Ads

Mengenal User Generated Content Sebagai Strategi Marketing yang Efektif

user generated content

Table of Contents

Apakah kamu pernah mendengar tentang user generated content?

Sebanyak 84% customer lebih mempercayai review produk dan rekomendasi dari sesama konsumen daripada sumber-sumber iklan lainnya.

Sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, 64% customer juga aktif mencari review secara online.

User generated contents seperti review produk memang sudah lama dimanfaatkan oleh brand sebagai strategi marketing. Namun apa itu user-generated content?

User generated content atau UGC adalah konten dalam segala macam bentuk, baik artikel blog, testimoni, reviewtweet, foto, maupun video yang dibuat oleh kontributor tanpa dibayar, atau penggemar dari brand.

UGC mengacu pada konten promosional yang dipublikasikan oleh pengguna, alih-alih dilakukan oleh brand atau perusahaan.

Brands biasanya mengkurasi UGC melalui beberapa cara, misalnya dengan memanfaatkan hashtag dan mentions atau mengadakan kampanye di media sosial.

Kampanye user-generated content juga menjadi salah satu strategi marketing brands untuk menarik lebih banyak customers sekaligus mendapatkan konten.

Baca Juga: 5 Manfaat dan Cara Mendapatkan Customer Feedback

Mengapa User Generated Content Efektif untuk Meningkatkan Penjualan?

user generated content
Foto: Unsplash.com

Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa brands malah beralih ke konten buatan pengguna daripada membuat iklan sendiri.

Namun UGC justru bisa menjadi strategi marketing yang efektif dan sukses.

1. UGC Mengedepankan Customer

Brands yang customer-oriented harus beradaptasi dengan perubahan tren di kalangan audiens. Di era digital yang serba cepat ini, perhatian customer bisa berpindah-pindah dengan cepat juga.

Brands perlu berfokus pada audiensnya. Selain itu, audiens juga mengetahui brands mana yang memang autentik dan transparan, serta mana yang menggunakan taktik marketing yang tidak jujur.

Baca Juga: Mengenal Social Advertising, Periklanan yang Andalkan Media Sosial!

2. Audiens Mulai Meragukan Pemasar

Strategi marketing biasa sudah tidak efektif dan audiens tidak lagi termakan oleh iklan-iklan ‘maksa’ yang mereka lihat di media mainstream atau jalanan.

Audiens kini menginginkan sebuah cerita, hubungan, dan interaksi dengan orang lain.

Karenanya, audiens lebih mempercayai rekomendasi dari orang lain ketimbang konten buatan brand atau pemasar dalam membeli produk.

Hal ini pun dibuktikan oleh sebuah survey pada tahun 2013 yang dikutip dari laman InstaPage.

Survey tersebut menemukan bahwa 76% konsumen menganggap iklan “sangat dilebih-lebihkan” atau “agak dilebih-lebihkan”.

Dalam survey yang sama, 1 dari 5 responden bahkan mengatakan bahwa mereka “menolak untuk membuat keputusan” tentang suatu produk berdasarkan iklannya.

Selain itu, penelitian pada tahun 2015 dari AdAge menyebutkan, responden survey mereka menganggap bahwa konten buatan pengguna lebih memiliki integritas dibanding iklan yang ditampilkan oleh brand.

3. UGC Memiliki Nilai Autentisitas 

Nilai autentisitas atau keaslian menjadi elemen penting bagi brand.

Hal ini terbukti bahwa sebanyak 63% konsumen lebih memilih untuk bertransaksi dengan brand yang mereka anggap autentik dibanding kompetitornya.

Audiens kini tidak lagi termakan oleh iklan di televisi atau billboard, namun memilih sendiri produk apa dan di mana mereka membelinya. Tentunya, audiens lebih memilih brands yang real dan mengerti kebutuhan mereka.

Nah, dengan user generated content yang dimanfaatkan dengan sebaik mungkini, brand bisnis kamu pun akan memiliki nilai kredibilitas atau kepercayaan yang lebih tinggi dibanding kompetitor.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Optimasi SEO untuk Konten, Jangan Terlewat, Ya!

4. UGC Menciptakan Komunitas

User generated content mampu menarik seluruh audiensnya menjadi satu keluarga besar dengan minat yang sama, alih-alih bertikai dengan kompetitor atau memamerkan brand mana yang lebih baik.

Misalnya, jika kamu menerapkan UGC dalam akun bisnis di Instagram melalui hashtag yang berhubungan dengan produk.

Ketika kamu mengklik hashtag tersebut, maka akan ada banyak pelanggan yang membagikan pengalaman mereka dalam bentuk foto, video, dan teks tentang produkmu.

Hal ini pun membuat UGC merasa bahwa pengguna merupakan bagian dari brand yang memberikan pengaruh di dalamnya.

User generated content juga membentuk koneksi emosional bagi audiens yang menjadi bagian dari komunitasnya.

5. Hemat Biaya

User generated content dibuat oleh pengguna atau fans dari suatu brand tanpa dibayar, umumnya karena ingin berbagi pengalaman atau membangun hubungan dengan orang yang memiliki minat serupa.

Tentunya UGC lebih hemat daripada memproduksi iklan untuk televisi dan billboard. Brands tidak perlu khawatir jika kampanyenya berhasil atau kurang efektif karena pengguna yang menjalankan semuanya.

Selama brands mengandalkan kekuatan UGC, konten tersebut akan mampu membantu performa brand baik di website toko online maupun media sosial dan jauh dari strategi marketing yang terlalu pushy.

Baca Juga: Contoh Konten Promosi untuk Toko Online Kamu

Tips Menggunakan UGC Sebagai Strategi Marketing

tips menggunakan ugc untuk marketing
Foto: Unsplash.com

Setelah memahami cara kerja user generated content beserta manfaatnya, kamu pun perlu mengetahui tips-tipsnya sebelum menerapkannya dalam berbisnis. Berikut caranya:

1. Memotivasi Pelanggan

Agar pelanggan produk kamu tertarik untuk membagikan pengalaman mereka saat berbelanja, kamu perlu memiliki strategi.

Salah satunya dengan memotivasi pelanggan, seperti memberikan hadiah jika mereka bersedia berfoto dengan produk atau membuat video unboxing produk.

Tak ada salahnya lho, untuk menentukan konten yang spesifik pada pelanggan setelah mereka membeli produkmu.

Sebagai imbalannya, kamu bisa memberikan voucher potongan harga atau produk gratis pada pelanggan yang sudah bersedia membuat konten produkmu.

Dari konten-konten yang telah terkumpul tersebut, kamu pun bisa menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran merek sehingga bisa menarik pelanggan baru.

2. Gunakan Hashtag yang Lebih Personal

User generated content melibatkan pelanggan, jadi kamu perlu membuat mereka merasa nyaman saat menggunakan produk.

Dalam hal ini, kamu pun bisa menciptakan hashtag produk yang lebih personal sehingga pelanggan merasa dilibatkan dan diapresiasi.

Salah satu hashtag produk yang bisa digunakan untuk menerapkan user-generated content, yakni nama produk x pelanggan, seperti #SIRCLOxMe.

Baca Juga: 8 Ide Konten di Bulan Ramadhan Ini Jangan Dilewatkan!

3. Tampilkan Konten di Akun Sosial Media Bisnismu

Setelah memotivasi pelanggan untuk membuat konten produk dan menggunakan hashtag yang telah dipersonalisasi, kamu akan mendapat banyak pilihan konten dari mereka.

Kamu pun memiliki stok konten yang relevan dengan jenis produk yang dijual. Dan hal ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan dengan cara menampilkannya di akun media sosial bisnis kamu.

Namun alangkah baiknya, kamu meminta izin terlebih dahulu pada pelanggan sebelum mengunggah konten yang mereka buat.

Pastikan juga untuk memberikan kredit yang jelas kepada pembuat aslinya. Tag atau mention mereka langsung dalam unggahan.

Tunjukkan apakah kamu menggunakan visual mereka, kata-kata mereka, atau keduanya.

Dengan cara yang sopan seperti ini, pelanggan pun merasa bahwa kehadirannya telah dihargai oleh brand. Mereka pun akan senang dan hal tersebut bisa menciptakan loyalitas pelanggan.

Memberikan kredit yang tepat adalah cara penting untuk mengenali karya pembuat konten, dan membantu memastikan mereka tetap bersemangan dalam menggunakan dan memposting tentang produkmu.

Tak hanya itu, tips di atas memiliki manfaat tambahan untuk memudahkan penggemar dan pengikut dalam memverifikasi bahwa konten yang diunggah benar-benar dibuat oleh seseorang di luar perusahaanmu.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Media Sosial untuk Bisnis, Wajib Tahu!

4. Kolaborasi dengan Influencer

Dalam membuat kampanye user generated content, tak ada salahnya bagi kamu untuk melakukan kolaborasi dengan influencer.

Influencer yang membagikan pengalaman mereka atas suatu produk tak hanya mampu meningkatkan kesadaran merek bisnismu, tetapi juga bisa menginspirasi komunitas/pengikut mereka untuk turut menggunakan produk yang sama.

Namun, sebelum menggunakan jasa influencer, tentukan dahulu jenis audiens atau pengikut mereka apakah sudah sesuai dengan target konsumen bisnismu.

Gunakan juga platform yang tepat. Jika influencer tersebut lebih dikenal melalui Instagram, gunakanlah media sosial tersebut untuk kampanye brandmu.

Selain itu, cari tahu kredibilitasnya. Misalnya, latar belakang sang influencer dan apakah nilai-nilai yang dianut sesuai dengan materi kampanye brand kamu.

Itu dia informasi seputar user generated content beserta tips penggunaannya untuk meningkatkan penjualan. Semoga bermanfaat, ya.

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !