Urban Farming adalah Kegiatan Pertanian Perkotaan, Ini 5 Cara Memulainya!

urban farming adalah

Table of Contents

Urban farming adalah kegiatan pertanian yang bisa membawa nilai tambah, baik dari segi profit maupun lingkungan.

Karena pertanian dilakukan di perkotaan, biaya distribusi untuk pasokan kebutuhan pangan di perkotaan bisa dipangkas.

Dari segi lingkungan, kegiatan tanam-menanam juga dapat menambah ruang hijau di perkotaan yang sarat dengan polusi.

Selain itu, kegiatan ini bisa mempromosikan gaya hidup sehat di perkotaan. Selain menjual hasil panen, kamu bisa membuat workshop cara memulai urban farming bagi yang berminat.

Baca juga: Ikuti 8 Tips Jualan Bibit Tanaman secara Online Ini, Biar Profitmu Tumbuh!

Urban Farming Adalah Kegiatan Pertanian Metropolitan

Menurut Indiana Farm Bureau, urban farming adalah menumbuhkan dan memelihara tanaman serta ternak pada atau dekat wilayah metropolitan. 

Kegiatan bertani dapat dimulai dari halaman belakang rumah, balkon, kebun milik komunitas, pada lahan kosong atau taman, hingga menggunakan lahan pinggir jalan atau ruang terbuka. 

Tujuan melakukan bertani di perkotaan bisa sangat beragam. Mulai dari memenuhi kebutuhan pribadi, menghemat uang, hingga dijual kembali.

Menurut Small Biz Trends, urban farming lebih berfokus pada penjualan produk pertanian ketimbang ditanam untuk konsumsi pribadi atau berbagi.

Keuntungan dari urban farming adalah dapat mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat dalam banyak cara. 

Mulai dari menyediakan produk segar untuk masyarakat perkotaan, membentuk komunitas pegiat urban farming, hingga mempromosikan gaya hidup sehat.

Bertani di perkotaan membantu merangsang geliat ekonomi lokal dengan munculnya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, dan pertumbuhan usaha kecil. 

Lebih penting lagi, urban farming membuat harga bahan makanan segar jadi lebih terjangkau. Hal ini karena memangkas biaya distribusi jika memasok sayur dan buah dari perdesaan atau daerah pinggiran.

Keterbatasan lahan dan polusi dapat menjadi tantangan utama dalam melaksanakan kegiatan pertanian di perkotaan. 

Di sisi lain, kondisi ini juga dapat menumbuhkan kreativitasmu untuk mengembangkan strategi pertanian baru yang dibantu teknologi.

Baca juga: Tertarik dengan Bisnis Pertanian? Ini 8 Langkah Memulainya

Cara Memulai Urban Farming

urban farming adalah
Foto: Unsplash.com

Kegiatan urban farming bisa jadi sebatas hobi dengan memanfaatkan ruang kosong di rumahmu. 

Bisa juga jadi kegiatan berbasis komunitas nirlaba karena adanya kesadaran tentang berkurangnya ruang hijau di perkotaan.

Namun, urban farming juga bisa jadi salah satu sumber pendapatan jika kamu serius menekuninya.

Apapun tujuanmu melakukan urban farming, hal pertama yang kamu perlu tahu yaitu cara memulainya. Berikut ini panduan lengkapnya!

1. Temukan Lokasi yang Tepat

Langkah pertama dalam memulai urban farming adalah menemukan sebidang tanah untuk digarap. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika mencari tempat yang cocok untuk memulai kegiatan ini. 

Pertama, bangunlah hubungan baik dengan pemilik tanah, jika kamu tidak memiliki tanah itu. Buatlah surat perjanjian yang jelas antara kamu dan pemilik tanah.

Kedua, pastikan kondisi tanah tersebut cocok untuk ditanami. Lakukan pengujian untuk memeriksa kekurangan unsur hara, yang dapat menyebabkan tanaman tidak sehat dan kerdil.

Pertimbangkan pula aspek lainnya, seperti bagaimana pengairannya, apakah tanahnya miring atau datar, apakah tanah terpapar matahari, hingga bagaimana kondisi sekitar.

2. Putuskan Apa yang Mau Ditanam

Setelah mendapatkan lahan, langkah selanjutnya dalam memulai urban farming adalah memutuskan apa yang akan ditanam.

Kamu bisa mulai dengan memikirkan jenis tanaman yang mau dibudidayakan. Apakah sayuran, buah, bunga, tanaman herbal, tanaman hias, dan sebagainya.

Tak masalah jika kamu tidak mendapatkan tanah yang subur atau lahan terbatas. Kamu bisa melakukan pertanian vertikal di dalam ruangan, hidroponik, atau dengan menggunakan pot.

Dengan memilih metode pertanian yang berbeda, pilihan tanaman yang bisa kamu tanam juga berbeda.

Perhatikan pula iklim dan paparan sinar matahari di lokasi kebunmu. Iklim tertentu bisa memudahkan atau malah mempersulit tanaman tertentu untuk hidup.

Dengan kondisi lahan dan iklim yang ada, kemungkinan pilihan jenis tanaman yang akan kamu budi dayakan juga mengerucut.

Baca juga: Tertarik Bisnis Kapulaga? Ini 6 Cara Budidayanya

3. Lakukan Pemasaran

Aspek penting lainnya dari urban farming adalah pemasaran. Kamu tidak akan bisa menjual hasil budi daya pertanian jika tidak ada yang membeli.

Hal pertama yang perlu dilakukan, yaitu buatlah nama bisnis, logo, situs web, dan media sosial untuk usaha pertanian kamu. 

Buatlah konten di media sosial, YouTube, dan blog situs web untuk menunjang pemasaranmu secara online.

Menurut Permaculture News, konsumen zaman sekarang lebih senang melihat representasi visual dari perjalanan produk yang mereka beli. 

Jadi, buatlah konten yang menampilkan benih sedang ditanam, hasil panen, hingga proses pengemasan. 

4. Benahi Aspek Legalitas Usaha

Jika kamu akan menerapkan komersialisasi pada kegiatan pertanian yang kamu lakukan, memenuhi berbagai syarat legalitas usaha menjadi penting.

Untuk menjadi bisnis resmi, kamu memerlukan nama bisnis terdaftar dan nomor pajak. Kamu juga perlu mempertimbangkan asuransi dan izin yang diperlukan dari Kementerian Pertanian.

Kamu bisa meminta bantuan dari konsultan bisnis atau hukum terkait urusan legalitas ini, sehingga bisa meminimalkan persoalan hukum ke depannya.

5. Buatlah Komunitas

Salah satu hasil paling berharga dari memulai urban farming adalah komunitas yang terbentuk di sekitar lokasi. 

Pertanian yang hadir di tengah perkotaan tentu menarik perhatian warga sekitar karena tampak unik. 

Kamu bisa memantik keterlibatan warga sekitar dengan menjual hasil pertanian setiap kali panen. Selain itu, bisa membuat kelas, sosialisasi, hingga mejual bibit serta peralatan terkait bagi yang tertarik memulai urban farming.

Baca juga: Belajar Bisnis dengan Komunitas Bisnis Digital, Apa Manfaatnya?

Tips Menekan Biaya Operasional Urban Farming

urban farming adalah
Foto: Unsplash.com

Keterbatasan ruang dan lahan sudah menjadi tantangan utama urban farming. Kesempatanmu untuk menumbuhkan tanaman langsung dari tanah minim.

Jadi, kamu pun perlu menggunakan metode pertanian lain seperti pertanian vertikal, hidroponik, aeroponik, dan sebagainya.

Berbagai metode ini tentu membutuhkan peralatan dan perawatan khusus yang tentunya tidak murah.

Biaya operasional berpotensi membengkak dan ini tentu harus diatas. Berikut ini ada sejumlah tips menekan biaya operasional urban farming.

1. Buat Pupuk Kompos Sendiri

Tips pertama menekan biaya operasional urban farming adalah membuat sendiri pupuk kompos. 

Bahannya ada di sekitar dan mudah didapatkan, seperti sampah organik dan sisa makanan. Membuatnya sendiri tentu lebih hemat ketimbang membelinya dari toko.

Selain itu, membuat pupuk sendiri bisa berkontribusi terhadap lingkungan, karena meminimalkan pembuangan sampah ke TPA.

2. Pilih Tanaman yang Mudah

Tips lain menekan biaya operasional urban farming adalah pilih tanaman yang mudah. Mudah di sini, artinya mudah ditanam, cepat berbuah, dan minim hama.

Menurut RecycleBank, pilihan tanaman yang baik, antara lain selada, kacang polong, lobak, dan rempah-rempah. Tanaman lain, ada kacang hijau, mentimun, kangkung, dan sebagainya.

Baca juga: Untung Banyak! Ini 5 Ide Bisnis Tanaman Hias dari Rumah

3. Bijaklah dengan Penggunaan Air

Ketahui seberapa banyak air yang dibutuhkan oleh tanamanmu. Berikan air dengan bijak, jangan sampai berlebih.

Selain boros, ada tanaman tertentu yang malah mudah membusuk jika diberi terlalu banyak air.

Untuk menghemat, kamu bisa membuat instalasi water harvesting atau mengumpulkan air hujan ke dalam satu wadah besar.

Air yang kamu dapatkan secara gratis ini bisa kamu simpan untuk digunakan mengairi kebunmu.

4. Buat Pestisida Alami

Tips selanjutnya menekan biaya operasional urban farming adalah membuat sendiri pestisida alami.

Selain mahal, pestisida kimia diketahui dapat menyebabkan masalah kesehatan. Ia larut ke dalam air dan membahayakan atau membunuh mikroba yang bermanfaat. 

Ada banyak resep dan metode membuat pestisida alami di luar sana, salah satunya menarik serangga yang bermanfaat untuk datang. 

Selain itu, kamu bisa menggunakan bahan-bahan tidak beracun, seperti baking soda dan cabai, untuk membuat semprotan hama.

Bisa pula kamu menggunakan perangkap lengket dan menanam tanaman pengusir serangga.

Baca juga: 13 Peluang Usaha di Desa yang Bisa Kamu Rintis

Itulah penjelasan mengenai urban farming. Jadi, urban farming adalah kegiatan pertanian yang dilakukan di kota atau pinggiran kota yang bisa dijadikan bisnis.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !