10 Jenis Produk Manfaat White Label dan Manfaatnya

Share this Post

white label

Table of Contents

Bisnis white label bisa menjadi salah satu inspirasi bisnismu.

Tidak semua produk berlogo yang kamu temukan di toko itu dibuat sendiri oleh pemilik logo. Ada yang namanya white label, yaitu produk tanpa merek yang bisa dipasangi logo bisnismu sendiri.

Sebenarnya ada banyak produk white label yang kita temukan, tetapi kita tidak menyadarinya.

Hal ini tentunya karena produsen juga tidak terang-terangan menyatakan itu adalah hasil produksinya.

Contoh produknya ada banyak ditemukan di toserba. Toserba biasanya memiliki sejumlah produk dengan menggunakan namanya sendiri.

Produk-produk tersebut biasanya produk white label yang dibeli oleh toserba dari produsen. Kemudian dipasangi logo toserba tersebut.

Apa itu white label, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya bagi bisnis? Semuanya akan dibahas lengkap dalam artikel ini.

Baca Juga: Apa Fungsi Shipping Label? Berikut Cara Membuatnya

Definisi White Label

white label
(Foto tag produk. Sumber: Freepik.com)

Dikutip dari Investopedia, produk white label adalah produk yang dijual oleh pengecer dengan merek dan logo mereka sendiri, tetapi produk itu diproduksi oleh pihak ketiga.

White label hadir ketika produsen suatu barang menggunakan merek yang diminta pembeli atau pemasar, bukan mereknya sendiri.

Produk akhir tampak seolah-olah diproduksi oleh pihak yang memesannya.

Produk ini diproduksi oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab untuk memasarkan dan menjual produk yang sudah dilabeli.

Praktik bisnis ini membawa sejumlah keuntungan bagi pihak atau bisnis yang memesannya.

Bisnis tersebut tidak perlu menjalankan semua proses produksi barang.

Jadi bisnis tersebut bisa fokus hanya pada pemasaran, sedangkan produsen fokus pada proses produksi saja.

Jadi, keuntungannya berjalan dua arah. Manfaat utama dari white label, yaitu menghemat waktu, energi, dan kas perusahaan dalam hal biaya produksi atau pemasaran.

Keuntungan besar lainnya, yaitu jika toserba memiliki kesepakatan eksklusif dengan produsen, biaya transportasi rata-rata mungkin lebih dari biasanya.

Selain itu, perusahaan akan mendapat manfaat dari skala ekonomi distribusi.

Karena biaya transportasi rendah, pengecer dapat menjual produk dengan harga lebih murah. Selain itu, tetap memperoleh margin keuntungan yang lebih besar.

White label saat ini makin populer. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga dan kurang setia pada merek tradisional favorit mereka.

Di banyak negara, pertumbuhannya dapat merugikan pangsa pasar merek nasional yang merupakan produsen.

Baca Juga: Mengenal Private Label, Ada Kelebihan dan Kekurangannya!

Cara Kerja White Label

white label
(Foto label celana jeans. Sumber: Freepik.com)

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, bisnis ini melibatkan setidaknya dua pihak. Keduanya, yakni produsen dan pengecer yang memasang logo sendiri pada produk.

Tentunya terjadi kesepakatan bisnis antara kedua belah pihak yang terlibat ini. Dari sini kita bisa mempelajari bagaimana cara kerjanya.

Melansir laman Tranzzo, cara kerja white label cenderung sederhana. Hal yang paling penting dari bisnis ini, yaitu menjaga hubungan kerja sama tetap baik.

Ini tentu karena bisnis ini melibatkan dua pihak yang saling mendukung dan membutuhkan satu sama lain.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai cara kerjanya.

  1. Pertama-tama, produsen membuat produk white label. Anggaplah produk tersebut adalah pakaian. Pakaian ini benar-benar tidak bermerek. Tidak memiliki logo, nama, ataupun label.
  2. Produsen kemudian menjual produk mereka ke pengecer yang merupakan perusahaan lain atau individu. Mereka dipersilakan untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan masing-masing, menempatkan logo, dan menyesuaikannya dengan branding.
  3. Terakhir, pengecer menjual produk yang sudah dilabeli tersebut kepada pelanggan. Kunci untuk bisnis white label adalah anonimitas. Itulah sebabnya konsumen tidak tahu bahwa pakaian yang mereka beli, sebelumnya adalah pakaian tanpa merek

Untuk memaksimalkan penjualan produk white hat label, kamu juga perlu mengatur channel penjualan yang tepat dan terintegrasi. Kamu bisa menjual produk labelmu sendiri di beberapa platform e-commerce sekaligus.

Kamu bisa menggunakan fitur Marketplace dari SIRCLO Store yang dapat memperluas pasar produkmu secara online.

Dengan fitur ini, kamu bisa terhubung dengan semua e-commerce besar di Indonesia, terintegrasi dengan beberapa e-commerce sekaligus dalam satu dasbor, mengelola pesanan dalam satu tempat, dan menerima laporan penjualan.

Penasaran dengan berbagai fitur dan keunggulan lain dari SIRCLO Store? Klik di sini untuk informasi lebih lanjut ya!

Baca Juga: 7 Cara Membangun Branding Identity dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Manfaat White Label bagi Bisnis

white label
(Foto label gantung untuk produk. Sumber: Freepik.com)

Itulah cara kerja white label yang melibatkan produsen dan pengecer yang memasang logo sendiri. Hal selanjutnya yang perlu diketahui, yaitu manfaatnya.

Bagi produsen, manfaat utamanya adalah mereka hanya perlu fokus pada produksi saja. Tidak perlu repot-repot memikirkan branding dan penetrasi ke pasar.

Namun produsen tetap harus melakukan pemasaran. Tentunya pemasaran dilakukan secara terbatas kepada pengecer untuk menjaga anonimitas.

Adapun manfaatnya bagi pengecer, seperti yang dilansir dari Forbes, yaitu:

1. Cepat dan Mudah untuk Melakukan Branding

White label dapat menjadi solusi yang menawarkan keuntungan jika kamu hendak mencari cara untuk menambahkan fitur baru ke bisnismu.

Produk ini biasanya terintegrasi penuh dan siap pakai, membuat branding menjadi sangat mudah.

Sebagai pengecer, kamu akan bebas dari kekhawatiran mengenai perlunya menghabiskan waktu dan uang untuk riset produk. Kamu dapat memasang logo dan merek sendiri, kemudian kembali berbisnis.

2. Membuat Pelanggan Lebih Bahagia

Pelangganmu memiliki tujuan akhir dan menggunakan white label dapat memberi mereka jalur yang jelas dan sederhana untuk mencapainya.

Pengembangan produk dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Hal ini dapat membuat pelanggan pergi ke tempat lain untuk mencari solusi ketimbang menunggu produk baru dari bisnismu.

Kamu dapat menghindari hal ini, karena produk white label bisa kamu dapatkan dengan cepat.

Baca Juga: Manfaat Desain Kemasan yang Menarik Beserta Tips Membuatnya

3. Menghemat Waktu dan Uang

Mengembangkan produk sejak awal, membutuhkan banyak sumber daya keuangan, waktu, dan manusia. Namun melakukan proses produksi sendiri membutuhkan dedikasi waktu dan modal yang cukup besar.

Belum lagi kamu harus mempertimbangkan waktu untuk perencanaan dan implementasi strategi pemasaran. Hal ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit pula.

Dalam mengembangkan produk sendiri, kamu juga perlu melakukan riset produk dan melakukan uji prototipe kepada audiens target.

Dengan melakukan praktik white label, kamu bisa memangkas semua tahapan produksi ini.

Ketika waktu bagimu sangat penting dan memiliki keterbatasan modal, berinvestasi pada white label bisa menjadi caramu untuk memulai bisnis.

4. Memungkinkanmu Fokus pada Kompetensi Inti Bisnis

Dalam banyak kasus, produk yang hendak dikembangkan sebuah bisnis ternyata tidak sesuai dengan bidang keahlian bisnis tersebut.

Melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kompetensi inti bisnismu, merupakan tindakan yang kurang cerdas.

Pastikan kamu memperhatikan solusi yang kamu butuhkan dan bandingkan dengan sumber daya yang kamu miliki untuk mencapainya.

Dari situ kamu bisa menentukan apakah white label bisa membantumu mencapai tujuan dengan lebih efisien.

Produsen white label sangat mengetahui seluk-beluk produk yang mereka buat dan kembangkan. Kamu bisa memercayakan kepada mereka untuk membuat produk yang kamu butuhkan untuk dijual kembali.

Baca Juga: 5 Strategi Rebranding Ampuh Agar Bisnis Makin Sukses

Jenis Produk yang Dapat Dijual dengan White Label

contoh produk white label
(Foto kosmetik white label. Sumber: Pexels.com)

Apabila kamu ingin berbisnis dengan menggunakan white labelling, berikut beberapa ide usaha yang bisa dicoba:

1. Aksesori Smartphone

Salah satu produk white label yang dapat kamu jual adalah aksesori smartphone. Misalnya case smartphone, kabel data, charger, tripod, dan masih banyak lagi.

Ada banyak produsen yang memproduksi askesori smartphone tanpa label sehingga kamu dapat membelinya secara grosir dan menjualnya kembali dengan logo milik sendiri.

Kamu bisa langsung mendatangi produsen aksesori atau membelinya secara online melalui berbagai marketplace lokal maupun dari luar negeri.

2. Botol Minuman

Botol minum berbahan stainless steel merupakan salah satu produk yang banyak dicari. Botol minum ini hadir dalam berbagai warna dan desain yang menarik.

Tidak semua botol air memiliki label khusus, ada beberapa produsen yang juga sengaja memproduksinya tanpa label sehingga bisa kamu beli untuk dijual kembali dengan merek sendiri.

Kamu juga bisa memodifikasi botol air stainless steel polos dengan menambahkan beberapa ilustrasi agar tampak lebih cantik.

3. Pakaian dan Perlengkapan Olahraga

Pakaian dan perlengkapan olahraga kian diminati karena semakin banyak orang yang menyadari pentingnya hidup sehat.

Sebagian besar pakaian dan perlengkapan olahraga ini tidak diproduksi secara khusus untuk merek tertentu sehingga bisa kamu coba jual kembali.

Kamu dapat menjual pakaian olahraga dan peralatan olahraga white label untuk berbagai jenis kelamin, baik pria maupun wanita.

Pakaian dan perlengkapan olahraga ini juga tersedia dalam berbagai warna serta desain yang unik sehingga lebih menarik.

Terdapat berbagai pilihan alat olahraga yang bisa kamu jual. Mulai dari matras yoga, pita peregangan, penyangga pergelangan kaki, peralatan latihan beban, dumbel. Hingga suplemen binaraga dan minuman berprotein untuk menunjang kebugaran.

Baca Juga: 6 Cara Memulai Bisnis Print on Demand, Mau Coba?

4. Kosmetik

Produk white label lainnya yang juga banyak dipasarkan kembali adalah kosmetik. Kosmetik bahkan disebut sebagai jenis produk yang paling populer dalam pemasaran white labelling.

Ada banyak perusahaan yang memproduksi produk kosmetik serupa, namun dipasarkan dengan merek dan harga berbeda.

Oleh karena itu, kamu bisa membelinya dalam jumlah besar untuk dijual kembali kepada target pasar yang diinginkan.

Untuk menjual kosmetik white label, kamu hanya perlu membeli secara grosir pada pihak produsen.

Kemudian menyiapkan desain kemasan yang menarik untuk meyakinkan pelanggan dalam melakukan pembelian.

5. Aksesori Hewan Peliharaan

daftar produk white label - aksesori hewan peliharaan
(Foto hewan peliharaan dan aksesorinya. Sumber: Pexels.com)

Jenis produk berikutnya yang bisa kamu pasarkan menggunakan white label adalah aksesori hewan peliharaan. Misalnya tempat tidur, mainan, dan aksesori untuk hewan peliharaaan.

Kamu dapat menjual berbagai aksesori hewan peliharaan untuk kucing, anjing, dan hewan lainnya.

Aksesori hewan peliharaan tanpa label ini bisa kamu rebranding dengan desain kemasan yang menarik agar lebih cepat terjual.

6. Essential Oil

Essential oil atau minyak atsiri juga bisa menjadi pilihan produk white label yang dapat kamu jual kembali.

Ada banyak sekali produsen minyak atsiri yang menerima penjualan tanpa merek dalam jumlah besar. Kamu dapat menjual berbagai jenis essential oil dengan merek pribadi yang diinginkan.

Kamu bisa menjual kembali minyak atsiri itu dalam bentuk diffuser, lilin aromatik, dan produk wewangian lain yang bisa menenangkan tubuh.

Baca Juga: 9 Ide Kemasan yang Ramah Lingkungan untuk Produk Bisnis Onlinemu

7. Kopi

Kopi merupakan bahan makanan lainnya yang dapat kamu coba jual kembali dengan white label.

Ada banyak produsen kopi yang bisa kamu ajak kerja sama untuk memproduksi campuran produk kopi dengan kemasan khusus.

Namun biasanya, kamu harus mengeluarkan modal usaha yang cukup besar agar bisa mendapatkan produk kopi untuk dijual kembali.

Jika kamu hanya memiliki modal usaha kecil, cobalah untuk lebih teliti dalam memilih produsen kopi sehingga bisa mendapatkan produk dengan lebih murah.

8. Mainan Anak

Jenis produk white label selanjutnya yang bisa dijadikan ide bisnis adalah mainan anak-anak.

Meski banyak mainan anak bermerek di pasaran, akan tetapi ada juga berbagai mainan tanpa label yang dapat kamu jual kembali.

Biasanya, produk-produk tidak bermerek ini hampir mirip dengan barang bermerek lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada tidak adanya merek atau logo.

Beberapa jenis mainan mungkin hanya diberi label “Made in China” sehingga kamu bisa menjualnya kembali dengan desain kemasan dan merek milik pribadi.

9. Pakaian Bayi dan Anak-anak

Tren pakaian bayi dan anak-anak mengalami perubahan yang sangat cepat. Oleh karenanya, ada banyak sekali pilihan warna, model, hingga ukuran.

Kamu pun bisa membeli pakaian bayi dan anak-anak white label ini untuk kemudian dijual kembali dengan nama merek yang diinginkan.

Selain itu, ada banyak orang tua yang sering kali mengeluarkan banyak uang untuk membeli pakaian bagi buah hatinya. Jadi, target pasarnya sangat luas sehingga kamu bisa menjual pakaian bayi dan anak dengan lebih mudah.

Kamu bisa mendapatkan keuntungan maksimal dengan menjual pakaian bayi dan anak white label yang di-rebranding.

Biasanya, pakaian bayi dan anak-anak yang disukai memiliki warna cerah dan model menggemaskan.

Baca Juga: Ini 5 Platform Logo Design untuk Bisnismu, Pemula pun Bisa Membuatnya!

10. Totebag

jenis produk white label - totebag
(Foto totebag. Sumber: Pexels.com)

Totebag atau tas jinjing dari bahan kanvas juga bisa menjadi pilihan produk white label yang dapat direbranding untuk dijual kembali.

Totebag tidak hanya diproduksi sebagai souvenir event, akan tetapi juga banyak diperjualbelikan untuk keperluan membawa barang sekaligus aksesori fashion.

Kamu bisa membeli produk totebag dalam jumlah banyak untuk kemudian didesain ulang sesuai keinginan sebelum dipasarkan.

Pilihlah warna dan buat desain yang menarik agar totebag yang kamu tawarkan mampu memikat banyak pelanggan.

11. Alat Pangkas Rambut

Produk lainnya yang hadir dalam bentuk white label sehingga bisa kamu jadikan ide bisnis, yakni alat pangkas rambut.

Hanya ada beberapa merek alat pangkas rambut yang terkenal di pasaran. Sebagian lainnya hadir tanpa merek sehingga bisa kamu coba jual kembali dengan branding milik pribadi.

Ada beberapa jenis alat pangkas rambut yang bisa dijual kembali. Mulai dari pencukur rambut, jenggot, alis, kumis, hingga bulu halus lainnya.

Kamu bisa melakukan rebranding sesuai keinginan untuk membuat alatnya lebih menarik dan banyak dibeli pelanggan.

Demikian penjelasan mengenai white label. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu yang ingin coba berbisnis.

Buat kamu yang punya permasalahan dengan bisnis yang sedang atau baru akan kamu jalani atau apapun seputar digital marketing, bisa banget kamu tanyakan disini. Nantinya SIRCLO Expert akan menjawab pertanyaan kamu.


Saatnya Buka Toko Online Sendiri, GRATIS!

Saatnya Punya Toko Online Sendiri, GRATIS !