7 Strategi Melindungi Bisnis dari Bencana Alam

Share this Post

strategi melindungi bisnis dari bencana

Table of Contents

Berikut strategi melindungi bisnis dari bencana yang perlu kamu perhatikan!

Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami bencana alam.

Mengutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data UNISDR menyebutkan bahwa ada sekitar 5.402.239 orang yang berpotensi terkena dampak bencana.

Bahkan, Indonesia menempati peringkat pertama dari 265 negara di dunia yang paling berpotensi mengalami bencana tsunami.

Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. 

Pada bagian Selatan dan Timur Indonesia juga terdapat sabuk vulkanik (deretan gunung api) yang berpotensi menimbulkan bencana gunung meletus, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Oleh sebab itu, sebagai pelaku usaha, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih lokasi dan mengelola bisnis agar terhindar dari dampak bencana alam.

Kamu perlu menerapkan sistem mitigasi bencana dan strategi melindungi bisnis dari bencana alam dengan tepat untuk menghindari kerugian.

Baca Juga: 7 Tips Membuka Usaha Setelah Terkena PHK

Strategi Melindungi Bisnis dari Bencana

Dalam kondisi krisis dan situasi bencana, baik bencana alam dan non-alam, bisnis harus mampu melindungi diri dari dampak bencana.

Contohnya, pada masa pandemi Covid-19 lalu, data Bank Indonesia menyebutkan ada 87,5% UMKM yang terdampak.

Tak hanya bencana Covid-19, para pelaku usaha juga harus menyiapkan strategi melindungi bisnis dari bencana alam yang cukup sering melanda Tanah Air.

Mulai dari tanah longsor, gunung meletus, banjir, dan gempa bumi yang terjadi belum lama ini.

Persiapan tersebut dilakukan untuk mempertahankan bisnis yang masih berjalan atau menghidupkan kembali bisnis pasca terdampak bencana.

Berikut strategi melindungi bisnis dari bencana yang dapat kamu implementasikan.

1. Siapkan Tim Penanggulangan Bencana

strategi melindungi bisnis dari bencana
(Foto domino kayu. Sumber: Freepik.com)

Strategi melindungi bisnis dari bencana yang pertama adalah dengan membentuk tim khusus.

Tim ini memiliki tugas ganda, yakni sebagai karyawan seperti biasa sekaligus memiliki pemahaman mitigasi bencana yang baik.

Nantinya, tim khusus ini akan menjadi garda terdepan dalam melakukan segala upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan pasca bencana.

Hal lain yang dapat dikerjakan adalah membuat rencana pemulihan bencana, mengadakan edukasi mitigasi bencana, melakukan simulasi, hingga mempelajari kerusakan properti dan proses pengajuan klaim asuransi bagi bisnis.

Baca Juga: Referensi Nama Kedai Keren dan Tips Membuatnya

2. Identifikasi Potensi Bencana

Sebelum dan setelah memilih lokasi bisnis, kamu perlu mengidentifikasi potensi bencana yang mungkin terjadi.

Misalnya, lokasi bisnis yang berada di dekat sungai akan berpotensi terkena luapan banjir saat intensitas hujan sedang tinggi.

Selain itu, bisnis yang berlokasi di dataran tinggi dan perbukitan (seperti di daerah Puncak, Bogor) berpotensi mengalami bencana tanah longsor.

Dengan mengidentifikasi potensi dan sumber bencana alam, kamu dapat menentukan strategi melindungi bisnis dari bencana dengan tepat dan efektif.

3. Siapkan Sumber Daya

7 Strategi Melindungi Bisnis dari Bencana Alam
(Foto alat pemadam api. Sumber: Freepik.com)

Selama bisnis berjalan, kamu peru menyiapkan berbagai sumber daya yang dapat membantu bisnis ketika terjadi bencana. Misalnya, menyediakan alat pemadam api di beberapa titik kantor.

Selain itu, kamu juga dapat mempertimbangkan menggunakan layanan asuransi yang khusus memberikan perlindungan terhadap bencana.

Kamu juga dapat menyiapkan alat keselamatan lain seperti helm, perahu karet, dan sejenisnya.

Hal yang tak kalah penting adalah menyiapkan sumber daya manusia dalam bisnismu agar memiliki pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana, baik untuk diri sendiri maupun bisnis.

Baca Juga: Zero Food Waste, Aksi Nyata Wujudkan Kepedulian Lingkungan

4. Back Up Data

Ada berbagai potensi bencana yang dapat menimbulkan kerusakan besar, seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Dalam rangka strategi melindungi bisnis dari bencana, kamu perlu menyiapkan back up data yang baik.

Cara ini sekaligus menjadi upaya digitalisasi bisnis dan langkah baik untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless office) dengan cara mengurangi penggunaan dokumen fisik.

Kamu bisa membiasakan bisnismu untuk menggunakan data digital yang disimpan dan diunggah secara rutin ke cloud storage. Dengan begitu, data-data penting tetap dapat diakses meskipun perangkat kerasnya mengalami kerusakan.

5. Simpan Inventaris di Ruangan Khusus

7 Strategi Melindungi Bisnis dari Bencana Alam
(Foto petunjuk tangga darurat. Sumber: Freepik.com)

Tidak hanya data saja yang menjadi bagian penting dari sebuah perusahaan. Barang inventaris atau aset perusahaan juga harus dilindungi sebaik mungkin.

Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menyediakan ruangan khusus.

Kamu bisa menyimpan beberapa barang-barang kantor yang dianggap penting ke dalam ruangan khusus yang dianggap paling aman. Ruangan khusus bukan berarti selalu berbentuk kamar.

Menyediakan lemari besi dan brankas juga termasuk ruangan khusus yang dibuat untuk menyimpan barang-barang penting.

Misalnya, akta perusahaan, akta tanah, atau dokumen lain yang sangat penting bagi bisnis.

6. Sediakan Infrastruktur Mitigasi Bencana

Strategi melindungi bisnis dari bencana berikutnya adalah dengan menyediakan infrastruktur penanggulangan bencana.

Misalnya, kamu bisa menyediakan meja kerja dari material yang solid sebagai tempat berlindung jika terjadi gempa bumi. Kamu juga bisa menyediakan akses tangga darurat yang mudah bagi karyawan.

Hal lain yang tak kalah penting seperti menyediakan sistem pemadaman api, kotak P3K, dan mempermudah akses keluar masuk gedung kantor.

Baca Juga: 7 Strategi Efisiensi UMKM Saat Resesi Tanpa PHK Karyawan

7. Berkoordinasi Dengan Pemerintah Setempat

melindungi bisnis dari bencana alam
(Foto petugas pemadam kebakaran. Sumber: Unsplash.com)

Setiap daerah memiliki informasi bencana yang bisa diakses oleh semua orang melalui BNPB.

Jika kamu memiliki bisnis di lokasi rawan bencana, sebaiknya kamu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak BPBD, Damkar, Kepolisian, dan fasilitas kesehatan.

Pasalnya, jika terjadi bencana, kamu bisa segera menghubungi pihak-pihak tersebut dengan cepat. Dengan begitu, potensi kerugian dan jatuhnya korban dapat diperkecil.

Itulah penjelasan strategi melindungi bisnis dari bencana yang perlu diperhatikan oleh setiap pelaku usaha.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !