website ecommerce sirclo

10+ Pertanyaan Tentang E-Commerce yang Sering Diajukan

Share this Post

pertanyaan tentang e commerce

Table of Contents

Ingin tahu soal e-commerce? Ini kumpulan pertanyaan tentang e-commerce yang paling sering diajukan. Simak, yuk!

Ketika kamu ingin memulai bisnis online, cara jualan yang pasti terlintas di pikiranmu adalah melalui e-commerce. Tak mengherankan memang, ini jadi marketplace yang banyak digunakan.

Saat banyak toko offline yang tutup dan dibatasinya kegiatan di luar rumah, peran situs belanja online sangat membantu. Pada akhirnya, tren belanja ini menjadi kebiasaan baru.

Sebab, masyarakat umumnya sudah cukup nyaman dengan sistem belanja online. Menurut data Sirclo, sebanyak 17,5% masyarakat telah berpindah dari berbelanja offline menjadi belanja online.

Baca Juga: Apa Itu Data Mining? Ini 5 Kegunaannya Bagi Bisnis E-Commerce

Peningkatan pelanggan yang berbelanja online juga cukup besar. Dari semula yang hanya 11%, meningkat menjadi 25% pada tahun 2021.

Menurut data Semrush, pergeseran perilaku berbelanja ini juga dipengaruhi oleh perkembangan e-commerce dan ditutupnya toko fisik selama pandemi.

Cepatnya perubahan tren belanja ini tentu menjadi daya tarik bagi kamu yang ingin berjualan melalui e-commerce. Untuk menjawab rasa penasaranmu, yuk simak pertanyaan tentang e-commerce berikut ini ya!

Kumpulan Pertanyaan Tentang E-Commerce

pertanyaan tentang e commerce
Foto: Freepik.com

Guna menjawab rasa penasaranmu dan agar makin mantan jualan online, simak daftar pertanyaan tentang e-commerce berikut ini!

1. Apa Itu E-Commerce?

Pertanyaan tentang e-commerce yang pertama tentu soal definisi dari e-commerce itu sendiri.

Menurut Tech Target, e-commerce adalah praktik jual-beli barang atau jasa melalui jaringan elektronik, khususnya internet.

Transaksi bisnis ini bisa terjadi antar bisnis (B2B), antara bisnis dengan konsumen (B2C), antar konsumen (C2C), dan masih banyak lagi.

Menurut Ecommerce Guide, e-commerce atau e-niaga adalah bentuk perdagangan yang menggunakan platform digital dengan model bisnis yang memungkinkan terjadinya jual beli secara online.

Dapat disimpulkan bahwa e-commerce adalah media yang memungkinkan terjadinya jual beli melalui jaringan internet. Artinya, penjual dan pembeli tak harus bertemu langsung.

Baca Juga: 7 Jenis E-Commerce Berdasarkan Model Bisnisnya

2. Produk Apa yang Dijual di E-Commerce?

Pertanyaan tentang e-commerce yang kedua adalah produk apa saja yang dijual?

Secara umum, dengan melihat contoh e-commerce terkenal seperti Tokopedia atau Shopee, tentu kamu sudah tau apa saja produk yang dapat dijual.

Semua kebutuhan sehari-hari pada dasarnya dijual di e-commerce. Mulai dari makanan, pakaian, elektronik, obat-obatan, hingga perhiasan.

Namun, selain produk-produk umum tersebut, ada juga produk lain yang jumlahnya tidak begitu banyak. Sebagai contoh, produk jasa juga dijual di e-commerce.

Misalnya, perusahaan asuransi yang menjual programnya secara online, atau platform penyedia jasa lain seperti les privat atau penerjemah online.

Tiket pesawat dan transportasi lain, tiket bioskop, tiket masuk wisata, konser musik, event olahraga, hingga investasi juga termasuk produk yang dijual di e-commerce.

Kamu tentu sudah mengetahui berbagai platform tersebut seperti Traveloka, TIX ID, Ajaib, dan masih banyak lagi.

Bahkan, hewan peliharaan juga banyak dijual di beberapa e-commerce. Namun, jual beli hewan peliharaan diatur secara khusus oleh e-commerce demi melindungi hewan itu sendiri.

Baca Juga: Perbedaan E-business dan E-commerce? Ini Penjelasannya

3. Apa Saja Jenis-jenis E-Commerce?

pertanyaan tentang e commerce
Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui produk yang dijual, pertanyaan tentang e-commerce yang ketiga adalah tentang jenis-jenisnya.

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, e-commerce memiliki beberapa model bisnis yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Business to business: Transaksi elektronik antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya.
  • Business to consumer: Transaksi elektronik antara perusahaan dengan konsumen akhir.
  • Consumer to consumer: Model bisnis yang melibatkan transaksi antar konsumen. Kedua pihak tidak bertemu secara langsung. Namun, hanya lewat platform online pihak ketiga.
  • Consumer to business: Transaksi dari konsumen ke perusahaan. Konsumen akan menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan yang membutuhkannya.
  • Business to administration: Transaksi online yang terjadi antara perusahaan dengan administrasi publik. Jenis e-commerce ini melibatkan layanan pemerintah.
  • Consumer to administration: Transaksi antara konsumen/individu dengan administrasi publik atau pemerintah.
  • Online to offline: Model bisnis ini dibuat untuk menarik pelanggan online agar mau berbelanja ke toko fisik.

4. Dari Mana E-Commerce Mendapat Keuntungan?

Ketika membuka e-commerce, kamu pastinya sering melihat berbagai diskon dan promo besar-besaran hingga gratis ongkir. Pertanyaannya, dari mana e-commerce mendapat keuntungan?

Berikut beberapa sumber pendapatan e-commerce, yaitu:

  • Fitur premium. Beberapa e-commerce mungkin saja menyediakan fitur premium bagi para penjual. Fitur ini tentunya tidak gratis, dengan fitur ini memungkinkan penjual mengakses berbagai tools yang lebih lengkap.
  • Iklan. Saat ini, semua e-commerce menawarkan iklan berbayar kepada para penjual di platform-nya. Iklan berbayar ini memungkinkan produk mereka muncul di urutan teratas ketika pelanggan mencari kata kunci tertentu.
  • Komisi penjualan. E-commerce bisa mendapat pemasukan melalui komisi penjualan. Misalnya, dengan mengadakan program afiliasi atau kampenye khusus tertentu. Dengan kebijakan tertentu, e-commerce akan mengambil keuntungan dari penjualan.
  • Selisih ongkir: biaya ongkir yang dibayarkan oleh pembeli bisa jadi sudah di-mark up oleh e-commerce. Itu artinya, selisih dari biaya ongkir aslinya akan masuk sebagai pendapatan e-commerce.
  • Investor atau Modal Ventura: sumber pemasukan utama e-commerce sebenarnya berasal dari investor dan modal ventura. Dana tersebut yang digunakan untuk operasional perusahaan, gaji karyawan, pengadaan alat, hingga menanggung biaya kampanye.

Baca Juga: Apa Arti CoD dan 4 Kelebihannya untuk Bisnis E-commerce?

5. Seberapa Aman E-Commerce?

Pertanyaan tentang e-commerce ini sangat sering diajukan, seberapa aman e-commerce itu?

Belakangan semapt viral kasus penolakan barang COD oleh pembeli. Hal ini sedikitnya membuat beberapa pebisnis pemula merasa khawatir. Namun, pada dasarnya e-commerce adalah platform jual-beli yang sangat aman.

Semua data pribadi yang kamu masukkan akan dilindungi oleh e-commerce, artinya datamu aman dari aksi pencurian. Jika kamu khawatir dengan sistem COD, kamu juga bisa menonaktifkannya di tokomu.

Sebagai pembeli, bagaimana jika pesanan tak sesuai deskripsi penjual? Jangan cemas, kamu memiliki opsi untuk menukar produknya atau pengembalian dana. Yang terpenting ikuti ketentuan dari penjual dan e-commerce, ya!

6. Bagaimana Cara Jualan Online?

Nah, pertanyaan yang satu ini juga sering kali membuat banyak pebisnis kebingungan. Bagaimana cara jualan online?

Untuk berjualan di e-commerce, kamu bisa mengikuti panduannya di masing-masing e-commerce. Cara membuka toko online pada dasarnya sangat mudah, yang terpenting adalah memilih platform yang tepat.

Saat ini, kamu bisa berjualan di berbagai platform seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, TikTok Shop, Instagram Shopping, Line Shopping, Tiket.com, dan masih banyak lagi. Sesuaikan saja produk dan target pasarmu dengan platform yang tepat.

Membuka toko online pada dasarnya tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan jam kamu sudah bisa mulai memasarkan produkmu di e-commerce.

Baca Juga: 9 Tips Cerdas Tingkatkan Retensi Pelanggan untuk Bisnis E-Commerce

7. Apakah Ada Biaya Jualan di E-Commerce?

Pertanyaan tentang e-commerce selanjutnya berkaitan dengan biaya penjualan. Pada dasarnya, berjualan di e-commerce itu gratis. Meskipun ada beberapa e-commerce yang memberlakukan komisi penjualan tertentu, seperti aplikasi pemesanan makanan online.

Biaya lain yang mungkin kamu keluarkan adalah biaya iklan, pembelian fitur premium, dan biaya ongkir jika kamu memilih untuk menanggungnya sendiri. Namun, biaya tersebut hanyalah opsi yang tidak wajib kamu pilih.

8. Bagaimana Cara Mengambil Keuntungan?

10+ Pertanyaan Tentang E-Commerce yang Sering Diajukan
Foto: Freepik.com

Lebih untung mana, jualan offline atau online? Pada dasarnya seberapa besar keuntungan yang kamu dapat tergantung caramu melakukan penjualan.

Jualan di e-commerce dan offline pada dasarnya sama saja, kamu perlu melakukan survei harga di pasaran terlebih dahulu. Jangan jual produk dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasaran, kecuali jika produkmu memiliki keunikan dan nilai jual yang tinggi.

Kamu perlu cermat menentukan margin keuntungan ketika jualan online. Sebab, harga bisa berubah dengan sangat cepat kapan saja. Maka dari itu, pastikan kamu tidak ketinggalan tren pasar ya!

9. Mengapa Harus Berjualan di E-Commerce?

e-commerce memungkinkanmu untuk memasarkan produk ke banyak orang dalam waktu singkat. Banyaknya pengguna e-commerce jadi keunggulan yang tak boleh kamu remehkan.

Sekali posting produk, ada banyak orang dari berbagai daerah yang bisa melihat produkmu. Artinya, kemungkinan terjadinya pembelian juga lebih besar.

10. Bagaimana Cara Menentukan E-Commerce yang Tepat?

Untuk menentukan e-commerce yang tepat untuk bisnismu, ketahuilah produk apa yang kamu jual dan siapa target pasarnya. Beberapa e-commerce memiliki spesialisasinya sendiri.

Sebagai contoh, produk fashion lebih banyak disukai di Shopee, sedangkan elektronik lebih disukai di Tokopedia atau Blibli.

Baca Juga: SNAP, Sistem Pembayaran Baru yang Mempermudah Toko Online

11. Bagaimana Cara Mengirim Pesanan di E-Commerce?

Cara mengirim barang di e-commerce sebenarnya sangat mudah. E-commerce tentunya sudah bekerja sama dengan perusahaan jasa ekspedisi. Kamu bisa memilih ekspedisi yang kamu inginkan.

Nantinya ketika menerima pesanan, jasa ekspedisi akan dipilih oleh pelanggan. Nantinya, akan Muncul kode pengiriman yang bisa kamu tuliskan di paket yang siap kamu kirim. Nantinya, alamat pembeli akan dicetak oleh ekspedisi.

Jika ingin lebih praktis, kamu juga bisa menggunakan alat cetak resi otomatis untuk ditempelkan di paket pesanan pelanggan.

12. Apa Risiko Jualan di E-Commerce?

10+ Pertanyaan Tentang E-Commerce yang Sering Diajukan
Foto: Freepik.com

Setelah siap berjualan, tentu kamu perlu tau tantangan yang mungkin kamu hadapi ketika jualan secara online.

Ketika berjualan di e-commerce, ada beberapa risiko bisnis yang mungkin kamu temui. Mulai dari perubahan tren yang sangat cepat, pencurian konten, hit and run (di-PHP-in calon pembeli), penipuan, hingga perang harga.

Dengan mengetahui risikonya sejak awal, diharapkan kamu mampu mengantisipasinya agar bisnismu berjalan lancar.

13. Apa Saja Tips Jualan di E-Commerce

Pertanyaan tentang e-commerce yang terakhir tentu saja menjawab pertanyaan sebelumnya. Yup, bagaimana tips jualan di e-commerce?

  • Peka dengan perubahan tren dan coba beradaptasi dengannya.
  • Rutin lakukan survei harga pasaran.
  • Gunakan foto dan video produk asli sejelas dan semenarik mungkin.
  • Tulis deskripsi produk dengan lengkap.
  • Rutin mengikuti promo yang disediakan oleh setiap e-commerce.
  • Promosikan juga produkmu di media sosial.

Baca Juga: 8 Tips Menulis Deskripsi Produk Baju untuk Memikat Konsumen

Nah, itulah kumpulan pertanyaan tentang e-commerce yang sering ditanyakan. Tentunya sekarang kamu jadi makin mantap berjualan di e-commerce, ya!

website ecommerce sirclo

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !