website toko online

Perusahaan Manufaktur Adalah, Ciri, serta Contohnya

perusahaan manufaktur adalah

Table of Contents

Perusahaan manufaktur adalah salah satu jenis industri yang paling mendominasi. Hampir semua barang kebutuhan telah melalui proses produksi atau manufaktur yang panjang.

Produk makanan, minuman, pakaian, hingga produk kecantikan semuanya melalui proses produksi yang panjang hingga akhirnya bisa kita gunakan.

Sebagai contoh, mie instan yang sering kita konsumsi ternyata melalui proses produksi yang tidak instan.

Semua bahan baku akan diolah dan dicek agar bisa menghasilkan produk mie instan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi.

Perusahaan manufaktur adalah industri yang mengolah banyak bahan mentah menjadi satu produk baru yang memiliki nilai jual.

Berbeda dengan layanan jasa yang tidak membutuhkan banyak mesin dan peralatan. Industri manufaktur membutuhkan banyak sarana produksi untuk menjalankan bisnisnya.

Kegiatan produksi tersebut membutuhkan area yang luas dan strategis.

Itulah sebabnya perusahaan manufaktur biasanya dikelompokkan di zona atau kawasan tertentu. Contohnya, kawasan industri Jababeka yang berada di daerah Cikarang, Bekasi.

Lantas, apa itu perusahaan manufaktur? Apa saja contohnya? Simak penjelasan berikut, ya!

Baca Juga: Akuisisi Perusahaan Adalah? Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

SIRCLO Store Mobile App

Perusahaan Manufaktur Adalah Transformasi Barang

perusahaan manufaktur adalah
(Foto engineer industri otomotif. Sumber: Pexels.com)

Menurut Bizfluent, manufaktur adalah proses transformasi bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual di pasar. Setiap produk yang kita gunakan, sebagian besar telah mengalami proses manufaktur.

Sementara itu, perusahaan manufaktur adalah industri yang terlibat dalam transformasi barang, bahan, atau zat mentah menjadi produk baru.

Proses transformasi ini bisa dalam bentuk fisik, kimia, atau mekanik.

Perusahaan manufaktur memiliki pabrik yang dijadikan sebagai tempat produksi barang. Proses manufaktur biasanya melibatkan mesin dan peralatan pendukung lainnya.

Namun, beberapa industri juga ada yang menggunakan tangan langsung. Contohnya industri makanan cepat saji, kerajinan tangan, dan patung.

Perusahaan manufaktur adalah industri yang besar. Hampir semua bidang usaha melalui proses manufaktur yang beragam.

Mulai dari bidang kuliner, garment, kosmetik, obat-obatan, perlengkapan mandi, elektronik, hingga perabot rumah tangga.

Untuk menghasilkan sebuah produk saja, dibutuhkan proses produksi yang panjang. Ada banyak bahan baku yang digunakan, melalui berbagai mesin produksi, hingga tahap quality control.

Baca Juga: 2 Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang

Perusahaan manufaktur juga dikelompokkan dalam zona tertentu. Biasanya, beberapa daerah memiliki kawasan industrinya sendiri.

Kawasan industri ini biasanya jauh dari pemukiman, sebab proses produksi di pabrik-pabrik besar bisa mengganggu kenyamanan masyarakat.

Akan ada polutan yang dihasilkan dari proses produksi, seperti asap pabrik dan limbah cair. Itulah sebabnya perusahaan manufaktur memiliki standar produksi yang ketat untuk mengurangi limbah.

Kawasan industri juga biasanya berada di area dekat dengan pusat perdagangan, dekat dengan sumber daya, maupun memiliki aksesibilitas yang baik.

Contoh kawasan industri yang terkenal di Indonesia dikutip dari Kementerian Perindustrian RI, yakni otorita Batam, kawasan industri Pulogadung Jakarta, kawasan industri SuryaCipta, kawasan industri kota Bukit Indah Purwakarta, dan masih banyak lagi.

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

karakteristik perusahaan manufaktur
(Foto alat produksi di pabrik. Sumber: freepik.com)

Setelah memahami perusahaan manufaktur adalah salah satu jenis industri yang paling mendominasi, selanjutnya kamu perlu mengetahui karakteristik dari industri ini.

Ada beberapa karakteristik yang membedkannya dengan industri lain. Dirangkum dari Clockster, berikut penjelasannya.

1. Adanya Proses Produksi

proses produksi perusahaan manufaktur
(Foto proses produksi. Sumber: freepik.com)

Hal pertama yang membedakan bisnis manufaktur dengan bisnis lain adalah adanya proses produksi. Proses produksi ini melibatkan banyak orang dan departemen.

Contohnya, admin akan menangani urusan administrasi, operator akan mengoperasikan alat produksi, quality control akan memastikan kualitas hasil produksi.

Proses produksi yang dilakukan juga cukup panjang dan kompleks. Dalam sekali produksi, semua departemen akan terlibat. Mulai dari bagian inventory control hingga pemasaran.

Beberapa industri juga memiliki lab untuk menguji kelayakan hasil produksi, misalnya dalam industri makanan dan kosmetik.

2. Biaya Produksi Tinggi

biaya produksi perusahaan manufaktur
(Foto uang tunai. Sumber: freepik.com)

Karakteristik kedua dilihat dari biaya produksinya. Biaya produksi industri manufaktur sangat tinggi karena banyaknya bahan-bahan yang dibutuhkan untuk produksi.

Bahan yang digunakan pun tidak sembarangan, ada standar mutu yang ditetapkan untuk menjaga kualitas hasil produksi.

Tak hanya itu, biaya perawatan dan operasional sarana produksi juga tinggi. Mesin-mesin produksi perlu dirawat secara berkala. Biaya listrik dan air untuk produksi juga menjadi bagian dari pengeluaran.

Apabila kegiatan produksi dilakukan di lokasi yang berbeda, maka membutuhkan biaya untuk transportasi menuju lokasi pabrik lain.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi agar Bisnismu Efisien!

3. Pemrosesan Produk

packing produk perusahaan manufaktur
(Foto proses pengemasan produk. Sumber: freepik.com)

Manufaktur mengubah bahan mentah menjadi barang siap jual. Proses ini membutuhkan tahapan dan waktu yang panjang.

Perencanaan produksinya saja perlu dilakukan dengah matang dan hati-hati. Sebab, perusahaan harus mampu mengefisiensi biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan.

Selama produksi, setiap tahapan perlu dikontrol dengan baik. Sebab, kesalahan produksi bisa berdampak besar terhadap penjualan perusahaan dan kepuasan konsumen.

4. Sarana Produksi

pengemasan produk di perusahaan manufaktur
(Foto pengemasan barang di pabrik. Sumber: Freepik.com)

Kegiatan produksi akan melibatkan peralatan pendukung dan mesin-mesin besar. Sarana produksi ini dibutuhkan dalam manufaktur.

Banyaknya sarana produksi menyebabkan perusahaan membutuhkan lahan yang luas untuk membangun pabrik.

Inilah sebabnya pabrik-pabrik besar selalu dikelompokkan menurut zona tertentu. Tujuannya adalah menyediakan area produksi yang strategis dan menjaga kenyamanan masyarakat setempat.

5. Penjualan dan Pemasaran

gudang perusahaan manufaktur
(Foto gudang. Sumber: freepik.com)

Penjualan dan pemasaran merupakan lanjutan dari tahap produksi. Produk jadi yang lolos uji kelayakan selanjutnya akan diteruskan kepada departemen yang menangani penjualan.

Produk jadi akan didistribusikan ke agen-agen besar hingga pengecer.

Misalnya, disalurkan ke gudang penampung untuk kemudian didistribusikan ke pasar induk, supermarket, minimarket, hingga sampai ke warung atau toko kelontong.

Baca Juga: Jenis-Jenis Persediaan di Gudang untuk Menunjang Bisnis

website toko online

Contoh Perusahaan Manufaktur

Perusahaan Manufaktur Adalah, Ciri, serta Contohnya
(Foto kawasan industri. Sumber: freepik.com)

Perusahaan manufaktur dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu:

  • Industri konsumsi, yaitu perusahaan manufaktur yang menghasilkan barang untuk digunakan langsung oleh konsumen. Misalnya, industri makanan, obat-obatan, dan kecantikan.
  • Industri kimia, contohnya adalah kebutuhan konstruksi seperti semen, beton, pupuk, cat, polimer, dan petrokimia.
  • Industri elektronik dan otomotif, contohnya perusahaan gadget dan smartphone, televisi, produsen mobil, dan motor.
  • Industri tekstil dan kerajinan, contohnya industri garmen yang memproduksi pakaian dan aksesorisnya. Contoh lainnya adalah pengrajin tas, sepatu, patung, dan sejenisnya.

Perusahaan manufaktur bekerja dengan mengumpulkan bahan mentah, kemudian mengolahnya menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi yang siap dijual.

Keberadaan industri manufaktur tentunya sangat penting bagi konsumen.

Sebab, semua barang kebutuhan sehari-hari dihasilkan melalui proses produksi. Tak hanya perusahaan besar, perusahaan kecil atau UMKM juga melalui proses produksi.

Hanya saja, proses produksi yang dilakukan lebih sederhana dan bisa dikerjakan rumahan. Itulah sebabnya kita juga mengenal istilah industri rumahan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Anggaran Perusahaan yang Perlu Kamu Pahami

Itulah beberapa penjelasan tentang perusahaan manufaktur. Setelah membacanya, tentunya kamu menjadi semakin paham tentang industri yang satu ini, ya!

website toko online

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !