Bisnis Kolam Pemancingan, Sarana Rekreasi yang Unik 

Share this Post

bisnis kolam pemancingan

Table of Contents

Mungkin ini saatnya kamu menjadi pelopor bisnis kolam pemancingan di kotamu.

Menurut Minarro, dkk. dalam Jurnal Ambio, aktivitas rekreatif ini banyak diminati karena memberikan kepuasan dan relaksasi pada pelakunya. 

Saat memancing orang cenderung fokus melakukan satu hal dan rasa puasnya akan didapat ketika mereka berhasil mendapatkan ikan tangkapan dari kait sendiri.

Memancing juga seringkali dikaitkan dengan aktivitas bonding yang ideal untuk keluarga atau rekan sejawat.

Dari segi kesehatan, meski memancing lebih banyak dilakukan dengan duduk, ternyata dianggap lebih sehat ketimbang bermalas-malasan di dalam rumah.

Memancing memaksa seseorang untuk keluar rumah, menghirup udara segar, dan menyerap vitamin D dari sinar matahari. 

Baca Juga: Simak 9 Tips Usaha Arena Bermain Anak, Menjanjikan!

Tips Merintis Bisnis Kolam Pemancingan

bisnis kolam pemancingan
(Foto kolam pemancingan. Sumber: Pexels.com)

Berbagai efek positif dari kegiatan ini bisa kamu eksploitasi menjadi bisnis kolam pemancingan yang menghasilkan keuntungan.

Bagaimana cara memulainya? Beriku tips dan langkah-langkah merintis bisnis kolam pemancingan. 

1. Butuh Lahan yang Memadai 

Kolam pemancingan adalah bisnis yang membutuhkan lahan luas. Setidaknya untuk memastikan varian ikan dan kuantitasnya cukup untuk mewadahi keinginan para pengunjung. Memilih lokasi adalah hal yang cukup pelik di tengah keterbatasan lahan. 

Mau tidak mau lahan tersisa ada di pinggiran kota. Namun, jadikan ini peluang untuk membangun lokasi yang justru terasa natural sehingga pengunjung merasa sedang memancing langsung di sungai atau danau alami.

Walau jauh dari pusat kota, pastikan lokasi bisnis kolam pemancinganmu mudah dijangkau. Memiliki lahan parkir yang cukup dan jalan aksesnya tidak ekstrim. 

2. Modal Instalasi

Instalasi kolam pemancingan pun membutuhkan biaya awal yang tidak sedikit. Inilah mengapa bisnis kolam pemancingan memerlukan modal awal yang tidak murah.

Skema kerjasama dengan pemilik lahan bisa dilakukan untuk mengurangi modal awal yang dirasa tidak terjangkau.

Dengan begitu, kamu tinggal memikirkan biaya instalasi dan pembangunan lokasi pemancingan. Ukuran kolam pemancingan umumnya 200-400 meter persegi. Silakan buat beberapa kolam untuk memisahkan jenis ikan tertentu. 

3. Beternak Ikan dari Benih

Setelah kolam sudah terbangun dan siap diisi, kamu juga harus menyiapkan benih ikan untuk diternak. Mengingat kolam pemancinganmu diisi air tawar, silakan pelajari berbagai jenis ikan tawar yang kiranya diminati orang.

Umumnya, orang memancing ikan untuk keperluan konsumsi, sehingga jenis ikan yang bisa diolah menjadi makanan lebih direkomendasikan. 

Kamu bisa menyertakan ikan lele, gurame, nila, dan bawal misalnya. Pilih ikan yang perawatannya mudah, harganya tidak kelewat mahal, dan imunitasnya baik.

Bila belum berpengalaman di bidang ternak dan perawatan ikan, jangan ragu untuk melakukan riset dan belajar dari ahli atau pelaku bisnis pemancingan yang sudah berpengalaman. 

Baca Juga: 8 Cara Bisnis Sprei, Bisa Mulai dari Rumah

4. Fasilitas yang Dibutuhkan

Bisnis Kolam Pemancingan, Sarana Rekreasi yang Unik 
(Foto sedang memancing. Sumber: Pexels.com)

Selain kolam, kamu butuh area peneduh atau kanopi, toilet umum, lahan parkir, dan pos loket untuk pembelian tiket masuk.

Ini harus masuk dalam modal awal karena fasilitas ini wajib ada sejak awal pembangunan. Keberadaannya memastikan pengunjung tertib, yaitu tidak membuang sampah atau buang hajat sembarangan di area pemancingan, memarkir kendaraannya dengan rapi, serta membeli tiket sejak awal masuk.

Pikirkan pula alur masuk pengunjung sampai ke area pemancingan. Apa saja yang bisa dan tidak mereka bawa ke kolam dan lain sebagainya. Beri papan petunjuk bila perlu agar pengunjung tidak kebingungan dan melakukan kesalahan.

5. Fasilitas Ekstra 

Adapun fasilitas ekstra yang bisa kamu tawarkan ke pengunjung seperti kantin atau setidaknya minimarket. Ini memungkinkan pengunjung untuk tidak perlu keluar area untuk membeli perbekalan makanan. 

Kamu juga bisa menyediakan beberapa alat-alat pancing untuk dibeli maupun disewa. Selain memberikan kemudahan pada pengunjung, ini bisa jadi cara menambah penghasilan selain memungut biaya dari tiket masuk.

Pastikan saja ada skema jelas yang membuat pengunjung pasti mengembalikan barang atau alat yang disewa. 

6. Perawatan Rutin

Bisnis kolam pemancingan juga perlu dirawat. Ikan yang hidup di kolam harus dicek kesehatannya secara berkala. Ikan harus diberi makan dengan cukup. Air harus dikuras beberapa minggu sekali dan pastikan tidak ada sampah yang mencemari kolam.

Area-area lain di luar kolam yang masih di bawah yurisdiksimu sebagai pengelola juga harus dibersihkan dari sampah dan sisa-sisa aktivitas pengunjung yang tersisa.

Ini untuk memastikan bahwa bisnismu terawat dan profesional sehingga pengunjung merasa nyaman dan percaya. 

7. Promosi dan Strategi Pemasaran 

Seperti bisnis-bisnis lainnya, bisnis kolam pemancingan juga punya segmen pasarnya sendiri. Tergantung pada preferensimu, kamu bisa menyasar semua kalangan atau audiens yang lebih sempit.

Kamu ingin membuat konsep kolam pemancingan premium dengan harga bersahabat. Silakan tentukan sendiri filosofi bisnismu agar proses perintisannya pun jelas sejak awal. 

Jangan lupa untuk melakukan promosi di awal pembukaan dan momen-momen tertentu. Misal di hari libur kamu menggalakkan diskon tiket masuk.

Bisa juga membuat sistem keanggotaan untuk pengunjung setia, hingga mengadakan kompetisi di hari-hari tertentu. 

Baca Juga: 10 Tips Agar Tetap Semangat Jualan Dan Bekerja, Bisa Yuk!

Perhitungan Keuntungan 

Bisnis Kolam Pemancingan, Sarana Rekreasi yang Unik 
(Foto ikan di kolam. Sumber: Pexels.com)

Keuntungan bisnis kolam pemancingan pun bisa kamu hitung di awal menggunakan estimasi.

Estimasi modalnya kamu hitung dari biaya sewa atau pembelian lahan, pembangunan kolam, perawatan kolam dan ikan (obat, pakan, tenaga dan alat untuk menguras), gaji untuk pegawai (petugas parkir, petugas loket, pegawai di persewaan dan minimarket, manajemen), serta pengeluaran tak terduga lainnya. Kemudian, estimasi pendapatan dari jumlah target pengunjung bulananmu. 

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Petelur, Banyak Untungnya!

Tantangan dan Kelemahan 

bisnis kolam pemancingan
(Foto anak sedang memancing. Sumber: Pexels.com)

Tidak hanya melihat keuntungannya saja, bisnis kolam ikan juga punya tantangan dan kelemahannya sendiri. Apa saja? 

  • Wabah penyakit yang bisa menyebar di dalam kolam bila tidak segera terdeteksi. Untuk itu, penting memperhatikan kebersihan dan kelayakan ikan di kolam. 
  • Kebersihan yang seringkali tidak dijaga pengunjung.
  • Cuaca buruk yang membuat jumlah pengunjung berkurang drastis, misalnya di musim penghujan. Memancing biasanya disukai saat cuaca sedang cerah. 
  • Persaingan yang ketat karena beberapa daerah sudah memiliki banyak spot memancing yang saling berdekatan. 
  • Masalah lahan yang makin terbatas dan harga sewanya yang cenderung naik dari tahun ke tahun. 
  • Biaya operasional yang tidak sedikit, kadang membuat pengelola kesulitan mendapatkan laba yang pas untuk membayar gaji karyawan bila pengunjung sepi. 
  • Absennya inovasi. Sama seperti bisnis lain, bisnis kolam pemancingan butuh inovasi dan ide-ide segar yang membuat pengunjung setia betah atau pengunjung baru datang. Untuk itu, pastikan kamu benar-benar memiliki minat dan ketertarikan khusus di  bidang ini agar semangat berinovasi pun terpupuk. Misalnya padukan area memancing dengan wahana outbond dan petik buah di kebun. Ini akan memfasilitasi pengunjung keluarga yang memiliki minat berbeda, tetapi ingin menghabiskan waktu libur di tempat yang sama. 

Kolam pemancingan adalah ide bisnis yang menguntungkan, apalagi di kawasan tropis dengan iklim hangat seperti Indonesia dan cuaca yang cenderung stabil dari bulan ke bulan.

Tantangan cuaca yang mungkin akan kamu hadapi sebagai pengelola kolam pemancingan mungkin hanya di musim penghujan.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !