Ingin Membuat Perencanaan Usaha? Ikuti 9 Tips Ini!

perencanaan usaha

Table of Contents

Setiap bisnis, baik besar maupun kecil, perlu memiliki perencanaan usaha. Bahkan, perusahaan yang baru dirintis pun harus memulai dengan sebuah perencanaan.

Perencanaan usaha berguna untuk menjadi panduan bagimu dan tim dalam menjalankan perusahaan. Mulai dari panduan aktivitas saat ini, tahun depan, hingga beberapa tahun mendatang.

Selain bagi internal bisnis, perencanaan usaha juga berguna untuk investor. Jika kamu mau mendapat pendanaan, tentu yang dilihat investor adalah rencana bisnismu.

Berikut ini akan dibahas lebih mendalam apa itu perencanaan usaha, tujuan, hingga tips membuatnya.

Baca juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi, agar Bisnismu Efisien!

Apa Itu Perencanaan Usaha?

perencanaan usaha
Foto: Freepik.com

Menurut Smart Sheet, perencanaan usaha adalah dokumen yang mengomunikasikan tujuan dan ambisi perusahaan. Sekaligus timeline, keuangan, dan metode yang diperlukan untuk mencapainya.

Di dalam dokumen perencanaan usaha, juga ada pernyataan visi, misi, dan detail tentang produk atau layanan tertentu yang ditawarkan.

Perencanaan usaha dapat menyoroti berbagai tolok ukur yang hendak dicapai oleh perusahaan. Misalnya, sasaran produk dan tenggat waktu untuk setiap bulan, keuangan bulanan untuk dua tahun pertama, laporan laba rugi, hingga proyeksi neraca.

Hampir semua bisnis menggunakan perencanaan usaha. Mulai dari startup, wirausaha, hingga bisnis kecil, semuanya harus bisa menyusun rencana bisnis.

Hal ini karena perencanaan tersebut bisa digunakan sebagai panduan, seiring kemajuan perusahaan. Perusahaan yang lebih besar juga dapat membuat atau memperbarui rencana bisnis untuk menjaga target.

Pentingnya memiliki perencanaan usaha, yaitu perusahaanmu bisa memiliki garis besar tujuan dan keuangan bisnis.

Selain itu, rencana bisnis juga dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan, profitabilitasnya, hingga berapa banyak uang yang kamu perlukan dari investor.

Baca juga: Pentingnya Perencanaan Budget atau Anggaran untuk Bisnismu!

Tujuan Perencanaan Usaha

startup
Foto: SIRCLO photo stock

Sebelum kamu membuat dokumen perencanaan usaha, ada baiknya memahami tujuannya terlebih dahulu.

Menurut Business News Daily, ada tiga alasan utama mengapa sebuah perusahaan perlu memiliki perencanaan usaha.

1. Menetapkan Fokus Bisnis

Tujuan utama dari perencanaan usaha, yaitu untuk menetapkan rencana masa depan bisnis. Rencana ini harus mencakup target atau pencapaian.

Kamu juga perlu menjelaskan langkah-langkah terperinci tentang bagaimana perusahaanmu akan mencapai setiap langkah.

Proses membuat road map atau peta jalan menuju tujuan, akan membantumu menentukan fokus bisnis dan mengejar pertumbuhan.

2. Mendapatkan Pendanaan

Tujuan lain dari pembuatan perencanaan usaha, yaitu untuk mendapatkan pendanaan. Salah satu hal pertama yang dicari investor swasta, bank, atau pemberi pinjaman lain sebelum berinvestasi terhadap sebuah bisnis, yaitu perencanaan usaha.

Investor ingin tahu bagaimana kamu menjalankan bisnis, termasuk proyeksi pendapatan dan pengeluaran bisnismu. Hal paling penting, bagaimana mereka akan menerima lama atas investasi mereka.

3. Menarik Perhatian Para Eksekutif

Seiring pertumbuhan bisnis, kamu mungkin perlu menambahkan jajaran eksekutif ke dalam perusahaanmu.

Rencana bisnis yang tersusun dengan baik dapat membantumu menarik bakat eksekutif. Kamu pun bisa menentukan apakah mereka cocok atau tidak untuk perusahaanmu.

Baca juga: Intip Modal Usaha Dekorasi Lamaran, Apa Saja yang Dibutuhkan?

Tips Menyusun Perencanaan Usaha

tips menggunakan landing page
Foto: SIRCLO photo stock

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan ketika menyusun perencanaan usaha. Jangan sampai ada yang terlewat dalam menyusun dokumen rencana bisnis.

Terdapat sejumlah bagian penting yang harus dibahas di dalam perencanaan. Berikut ini tips menyusun perencanaan usaha.

1. Ringkasan Eksekutif

Ini merupakan halaman pertama dalam perencanaan usaha. Ringkasan eksekutif harus mencakup pernyataan visi dan misi yang menjelaskan fokus utama bisnismu.

Selain itu, ada deskripsi singkat tentang produk atau layanan yang ditawarkan, informasi dasar, seperti struktur kepemilikan, dan ringkasan rencana.

2. Deskripsi Perusahaan

Pada bagian deskripsi, berikanlah gambaran tentang bisnismu. Bagian ini berisi informasi penting, termasuk nama terdaftar, alamat lokasi fisik, dan nama orang-orang penting dalam bisnis.

Tidak hanya itu, dalam deskripsi perusahaan juga perlu dijabarkan sejarah perusahaan, sifat bisnis, dan detail lebih lanjut tentang produk atau layanan yang ditawarkan atau akan ditawarkan.

3. Tujuan Bisnis

Dalam bagian ini, kamu harus dengan jelas mendefinisikan tujuan perusahaan. Selain itu, isi bagian ini dengan strategi bisnis yang memerinci rencana untuk mencapainya, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Jika perencanaan usahamu digunakan untuk mencari pendanaan dari luar, kamu harus menjelaskan bisnismu memiliki kebutuhan dana tersebut pada bagian ini.

Intinya, yaitu memberikan penjelasan komprehensif mengenai peluang yang disajikan dan bagaimana pinjaman atau investasi akan mengembangkan perusahaanmu.

Baca juga: Pitch Deck: Pengertian, Tujuan, dan Cara Membuatnya

4. Struktur Bisnis dan Manajemen

Di bagian ini, kamu akan mencantumkan struktur hukum bisnismu. Misalnya, soal kepemilikan tunggal, kemitraan, atau korporasi.

Dalam bagian struktur bisnis dan manajemen, harus mencakup persentase kepemilikan yang dipunyai setiap pemilik dan keterlibatan masing-masing pemilik dalam perusahaan.

5. Produk dan Layanan

Dalam bagian ini, kamu dapat memerinci produk atau layanan yang ditawarkan atau hendak ditawarkan.

Penjelasan produk dan layanan harus mencakup tentang cara kerjanya, model penetapan harga, karakteristik pelanggan yang kamu layani, dan strategi penjualan serta distribusi.

Jelaskan pula produk dan layananmu lebih baik daripada yang ditawarkan pesaing. Kemudian, yakinkan kalau kamu berencana memenuhi pesanan.

6. Rencana Pemasaran dan Penjualan

Di bagian ini, kamu menjelaskan tentang strategi pemasaran dan cara kamu akan menjalankannya. Kamu dapat membahas proyeksi membujuk pelanggan untuk membeli produk atau layanan.

Kemudian jelaskan pula bagaimana kamu akan mengembangkan loyalitas pelanggan. Dalam bagian ini, kamu dapat pula menyoroti kekuatan bisnis dan fokus yang membedakan bisnismu dari pesaing.

Baca juga: 9 Manfaat Direct Marketing bagi Bisnis, Yuk Terapkan!

7. Analisis Keuangan Bisnis

Jika masih seorang pemula, mungkin kamu belum memiliki banyak informasi mengenai keuangan bisnismu.

Bila bisnismu sudah berjalan dan sedang mencari pinjaman usaha, kamu perlu memasukkan laporan laba rugi, neraca yang mencantumkan aset dan utang, dan laporan arus kas.

Jika ingin membuat laporan lebih terperinci, cantumkan pula margin laba bersih, rasio lancar, dan rasio perputaran piutang.

8. Proyeksi Keuangan

Penjelasan mengenai proyeksi keuangan merupakan bagian terpenting dari perencanaan usaha jika kamu sedang mencari pembiayaan atau investor.

Hal ini dapat menguraikan bagaimana bisnismu dapat menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membayar kembali pinjaman.

Di bagian ini, kamu dapat memberikan perkiraan penjualan, pengeluaran, dan laba bulanan atau kuartal bisnismu selama setidaknya tiga tahun.

Akurasi adalah kuncinya. Jadi, lakukan analisis laporan keuangan masa lalu dengan cermat sebelum memberikan proyeksi.

9. Lampiran

Daftar lampiran juga penting untuk disertakan. Jika ada informasi pendukung atau informasi tambahan yang tidak dapat kamu muat di tempat lain, muatlah di sini.

Misalnya, resume karyawan utama, lisensi, sewa peralatan, izin, paten, kuitansi, laporan mutasi bank, kontrak, dan riwayat kredit pribadi serta bisnis.

Jika lampirannya panjang, pertimbangkan untuk menambah daftar isi pada awal bagian ini dalam dokumen perencanaan usaha.

Demikian penjelasan mengenai perencanaan usaha. Semoga dapat menambah referensimu dalam membuat rencana bisnis.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !