SIRCLO Store Mobile App

7 Strategi Branding yang Bisa Meningkatkan Penjualan

strategi branding

Table of Contents

Strategi branding yang tepat bisa membuat produkmu lebih mampu bersaing di pasaran. Apa saja contoh strategi yang tepat?

Ketika ingin membeli suatu barang, pastinya di benakmu akan langsung terlintas beberapa merek barang yang terkenal.

Contohnya, ketika kamu ingin membeli ponsel baru biasanya selalu identik dengan beberapa merek ponsel terkenal yang sudah banyak dijual di Indonesia.

Ketika mendengar merek ponsel baru yang belum familiar, kamu cenderung merasa ragu untuk membelinya.

Ilustrasi tersebut merupakan contoh dari kesuksesan sebuah brand dalam melakukan branding terhadap nama merk dan produknya.

Baca Juga: 12 Tips Branding untuk Curated Online Shop, Ampuh!

Branding merupakan proses meneliti, mengembangkan, dan menerapkan fitur khusus ke perusahaan sehingga konsumen dapat mengasosiasikan brand dengan produk atau layanan perusahaan.

Branding juga berfungsi sebagai daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen agar tergiur membelinya.

Dengan strategi yang tepat, branding bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi kompetitor dalam persaingan bisnis.

Terdapat beberapa strategi branding yang bisa kamu manfaatkan, seperti sosial media, marketing digital, kolaborasi dengan brand lain, dan website. Selengkapnya simak artikel berikut ini!

website toko online

Macam-macam Strategi Branding

strategi branding
Foto macam-macam strategi branding. Sumber: Freepik.com

Tujuan dari branding adalah memperkenalkan identitas visual suatu merek kepada konsumen. Dengan begitu, ketika seseorang ingin membeli suatu produk, maka yang terlintas pertama kali adalah merk perusahaan yang berkaitan.

Ada beberapa strategi branding yang bisa dicoba untuk meningkatkan bisnismu. Berikut penjelasannya, simak, yuk!

1. Sosial Media

Maraknya sosial media bisa dimanfaatkan sebagai tempat branding bagi bisnismu. Saat ini, menurut riset Sirclo Insight dalam Navigating Indonesia’s E-Commerce: COVID-19 Impact & The Rise of Social Commerce menyebutkan bahwa aktivitas belanja menggunakan smartphone berada pada angka 95%.

Dengan rincian, 99% lewat marketplace, 51% website, dan 44% lewat sosial media. Angka yang disebutkan diatas bisa menjadi landasan untuk kamu mengembangkan branding di sosial media

Misalnya, Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok yang mulai disasar banyak perusahaan sebagai medium bisnis.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengunggah konten seputar tips sukses dan cerita sukses dari klien mengenai dunia bisnis. Cara ini bisa menjadi salah satu konten pengisi di sosial media kamu.

Selain itu gunakan juga fitur audio visual seperti IGTV, Reels, dan TikTok untuk membahas tips dan trik penggunaan produk kamu lewat video.

Baca Juga: 5 Strategi Rebranding Ampuh Agar Bisnis Makin Sukses

2. Digital Marketing

strategi branding
Foto digital marketing. Sumber: Freepik.com

Akibat pandemi, seminar yang biasanya dilakukan secara langsung disuatu tempat dan dihadiri banyak orang kini menjadi webinar.

Webinar sama seperti seminar pada umumnya, hanya saja dilakukan secara online lewat zoom meeting. Strategi branding ini banyak dilakukan pelaku bisnis untuk tetap eksis dan menyampaikan pesan soal usaha bisnisnya.

Webinar bisa menjadi senjata bagi kamu untuk melakukan strategi branding. Kamu bisa mengundang pembicara inspiratif yang berbicara banyak soal industri yang berkesinambungan dengan bisnismu.

Dengan begitu, akan banyak audiens yang tertarik jika tema dan pembahasannya sesuai yang mereka inginkan.

3. Kolaborasi

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri Begitupun dengan urusan bisnis. Kamu sebagai pegiat bisnis harus bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan orang lain.

Bahkan, cara ini bisa meningkatkan branding bisnismu jika strategi yang digunakan tepat sasaran.

Beberapa cara bisa kamu lakukan, seperti menggabungkan dalam suatu paket bundling produk dengan produk dari brand lain dengan harga yang menarik.

Bekerjasama dengan brand lain untuk memberikan diskon atau promo, bahkan berkolaborasi menghadirkan produk baru demi menjangkau audiens kedua brand terkait.

Baca Juga: Jenis-Jenis Branding untuk Membangun Bisnis

4. Website

strategi branding
Foto contoh website. Sumber: Pexels.com

Strategi branding lain yang bisa kamu lakukan untuk melakukan branding ialah dengan membuat tulisan mengenai tips dan trik di website.

Tips dan trik atau informasi lainnya usahakan relevan dengan sektor bisnis kamu agar terdapat kesinambungan antara tulisan dengan produk yang dijual.

Tulisan yang dibuat gunakan teknik SEO & SEM dengan kata kunci yang relevan dan sering digunakan dalam topik bisnis terkait.

Hal tersebut perlu dilakukan agar orang lain saat mengetikan kata kunci terkait di mesin pencarian Google, maka tulisan kamu berada pada urutan teratas.

Lewat tulisan, kamu bisa menggiring dan melakukan branding terkait kebutuhan bisnismu. Selain itu, website juga bisa menjadi tempat kamu berjualan.

Jika kamu memiliki website dengan tampilan menarik, hal itu bisa menjadi nilai tambah bagi para konsumen.

5. Brand Activation

Menurut Send Pulse, brand activation adalah acara, kampanye, atau interaksi dimana perusahaan mendorong pelanggan untuk melakukan tindakan terhadap produknya.

Dengan kata lain, brand activation adalah sebuah kegiatan promosi yang dilakukan dengan mengajak pelanggan untuk mencoba atau merasakan langsung produk dari suatu merk.

Cara ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran merek, membangun hubungan yang langgeng dengan audiens, dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Cara ini memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan tertentu secara langsung.

Baca Juga: Ini Perbedaan Branding dan Marketing dalam Bisnis, Yuk Pahami!

6. Brand Imagery

strategi branding
Foto brand imagery. Sumber: Freepik.com

Menurut Snowball, brand imagery mendefinisikan merek melalui visual yang digunakannya. Visual dalam hal ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti ilustrasi, media cetak, dan konten media sosial.

Strategi branding ini adalah tentang bagaimana cara pelanggan melihat merekmu. Brand imagery juga mewakili produk dalam tampilan visual yang mudah diingat.

Sebagai contoh, ketika kamu melihat logo restoran cepat saji berwarna kuning yang membentuk simbol huruf M, tentu kamu sudah tahu bukan restoran mana yang dimaksud?

7. Brand Voice

Pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan kalimat ini “Just Do It!”, “Seleraku”, atau “Jagonya Ayam“. Kebanyakan orang ketika mendengar kalimat tersebut pasti akan langsung mengenali brand yang dimaksud. Bahkan, kamu mungkin sampai hafal dengan nada kalimatnya.

Slogan tersebut adalah contoh sukses dari penerapan strategi brand voice. Sebab, mayoritas konsumen akan langsung mengingat dan mengenali brand yang dimaksud hanya lewat jargon atau slogannya.

Menurut 99designs, brand voice adalah cara berkomunikasi dengan pelanggan dan ditentukan oleh gaya komunikasi yang unik.

Strategi branding bisa ditujukan kepada pelanggan dengan gaya komunikasi apapun, selama mengandung nilai dan karakter yang khas dari bisnismu.

Nah, itulah kumpulan strategi branding yang bisa meningkatkan penjualan bisnismu. Yuk, coba terapkan dalam strategi bisnismu!

website toko online

Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !