Jenis-jenis Web Cache dan Manfaatnya Bagi Situs Kamu

web cache

Table of Contents

Apakah kamu paham apa yang dimaksud dengan web cache?

Kamu mungkin pernah mendengar istilah web cache ketika berselancar di internet.

Dikutip dari laman EasyTechJunkie, web cache adalah folder file di browser yang berguna untuk menyimpan data dari halaman web yang telah dikunjungi oleh pengguna.

Ketika kamu sedang menggunakan internet untuk memuat halaman web, browser harus mengunduh cukup banyak data untuk menampilkan halaman web tersebut.

Nah, untuk mempersingkat waktu buka halaman, browser akan menyimpan sebagian besar konten yang muncul di halaman web dalam cache.

Dengan begitu, ketika kamu memuat halaman web berikutnya, maka sebagian besar konten sudah disimpan secara lokal dan halaman dapat dimuat lebih cepat.

Penggunaan web cache sangatlah penting bagi kamu yang memiliki situs web untuk berjualan online. Mari cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu web cache.

Baca Juga: Berapa Biaya Pembuatan Website untuk Toko Online?

Jenis-jenis Web Cache

jenis-jenis web cache
Foto: Pexels.com

Ada berbagai jenis cache yang perlu kamu ketahui, di antaranya:

1. Browser Cache

Browser cache adalah jenis cache dari situs yang melekat pada browser web pengguna.

Cache web browser dapat menampung berbagai elemen multimedia termasuk elemen gambar, HTML, dan CSS.

Setelah pengguna mengunjungi situs web, maka browser mereka akan menyimpan beberapa data untuk ditampilkan nanti tanpa menjangkau perlu server kembali.

Dengan demikian, cache browser bisa mempercepat situs web ketika pengguna berkunjung kembali.

2. Server Cache

Server cache akan menyimpan materi situs yang berbeda di server.

Ketika ada permintaan halaman dari pengguna, server akan mencari konten yang relevan di penyimpanan sementara sebelum memproses halaman.

Jika cache server sudah berisi konten yang diminta, maka pengunjung bisa memuat halaman web dengan lebih cepat.

Server cache akan sangat berguna untuk situs web yang lebih besar dengan volume lalu lintas tinggi.

Cache inilah yang dapat memproses banyak permintaan dan mengumpulkan banyak halaman setiap detiknya.

Dengan begitu, server tak akan terlalu terbebani dengan permintaan muat halaman dari pengguna. Waktu tunggu pengguna dalam memuat halaman pun menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Cara Membuat Website di HP dan Tipsnya, Yuk Intip!

3. Content Delivery Network (CDN) Cache

Content Delivery Network (CDN) chace merupakan jenis penyimpanan data yang lebih luas karena memiliki ruang lingkup global.

Jaringan ini terdiri dari beberapa server yang terletak di berbagai belahan dunia.

CDN chace bekerja untuk menyimpan file yang biasanya diminta dari halaman web (konten statis) dan ketika pengguna memasukkan kueri, server terdekat akan merespons dengan konten yang siap ditampilkan.

Server ini telah cukup pintar untuk mengenali jenis perangkat, pengaturan cookie, dan informasi lain tentang pengguna untuk menyimpan dan menampilkan halaman yang diperlukan secara tepat.

4. Client-side Cache

Jenis web cache berikutnya, yaitu client-side cache.

Client-side cache menggunakan browser pengguna sebagai ruang penyimpanan.

Saat seseorang mengunjungi situs web, maka browser mereka akan membuat dan menyimpan cache.

Ketika mereka melakukan kunjungan kembali, semuanya akan dimuat lebih cepat karena perangkat telah membaca informasi dari cache browser mereka.

Kinerja client-side cache cukup efisien karena memungkinkan browser pengguna untuk mengakses file tanpa memuat ulang dari server.

Biasanya, client-side cache bekerja baik untuk situs web kecil yang memiliki jumlah pengunjung besar.

Baca Juga: Perbedaan Blog dan Website yang Kamu Perlu Ketahui

5. OpCode Cache

Dikutip dari WPRocket, OpCode cache bekerja dengan cara mengkompilasi kode PHP yang dapat dibaca pengguna ke kode yang dipahami server atau disebut juga sebagai opcode.

Ini terjadi ketika file PHP dimuat di halaman web untuk pertama kalinya. Kemudian, disimpan ke memori server untuk memuat lebih cepat pada setiap kunjungan halaman berikutnya.

Caching OpCode dapat meningkatkan kinerja situs menengah hingga besar.

6. Object Cache

Jenis web cache lainnya, yaitu object cache.

Object cache melibatkan penyimpanan hasil kueri basis data sehingga pada saat hasil diperlukan, hasil tersebut dapat disajikan dari cache tanpa harus berulang kali melakukan kueri ke basis data.

Saat object cache diaktifkan, hal ini dapat meringankan beban pada database dan server sehingga bisa mengirimkan kueri lebih cepat.

Jadi, pengguna bisa mendapatkan konten yang mereka inginkan dari situs web dengan lebih cepat.

7. Full-page Cache

Full-page cache akan menyimpan seluruh data dari situs web seperti gambar, file, dan HTML untuk ditampilkan kembali saat user mengakses info terkait.

Jadi, saat pengguna mengakses halaman web, tampilan web bisa disajikan secara utuh meski server hanya mengakses cache.

Baca Juga: Cara Membuat Website Toko Online, Berikut Tipsnya!

Manfaat Web Cache

manfaat web cache
Foto: Pexels.com

Terdapat beberapa manfaat penggunaan web cache bagi sebuah situs web, yaitu:

1. Mempercepat Waktu Muat Halaman

Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil informasi dari cache akan lebih rendah daripada waktu yang dibutuhkan dari server asli.

Jadi, cache dapat mempercepat kecepatan situs web dan mengurangi waktu muay halaman.

Semakin sedikit waktu muat halaman yang dibutuhkan, maka akan semakin besar pula kemungkinan pengunjung untuk berlama-lama di situs tersebut.

Jangan sampai situs web jualan kamu memiliki waktu muat halaman yang terlalu lama lebih dari 4 detik.

Jika lebih dari tenggat waktu tersebut, maka potensi pengguna untuk meninggalkan situs web kamu dan beralih ke situs web kompetitor akan lebih besar.

2. Mengurangi Beban Server

Manfaat lain dari cache adalah bisa mengurangi beban server.

Caching dapat mengurangi kemungkinan kemacetan jaringan secara signifikan setelah mengurangi jalur yang dilalui dalam proses pengambilan.

Meskipun tidak semua permintaan browser harus dikirim ke server, sebagian besar permintaan berulang mengambil informasi dari cache.

Dengan demikian, hal ini dapat membuka jaringan dan mengurangi beban server asli secara signifikan. Pada akhirnya, permintaan halaman pengguna bisa dimuat dengan lebih cepat.

Tanpa caching dan pengelolaan volume lalu lintas yang tepat di situs web, maka bisa terjadi kemacetan bandwidth yang berakibat pada kerusakan parah dalam jaringan utama.

Baca Juga: Mau Buat Situs Web? Dapatkan Domain Gratis di 5 Web Host Ini!

3. Meningkatkan User Experience

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cache bisa mempersingkat waktu muat halaman. Jadi, pengguna bisa mengakses halaman situs web jualan kamu dengan lebih cepat.

Hal ini pun akhirnya bisa meningkatkan pengalaman pengguna (user experience).

Pengunjung yang merasa puas dan nyaman ketika mengakses situs web kamu pun akan lebih mungkin untuk melakukan kunjungan kembali di lain waktu.

4. Memprediksi Kinerja Situs Web

Manfaat cache lainnya, yaitu bisa membantu situs web kamu untuk memprediksi kinerja.

Misalnya, ketika kamu membuat promosi besar-besaran di situs web atau event peluncuran produk. Maka, dapat dipastikan bahwa jumlah pengunjung situs akan melonjak drastis.

Ketika jumlah kunjungan situs web meningkat, hal ini bisa berpengaruh pada waktu muat halaman. Kinerja setiap halaman juga dapat terpengaruh.

Namun dengan caching, masalah seperti ini akan lebih mudah untuk diprediksi dan bisa diatasi secepat mungkin.

Baca Juga: 6 Cara Menulis Meta Description SEO Friendly untuk Web

Itu dia penjelasan seputar web cache, mulai dari jenis-jenis hingga manfaatnya bagi situs web jualan online.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !