelangkaan ini merupakan imbas dari tindakan beberapa oknum yang dengan sengaja menimbun minyak goreng.

Naiknya harga mie juga imbas dari kelangkaan pasokan gandum dunia. Akankah ada oknum yang dengan sengaja menimbun mie?

Perlu diketahui bersama, meskipun mie adalah makanan sejuta umat, namun mie bukanlah sumber pangan utama. Posisi mie sebagai bahan makanan hemat ala anak kos bisa digantikan dengan makanan lain yang harganya masih stabil, seperti roti atau singkong.

Jika pasokan gandum semakin langka, maka penggunaan tepung terigu sebagai bahan baku mie mungkin bisa digantikan dengan tepung singkong, tepung sagu, atau jenis tepung lainnya.

Bagi kamu pecinta mie instan dan khawatir dengan kenaikan harga tersebut, kamu bisa menyetok lebih banyak mie mulai sekarang. Mengingat saat ini harga mie belum naik merata di semua tempat.

Menimbun atau menyimpan makanan untuk konsumsi pribadi sebenarnya sah-sah saja, selama bukan dimaksudkan untuk kepentingan komersil.

Baca Juga: Tarif Ojek Online Naik Mulai Agustus, Berikut Rinciannya!

Nah, itulah kumpulan fakta tentang kenaikan harga mie instan yang kini mulai terjadi di pasaran. Akankah mie instan tetap menjadi makanan favorit semua orang?

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !