website ecommerce sirclo

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, Ini 5 Pembagian Lengkapnya

Share this Post

hierarki kebutuhan maslow

Table of Contents

Jika berbicara kebutuhan manusia, ada suatu teori yang cukup terkenal dan menarik untuk dibahas, yaitu hierarki kebutuhan Maslow.

Seperti yang kamu ketahui, setiap manusia memiliki kebutuhannya sendiri. Kebutuhan ini diperlukan untuk dapat menjalani kehidupannya sehari-hari.

Nah, hierarki kebutuhan Maslow dicetuskan oleh Abraham Maslow, seorang psikologi asal Amerika Serikat.

Menurutnya, kebutuhan seorang manusia tersusun atas hierarki. Mengapa demikian? Berikut penjelasan lengkap mengenai hierarki kebutuhan Maslow yang bisa kamu simak dalam artikel.

Baca Juga: Istilah Bisnis yang Perlu Dipahami Pengusaha, Sudah Tahu?

Siapa Abraham Maslow? Ini Profil Singkatnya

abraham maslow
(Foto Abraham Maslow. Sumber: kuliahdimana.id)

Sebelum memelajari lebih jauh tentang hierarki kebutuhan manusia, kamu mungkin perlu mengenali siapa itu Abraham Maslow.

Pria bernama Abraham Harold Maslow merupakan seorang psikolog yang lahir di Manhattan, New York, pada 1 April 1908.

Ia merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara, dari pasangan Samuel Maslow dan Rose Schilosky Maslow.

Salah satu tokoh berpengaruh di dunia tersebut menjalani pendidikan di Brooklyn College dan lulus menjadi psikolog.

Maslow dikenal sebagai bapak psikologi humanistik. Ia juga terkenal karena pengaruhnya dalam ilmu-ilmu humaniora, seperti geografi dan demografi.

Teori Maslow yang paling terkenal, yakni teori hierarki kebutuhan. Teori hierarki kebutuhan Maslow merupakan sebuah konsep kesehatan psikologis yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan bawaan sehingga manusia dapat mengaktualisasikan diri.

Selain menjadi psikolog, ia juga mengajar sebagai profesor di beberapa universitas. Mulai dari Alliant International University, Brooklyn College, Brandeis University, New School for Social Research, hingga Columbia University. 

Dalam perjalanan karir dengan pemikiran humanistiknya, Maslow sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan. Ternyata, ia mengalami serangan jantung yang tak terdiagnosis.

Ia pun sering kali mengalami lelah, lemas, hingga pingsan. Pada Akhirnya, Maslow menghembuskan napas terakhirnya karena jatuh akibat serangan jantung yang hebat pada 8 juni 1970.

Meskipun telah tiada, tetapi sosok Maslow sangat dihormati banyak orang hingga saat ini. Maslow berjasa pada dunia pendidikan dan berhasil meraih banyak penghargaan melalui pemikiran humanistic.

Selain dikenal sebagai psikolog, nama Maslow juga harum di antara orang-orang terpelajar pada umumnya, terutama di bidang bisnis manajemen marketing, teologi, konseling, pendidikan, ilmu keperawatan, dan bidang yang berhubungan dengan kesehatan lainnya.

Baca Juga: 6M dalam Wirausaha untuk Membangun Sistem Manajemen

Teori Kebutuhan Manusia Menurut Maslow

 hierarki kebutuhan maslow
(Foto ilustrasi hierarki kebutuhan Maslow. simplypsychology.org)

Melansir Jurnal Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, teori “Maslow’s Hirarchy of Needs” oleh Abraham Maslow terkait hirarki kebutuhan manusia ini digambarkan melalu piramida.

Jadi, Maslow membagi macam-macam kebutuhan manusia dari yang paling dasar atau rendah hingga mengerucut semakin ke atas.

Gambaran kebutuhan dalam bentuk piramida ini memiliki arti bahwa tujuan kebutuhan manusia itu akan berproses menjadi semakin lebih tinggi.

Secara umum, hierarki kebutuhan Maslow dibagi ke dalam lima tingkat prioritas.

Dasar paling bawah atau tingkat pertama termasuk kebutuhan fisiologis, seperti udara, seks, air dan makanan.

Tingkat kedua yaitu kebutuhan keamanan dan perlindungan, termasuk juga kemanan fisik dan psikologis.

Tingkat ketiga berisi kebutuhan akan cinta dan memiliki, termasuk di dalamnya hubungan pertemanan, hubungan sosial, dan hubungan cinta.

Tingkat keempat mencakup kebutuhan akan penghargaan diri, termasuk juga kepercayaan diri dan nilai diri.

Sedangkan tingkat terakhir merupakan kebutuhan untuk aktualisasi diri yaitu keadaan pencapaian potensi dan mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah, serta beradaptasi dengan kehidupan.

Baca Juga: Ini 5 Cara Melakukan Riset Produk, Bermanfaat bagi Bisnis!

website ecommerce sirclo

Pembagian Hierarki Kebutuhan Maslow

pembagian hierarki kebutuhan maslow
(Foto kebutuhan manusia akan pakaian. Sumber: Pexels.com)

Lebih lanjut, berikut pembagian hierarki kebutuhan Maslow dalam setiap tingkatannya:

1. Pyschological Needs (Kebutuhan Fisiologi)

Kebutuhan psikologi ini berada pada tingkatan yang paling dasar dan sangat mendominasi dalam hierarki kebutuhan Maslow.

Kebutuhan yang bersifat biologis ini dapat mencakup sandang, pangan, dan papan sehingga merupakan aspek paling penting yang harus dipenuhi oleh manusia.

Teori hierarki kebutuhan Maslow di tingkatan pertama tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi pasca Perang Dunia II.

Pada saat itu, manusia berada dalam kondisi yang memilukan. Salah satunya dilanda kelaparan.

Oleh karenanya, Maslow menganggap bahwa kebutuhan fisik adalah hal yang utama melibihi apapun dan setiap manusia berhak mendapatkan kebutuhan dasar ini.

2. Safety Needs (Kebutuhan akan Keamanan)

Kebutuhan ini merupakan tingkatan kedua yang menekankan kepada kebutuhan akan rasa aman dan keselamatan pada setiap individu.

Setelah kebutuhan fisiologisnya terpenuhi, manusia cenderung mencari rasa aman, bisa berupa kebutuhan akan perlindungan, kebebasan dari rasa takut, kekacauan dan sebagainya.

Dengan begitu, manusia bisa mendapatkan rasa nyaman dan tentram dalam segala aktivitas di kehidupannya.

Contoh yang diberikan oleh Maslow bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan akan keamanannya ini, yaitu rumah yang memberikan perlindungan dari bencana cuaca.

Baca Juga: Ketahui 7 Strategi Customer Acquisition Marketing Ini untuk Gaet Pelanggan Baru

3. Belongingness and Love Needs (Kebutuhan Percaya dan Cinta Kasih)

Setelah kebutuhan fisik dan rasa aman terpenuhi, manusia akan cenderung mencari cinta orang lain supaya bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain.

Kebutuhan ini menjelaskan mengenai manusia sebagai individu memiliki kebutuhan untuk mencintai dan dicintai sehingga tercipta kepercayaan dan kedamaian di dalam hidupnya.

Kebutuhan akan kepercayaan dan cinta kasih ini berbeda dengan kebutuhan seks, ya.

Belongingness and love needs bisa mencakup hal yang luas seperti perasaan seseorang untuk menjaga, peduli dan perhatian terhadap sesama maupun lingkungan disekitarnya yang didasari atas rasa memiliki.

4. Esteem Needs (Kebutuhan untuk Dihargai)

Hierarki kebutuhan Maslow selanjutnya berisi esteem needs atau kebutuhan manusia untuk merasa dihargai.

Kebutuhan ini mengacu kepada capaian individu yang mengarah pada jenjang pekerjaan tertentu. Hasil perolehan dari capaian tersebut melahirkan kebutuhan individu untuk menunjukkan derajatnya sehingga dapat dihargai dan dipercaya akan harga dirinya tersebut.

Maslow menglasifikasikan kebutuhan ini menjadi dua bagian. Pertama lebih mengarah pada harga diri. Kebutuhan ini dianggap kuat, mampu mencapai sesuatu yang memadai, memiliki keahlian tertentu menghadapi dunia, bebas, dan mandiri.

Sedangkan kebutuhan yang lainnya lebih pada sebuah penghargaan, yaitu keinginan untuk memiliki reputasi dan pretise tertentu (penghormatan atau penghargaan dari orang lain). Kebutuhan ini akan memiliki dampak secara psikologis berupa rasa percaya diri, bernilai, kuat, dan sebagainya.

5. Self Actualization (Kebutuhan untuk Aktualisasi Diri)

Selanjutnya, ada self actualization menjadi puncak tertinggi pencapaian manusia setalah kebutuhan-kebutuhan di atas terpenuhi.

Di tingkat tertinggi ini manusia mengupayakan dengan semua kemampuannya untuk mendapatkan dan mencapai kemauan yang diinginkan dan bisa dilakukan.

Pencapaian aktualisasi diri ini berdampak pada kondisi psikologi yang meninggi pula seperti perubahan persepsi, motivasi untuk selalu tumbuh, dan berkembang.

Dikutip dari Jurnal Universitas Muhammadiyah Malang, Maslow berpendapat bahwa manusia dimotivasi untuk menjadi segala sesuatu yang dia mampu untuk menjadi yang diinginkan.

Meski kebutuhan lainnya terpenuhi, seseorang akan tetap mengalami kegelisahan, ketidaksenagan atau frustasi apabila kebutuhan aktualisasi diri ini tidak terpenuhi.

Baca Juga: Analisis Harga Pesaing untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan

Memahami Kebutuhan Pelanggan Melalui Teori Maslow

memahami pelanggan berdasarkan hierarki kebutuhan maslow
(Foto penjual dan pembeli. Sumber: Pexels.com)

Setelah memelajari teori hierarki kebutuhan Maslow, kamu sebagai pengusaha bisa menggunakannya untuk memahami para pelanggan.

Kamu dapat menggunakan teori kebutuhan dari Maslow ini untuk mengenal pelanggan secara lebih jauh sehingga mampu menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Berikut hal-hal yang dapat kamu ambil dari hierarki kebutuhan Maslow untuk lebih memahami para pelanggan:

1. Menyadari Kebutuhan Setiap Pelanggan Itu Berbeda

Dengan teori kebutuhan Maslow tersebut, kamu bisa mengetahui bahwa setiap manusia memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda.

Oleh karenanya, kamu perlu menyadari bahwa setiap pelanggan yang melakukan pembelian memiliki tujuan berbeda.

Untuk lebih memahami setiap kebutuhan pelanggan, kamu mungkin dapat melakukan riset pasar. Dengan begitu, kamu bisa menjual produk atau layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan mereka.

Namun yang jelas, kebutuhan pelanggan akan mengalami peningkatan seiring dengan waktu. Sebelum memenuhi kebutuhan tingkat atas, seorang individu perlu mencukupi kebutuhan tingkat dasarnya.

Barulah mereka akan menggunakan keinginan tersebut untuk memotiviasi diri dan mencapai kebutuhan tingkat berikutnya.

2. Pastikan Transaksi Jual Beli Aman

Salah satu kebutuhan manusia yang disebutkan dalam teori ialah kebutuhan akan perasaan aman dan nyaman.

Kamu pun bisa memastikan kebutuhan tersebut dipenuhi ketika pelanggan melakukan transaksi. Misalnya dengan menjamin proses jual beli di toko kamu nyaman dan terjamin keamanannya.

Dengan begitu, pelanggan bisa lebih yakin untuk membuat keputusan pembelian.

Tunjukkanlah pada pelanggan bahwa bisnis kamu menjunjung tinggi keamanan setiap customer. Jangan sampai mereka kecewa dan enggan untuk berbelanja kembali.

Baca Juga: Contoh Transaksi Digital dan Manfaatnya Bagi Bisnis

3. Berikan Pelayanan Terbaik untuk Seluruh Pelanggan

Apapun kebutuhan pelanggan yang kamu temui, pastikan mereka selalu mendapatkan pelayanan terbaik darimu

Tidak hanya menyediakan produk atau layanan yang dibutuhkan, tetapi pastikan setiap pelanggan merasa senang selama berbelanja.

Buatlah proses transaksi ini terasa nyaman bagi pelanggan sehingga mereka memiliki pengalaman positif terhadap merek kamu.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk mendapatkan loyalitas dari pelanggan.

Mereka pun tak akan ragu untuk melakukan pembelian berulang. Bahkan, bisa merekomendasikannya pada pelanggan lain sehingga kamu bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

4. Pentingnya Memberi Apresiasi pada Pelanggan

Dalam teori hierarki kebutuhan Maslow, disebutkan bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai.

Sebagai penjual, kamu pun perlu memberikan penghargaan pada setiap pelanggan yang datang untuk berbelanja.

Maksudnya, kamu sebaiknya memberikan apresiasi pada pelanggan agar mereka memiliki pengalaman belanja yang positif.

Misalnya dengan memperlakukan mereka secara sopan dan ramah. Tunjukkanlah bahwa kamu dapat melayani mereka dengan baik.

Apresiasi juga dapat ditunjukkan dengan memberikan penawaran menarik, seperti potongan harga khusus atau menawarkan program loyalitas.

Dengan begitu, kehadiran pelanggan akan merasa lebih berarti di mata brand. Pelanggan yang diapresiasi pun cenderung lebih puas dan memiliki potensi untuk kembali yang lebih besar.

Baca Juga: Jenis-Jenis Sistem Bisnis untuk Bantu Kamu Kelola Usaha

Itu dia penjelasan seputar hierarki kebutuhan Maslow yang perlu kamu ketahui. Barangkali bisa kamu terapkan dalam memahami kebutuhan calon pelanggan.

Dengan memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan secara mendalam, kamu sebagai pebisnis pun bisa mendapatkan loyalitas mereka secara lebih mudah!

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !