8 Tips Jadi Socialpreneur yang Berikan Dampak Positif

Share this Post

socialpreneur

Table of Contents

Akhir-akhir ini, muncul istilah socialpreneur dalam dunia bisnis. 

Socialpreneur sendiri berasal dari kata social dan entrepreneur, yang artinya seorang pebisnis yang menjalankan kegiatan wirausaha dengan fokus menciptakan dampak sosial bagi masyarakat.

Dilansir dari Entrepreneur.com, kepentingan seorang socialpreneur tidak hanya pada profit yang dihasilkan dari bisnisnya, tetapi juga perubahan positif apa yang bisa dihasilkan dari bisnis tersebut.

Misi ini jelas merupakan hal yang bagus karena bisa membantu menyelesaikan berbagai masalah yang banyak dihadapi oleh masyarakat dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Menjadi socialpreneur adalah pilihan yang tepat jika kamu ingin menjalankan bisnis tidak hanya atas nama sendiri, tetapi juga untuk kepentingan bersama.

Karakteristik sebuah bisnis sosial atau social enterprise bisa dilihat dari beberapa hal.

Pertama, social enterprise menerapkan prinsip bisnis dan manajemen untuk menyelesaikan masalah sosial, terutama saat pemerintah atau pasar gagal ataupun saat ada kebutuhan yang belum terpenuhi.

Kedua, socialpreneur menekankan pengembangan solusi yang efisien, terjangkau, dan hemat biaya. Terakhir, solusi yang berkelanjutan.

Artinya, seorang socialpreneur juga harus bisa mempertahankan bisnisnya selagi menjalankan misi sosialnya.

Untuk menjadi seorang socialpreneur, kamu tentu harus tahu masalah apa yang dihadapi masyarakat dan apa yang mereka butuhkan.

Baca Juga: 11 Karakteristik Pengusaha yang Harus Kamu Miliki

Tips Menjadi Socialpreneur

socialpreneur
Foto: Unsplash.com

Jika kamu ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat lewat ide bisnismu, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar bisa berhasil menjadi seorang socialpreneur.

1. Pahami Isu yang Mau Kamu Angkat

Yang pertama dan paling jelas, pastikan kamu benar-benar paham soal isu yang mau kamu angkat. Hal ini sangat penting supaya bisnis sosialmu tidak setengah-setengah dan akhirnya malah tidak memberikan dampak apapun.

Tentukan secara spesifik demografi masyarakat yang menjadi target dari bisnismu dan masalah yang ingin kamu selesaikan untuk demografis tersebut.

Ide bisnis seorang socialpreneur biasanya bisa ditemukan dari permasalahan yang ada di sekitar. Maka, bisnis yang dibangun menjadi solusi untuk mengatasi dampak dari permasalahan tersebut.

Jika ada masalah sampah, seorang socialpreneur bisa menawarkan solusi berupa jasa jual beli sampah atau usaha kerajinan yang diolah dari beberapa sampah.

Selain itu, masalah ini juga dapat diselesaikan dengan menawarkan plastik nabati yang mudah terurai. Melalui inovasi yang ditawarkan, tentunya kamu dan staf bisnismu turut berperan aktif dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan dan membahayakan hewan.

Pikirkan mengenai kompetensi dan keterampilanmu yang dapat menopang bisnismu. Pertimbangkan juga mengenai akses untuk mendistirbusikan produk atau jasamu kepada demografis yang kamu sasar.

Baca Juga: 7 Tips Sukses Menjadi Womanpreneur, Yuk Terapkan Dalam Bisnis!

2. Lakukan Riset

Sebelum memulai bisnis, seorang socialpreneur perlu melakukan validasi terlebih dahulu. Artinya, ia perlu mencari informasi tentang hal-hal yang berkaitan dan masalahnya.

Kemudian, berdasarkan informasi tersebut, ia dapat memperkirakan, apa akibat dari masalah tersebut, baik dari segi materi maupun sosial.

Bukan hanya riset target pasarmu, tetapi juga riset social enterprise lainnya yang mungkin menyasar isu yang sama dengan bisnis yang ingin kamu bangun.

Pelajari bagaimana mereka menawarkan solusi atas satu masalah dan aspek apa yang bisa kamu tingkatkan dari bisnis mereka.

Cari tahu juga bisnis, organisasi, atau asosiasi yang mungkin bisa kamu ajak kerja sama atau menjadi partner untuk bisnis sosialmu.

Denga demikian, kamu bisa memperluas jaringan bisnis. Undanglah orang-orang yang memiliki visi yang sama dengan kamu untuk menjadi mitra bisnis.

Kehadiran mitra bisnis penting agar kamu dapat bertukar pikiran dan mengatasi tantangan yang muncul.

3. Ciptakan Konsep yang Unik

Setelah mengetahui permasalahan yang muncul di masyarakat, maka seorang socialpreneur perlu memikirkan, solusi apa yang memiliki nilai bisnis dan dapat menjadi jawaban untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Solusinya adalah apa yang akan menjadi produk yang ditawarkan. Rencanakan dengan matang konsep seperti apa yang akan kamu tawarkan sebagai solusi.

Usahakan kamu mempunyai konsep unik dan cara yang berbeda yang belum pernah ditawarkan oleh orang atau perusahaan lain.

Jika konsepmu tidak sepenuhnya baru atau isu yang kamu angkat sebenarnya sudah memiliki solusi, pikirkan mengenai bagaimana kamu bisa memberi nilai tambah pada solusi tersebut.

Bila kamu rasa solusi tersebut belum maksimal, pikirkan mengenai cara bagaimana kamu bisa memperbaiki atau meningkatkannya.

Baca Juga: 5 Pengusaha Sukses di Indonesia dengan Kisah Inspiratif

4. Tentukan Bisnis Model

Setelah masalah dan solusinya ditemukan, hal selanjutnya yang akan dilakukan sociopreneur adalah menguji model bisnis untuk mengetahui seperti apa proses bisnisnya.

Melansir laman Cashlez, hal ini akan membantu socialpreneur untuk mempelajari bisnis secara keseluruhan, mulai dari produksi hingga penjualan hingga catatan penjualan.

Bisnis model juga sangat penting untuk menentukan arah bisnismu ke depannya. Seberapa luas dan besar jangkauan maupun dampak yang ingin kamu ciptakan?

Apakah kamu benar-benar berfokus pada satu komunitas lokal secara spesifik atau kamu ingin mempunyai jangkauan yang lebih luas?

Dari situ, tentukan berapa dana yang kira-kira kamu butuhkan untuk bisa menjalankan misi maupun mempertahankan bisnismu.

Tentukan juga apakah penerima manfaat dari bisnismu merupakan kelompok yang juga menjadi konsumen dari bisnismu atau keduanya terpisah.

5. Pilih Jenis Pendanaan

Tentukan pendanaan seperti apa yang ideal untuk mendapatkan modal usaha.

Apakah kamu akan mengandalkan dana sendiri, meminjam keluarga atau teman, mengajukan pinjaman bank, melakukan crowdfunding, atau mencari investor?

Apabila kamu memilih mencari modal usaha melalui investor, pastikan investor tersebut benar-benar memahami dan sejalan dengan misimu alih-alih hanya ingin mendapatkan laba setinggi mungkin.

Baca Juga: 8 Aplikasi Accounting Gratis untuk Pebisnis Pemula 

6. Seimbangkan Antara Profit dan Dampak

Seperti yang sudah disebutkan, dalam menjalankan social enterprise pebisnis harus bisa menjaga agar usahanya tetap bisa bertahan sehingga bisa terus memberikan dampak dan solusi.

Hal ini jelas tidak mudah. Sebagai socialpreneur, kamu harus bisa menyeimbangkan antara profit yang didapat dengan dampak yang kamu berikan.

Jangan sampai ada yang berat sebelah di antara keduanya. Tanpa profit, kamu tidak akan bisa menjalankan misi sosialmu. Namun, terlalu fokus pada profit akan menghilangkan aspek sosial dari bisnis sosialmu.

Hal ini karena menjadi socialpreneur membuat kamu harus memikirkan keuntungan sebagai keuntungan bersama. Oleh karena itu, setiap keputusan harus dibuat berdasarkan kepentingan semua pihak.

Gunakan model bisnis yang tidak hanya membantu kamu berkembang, tetapi juga membantu masyarakat. Selain itu, kamu juga dapat membuat aktivitas setelah penjualan.

Misalnya, dalam satu bulan penjualan, kamu bisa menggunakan sebagian keuntungannya untuk membantu orang yang membutuhkan, baik berupa bantuan makanan, pendidikan, hingga tunjangan kesehatan.

Selalu ingatlah bahwa indikator keberhasilan seorang socialpreneur pada dasarnya tidak hanya terfokus pada angka profit, tetapi juga pada keberhasilan misi kamu dalam membantu masyarakat.

7. Jalankan Bisnis dengan Transparan

Dalam menjalankan sebuah social enterprise, transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan tiap pihak yang terlibat, khususnya orang yang menyumbangkan dana.

Untuk menghindari timbulnya kecurigaan, kamu bisa buat website online untuk membagikan informasi secara detail mengenai misi yang kamu jalankan serta laporan pengelolaan atas dana yang diterima.

Jadi siapapun yang mengunjungi web jualan online-mu bisa mengetahui dengan jelas ke mana uang mereka pergi, siapa yang merasakan dampaknya, dan lain-lain.

Apabila bisnis sosialmu memang mengandalkan sumbangan sebagai sumber pendanaan utama, kamu juga bisa meng-update jumlah orang yang beramal secara otomatis pada website toko online-mu.

Baca Juga: Apa Itu Viral Marketing? Berikut 7 Tips Penerapannya

8. Manfaatkan Berbagai Platform 

Terakhir, jangan lupa untuk memanfaatkan berbagai platform yang ada, mulai dari medi sosial hingga konten pada website toko online milikmu sendiri. Ciptakan online presence yang tulus dan sejalan dengan misimu.

Bangun koneksi personal dengan audiens, misalnya dengan membagikan konten yang bermakna dan bermanfaat di media sosial atau web jualan online.

Dengan terhubung dan berinteraksi langsung dengan audiensmu, kamu pun bisa mengenal mereka lebih baik dan menjangkau lebih banyak orang lagi.

Memiliki website sendiri sangat esensial untuk menjaga kredibilitas maupun menjangkau target konsumen bagi social enterprise.

Maka itu, sebaiknya gunakan jasa pembuatan website e-commerce agar terlihat profesional dan terpercaya.

Dengan membangun brand yang kredibel sejak di awal, kamu pun nantinya bisa menjalankan misi sosialmu dengan maksimal.

Saatnya Buka Toko Online Sendiri!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri !