Social Commerce, Solusi untuk Memaksimalkan Penjualan Bisnis

social commerce

Table of Contents

Tahukah kamu pentingnya social commerce untuk memaksimalkan bisnismu?

E-commerce saat ini bisa dibilang merupakan platform andalan masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan.

Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, banyak orang beralih ke platform digital untuk belanja keperluannya.

Selain e-commerce, banyak juga masyarakat yang belanja melalui social commerce.

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia sendiri merupakan salah satu pertumbuhan yang paling pesat. Dalam 5 tahun ke depan, diprediksi nilai pasar e-commerce di Indonesia bisa mencapai USD 40 miliar. 

Saat ini, pasar e-commerce bisa dibagi menjadi 2 model yaitu platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee dan social commerce.

Apa yang dimaksud dari social commerce adalah aktivitas jual beli yang dilakukan melalui platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, dan Line. 

Pertumbuhan pengguna media sosial di Indonesia sendiri terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data We Are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 160 juta, meningkat 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia juga di atas rata-rata global, yakni mencapai 3 jam 26 menit per hari.

Awalnya, media sosial memang digunakan untuk berjejaring dan berkomunikasi secara online.

Namun seiring pertumbuhannya, media sosial tidak lagi sekadar digunakan untuk bersosialisasi saja tetapi juga untuk berjualan.

Bahkan sebelum muncul berbagai platform marketplace, media sosial seperti BBM dan Facebook sudah digunakan untuk berjualan. 

Saat ini, sebagian besar bisnis turut aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi maupun penjualannya.

Diperkirakan, transaksi di social commerce dapat mencapai USD 25 miliar pada tahun 2022.

Apalagi dengan adanya pandemi, jumlah penggunaan media sosial pun ikut meningkat.

Data Facebook menunjukkan total pengiriman pesan di Facebook, Instagram, dan Whatsapp meningkat lebih dari 50% selama sebulan terakhir khususnya di negara-negara yang paling terdampak oleh pandemi.

Baca Juga: 5 Manfaat Social Media Marketing Bagi UMKM, Begini Strateginya!

Mengapa Social Commerce?

social commerce
Foto: SIRCLO Photo Stock

Salah satu alasan banyak bisnis memanfaatkan media sosial adalah karena media sosial memungkinkan interaksi yang lebih personal dengan konsumen.

Misalnya saja, melalui Instagram penjual dapat berkomunikasi melalui berbagai fitur mulai dari postingan foto atau video, Instagram Story, kolom komentar, maupun DM.

Medium yang ditawarkan juga beragam mulai dari teks, foto, video, dan lain-lain.

Riset menunjukkan, sebanyak 74% konsumen mengandalkan media sosial untuk membuat keputusan dalam membeli barang.

Dengan adanya interaksi secara langsung, kamu bisa meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga mereka lebih yakin untuk membeli produk yang kamu jual.

Selain itu, media sosial juga sekaligus bisa digunakan untuk meningkatkan brand awareness dan menjangkau target pasar yang lebih luas.

Konsumen jadi memiliki pilihan yang lebih beragam untuk melihat-lihat katalog produk dan bertransaksi. 

Konsumen saat ini pun senang membagikan pengalaman berbelanja mereka di media sosial.

Dengan memiliki kehadiran di media sosial, kamu bisa meningkatkan jumlah percakapan mengenai produk yang dijual sehingga brand semakin dikenal.

Terlebih lagi, saat ini review atau rekomendasi dari influencer maupun teman di media sosial dikatakan sebagai salah satu sumber utama konsumen untuk pertimbangan sebelum memutuskan membeli suatu barang. 

Ada banyak platform media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan penjualan, salah satunya Whatsapp.

Berdasarkan laporan Katadata, Whatsapp merupakan media sosial kedua yang paling populer setelah Youtube di tahun ini, yakni sebesar 84%.

Baca Juga: 10 Usaha di Bulan Puasa yang Laris, Penjualan Dijamin Meningkat!

Cara Meningkatkan Penjualan di Media Sosial

Social Commerce, Solusi untuk Memaksimalkan Penjualan Bisnis
Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui kelebihan berbisnis melalui social commerce, kamu mungkin tertarik untuk mencobanya.

Untuk itu, yuk cari tahu cara meningkatkan penjualan melalui media sosial berikut!

1. Kenali Target Audiens

Sebelum melakukan penjualan dengan social commerce, sebaiknya kamu mengetahui target audiens yang akan menjadi potensi konsumenmu.

Coba analisis pengikut media sosial bisnis kamu, cari tahu informasi tentang mereka. Mulai dari usia, jenis kelamin, profesi, dan hal lainnya.

Setelah itu, kamu pun akan lebih mudah untuk menentukan produk apa yang cocok untuk mereka beli.

Semakin spesifik produk berdasarkan target audiensnya, maka akan semakin besar pula potensi bagimu untuk mendapatkan keuntungan besar.

Misalnya, jika pengikut akun media sosial bisnis kamu mayoritas ibu baru, menjual produk untuk bayi dan anak-anak pasti akan diminati.

Baca Juga: Penjelasan dan 6 Tips Mengidentifikasi Target Konsumen

2. Buat Konten untuk Menarik Konsumen

Media sosial bisa menjadi wadah promosi yang bagus untuk memaksimalkan penjualan, lho.

Oleh sebab itu, kamu perlu membuat konten yang menarik terkait produk jualanmu sehingga audiens yang menonton ingin membelinya.

Kamu bisa membagikan konten dalam bentuk foto produk atau video dengan tambahan informasi bermanfaat bagi audiens.

Namun, usahakan untuk membuat konten yang konsisten sehingga tampilan akun bisnis di media sosial rapi dan konsumen pun tak bingung saat ingin berinteraksi/bertransaksi.

3. Aktif Berinteraksi dengan Audiens

Karena kamu menggunakan media sosial untuk berjualan, maka kamu perlu terlibat aktif dengan pengguna media sosial lainnya. Siapa tahu, salah satu pengguna tersebut adalah calon pembeli produkmu.

Biasanya, konsumen akan bertanya tentang detail produk, harga, jumlah pesanan, opsi pembayaran, hingga pengiriman.

Jadi, aktiflah dalam membalas kolom komentar atau pesan yang masuk. Bersikaplah ramah kepada mereka.

Tak hanya sekadar menjawab pertanyaan, kamu pun bisa menawarkan pilihan produk pada mereka dengan cara membagikan tautan produk sehingga konsumen lebih mudah untuk berbelanja.

Apabila ada kendala dalam transaksi jual beli, usahakan juga untuk selalu responsif.

Jangan biarkan konsumen menunggu dan segeralah temukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: 3 Cara Promosi di LINE Shopping, Jualan Lewat Chat!

Bersamaan dengan social commerce, penggunaan chat commerce untuk bertransaksi dengan konsumen juga ikut meningkat.

Di tahun 2019, sebanyak 83% konsumen terlibat dalam chat commerce untuk mempelajari suatu produk atau layanan, 76% untuk mendapatkan dukungan layanan, dan 75% untuk melakukan pembelian. 

Chat commerce atau aktivitas jual beli yang dilakukan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan LINE memungkinkan dilakukannya komunikasi langsung antara penjual dan pembeli sehingga pembeli pun merasa lebih mudah dan nyaman saat bertransaksi.

Selain itu, interaksi secara langsung ini turut memudahkan penjual untuk melayani konsumen secara optimal.

Saat ini aplikasi instant messaging juga sudah dilengkapi berbagai fitur yang mendukung aktivitas bisnis, salah satunya Whatsapp Business dan Whatsapp Business API.

Melalui fitur-fitur ini, pebisnis dapat memaksimalkan penjualan di aplikasi messenger dan langsung terhubung dengan konsumen.

Itu dia, penjelasan mengenai pentingnya social commerce untuk membantu optimalkan angka penjualan bisnismu.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !