Sejarah APEC: Tujuan, Peran, dan Negara Anggota

Share this Post

apec

Table of Contents

Asia-Pacific Economy Cooperation (APEC) merupakan forum ekonomi negara-negara Asia-Pasifik. Berikut sejarah dan penjelasan lengkapnya!

Negara-negara di dunia tidak dapat berdiri sendiri. Setiap negara saling membutuhkan satu sama lain. Pasalnya, perbedaan geografis dan sumber daya menimbulkan kelangkaan di tiap negara.

Untuk memenuhi sumber daya yang belum dimiliki, suatu negara berusaha memenuhinya melalui perdagangan internasional dan kerja sama antar-negara. Sebagai contoh, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor nikel terbesar di dunia.

Indonesia berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan nikel di negara lain. Pun sebaliknya, perusahaan mie dan olahan tepung membutuhkan gandum sebagai bahan baku utamanya.

Sayangnya, wilayah Indonesia bukan lokasi yang ideal untuk pertumbuhan gandum. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengimpor gandum dari negara lain.

Kerjasama dalam bentuk bilateral, regional, atau multilateral perlu dilakukan. Salah satunya terwujud dalam forum ekonomi Asia-Pasifik yang dikenal sebagai APEC.

Ingin tahu sejarah berdirinya APEC serta tugas dan negara anggotanya? Simak artikel ini sampai akhir, ya!

Baca Juga: Apa Itu The Fed? Pergerakannya Bisa Pengaruhi Ekonomi Dunia

Apa Itu APEC?

apec
(Foto logo APEC. Sumber: Youtube.com/NBT World)

Melansir dari laman resminya, Asia-Pacific Economy Cooperation (APEC) adalah forum ekonomi regional yang didirikan pada tahun 1989 karena muncul rasa saling ketergantungan yang semakin besar di kawasan Asia-Pasifik. 

Negara anggota bertujuan untuk menciptakan kemakmuran yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan Asia-Pasifik dengan mempromosikan pertumbuhan yang seimbang, inklusif, berkelanjutan, inovatif dan aman dengan mempercepat integrasi ekonomi kawasan.

APEC memiliki 21 negara anggota. Kata “economy” dalam istilah APEC menggambarkan proses kerja sama  anggota APEC yang sebagian besar berkaitan dengan masalah perdagangan dan ekonomi.

APEC berbeda dengan WTO (World Trade Organization) yang memiliki kewajiban bagi para anggotanya. Keputusan yang dibuat dalam APEC dicapai melalui konsensus dan komitmen bersama yang dilakukan secara sukarela.

Menariknya, 21 negara anggota APEC menyumbang sekitar 41% dari populasi penduduk dunia, sekitar 54,2% dari PDB dunia, dan sekitar 44% dari perdagangan dunia (USA-ASEAN Business Council).

Berikut daftar negara anggota APEC:

Negara AnggotaTanggal Bergabung
Australia6-7 November 1989
Brunei Darussalam6-7 November 1989
Kanada6-7 November 1989
Cile11-12 November 1994
Republik Rakyat Cina12-14 November 1991
Hong Kong, Tiongkok12-14 November 1991
Indonesia6-7 November 1989
Jepang6-7 November 1989
Republik Korea6-7 November 1989
Malaysia6-7 November 1989
Meksiko17-19 November 1993
Selandia Baru6-7 November 1989
Papua Nugini17-19 November 1993
Peru14-15 November 1998
Filipina6-7 November 1989
Rusia14-15 November 1998
Singapura6-7 November 1989
Tionghoa Taipei12-14 November 1991
Thailand6-7 November 1989
Amerika Serikat6-7 November 1989
Vietnam14-15 November 1998

Tujuan dan Peran APEC

Sejarah APEC: Tujuan, Peran, dan Negara Anggota
(Foto forum APEC Thailand. Sumber: Rappler.com)

Dikutip dari laman resminya, APEC bertujuan memastikan bahwa barang, jasa, investasi, dan SDM bergerak dengan mudah melintasi perbatasan antar-negara anggotanya. 

Negara anggota memfasilitasi perdagangan regional melalui prosedur bea cukai yang lebih cepat, iklim bisnis yang lebih menguntungkan, serta menyelaraskan peraturan dan standar yang sama di seluruh wilayah. 

Melansir dari Department of Foreign Affairs and Trade Australian Government, APEC dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional dengan cara:

  • Liberalisasi dan memfasilitasi perdagangan dan investasi lintas negara
  • Mengurangi biaya perdagangan lintas negara untuk membantu bisnis
  • Kerjasama ekonomi dan teknis
  • Pertukaran informasi tentang perdagangan dan investasi
  • Menyederhanakan urusan regulasi dan administrasi
  • Peningkatan kapasitas kelembagaan untuk melaksanakan dan memaksimalkan manfaat reformasi perdagangan dan investasi.

APEC adalah salah satu dari banyak organisasi perdagangan multilateral yang muncul pasca Perang Dingin. Ketika Perang Dingin berakhir, tatanan dunia baru ditandai dengan meningkatnya globalisasi dan pertumbuhan blok perdagangan.

Meskipun negara-negara anggotanya berada di kawasan Samudera Pasifik dengan latar belakang geografis, ekonomi, budaya, dan etnis yang berbeda, mereka dapat berbagi kekuatan ekonomi bersama.

Sederhananya, peran APEC adalah memudahkan perdagangan dan urusan ekonomi antar-negara anggota, memastikan standar yang sama, mempersingkat urusan administrasi dan regulasi, serta memberikan “harga teman” untuk sesama anggota.

APEC bekerja untuk membantu semua penduduk Asia-Pasifik berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. 

Misalnya, proyek APEC memberikan pelatihan keterampilan digital untuk masyarakat pedesaan dan membantu perempuan adat mengekspor produk mereka ke luar negeri. 

Menyadari adanya dampak perubahan iklim, anggota APEC juga menerapkan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi energi dan mempromosikan pengelolaan sumber daya hutan dan laut yang berkelanjutan.

Forum ini bertujuan untuk memungkinkan negara anggota menghadapi tantangan baru yang penting bagi kesejahteraan ekonomi kawasan. Termasuk memastikan ketahanan bencana, mengatasi pandemi, dan mengatasi terorisme.

Baca Juga: Produk Domestik Bruto (PDB), Indikator Perekonomian Negara

Sejarah Pembentukan APEC

Sejarah APEC: Tujuan, Peran, dan Negara Anggota
(Foto negara anggota APEC. Sumber: hinrichfoundation.com)

Dirangkum dari laman resminya, gagasan APEC pertama kali dicetuskan secara terbuka oleh mantan perdana menteri Australia Bob Hawke saat berpidato di Seoul, Korea, pada 31 Januari 1989.

Sepuluh bulan kemudian, 12 negara Asia-Pasifik bertemu di Canberra untuk mendirikan APEC.

Anggota pendirinya adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Antara tahun 1989 dan 1992, APEC mengadakan dialog informal tingkat pejabat senior dan menteri. 

Pada tahun 1993, mantan Presiden AS Bill Clinton mendirikan forum Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC tahunan untuk memberikan visi dan arah strategis untuk kerja sama di kawasan ini.

Baca Juga: 5 Manfaat Psikologi Bisnis, Bantu Optimalkan Usahamu!

Berikut perjalanan APEC dari waktu ke waktu:

1989 • Canberra, Australia

APEC didirikan sebagai forum dialog informal tingkat menteri dengan 12 negara anggota pendiri.

1990 • Singapura

Para menteri negara anggota APEC mengadakan pertemuan kedua dan bersiap untuk memperluas keanggotaan.

1991 • Seoul, Korea

Para menteri negara anggota APEC mengadakan pertemuan ketiga. Republik Rakyat Cina, Hong Kong, dan China Taipei bergabung dalam APEC.

1992 • Bangkok, Thailand

Para menteri negara anggota APEC mengadakan pertemuan keempat mereka.

1993 • Blake Island, Amerika Serikat

Para pemimpin ekonomi APEC bertemu untuk pertama kalinya dan menjabarkan visi APEC tentang “stability, security and prosperity for our peoples.” Meksiko dan Papua Nugini bergabung dengan APEC.

Baca Juga: Good Manufacturing Practices adalah Standar Kualitas Manufaktur

1994 • Bogor, Indonesia

APEC menetapkan Bogor Goals “free and open trade and investment in the Asia-Pacific by 2010 for industrialized economies and 2020 for developing economies.” APEC secara luas dianggap telah menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Negara Chile bergabung dengan APEC.

1995 • Osaka, Jepang

APEC mengadopsi Osaka Action Agenda yang menyediakan kerangka kerja untuk memenuhi Bogor Goals melalui liberalisasi perdagangan dan investasi, memfasilitasi bisnis, dan kegiatan sektoral, didukung oleh dialog kebijakan dan kerja sama ekonomi dan teknis.

Dewan Penasihat Bisnis APEC dibentuk untuk menyertakan perspektif bisnis dalam musyawarah APEC dan memberikan saran tentang prioritas sektor bisnis.

1996 • Manila, Filipina

“The Manila Action Plan” diaplikasikan untuk menguraikan langkah-langkah liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi yang diperlukan untuk mencapai Bogor Goals.

1997 • Vancouver, Kanada

APEC mendukung proposal untuk liberalisasi sektoral awal di 15 sektor dan memutuskan bahwa rencana aksi individu harus diperbarui setiap tahun.

Baca Juga: Good Manufacturing Practices adalah Standar Kualitas Manufaktur

1998 • Kuala Lumpur, Malaysia

Para menteri APEC menyepakati Blueprint for Action on Electronic Commerce, termasuk komitmen untuk perdagangan tanpa kertas pada tahun 2005 di negara maju dan pada tahun 2010 di negara berkembang. Peru, Rusia, dan Vietnam bergabung dengan APEC.

1999 • Auckland, Selandia Baru

Para pemimpin APEC mendukung Prinsip-Prinsip APEC untuk meningkatkan persaingan dan peraturan yang berkontribusi pada krisis keuangan Asia.

APEC berkomitmen untuk menciptakan perdagangan tanpa kertas pada tahun 2005 di negara maju dan 2010 di negara berkembang.

2000 • Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

APEC berkomitmen pada Action Agenda for the New Economy. Para pemimpin menetapkan tujuan untuk memperbanyak akses internet di seluruh wilayah APEC pada tahun 2005 dan mencapai akses universal pada tahun 2010.

2001 • Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok

Para pemimpin negara APEC mengeluarkan pernyataan tentang kontra-terorisme dan berjanji untuk meningkatkan kerja sama kontra-terorisme.

Para pemimpin negara ini juga mengadaptasi Shanghai Accord yang berfokus untuk memperluas visi APEC yang mencerminkan perubahan dari ekonomi digital; memperjelas road map untuk mencapai Bogor Goals; dan penguatan IAP Peer Review Process serta kegiatan peningkatan kapasitas.

Baca Juga: Profil Bisnis JD.com, Induk Perusahaan JD.ID di Indonesia

2002 • Los Cabos, Meksiko

APEC mengadaptasi Trade Facilitation Action Plan untuk Mengimplementasikan Kebijakan APEC tentang perdagangan dan ekonomi digital. Secure Trade in the APEC Region (STAR) resmi ditetapkan.

2003 • Bangkok, Thailand

Negara anggota berjanji untuk mengimplementasikan APEC Action Plan tentang SARS dan kesehatan untuk membantu kawasan Asia-Pasifik mencegah dan menghadapi ancaman kesehatan.

2004 • Santiago, Chili

APEC mengadopsi praktik terbaik untuk RTA dan FTA, panduan referensi untuk anggota APEC yang melakukan negosiasi RTA/FTA. Leaders’ Agenda to Implement Structural Reform (LAISR) juga diluncurkan. Agenda ini membahas lima bidang prioritas: reformasi regulasi; tata kelola perusahaan; tata kelola publik; kebijakan persaingan; dan penguatan infrastruktur hukum ekonomi.

2005 • Busan, Korea

APEC melaksanakan aksi jangka menengah untuk mencapai Bogor Goals. Forum ini juga menguraikan Busan Road Map untuk mencapai Bogor Goals.

2006 • Hanoi, Vietnam

Para pemimpin ekonomi APEC mendukung Hanoi Action Plan yang mengidentifikasi tindakan dan tonggak tertentu untuk mengimplementasikan Bogor Goals. Para pemimpin menyimpulkan bahwa APEC Trade Facilitation Action Plan telah sukses mengurangi biaya transaksi perdagangan di kawasan Asia-Pasifik.

2007 • Sydney, Australia

Untuk pertama kalinya, negara anggota APEC meresmikan Declaration on Climate Change, Energy Security and Clean Development yang menguraikan tindakan masa depan sebagai respon atas perubahan iklim global. Para pemimpin APEC juga menyusun action plan baru yang bertujuan untuk mengurangi biaya transaksi perdagangan sebesar 5% pada tahun 2010.

Baca Juga: Indikator Traction Perusahaan Startup dan Cara Mempertahankannya

2008 • Lima, Peru

Para pemimpin ekonomi APEC membahas krisis keuangan global dalam Lima Statement on the Global Economy, dimana mereka berkomitmen untuk mengambil langkah ekonomi dan keuangan yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas dan pertumbuhan.

2009 • Singapura

APEC memutuskan untuk menargetkan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, inklusif, dan berkelanjutan. Para pemimpin setuju untuk memperpanjang komitmen standstill mereka hingga 2010. Pertemuan gabungan pertama pejabat perdagangan dan keuangan senior APEC diadakan untuk mengatasi krisis ekonomi.

2010 • Yokohama, Jepang

Para pemimpin APEC menyediakan road map bagi anggotanya untuk mewujudkan komunitas APEC yang terintegrasi secara ekonomi, kuat, dan aman. APEC mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri pertamanya yang membahas Ketahanan Pangan.

2011 • Honolulu, Amerika Serikat

Para pemimpin APEC berkomitmen untuk mengambil langkah nyata menuju ekonomi regional yang lebih baik; menangani tujuan green development bersama; dan memajukan kerja sama regulasi. APEC menetapkan tujuan untuk mengurangi konsumsi energi sebesar 45% pada tahun 2035.

2012 • Vladivostok, Rusia

Para pemimpin APEC mendukung APEC List of Environmental Goods yang secara langsung dan positif berkontribusi pada ekonomi hijau dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

2013 • Bali, Indonesia

Para pemimpin APEC menegaskan kembali komitmen mereka terhadap sistem perdagangan multilateral dan mencapai hasil yang sukses di Konferensi Tingkat Menteri ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Para pemimpin APEC mendukung rencana multi-tahun tentang pembangunan infrastruktur dan investasi. Sebagai langkah awal, Pusat Kemitraan Publik Swasta di Indonesia akan didirikan. APEC berupaya mempromosikan kerja sama lintas batas dengan target 1 juta mahasiswa per tahun pada tahun 2020.

Baca Juga: Tips dan Contoh Iklan Bisnis Perusahaan yang Bisa Kamu Tiru

2014 • Beijing, Tiongkok

Para pemimpin APEC berkomitmen untuk mengambil langkah konkret menuju integrasi ekonomi regional yang lebih besar dengan mendukung road map untuk mewujudkan visi Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP).

2015 • Manila, Filipina

Para pemimpin APEC bersatu untuk membangun ekonomi inklusif dalam upaya untuk membuat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh lebih banyak sektor di masyarakat.

2016 • Lima, Peru

Para pemimpin negara APEC menegaskan kembali kepercayaan ekonomi anggotanya dalam perdagangan internasional sebagai mekanisme untuk mencapai perubahan ekonomi dan sosial yang positif. 

Negara anggota APEC mendukung pertumbuhan inklusif kawasan Asia-Pasifik dalam mengambil langkah untuk mencapai area perdagangan yang bebas dan terbuka. 

2017 • Da Nang, Vietnam

Para pemimpin APEC menggarisbawahi peran penting APEC dalam mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, bebas, terbuka, adil, transparan, dan inklusif.

APEC berkomitmen untuk memperkuat kemampuan usaha mikro dan kecil untuk bersaing di pasar internasional dan mendukung strategi untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk berkelanjutan.

2018 • Port Moresby, Papua Nugini

Pemimpin APEC merilis Pernyataan Era Kone Statement, yang mencerminkan kinerja ekonomi anggotanya sepanjang tahun 2018.

APEC menyatakan bahwa para pemimpin menegaskan kembali pentingnya liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan dalam menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Meta Platform: Perusahaan Induk Facebook dan Instagram

2019 • Santiago, Chili

Ketua APEC merilis Host Economy Leader’s Statement, yang memperingati 30 tahun berdirinya APEC dan menjabarkan pencapaian tahun ini, terutama dalam isu-isu penting bagi masyarakat, seperti inklusivitas dan isu lingkungan.

2020 • Kuala Lumpur, Malaysia

Di tengah pandemi global, para pemimpin APEC bertemu secara virtual untuk pertama kalinya, bertekad untuk mengatasi tantangan COVID-19 dan keluar dari krisis melalui tindakan dan kerja sama yang terkoordinasi.

Para anggota APEC menyambut baik kemajuan signifikan yang dibuat di bawah Bogor Goals dan mengumumkan Visi Putrajaya 2040, untuk komunitas Asia-Pasifik yang terbuka, dinamis, tangguh, dan damai.

Itulah penjelasan lengkap tentang sejarah berdirinya APEC hingga peran dan negara anggotanya.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !